Dari Khairil Anwar sampai Pramoedya Ananta Tour

Munculnya Khairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru. Sajak-sajaknya tidak seperti sajak-sajak Amir Hamzah yang masih mengingatkan kita kepada sastra Melayu. Bahasa yang dipergunakannya ialah bahasa Indonesia yang hidup, berjiwa. Bukan bahasa buku, melainkan bahasa percakapan sehari-hari yang dibuatnya bernilai sastra.

Khairil Anwar segera mendapat pengikut, penafsir, pembela dan penyokong. Dalam bidang penulisan puisi muncul para penyair Asrul Sani, Rivai Apin, M. Akbar Djuhana, P. Sengojo, Dodong Djiwapraja, S. Rukiah, Walujati, Harijadi S. Hartowardoyo, Moch. Ali dan lain-lain.

Dalam bidang penulisan prosa, Idrus pun memperkenalkan gaya menyoal-baru yang segera mendapat pengikut luas.

Dengan munculnya kenyataan itu, banyak orang yang berpendapat bahwa sesuatu angkatan kesusastraan baru telah lahir. Pada mulanya angkatan ini disebut Angkatan Sesudah Perang, ada yang menamakannya Angkatan Khairil Anwar, Angkatan Kemerdekaan dan lain-lain. Pada tahun 1948 Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ’45. Nama ini segera menjadi populer dan dipergunakan oleh semua pihak sebagai nama resmi.

Selain nama Khairil Anwar, sastrawan lain yang juga perlu kita diskusikan adalah Pramoedya Ananta Toer. Ia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Meskipun demikian, baru menarik perhatian duna sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diadkan oleh Balai Pustaka. Blora ditulis dalam gaya yang sangat padat dan menyenakkan. Cerpen itu kemudian bersama dua buah cerpen lainnya yang juga ditulis Pram dalam penjara ditebitkan menjadi sebuah buku berjudl Subuh (1950).

Roman Keluarga Gerilya (1950) dan cerpen-cerpen yang ditulisnya dalam penjara itu bersama sama beberapa cerpen yang ditulisnya sebelumnya diterbitkan dalam buku yang berjudul Percikan Revolusi (1950).

About these ads

45 Tanggapan

  1. Setelah munculnya Khairil Anwar dalam sejarah sastra Indonesia, sastra-sastra indonesia kini bahasanya tidak lagi menggunakan bahsa melayu melainkan menggunakan bahasa sehari-hari.
    Dengan munculnya kenyataan itu banyak orang yang berpendapat bahwa angkatan kesusastraan telah lahir. Pada mulanya angkatan ini disebut Angkatan Sesudah Perang, ada yang menamakannya Angkatan Khairil Anwar, Angkatan Kemerdekaan dan lain-lain. Pada tahun 1948 Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45.
    pada ankatan ’45 ini banyak sastrawan yang muncul salah satunya yang terkenal juga Pramoedya Ananta Toer. Dia mulai mengarang sejak zaman jepang dan masa revolusi.

    Dari penjelasan yang ada pada pokok pembahasan dari khairil anwar sampai pramoedya ananta toer ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada bapak.
    1). Menurut bapak Apa yang melatar belakangi Khairil Anwar menulis sajaknya yang berjudul AKU dan ia menyebut dirinya sebagai BINATANG JALANG?
    2). Selain Khairil Anwar ada sastarwan yang benama Achadiat K. Mihardja, mengapa saat itu dia tidak pernah disebut-sebut sebagai sastrawan padahal dia sudah menulis sastra sejak zaman revolusi, dan baru terkenal sejak menulis roman Atheis?

  2. Mutfiah Ani ( A1B108206 ) PBSID B

    Berbicara tentang Chairil Anwar dan Pramudya Ananta Tour membuat kita harus membuka lagi catatan sejarah yang penuh dengan perjuangan.
    Chairil Anwar sang penyair legendaris ini perjuangan nya dalam dunia sastra juga penuh liku-liku, banyak yang menentangnya tetapi banyak pula yang mendukungnya. Asrul Sani dan Rivai Apin merupakan orang yang berada dalam pihak Chairil Anwar. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin lah Chairil Anwar mendirikan gelanggang seniman Merdeka. Mereka bertiga menerbitkan kumpulan puisi yang berjudul “ Tiga Menguak Takdir ”.
    Sastra angkatan 45 atau angkatan Chairil Anwar memiliki konsep seni yang diberi judul ”Surat Kepercayaan Gelanggang”. Memperhatikan konsep seni seperti itu, tampaknya para sastrawan dan budayawan pada masa itu tidak ingin dipengaruhi pihak lain. Mereka yang berada di bawah payung angkatan 45 ini ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani. Mereka juga mengaku lahir di tengah-tengah masyarakat yang bercampur baur. Walaupun demikian, para sastrawan menginginkan suasana baru yang lebih baik dari sebelumnya. Cita-cita kemerdekaan angkatan 45 itu yang tertuang dalam konsep ”Surat Kepercayaan Gelanggang” juga sangat berani, seperti kutipan berikut:

    ”Ke-Indonesiaan kami tidak semata-mata karena kulit kami yang sawo matang, rambut kami yang hitam atau tulang pelipis kami yang menjorok ke depan, tapi lebih banyak oleh apa yang diutarakan oleh wujud pernyataan hati kami. Kami tidak akan memberikan suatu kata ikatan untuk kebudayaan Indonesia. Kalau kami berbicara tentang kebudayaan Indonesia kami tidak ingin kepada melap-lap hasil kebudayaan lama sampai berkilat dan untuk dibanggakan, tetapi memikirkan suatu penghidupan kebudayaan baru yang sehat…..”

    Merdekanya Indonesia memberi harapan baru bagi Asrul Sani, Rivai Apin, Idrus, dan lain-lain yang menyokong pergerakan sastra Chairil Anwar. Namun tidak untuk penyair pujangga baru. Beberapa sastrawan pujangga baru seperti Armijn Pane dan S. Takdir Alisjahbana mengungkapkan bahwa Angkatan ’45 hanyalah kelanjutan dari apa yang sudah dirintis oleh angkatan sebelumnya, yaitu; Angkatan Pujangga Baru.

    Lain lagi dengan Pramudya Ananta Tour yang kehidupannya tak lepas dari penjara tak membuat nya berhenti berkarya.
    Meskipun dilarang menulis pada maasa penahanannya di Pulau Buru, Pram tetap mengatur siasat untuk berkarya, di penjara inilah dia menghasilkan tetralogi Bumi Manusia, Anak Segala Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca.
    Pada masa pemerintahan orde baru karya-karya Pram tidak boleh diterbitkan sama sekali. Bahkan pada rezim orde baru naskah-naskah dan dokumentasi milik Pramudya di rampas dan di bakar.
    Pram sosok sastrawan yang tegar, meskipun karyanya banyak menuai kontoversi di Indonesia tetapi karyanya di dunia sangat diakui ini terbukti karya-karyanya banyak diterjemahkan dengan berbagai bahasa dan dirinya pun diajukan sebagai kandidat peraih nobel.
    Karya-karya Pramudya Ananta Tour antara lain :
    o Bukan Pasar Malam (1951)
    o Ditepi Kali Bekasi (1951)
    o Gadis Pantai
    o Keluarga Gerilja (1951)
    o Mereka jang Dilumpuhkan (1951)
    o Perburuan (1950)
    o Tjerita dari Blora (1963)

    Pertanyaan saya :
    * Mengapa karya-karya Pramudya Ananta Tour pada masa orde baru tidak boleh diterbitkan ? Apakah karya Pramudya Ananta Tour dianggap berbahaya oleh pemerintah orde baru?

  3. Solikhati ( A1B108209 ) PBSID B

    Beberapa yang akan saya tanyakan berkaitan dengan sastra periode 1945
    1. Apakah tema yang diangkat pada periode ini? Apakah semangat nasionalisme atau ada yang lain?
    2. Bagaimana dengan pengarang sebelum periode ini? Apakah masih berkarya atau bagaimana?
    3. Apa maksud dari surat kepercayaan gelanggang?
    4. Apa sebenarnya yang ingin diungkapkan Chairil Anwar pad puisi Aku? Mengapa ia menyebut dirinya binatang jalang?
    5. Saya ingin penjeladsan tentang apa yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh Chairil Anwar pada beberapa puisinya, diantaranya:
    a. Penerimaan
    b. Yang terampas dan yang putus
    c. Derai-derai cemara
    d. Cintaku jauh di pulau
    e. Sajak putih
    f. Senja di pelabuhan kecil
    g. Persetujuan dengan bung Karno
    6. Mengapa banyak pengarang yang memakai nama samaran?
    7. Pada angkatan ini mengapa hanya Chairil Anwar yang terkenal dan paling menonjol? Bukankah beberapa karangannya hasil plagiat? Apakah karena plagiat karya orang lain ia jadi lebih terkenal?
    8. Pram mengutuk PKI karena ia menulis cerpen yang melukiskan tentang sebuah keluarga yang menjadi korban PKI di Madiun pada tahun 1948, tetapi mengapa pada pertengahan tahun 1950-an sikap Pram terhadap PKI berubah? Dalam hal ini apakah Pram tetap benci pada PKI atau suka pada PKI?
    Tanggapan dari saya mengenai angkatan 45
    Pada periode ini Cairil Anwar lebih menonjol daripada para pengarang yang lain hal ini membuat saya menjadi bingung, mengapa hanya Chairil Anwar padahal ada yang mengatakan karya dia itu hasil dari plagiat. Sampai sekarang pun Chairil Anwar terkenal dan namanya lebih familiar dibanding sastrawan lain pada masa itu. Chairil termasuk orang yang hebat karena bisa menyihir banyak orang dengan karyanya, padahal iatidak berlatar belakang sastra sama sekali, tapi semua itu diperoleh karena ia kutu buku oleh karena itu ia disebut plagiator.
    Sastra angakatan 45 memiliki perbedaan dengan sastra angkatan sebelumnya (Pujangga Baru dan Balai Pustaka). Lahirnya angkatan 45 diawali oleh perubahan iklim politik yang terjadi pada saat itu pada tahun 1942. Di mana pasukan Jepang pertama kali masuk Indonesia dan menjajahnya. Dalam kurun waktu 1942-1945 ini segala hal yang berhubungan dengan Belanda seluruhnya di ganti dengan hal-hal yang mengangkat budaya Timur. Begitu juga dalam karya sastra, pada masa ini dikenal dengan Sastra Zaman Jepang. Sama seperti zaman Belanda, karya sastra ini pun harus tunduk pada pemerintahan Jepang. Karya sastra yang hadir harus sesuai dengan ideologi Jepang dan dapat mengangkat nama baik bangsa Jepang. Karena itu sastra yang ditulis pada masa ini lebih banyak berisikan propaganda penjajah Jepang. Adapun lembaga yang sensor karya sastra pada masa itu adalah sebuah pusat kebudayaan pro jepang Keimin BunkaShidosho.
    Namun sesuai dengan perubahan politik yang disusul dengan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Banyak perubahan budaya yang terjadi dengan sangat ekstrim, termasuk kesusatraan. Perasaan yang sebelumnya sangat terkekang dan terkungkung pada peraturan dan kebijakan penjajah. Sastrawan kita menjadi begitu merdeka mengisi kemerdekaan saat itu dengan kreatifitasnya. Karena itu, banyak karya-karya yang tercipta pada tahun 1945 yang berisikan semangat-semangat kemerdekaan dan mencerminkan manusia yang merdeka.

  4. Hj. Fahriah (A1B108249) PBSID REG.B
    Chairil Anwar yang dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku) adalah pelopor Angkatan ’45 yang menciptakan trend baru pemakaian kata dalam berpuisi yang terkesan sangat lugas, solid dan kuat. Dia bersama Asrul Sani dan Rivai Apin memelopori puisi modern Indonesia.
    Selain nama Khairil Anwar, sastrawan lain yang juga perlu didiskusikan adalah Pramoedya Ananta Toer. Ia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Meskipun demikian, baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh Balai Pustaka. Blora ditulis dalam gaya yang sangat padat dan menyenakkan. Cerpen itu kemudian bersama dua buah cerpen lainnya yang juga ditulis Pram dalam penjara ditebitkan menjadi sebuah buku berjudul Subuh (1950).Semenjak Orde Baru berkuasa, Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri, dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di kora
    yang ingin saya tanyakan :
    1.mengapa pramoedya ditahan selama 3 tahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa Orde Lama, selama masa Orde Baru Pramoedya merasakan 14 tahun ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan?
    2. apa yang ingin di ungkapkan pramoedya dalam bukunya yang berjudul Subuh dan Cerita dari Blora?
    terima kasih . . .

  5. Ria Agustina (A1B108014)

    Kemunculan Chairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru. Sajak-sajak Chairil Anwar bernilai tinggi, bahasa yang dipergunakannya ialah Bahasa Indonesia yang hidup dan berjiwa. Dari esai-esai dan sajak-sajaknya jelas sekali ia seorang yang individualis yang bebas. Sajaknya yang termasyhur dan merupakan gambaran semangat hidupnya yang membersit-bersit dan individualistis ialah yang berjudul “Aku”. Dalam sajak itu ia menyebut dirinya “Binatang Jalang”. Tetapi disamping seorang yang individualis, Chairil pun seorang yang mencintai tanah tanah air dan bangsanya. Rasa kebangsaan dan patriotismenya tampak dalam sajak-sajaknya. Dalam sajak-sajaknya yang berjudul “Doa” dan “Isa” menunjukan rasa keagamaan yang mendalam. Disamping itu sajak Chairil merupakan renungan tentang hidup, penyelaman terhadap kenyataan, lukisan-lukisan perasaan manusia, cinta kasih, berahi, dan lain-lain.
    Tetapi ketika itu heboh karena sajak yang berjudul “Datang Dara Datang Hilang” yang ternyata plagiat dari sajak “Hsu Chih Mo” berjudul “A Song of the Sea”. Peristiwa itu mengejutkan sehingga muncul polemik yang menyeramkam dan mempertahankan Chairil Anwar. H.B. Jassin mencoba membelanya dengan mengajukan alasan-alasan ekonomi dan keuangan. Ketika ia meninggal, heboh tentang plagiat timbul lagi ternyata masih ada sajak-sajak orang lain. Sajak “Krawang-Bekasi” ternyata plagiat dari sajak “Archibald Macleish” yang berjudul “The Young Dead Soldier”. Juga sajaknya “Kepada Peminta-minta” “Rumahku” dan lain-lain.
    Meskipun pembelaan kawan-kawan terdekatnya tak dapat menutupi kenyataan perbuatan keji Chairil Anwar, namun orang pun tidak pula bisa membantah peranan dan jasanya dalam dunia sastra.
    Pramoedya Ananta Toer, awal revolusi ia menerbitkan buku:”Kranji” dan “Bekasi Jatuh” namun baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia ketika cerpennya “Blora” yang ditulisnya dipenjara diumukan dan romannya “Perburuan” mendapat hadiah sayembara dari Balai Pustaka. “Blora” ditulis dalam gaya yang sangat padat dan menyenangkan.
    Pram adalah seorang yang sangat produktif menulis, baik berupa cerpen, roman, esai maupun kritik. Dalam bukunya ia mengutuk PKI. Tetapi sikapnya terhadap komunis berubah sejak pertengahan tahun 1950an. Setapak demi setapak ia masuk lingkungan Lekra dan menjadi salah satu anggota pimpinan Lekra. Ia memimpin grup Lentera yang melalui surat kabar Bintang Minggu , tak habis-habisnya menyerang para pengarang yang tidak sependirian dengan mereka dengan berbagai fitnah dan insinuasi. Ketika terjadi pemberontakan Gestapu, ia termasuk tokoh Lekra yang ditahan dan buku-bukunya dinyatakan terlarang.

    Yang ingin saya tanyakan :

    Mengapa Pramoedya yang tadinya sangat mengutuk PKI menjadi berbalik mendukung PKI ?

    makasih ^_^

  6. Isna Kasmilawati (A1B108216)

    Sebelum lebih jauh kita membahas tentang Chairil Anwar dan Pramudya Ananta Tour membuat kita harus membuka lagi catatan sejarah yang penuh dengan perjuangan.
    Chairil Anwar dalam karyanya berjudul Aku yang dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” adalah pelopor Angkatan ‘45 yang menciptakan trend baru dalam pemakaian kata di puisi yang terkesan sangat lugas, solid dan kuat.
    Sajaknya yang berjudul AKU ( ditempat lain diberi judul “semangat”) yang termasyhur dan merupakan gambaran semangat hidupnya yang memberist dan individualis . Sajak-sajaknya merupakan renungan tentang hidup, penyelamatan terhadap kenyataan,lukisan perasaan manusia,cinta kasih,dll.
    Munculnya Chairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru. Sajak-sajak Chairil Anwar bernilai tinggi, bahasa yang dipergunakannya ialah Bahasa Indonesia yang hidup dan berjiwa,juga berkesan sangat lugas,solid, kuat,padat berisi.
    Pramoedya Ananta Toer, masa revolusi ia menerbitkan buku:”Kranji” dan “Bekasi Jatuh” (1947) Ini sangat baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia ketika cerpennya “Blora” yang ditulisnya ketika dipenjara diumukan dan romannya “Perburuan” (1950) mendapat hadiah sayembara pengarang dari Balai Pustaka. “Blora” ditulis dalam gaya yang sangat padat dan menyenangkan.
    Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri, dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di kora
    Semasa menjalani hukuman ,Pram menulis kwartet “Bumi Manusia”,”Anak Segala Bangsa”,”Jejak Langkah “,dan “Rumah Langka”.yang mana sepat dilarang beredar pada masa Orde Baru dan baru bisa dinikmati secara bebas beberapa tahun setelah rejim orba jatuh melalui gerakan Reformasi 1997.
    Saya ingin menanyakan :

    1. Dalam beberapa sajak-sajak Khairil sering seolah-olah sinis mengejek nilai-nilai moral,termasuk nilai agama.
    bukan tetapi ia tidak mempunyai agama.

    2.Mengapa pada waktu Pram menulis sajaknya sempat dilarang beredar pada masa orde baru dan bisa dinikmati setelah rejim orba jatuh pada gerakan reformasi 1997?
    yang mana ia menulis ( Bumi manusia,Anak segala bangsa,jejak langka,dan rumah kaca).

    Terimakasih.

  7. Khairunnisa (A1B108235)

    Puisi-puisi “Si Binatang Jalang” Chairil Anwar telah menjadi inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan bangsanya. Pria kelahiran Medan, 26 Juli 1922, ini seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin disukai sepanjang zaman.

    Chairil penyair besar yang menginspirasi dan mengapresiasi upaya manusia meraih kemerdekaan, termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Hal ini, antara lain tercermin dari sajaknya bertajuk: “Krawang-Bekasi”, yang disadurnya dari sajak “The Young Dead Soldiers”, karya Archibald MacLeish (1948).

    Bahkan sajaknya yang berjudul “Aku” dan “Diponegoro” juga banyak diapresiasi orang sebagai sajak perjuangan. Kata Aku binatang jalang dalam sajak Aku, diapresiasi sebagai dorongan kata hati rakyat Indonesia untuk bebas merdeka.

    Chairil Anwar yang dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku) adalah pelopor Angkatan ’45 yang menciptakan trend baru pemakaian kata dalam berpuisi yang terkesan sangat lugas, solid dan kuat. Dia bersama Asrul Sani dan Rivai Apin memelopori puisi modern Indonesia.

    Pramoedya Ananta Toer lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 , dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia
    sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora.

    Ia juga menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer, dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di mana mereka mengalami kekerasan seksual, mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an.

    saya inginmenanyakan:

    1) Mengapa puisi binatang jalang karya Chairil Anwar menjadi inpirasi bagi perjuangan kemerdekaan?

    2)Apa yang melatar belakangi pramoedya semi otobiografi yang berjudul Cerita Dari Blora?

    Terimakasih

  8. Lastaria (A1B108251)
    Ass….!!!
    Karya-karya yang dihasilkan Chairil Anwar yang terkenal sebagai “Si Binatang Jalang” dalam karyanya berjudul Krawang bekasi yang termasyur dan merupakan gambaran semangat hidupnya yang membersit dan individualis berjudul Aku adalah pelopor Angkatan ‘45 yang menciptakan trend baru cara menggunakan kata dalam berpuisi yang terkesan sangat lugas, solid dan kuat.

    Karya-karya yang dihasilkan Asrul sani yang berkelahiran ldi Riau sumatra tanggal 10 juni 1926 ia terkanal dengan cerpenya yang berjudul “Bola Lampu” .
    Dan Rivai Apin lahir dipadang panjang tanggal 30 Agustus 1927 ia pelopor angkatan 45 lulus dari sekolah menengah dan ia bekerja menjadi redaktou balai pustaka.

    Pramoedya Ananta Toer. Ia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, Pram ialah seorang yang sangat produktif menulis dan tak henti-hentinya ia menulis kemudian ia mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh Balai Pustaka. Blora ditulis dalam gaya yang sangat padat dan menyenakkan. Cerpen itu kemudian bersama dua buah cerpen lainnya yang juga ditulis Pram dalam penjara ditebitkan menjadi sebuah buku berjudul Subuh (1950).

    cerita dari blora (1952) mendapat hadiah sastra nasional BMKN tahun 91952) menerbitkan kumpulan cerpen di tepi kali bekasi (1950), pram menulis kwartet bumi manusia, anak segala bangsa, jejak langkah, dan rumah kaca, yang sempat dilarang beredar pada masa Orde Baru dan baru bisa di nikmati secara bebas beberapa tahu setelah rejim orba jatuh melalui gerakan reformasi 1977.

    yang ingin saya tanyakan :
    1.mengapa pram menulis kwartet bumi manusia, anak segala bangsa, jejak langkah, dan rumah kaca, sempat dilarang beredar pada masa Orde Baru?

    wassalam.

  9. HAPIJAH (A1B108214)
    PBSID B

    Munculnya Khairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru. Bahasa yang dipergunakannya ialah bahasa Indonesia yang hidup, berjiwa. Bukan bahasa buku, melainkan bahasa percakapan sehari-hari yang dibuatnya bernilai sastra.
    Dalam bidang penulisan prosa, Idrus pun memperkenalkan gaya menyoal-baru yang segera mendapat pengikut luas.
    Dengan munculnya kenyataan itu, banyak orang yang berpendapat bahwa sesuatu angkatan kesusastraan baru telah lahir. Pada mulanya angkatan ini disebut Angkatan Sesudah Perang, ada yang menamakannya Angkatan Khairil Anwar, Angkatan Kemerdekaan dan lain-lain. Pada tahun 1948 Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45.

    Pramoedya Ananta Toer. Ia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Meskipun demikian, baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diadakan oleh Balai Pustaka.

    Disini Saya ingin menanyakan:

    1) Mengapa pada tahun 1948, Chairil Anwar menerbitkan dan memimpin redaksi majalah Gema Suasana tetapi segera ditinggalkan….?

    2) Dalam cerpen “Dia yang Menyerah” yang dimuat dalam buku “Cerita Dari Blora” Pram melukiskan sebuah keluarga yang menjadi korban pemberontakan PKI di Madiun 1948. Mengapa dalam cerita itu ia mengutuk PKI…?Dan mengapa sikapnya terhadap PKI berubah sejak pertengahan tahun 1950-an….?

    Makasih……………………

  10. Rabiatul Bainah A1B108226

    Ass….!!!

    Chairil Anwar lahir dimadan tanggal 22 juli 1922, sajak-sajaknya termasyur dan merupan gambaran semangat hidup yang memembisu dan individualis berjudul “AKU”(ditempat lain diberi judul semangat). Sjak-sajaknya merupakan renungan tentang hidup, lukisan perasaan, cinta kasih, berahi dll. Setelah meninggal sajak-sajaknya diterbitkan orang sebagai buku: kerikil dan yang terampas dll.

    Asrul sani yang lahir di Riau sumatra tanggal 10 juni 1926, ia seorang sarjana kedokteran hewan, pernah menjadi anggota DPRGR/ MPRS, menjadi direktur akademi teater nasional indonesia(LEKRA). sajak-sajaknya sangat merdu melankolis cerpen karangannya sangat terkenal seperti:” bola lampu, perumahan bagi fadjria novari dll.

    Rivai Apin lahir dipadang panjang tanggal 30 Agustus 192,6 ia pelopor angkatan 45 ia pernah menjadi anggota redaksi gema suasana, gelanggang, dan zenith. Setelah dia keluar dari redaksi dan kemudian masuk kelingkungan lembaga kebudayaan(LEKTRA).

    Pramoedya Ananta Toer. Ia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, Pram ialah seorang yang sangat produktif menulis dan tak henti-hentinya ia menulis kemudian ia mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh Balai Pustaka. Blora ditulis dalam gaya yang sangat padat dan menyenakkan. Cerpen itu kemudian bersama dua buah cerpen lainnya yang juga ditulis Pram dalam penjara ditebitkan menjadi sebuah buku berjudul Subuh (1950). karya-karyanya:
    – kranji dan bekasi jatuh(1947)
    – cerpen blora(1952
    – roman keluarga gerilya(1950
    – perbaharuan(1950)

    Idrus lahir dipadang 21 september 1921. ia pelopor angkatan 45, pernah nenjadi direktur balai pustaka,
    karya-karyanya:
    cerita romantik ave maria kejalan lain menuju keroma(1948
    -corat coret dibawah tanah dll.

    Achdiat k. mihardja lahir digarut 6 maret 1911, mengajar sastra modern difakultas sastra UI, thn 1962. pada zaman revolosi ia sudah menerbitkan dan memimpin majalah gelombang zaman, tahun 1961 ia menerbitkan cerpen kesan dan kenangan secara halus dan tajam melukiskan cerita O-KA-BA (orang kaya baru) penuh kesibukan dan kegermelapan, tapi sebenarnya hampa dan kosong romanya.

    yang ingin saya tanyakan:
    1. Mengapa nama achdiat tidak pernah disebut dalam dunia sastra sampai ia muncul dengan romannya Atheis tahun 1948??

    Teimakasih…………..

    Wassalam

  11. Ass,,,

    SRI MAULIANI ( A1B108203)

    Munculnya Khairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru.Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Juli 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapaknya becerai, dan ayahnya berkawin lagi. Selepas
    perceraian itu, saat dia sekolah mulo (SMP) dan itu pun tidak tamat kemudian ia belajar
    sendiri, sehingga tulisan-tulisannya matang dan padat berisi. Sehabis sekolah Chairil ikut
    ibunya ke Jakarta.

    Karya-Karya yang Dihasilkan Chairil Anwar:
    Seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman. Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007 Chairil Anwar yang sudah meninggal pun masih dianugrahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima putrinya, Evawani Alissa Chairil Anwar. Dia penyair besar yang menginspirasikan dan mengapresiasikan upaya manusia meraih kemerdekaan dan dia seorang individualis yang bebas. Dengan berani dan secara demonstratif pula ia menentang sensor Jepang dan itu menyebabkan ia selalu menjadi incaran Kenpetai (polisi rahasia Jepang yang terkenal galak dan kejam). Dan juga termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Yang tercermin dari sajaknya yang bertajuk “ Krawang –Bekasi” dan Sajak yang termasyur dan merupakan gambaran semangat hidupnya yang membersit dan individualis berjudul AKU (ditempat lain diberi judul “SEMANGAT”. Dalam sajak itu ia menyebutkan dirinya sebagai “Binatang Jalang”, sebutan yang segera terkenal. Selain seorang individualis, Chairil juga amat mencintai tanah air dan bangsanya. Rasa kebangsaan dan patriotismenya tampak dalm sajak-sajaknya Diponegoro, Kerawang-Bekasi, Persetujuan dengan Bung Karno, Siap Sedia, Cerita Buat Dien Tamaela, dan lain-lain. Sajaknya sering seolah-olah sinis mengejek nilai-nilai moral, termasuk nilai-nilai agama, sebenarnya ia bukan tidak mempunyai rasa keagamaan. Sajaknya berjudul Doa dan Isa menunjukkan perasaan keagamaan yang mendalam. Sajak-sajak Chairil merupakan reningan tentang hidup, penyelaman terhadap kenyataan, lukisan perasaan manusia, cinta-kasih, berani, dll. Sajaknya sangat romantis seperti Tuti Artic, Senja di Pelabuhan Kecil, Cintaku Jauh di Pulau, dll. Sajak Sorga ia sangat sinis mengejek manusia-manusia yang membayangkan sorga dalam ukuran duniawi. Sajaknya Datang Dara Hilang Dara yang diumumkan dalam majalah Mimbar Indonesia atas namanya ternyata plagiat dari sajak Hsu Chih Mo berjudul A Song of Sea. Sajaknya Kerawang –Bekasi ternya plagiat dari sajak Archibald MacLeish berjudul The Young Dead Soliders. Sajk Kepada Peminta-minta, Rumahku dll. Setelah meninggal sajak-sajaknya diterbitkan orang sebagai buku: Kerikil tajam dan yang Terampas dan yang Luput (1949), Deru Campur Debu (1949), Tiga Menguak Takdir (1950). kumpulan sajak bertiga dengan Asrul Sani dan Rivai Avin. Tulisan-utlisan Khairil yang tidak dimuat dalam ketiga kumpulan itu kemudian diterbitkan dengan kata pengantar H.B. Jassin berjudul Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45 (1956).

     Asrul Sani lahir di Riau Sumatera Barat tanggal 10 Juni 1926, ia pertama Kali mengumumkan sajak dan karyanya yang lain dalam majalah Gema Suasana dan Mimbar Indonesia ,tahun 1948. Asrul Sani seorang sarjana ke Dokteran Hewan yang kemudian menjadi Direktu Akedemi Tater Nasional Indonesia (ATNI) dan menjadi ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI) juga pernah duduk sebagai DPRGR/MPRS Wakil Seniman.

     Rivai Apin lahir di Padang Panjang tanggal 30 Agustus 1927. Sajaknya tidak semerdu sajak-asajak Asrul, tetapi berat dengan masalah yang mau sungguh-sungguh. Sejak masih sekolah menegang ia telah mengumumkan sajak-sajak dalam majalah-majalah terkemuka. Ia pernah duduk sebagai anggota redaksi Gema suasana, Gelanggang, dan Zenith. Tahun 1954 ia melaksasnakan tindakan yang mengejutkan kawan-kawannya. Ia keluar dari redaksi Gelanggan dan beberapa waktu kemudian ia masuk kelingkungan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra).

    Penyair kawan seangkatan Chairil Anwar yang bersama sama mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka “, Ketiga penyair itu biasanya dianggap sebagai trio pembaharu puisi Indonesia, pelopor Angkatan 45. Tiga Menguak Takdir (1950).

    Karya-Karya yang Dihasilkan Asrul Sani dan Rivai Apin :
    Sajak-sajak Asrul Sani sangat merdu (melodius). Katanya memberikan citra (image) yang lincah dan segar, ia seorang morali yang sangat mencintai dan meratapi manusia dan kemanusiaan. Sajaknya Matera dan Surat dari Ibu menunjukkan pandangan hidupnya yang moralis. Dalam sajak itu dia mengaku dirinya sebagai “laksamana dari lautan” dan “panglima dari segala burung rajawali yang menutup segala kota sambil menyebarkan api, supaya janda-janda tidak diprkosa” dan supaya “budak-budak tidur di pangkuan bunda.”

    Cerpen-cerpen Asrul Sani melukiskan halus perasaannya pada manusia; meluiskan kehidupan manusia menyebabkan kemalangan dan penderitaan sendiri. Cerpen karangan Asrul Sani yang terkenal antara lain yang berjudul “ Bola Lampu, Sahabat Saya Cordiaz, Si Penyair Belum Pulang, Perumahan Bagi Fadjria Novari, Dari Suatu Masa Dari Suatu Tempat, Museum, Panen “ , dll.

     Idrus Lahir di Padang tanggal 21 September 1921. Ia pelopor angkatan 45, lulus dari sekolah menengah, ia bekerja dari menjadi redaktur Balai Pustaka. Disanalah ia mulai menaruh perhatian kepada sastra.
    Idrus memimpin majalah kebudayaan dengan nama Indonesia, Dan Idrus pun keluar dari Balai Pustaka ia bekerja di GIA (Garuda Indonesia Airways). Kemudian ia pindah ke Kuala Lumpur dan mendirikan perusahaan penerbitan.

    Karya-Karya yang Dihasilkan Idrus :
    Pada zaman Jepang ia menulis cerita romantik tentang pemuda yang berjuang untuk Asia Timur Raya seperti “ Ave Maria “ dan dramanya Kejahatan Membalas Dendam. Sesudah masa revolusi tuliannya diumumkan dengan judul umum ‘Corat- Coret di Bawah Tanah’. Melukiskan tentang kehidupan rakyat di jaman Jepang secara sinis dan kasar. Sikap sinis dan kasarnya diperlihatkan dalam karangannya Surabaya, sampai- sampai ia di sebut“Kontra Revolusi “.
    Karangan Idrus dikumpulkan dan diterbitkan sebagai buku dengan judul ‘Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma’ (1948). Cerita lainnya adalah Aki (1940) merupakan kidah simboliknya dengan maut. Sebuah sandiwara berjudul ‘Keluarga Surono’ (1948) terbit diMedan.
    Ketika Idrus memimpin majalah kebudayaan dengan nama Indonesia, Ia menulis tentang para pengarang antara lain, “Sultan Takdir Alisyahbana” sebagai pengarang roman. Ia memuat roman Autobiografisnya berjudul ‘Perempuan dan Kebangsaan’ (1949), tapi dianggap gagal.
    Tahun 1953 ia muncul dengan cerpennya dalam majalah Kisah. Ia berjasa telah
    memperkenalkan pengarang Rusia Anton Chekhov (1883 – 1923), pengaran Belgia William Elsshot (1882) dll. Ada buku yang diterbitkannya yaitu, ‘Dengan Mata Terbuka’ (1961), ‘Hati Nurani Manusia’ (1963).

     Achadiat K. Mihardja dilahirkan di garut pada tanggal 6 Maret 1911. Dia pernah bekerja menjadi pemimpin Balai Pustaka, kemudian pindah ke Jawatan Kebudayaan sampai pensiun. Tahun 1959 ia mengajar sastra modern di Fakultas Sastra UI dan tahun 1962 mengajar drama Indonesia modern di The Asutralian National University, Canbera.

    Karya-Karya yang Dihasilkan Achadiat K. Mihardja:
    Pada zaman revolusi ia sudah menerbitkan dan memimpin majalah Gelombang
    Zaman, nama Achdiat tidak peernah disebut-sbut dalam dunia sastra sampai iamuncul.Dengan romannya Atheis (1948). Roman itu melukiskan kehidupan dan kemelut manusia Indonesia dalam menghadapi berbagai pengaruh dan tantangan jaman. Azab dan Sengsara yang terbit 1920 juga menggunakan cara flash-back. Tetapi cara Achdiat menggunakan flash-back sangat menarik.

    Tentang roman etis ini seorang sarjana sastra Dra. Boen Sri Oemarjati telah Menerbitkan berjudul Roman Ateis (1963).

    Achdiat bukan pengarang yang produktif. Ia hanya menerbitkan Polemik Kebudayaan (1948) merupakan kumpulan polemik sebelum perang dan drama anak berjudul Bentrokan dalam Asmara (1952). Tahun 1956 terbit karya sastranya berjudul Keretakan dan Ketenanga merupakan cerpen dan drama satu babak dan mendapat hadih sastranasional dan Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) tahun 1955 – 1956.

    Cerpennya dan dramanya itu, Achdiat secara halus dan tajam melukiskan o-ka-ba (Orang Kaya Baru) penuh kesibukan dan kegermelapan, tetapi sesungguhnya kosong dan hampa. Tahun 1961 terbit cerpen Kesan dan Kenangan.

     Pramoedya Ananta Toer ………
    Dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Februari 1925, Pram ialah seorang yang sangat produktif menulis, tak henti-hentinya ia menulis.

    Awal tahun 1960 ia sudah masuk menjadi seorang anggota pimpinan LEKRA yaitu sebagai seksi seni sastra dari Lekra dan memimpin grup Lentera. Pram pernah masuk penjara dan Ia pun menjalani hukuman di Pulau Buru. Bagi Pram penjara itu adalah tempat yang cukup akrab dengan kehidupan Pram. Dalam tiga periode (zaman Belanda, Orde Lama dan Orde Baru).
    Karya-Karya yang Dihasilkan Pramoedya Ananta Toer :
    Mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diabadikan oleh Balai Pustaka,sebuah buku berjudul Subuh (1950). Roman Keluarga Gerilya (1950) dan cerpen yang berjudul Percikan Revolusi (1950),judul buku, “Kisah keluarga manusia dalam tiga hari tiga mlam saja.”
    Cerita dari Blora 1952 mendapat hadiah sastra nasional BMKN. Tahun 1952 menerbitkan kumpulan cerpennya Di Tepi Kali Bekasi 1950. Sebuah roman yang melukiskan perjuangan para pemuda Indonesia sekitar Krawang dan Bekasi; Bukan Pasar Malam 1951, Gulat di Jakarta 1953, Korupsi 1954, Midah si Manis Bergigi Emas 1954, Cerita dari Jakarta 1957, dll.
    Pram melukiskan sebuah keluarga yang menjadi korban pemberontakan PKI di Madiun 1948. Dalam cerita itu ia mengutuk PKI. Pram menulis kwartet Bumi Manusia, Anak Segala Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca, yang sempat dilarang beredar pada masa Orde Baru dan baru bisa dinikmati secara bebas beberapa tahun setelah rejim orba jatuh melalui gerakan Reformasi 1997. Dalam kwratet itu Pram melukiskan masa awal tumbuhnya nasionalisme untuk melawan pemerintah kolonial Belanda di wilayah Hindia Belanda melalui sinergi tokoh Nyai Ontosoroh, seorang gundik Belanda, Tuan Melema, dan anak pribumi bernama Minke.
    mungkin hanya ini yang bisa saya ungkapan karena keterbatasan pengetahuan.

    wss…..

  12. ARTA NORMIANI (A1B108236)

    Dari Khairil Anwar sampai Pramoedya Ananta Toer

    Khairil Anwar dari essay dan sajak-sajaknya jelas sekali ia seorang individualis yang bebas mencintai tanah air dan bangsanya. sajak-sajak Khairil merupakan renungan tentang hidup penyelaman terhadap kenyataan, lukisan perasaan manusia, cinta kasih, birahi dll.

    Asrul Sani dan Rivai apin dianggap sebagai trio pembaru puisi indonesia pelopor angkatan 45. sajak-sajak Asrul sani sangat melodius, kata-katanya memberikan citra yang lincah dan segar. sajak-sajaknya Mantera dan Surat dari ibu. cerpen asrul sani melukiskan betapa halus perasaannya pada manusia beberapa cerpennya. bola lampu, sahabat saya cordiaz, si penyair belum pulang, dll. rivai apin sajak-sajaknya tidak semerdu sajak-sajak asrul tetapi berat dengan masalah yang mau sungguh-sungguh.

    Idrus pada jaman jepang ia menulis beberapa cerita romantik tentang pemuda yang berjuang untuk timur raya seperti ave maria dan dramanya kejahatan membalas dendam.

    Achadiat K. Miharja, pada zaman revolusi ia sudah menerbitkan dan memimpin majalah gelombang zaman .tapi ia tidak pernah disebut-sebut dalam dunia sastra sampai ia muncul dengan romannya atheis,

    Pramuoedya Ananta Toer
    Baru menarik perhatian dunia sastra indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romamnya Pemburuan mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh balai pustaka.

    Saya ingin bertanya
    1. di buku dinyatakan bahwa sajak yang berjudul datang dara hilang dara itu ternyata plagiat dari sajak Hsu Chih Mo yang berjudul A song of sea. selain itu sajak Kerawang-bekasi ternyata plagiat dari sajak Archibald Macleish berjudul The Young Dead Soldiers, demikian juga sajak Kepada Peminta-Minta, Rumahku, dll.Apakah semua itu terbukti bahwa Khairil Anwar seorang plagiat, tapi kenapa ia juga merupakan pelopor Angkatan 45?

  13. SRI MAULIANI ( A1B108203 )

    # Setelah saya baca ulang saya binggung mengapa saat Idrus menulis tentang para pengarang “Sultan Takdir Alisyahbana” sebagai pengarang roman. Idrus juga memuat roman Autobiografisnya yang berjudul “Perempuan dan Kebangsaan” (1949) Malah dianggap gagal, memang apa penyebab jadi roman itu gagal?

    # Dan bisa kah seorang plagiat seperti Chairil Anwar dikatakan sebagai Seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman ?

  14. SEPTIA MAULYDA (A1B108227)

    Ass….

    Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Juli 1922.Dia seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman. Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007 Chairil Anwar yang sudah meninggal pun masih dianugrahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastraYang tercermin dari sajaknya yang bertajuk “ Krawang –Bekasi” dan Sajak yang termasyur dan merupakan gambaran semangat hidupnya yang membersit dan individualis berjudul AKU (ditempat lain diberi judul “SEMANGAT”. Dalam sajak itu ia menyebutkan dirinya sebagai “Binatang Jalang”, sebutan yang segera terkenal. Selain seorang individualis, Chairil juga amat mencintai tanah air dan bangsanya

    Asrul Sani lahir di Riau Sumatera Barat tanggal 10 Juni 1926, ia pertama Kali mengumumkan sajak dan karyanya yang lain dalam majalah Gema Suasana dan Mimbar Indonesia ,tahun 1948.Sajak-sajak Asrul Sani sangat merdu (melodius). Katanya memberikan citra (image) yang lincah dan segar, ia seorang morali yang sangat mencintai dan meratapi manusia dan kemanusiaan. Sajaknya Matera dan Surat dari Ibu menunjukkan pandangan hidupnya yang moralis. Dalam sajak itu dia mengaku dirinya sebagai “laksamana dari lautan” dan “panglima dari segala burung rajawali yang menutup segala kota sambil menyebarkan api, supaya janda-janda tidak diprkosa” dan supaya “budak-budak tidur di pangkuan bunda.”
    Cerpen-cerpen Asrul Sani melukiskan halus perasaannya pada manusia; melukiskan kehidupan manusia menyebabkan kemalangan dan penderitaan sendiri. Cerpen karangan Asrul Sani yang terkenal antara lain yang berjudul “ Bola Lampu, Sahabat Saya Cordiaz, Si Penyair Belum Pulang, Perumahan Bagi Fadjria Novari, Dari Suatu Masa Dari Suatu Tempat, Museum, Panen “ , dll.

    Rivai Apin lahir di Padang Panjang tanggal 30 Agustus 1927. Sajaknya tidak semerdu sajak-asajak Asrul, tetapi berat dengan masalah yang mau sungguh-sungguh. Penyair kawan seangkatan Chairil Anwar yang bersama sama mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka “, Ketiga penyair itu biasanya dianggap sebagai trio pembaharu puisi Indonesia, pelopor Angkatan 45. Tiga Menguak Takdir (1950).

    IdrusLahir di Padang tanggal 21 September 1921. Ia pelopor angkatan 45, lulus dari sekolah menengah, ia bekerja dari menjadi redaktur Balai PustakaPada zaman Jepang ia menulis cerita romantik tentang pemuda yang berjuang untuk Asia Timur Raya seperti “ Ave Maria “ dan dramanya Kejahatan Membalas Dendam. Sesudah masa revolusi tuliannya diumumkan dengan judul umum ‘Corat- Coret di Bawah Tanah’. Melukiskan tentang kehidupan rakyat di jaman Jepang secara sinis dan kasar. Sikap sinis dan kasarnya diperlihatkan dalam karangannya Surabaya, sampai- sampai ia di sebut“Kontra Revolusi “.Karangan Idrus dikumpulkan dan diterbitkan sebagai buku dengan judul ‘Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma’ (1948). Cerita lainnya adalah Aki (1940) merupakan kidah simboliknya dengan maut. Sebuah sandiwara berjudul ‘Keluarga Surono’ (1948) terbit diMedan.Ketika Idrus memimpin majalah kebudayaan dengan nama Indonesia, Ia menulis tentang para pengarang antara lain, “Sultan Takdir Alisyahbana” sebagai pengarang roman. Ia memuat roman Autobiografisnya berjudul ‘Perempuan dan Kebangsaan’ (1949), tapi dianggap gagal.
    Tahun 1953 ia muncul dengan cerpennya dalam majalah Kisah. Ia berjasa telah memperkenalkan pengarang Rusia Anton Chekhov (1883 – 1923), pengaran Belgia William Elsshot (1882) dll. Ada buku yang diterbitkannya yaitu, ‘Dengan Mata Terbuka’ (1961), ‘Hati Nurani Manusia’ (1963).

    Achadiat K. Mihardja dilahirkan di garut pada tanggal 6 Maret 1911. Dia pernah bekerja menjadi pemimpin Balai Pustaka, kemudian pindah ke Jawatan Kebudayaan sampai pensiun. Tahun 1959 ia mengajar sastra modern di Fakultas Sastra UI dan tahun 1962 mengajar drama Indonesia modern di The Asutralian National University, Canbera.Pada zaman revolusi ia sudah menerbitkan dan memimpin majalah Gelombang Zaman, nama Achdiat tidak peernah disebut-sbut dalam dunia sastra sampai ia muncul.Dengan romannya Atheis (1948). Roman itu melukiskan kehidupan dan kemelut manusia
    Indonesia dalam menghadapi berbagai pengaruh dan tantangan jaman. Azab dan Sengsara yang terbit 1920 juga menggunakan cara flash-back. Tetapi cara Achdiat
    menggunakan flash-back sangat menarik.
    Tentang roman etis ini seorang sarjana sastra Dra. Boen Sri Oemarjati telah menerbitkan berjudul Roman Ateis (1963).Cerpennya dan dramanya itu, Achdiat secara halus dan tajam melukiskan o-ka-ba
    (Orang Kaya Baru) penuh kesibukan dan kegermelapan, tetapi sesungguhnya kosong
    dan hampa. Tahun 1961 terbit cerpen Kesan dan Kenangan.

    Pramoedya Ananta Toer dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Februari 1925, Pram ialah seorang yang sangat produktif menulis, tak henti-hentinya ia menulis.Awal tahun 1960 ia sudah masuk menjadi seorang anggota pimpinan LEKRA yaitu sebagai seksi seni sastra dari Lekra dan memimpin grup Lentera yang melalui surat kabar Bintang Minggu tak habis-habisnya menyerang para pengarang yang tidak sependirian dengan mereka dengan berbagai fitnah dan insinuasi.Mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diabadikan oleh Balai Pustaka. Baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diabadikan oleh Balai Pustaka. Blora ditulis dalam gaya yang sangat padat dan mengenakkan.Cerpen itu kemudian bersama dua buah cerpen lainnya yang juga ditulis Pram dalam penjaran ditebitkan menjadi sebuah buku berjudul Subuh (1950).Cerita dari Blora 1952 mendapat hadiah sastra nasional BMKN. Tahun 1952 menerbitkan kumpulan cerpennya Di Tepi Kali Bekasi 1950. Sebuah roman yang melukiskan perjuangan para pemuda Indonesia sekitar Krawang dan Bekasi; Bukan Pasar Malam 1951, Gulat di Jakarta 1953, Korupsi 1954, Midah si Manis Bergigi Emas 1954, Cerita dari Jakarta 1957, dll.

    Saya ingin bertanya:

    1).Dalam sajak yang ditulis Idrus yang Melukiskan tentang kehidupan rakyat di jaman Jepang secara sinis dan kasar. Sikap sinis dan kasarnya diperlihatkan dalam karangannya Surabaya, sampai- sampai ia di sebut“Kontra Revolusi “.Apa yang menyebabkan Idrus disebut demikian?

    2)Mengapa karya Pramoedya Ananta Toer baru menarik perhatian dunia sastra indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya perburuan 1950 mendapat hadiah sayembara pengaran yang diabadikan oleh Balai Pustaka?

    Wss…..

  15. MARDIKAYAH (A1B108211)

    Munculnya Khairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru. Bahasa yang dipergunakannya ialah bahasa Indonesia yang hidup, berjiwa. Bukan bahasa buku, melainkan bahasa percakapan sehari-hari yang dibuatnya bernilai sastra.

    Khairil Anwar segera mendapat pengikut, penafsir, pembela dan penyokong. Dalam bidang penulisan puisi muncul para penyair:
    Asrul Sani, dilahirkan di Riau sumatra tanggal 10 juni 1926, ia seorang sarjana kedokteran hewan, kemudian menjadi Direktur Akademi Teater Nasional Indonesia(ATNI). Dan menjadi Ketua lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia. Juga pernah duduk sebagai DPRGR/ MPRS wakil seniman.
    sajak-sajaknya sangat merdu melankolis cerpen karangannya sangat terkenal seperti:” bola lampu, perumahan bagi fadjria novari dll.

    Rivai Apin, lahir diPadang 30 Agustus 1927. Sajak-sajaknya tidak semerdu sajak-sajak Asrul. Sejak masih duduk di sekolah menengah iia mengungumkan sajak-sajak majalah-majalah terkemuka.
    M. Akbar Djuhana, P. Sengojo, Dodong Djiwapraja, S. Rukiah, Walujati, Harijadi S. Hartowardoyo, Moch. Ali dan lain-lain.

    Selain nama Khairil Anwar, sastrawan lain yang juga perlu kita diskusikan adalah Pramoedya Ananta Toer. Ia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Meskipun demikian, baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diadakan oleh Balai Pustaka. Blora ditulis dalam gaya yang sangat padat dan mengenakkan. Cerpen itu kemudian bersama dua buah cerpen lainnya yang juga ditulis Pram dalam penjara ditebitkan menjadi sebuah buku berjudul Subuh (1950).

    Karya-karya Pramoedya Ananta Toer yang lain adalah Roman Keluarga Gerilya (1950) dan cerpen-cerpen yang ditulisnya dalam penjara itu bersama sama beberapa cerpen yang ditulisnya sebelumnya diterbitkan dalam buku yang berjudul Percikan Revolusi (1950).

    Yang masih saya pertanyakan Apa sebenarnya isi dari Karya Pramoedya Ananta Toer yang cerpennya Blora sehingga menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949?

  16. siti norhasuna (A1B108237)

    Ass……………….
    Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Juli 1922.Dia seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman. Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007 Chairil Anwar yang sudah meninggal pun masih dianugrahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastraYang tercermin dari sajaknya yang bertajuk “ Krawang –Bekasi” dan Sajak yang termasyur dan merupakan gambaran semangat hidupnya yang membersit dan individualis berjudul AKU (ditempat lain diberi judul “SEMANGAT”. Dalam sajak itu ia menyebutkan dirinya sebagai “Binatang Jalang”, sebutan yang segera terkenal. Selain seorang individualis, Chairil sangat mencintai bangsa dan tanah ainya. sajak-sajak khairil anwar merupakan renungan tentang hidup,penyelaman terhadap kenyataan, lukisan perasaan manusia, cinta kasih, birahi dll.

    Asrul Sani lahir di Riau Sumatera Barat tanggal 10 Juni 1926, ia pertama Kali mengumumkan sajak dan karyanya yang lain dalam majalah Gema Suasana dan Mimbar Indonesia ,tahun 1948.Sajak-sajak Asrul Sani sangat merdu (melodius). Katanya memberikan citra (image) yang lincah dan segar, ia seorang morali yang sangat mencintai dan meratapi manusia dan kemanusiaan
    Rivai Apin lahir di Padang Panjang tanggal 30 Agustus 1927. Sajaknya tidak semerdu sajak-sajak Asrul,

    Achadiat K. Mihardja lahir di garut pada tanggal 6 Maret 1911. Dia pernah bekerja menjadi pemimpin Balai Pustaka, kemudian pindah ke Jawatan Kebudayaan sampai pensiun. Tahun 1959 ia mengajar sastra modern di Fakultas Sastra UI dan tahun 1962 mengajar drama Indonesia modern di The Asutralian National University, Canbera.Pada zaman revolusi ia sudah menerbitkan dan memimpin majalah Gelombang Zaman, nama Achdiat tidak peernah disebut-sebut dalam dunia sastra sampai ia muncul.Dengan romannya Atheis (1948). Roman itu melukiskan kehidupan dan kemelut manusia
    Indonesia dalam menghadapi berbagai pengaruh dan tantangan jaman. Azab dan Sengsara yang terbit 1920 juga menggunakan cara flash-back. Tetapi cara Achdiat
    menggunakan flash-back sangat menarik.

    Pramoedya Ananta Toer ………
    Dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Februari 1925, Pram ialah seorang yang sangat produktif menulis, tak henti-hentinya ia menulis.

    Awal tahun 1960 ia sudah masuk menjadi seorang anggota pimpinan LEKRA yaitu sebagai seksi seni sastra dari Lekra dan memimpin grup Lentera. Pram pernah masuk penjara dan Ia pun menjalani hukuman di Pulau Buru.
    Karya-Karya yang Dihasilkan Pramoedya Ananta Toer :
    Mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diabadikan oleh Balai Pustaka,sebuah buku berjudul Subuh (1950). Roman Keluarga Gerilya (1950) dan cerpen yang berjudul Percikan Revolusi (1950),judul buku, “Kisah keluarga manusia dalam tiga hari tiga mlam saja.”
    Cerita dari Blora 1952 mendapat hadiah sastra nasional BMKN. Tahun 1952 menerbitkan kumpulan cerpennya Di Tepi Kali Bekasi 1950. Sebuah roman yang melukiskan perjuangan para pemuda Indonesia sekitar Krawang dan Bekasi; Bukan Pasar Malam 1951, Gulat di Jakarta 1953, Korupsi 1954, Midah si Manis Bergigi Emas 1954, Cerita dari Jakarta 1957, dll.

    1. mengapa sajak-sajak yang dituliskan khairil anwar lebih banyak mengarah kepada tentang kehidupan bukan pada alam atau tentang yang lainnya?

    Wassalm.

  17. Dytha Ristiana (A1B108222)

    Ass………….

    Chairil Anwar adalah seorang penyair yang legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang masa. Salah satu bukti keabadian karyanya, pada tanggal 8 Juni 2007 Chairil Anwar yang sudah meninggal pun msih dianugerahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima putrinya, Evawani Alissa Chairil Anwar. Dia penyair besar yang menginspirasikan upaya manusia meraih kemerdekaan dan dia seorang individualis yang bebas. Dan juga termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Yang tercermin dari sajaknya yang bertajuk ” Krawang -Bekasi dan sajak yang termasyur an merupakan gambaran semangat hidupnyayang membersit dan individualis berjudul AKU (ditempat lain diberi judul “SEMANGAT”. Dalam sajak iu ia menyebutkan dirinya sebagai “Binatang Jalang” , sebutan yang sangat terkenal. Chairil juga amat mencintai tanah air dan bangsanya. Rasa kebangsaan dan patriotismenya tampak dalam sajak-sajaknya Diponegoro, Kerawan – Bekasi, Pesetujuan dengan Bung Karno, Siap Sedia, Cerita Buat Dien Tamaela, dan lain-lain. Sajaknya berjudul Doa dan Isa menunjuk perasaan kegamaan yang mendalam. Sajak-sajak Cahairil merupakan renungan tentang hidup, Penyelaman terhadap kenyataan, lukisan perasaan manusia, cinta-kasih, berani, dll. Sajaknya sangat romantis seperti Tuti Artic, Senja di Pelabuhan Kecil, Cintaku jauh dipulau,dll. Sajaknya Datang Dara Hilang Dara yang diumumkan dalam majalah Mimbar Indonesia atas namanya ternyata plagiat dari sajak Hsu Chih Mo berjudul A Song Of Sea. Sajaknya Kerawang – Bekasi ternyata plagiat dri sajak Archibald Mac Leish berjudul The Young Dead Solider. Setelah meninggal sajak-sajaknya diterbitkn oarang sebagai buku: Kerikil tajam dan yang Termpas dan yang Luput (1949), Deru Campur Debu(1949), Tiga Menguak Takdir(1950). Kumpulan sajak bertiga dengan Asrul sani dan Rivai avin. Tulisan-tulisan Khairil yang tidak dimuat dalm metiga kumpulan itu kemudian diterbitkan dengan kata pengantar H.B. Jassin berjudul Chairil Anwar Pelopor Angkatan45(1956).

    Idrus pada jaman jepang ia menulis cerita romantik tentang pemuda yang berjuang untuk Asia Timur Raya seperti “Ave Maria” dan dramany Kejahatan Membalas Dendam. Sesudah masa revolusi tulisannya diumumkan dengan judul umum ‘Corat-Coret di Bawah Tanah’. Melukiskan tentang kehidupan rakyat dijaman jep[ng secara sinis dn kasar. Sikap sinis kasarnya diperlihatkan dalam karangannya Surabaya, sampai-sampai ia disebut “Kontra Revolusi”. Karangan Idrus dikumpulkan dan diterbitkan sebagai buku dengan judul ‘Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma’ (1948). Cerita lainya adalah Aki(1940) merupakan kidah simboliknya dengan maut. Sebuah sandiwara berjudul ‘Karangan Surono'(1958) terbit di medan.Tahun 1953 ia muncul dengan cerpennya dalam majalah kisah. Ia berjasa telah memperkenalkan pengarang Rusia Anton Chekhov (1883-1923), pengarang Belgia William Elsshot (1882) dll. Ada buku yang diterbitkannya yaitu, ‘Dengan Mata Terbuka'(1961), ‘hati Nurani Manusia'(1963).

    Achadiat K. Miharja, pada zaman revolusi ia sudah menerbitkan dan memimpin majalah gelombang zaman .tapi ia tidak pernah disebut-sebut dalam dunia sastra sampai ia muncul dengan romannya atheis(1948). Romanitu melukiskan kehidupan dan kemelut manusia Indonesia dalam menghadapi berbagai pengaruh dan tantangan jaman. Azad dan Sengsara yang terbit 1920 juga menggunakan cara flash-back. tetapi cara Achdiat menggunakan flash-back sangat menarik.

    Pramuoedya Ananta Toer
    Baru menarik perhatian dunia sastra indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romamnya Pemburuan mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh balai pustaka.
    Cerita dari Blora 1952 mendapat hadiah sastra nasional BMKN. Tahun 1952 menerbitkan kumpulan cerpennya Ditepi Kali Bekasi 1950.

    1. Mengapa roman yang berjudul “Perempuan dan Kebangsaan'(1949) karya Idrus dianggap gagal?

    Wassalam.

  18. YULIANTI A1B107261 (REG B)

    Dengan munculnya Khairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru. Bahasa yang dipergunakannya ialah bahasa Indonesia yang hidup, berjiwa. Bukan bahasa buku, melainkan dibuatnya bernilai sastra.Dia seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin sepanjang zaman.

    Asrul Sani lahir di Riau Sumatera Barat tanggal 10 Juni 1926,dia pertama Kali mengumumkan sajak dan karyanya yang lain dalam majalah Gema Suasana dan Mimbar Indonesia ,pada tahun 1948.Sajak-sajak Asrul Sani sangat merdu.Katanya memberikan citra yang lincah dan segar, dia seorang morali yang sangat mencintai dan meratapi manusia dan kemanusiaan. Sajaknya Matera dan Surat dari Ibu menunjukkan pandangan hidupnya yang moralis.
    dia seorang sarjana kedokteran hewan, pernah menjadi anggota DPRGR.

    Pramoedya Ananta Toer. Dia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, ia mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). walaupun demikian, dia baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diadakan oleh Balai Pustaka.

    terima kasih……..

  19. DESI FATMASARI(A1B108252)

    Ass…….!!!

    Setelah munculnya Khairil Anwar dalam sejarah sastra Indonesia, sastra-sastra indonesia kini bahasanya tidak lagi menggunakan bahsa melayu melainkan menggunakan bahasa sehari-hari.

    Sastra angkatan 45 atau angkatan Chairil Anwar memiliki konsep seni yang diberi judul ”Surat Kepercayaan Gelanggang”. Memperhatikan konsep seni seperti itu, tampaknya para sastrawan dan budayawan pada masa itu tidak ingin dipengaruhi pihak lain. Mereka yang berada di bawah payung angkatan 45 ini ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani. Mereka juga mengaku lahir di tengah-tengah masyarakat yang bercampur baur. Walaupun demikian, para sastrawan menginginkan suasana baru yang lebih baik dari sebelumnya.

    Asrul Sani lahir di Riau Sumatera Barat tanggal 10 Juni 1926,dia pertama Kali mengumumkan sajak dan karyanya yang lain dalam majalah Gema Suasana dan Mimbar Indonesia ,pada tahun 1948.Sajak-sajak Asrul Sani sangat merdu.Katanya memberikan citra yang lincah dan segar, dia seorang morali yang sangat mencintai dan meratapi manusia dan kemanusiaan. Sajaknya Matera dan Surat dari Ibu menunjukkan pandangan hidupnya yang moralis.

    Pramoedya Ananta Toer. Ia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Meskipun demikian, baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diadakan oleh Balai Pustaka.

    terimakasih.

  20. Misna

    A1B108213

    Reg B

    Ass…………………….

    KHAIRIL ANWAR
    Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Juli 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapaknya becerai, dan ayahnya berkawin lagi. Selepas
    perceraian itu, saat dia sekolah mulo (SMP) dan itu pun tidak tamat kemudian ia belajar
    sendiri, sehingga tulisan-tulisannya matang dan padat berisi. Sehabis sekolah Chairil ikut
    ibunya ke Jakarta.Chairil Anwar sang penyair legendaris ini perjuangan nya dalam dunia sastra juga penuh liku-liku, banyak yang menentangnya tetapi banyak pula yang mendukungnya,

    RIVAI APIN
    lahir dipadang panjang tanggal 30 Agustus 1926 ia pelopor angkatan 45 ia pernah menjadi anggota redaksi gema suasana, gelanggang, dan zenith. Setelah dia keluar dari redaksi dan kemudian masuk kelingkungan lembaga kebudayaan(LEKTRA), Sajaknya tidak semerdu sajak-sajak Asrul, tetapi berat dengan masalah yang mau sungguh-sungguh.

    IDRUS
    Idrus Lahir di Padang tanggal 21 September 1921. Ia pelopor angkatan 45, lulus dari sekolah menengah, ia bekerja dari menjadi redaktur Balai Pustaka. Disanalah ia mulai menaruh perhatian kepada sastra.Idrus pada jaman jepang ia menulis cerita romantik tentang pemuda yang berjuang untuk Asia Timur Raya seperti “Ave Maria” dan dramany Kejahatan Membalas Dendam. Sesudah masa revolusi tulisannya diumumkan dengan judul umum ‘Corat-Coret di Bawah Tanah’. Melukiskan tentang kehidupan rakyat dijaman jep[ng secara sinis dn kasar.

    PRAMOEDYA ANANTA TOER
    Pramoedya Ananta Toer. Ia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, Pramoedya ananta toer adalah seorang yang sangat produktif menulis dan tak henti-hentinya ia menulis kemudian ia mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947).Baru menarik perhatian dunia sastra indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romamnya Pemburuan mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh balai pustaka.

    ACHADIAT K. MIHARJA
    Achadiat K. Miharja, pada zaman revolusi ia sudah menerbitkan dan memimpin majalah gelombang zaman .. Azab dan Sengsara yang terbit 1920 juga menggunakan cara flash-back. Tetapi cara Achdiat menggunakan flash-back sangat menarik.Dan mulai saat itu novel karangannya mulai di perhitungkan di dunia sastra.

    wass………………………

    terimakasih………………

  21. Seri Faujiah ( A1B108205)

    Khairil Anwar adalah seseorang yang terkenal dengan sajak-sajaknya. Ia adalah individualis yang dengan bebas menghasilkan sajak yang isinya dengan berani menentang sensor Jepang, oleh karena itu dia selalu menjadi incaran polisi rahasia Jepang yang terkenal kejam dan sadis. Khairil anwar membuat sajak termasyur yang menjadi gambaran semangat hidupnya yang berjudul “AKU” dalam sajak itu ia menyebut dirinya sebagai binatang jalang, sebutan yang menjadikan ia terkenal. Meskipun dalam sajaknya ia sering seolah-olah sinis mengejek nilai-nilai moral termasuk nilai agama, bukan berarti ia tidak mempunyai rasa keagamaan. Itu membuktikan dalam sajaknya yang berjudul Doa dan Isa. Kemudian pada tahun 1948 Khairil Anwar menerbitkan dan memimpin redaksi majalah Gema Suasana namun segera ditinggalkannya pada tahun 1949. pada tanggal 28 April ia meninggal karena serangan penyakit tipes dan penyakit lain.

    Asrul Sani dan Rivai Apin
    sajak yang dibuat Asru Sani sangat merdu, kata-katanya memberikan citra yang lincah dan segar. Ia seorang yang sangat mencintai dan meratapi manusia dan kemanusiaan. Begitu juga dengan cerpen-cerpennya yang melukiskan betapa halus perasaanya pada manusia. Rivai Apin, ia pernah duduk sebagai anggota redaksi Gema Suasana. Tahun 1954 ia keluar dari redaksi gelanggangan dan beberapa waktu kemudian ia masuk kelingkungan lembaga kebudayaan rakyat.sajak yang pernah dibuatnya tak semerdu sajak Asrul, tetapi berat dengan masalah yang mau sungguh-sungguh

    Achadiat K. Miharja, Bukan seorang pembuat roman yang produktif. Beberapa tahun lamanya setelah Atheis ia hanya menerbitkan folemik kebudayaan.

    Pramodeya Ananta Toer
    ia mengarang sejak zaman Jepang pada masa revolusi, meskipun demikian baru menarik perhatian dunia sastra pada tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan. Pada awal tahun 1960 ia sudah masuk menjadi seorang anggota pimpinan LEKRA yaitu sebagai seksi seni sastra dari lekra dan memimpin grup lentera yang melalui surat kabat bintang minggu tak hais-habisya memyerang para pengarang yang tak sependirian dengan mereka dengan berbagai pitnah dan insinuasi.
    1. mengapa Ripai Avin keluar dari redaksi gelanggan dan kemudian masuk kelingkungan lembaga kebudayaan rakyat?

  22. LIA AGUSTINA A1B1O7258

    Chairil Anwar adalah Seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman. Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007 Chairil Anwar yang sudah meninggal pun masih dianugrahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima putrinya, Evawani Alissa Chairil
    Chairil Anwar yang dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku) adalah pelopor Angkatan ‘45 yang menciptakan trend baru pemakaian kata dalam berpuisi yang terkesan sangat lugas, solid dan kuat. Dia bersama Asrul Sani dan Rivai Apin memelopori puisi modern Indonesia.
    Selain nama Khairil Anwar, sastrawan lain yang juga perlu didiskusikan adalah Pramoedya Ananta Toer. Ia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Meskipun demikian, baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh Balai Pustaka. Blora ditulis dalam gaya yang sangat padat dan menyenakkan. Cerpen itu kemudian bersama dua buah cerpen lainnya yang juga ditulis Pram dalam penjara ditebitkan menjadi sebuah buku berjudul Subuh (1950).
    Pada periode ini Cairil Anwar lebih menonjol daripada para pengarang yang lain hal ini membuat saya menjadi bingung, mengapa hanya Chairil Anwar padahal ada yang mengatakan karya dia itu hasil dari plagiat. Sampai sekarang pun Chairil Anwar terkenal dan namanya lebih familiar dibanding sastrawan lain pada masa itu. Chairil termasuk orang yang hebat karena bisa menyihir banyak orang dengan karyanya, padahal iatidak berlatar belakang sastra sama sekali, tapi semua itu diperoleh karena ia kutu buku oleh karena itu ia disebut plagiator.
    Sastra angakatan 45 memiliki perbedaan dengan sastra angkatan sebelumnya (Pujangga Baru dan Balai Pustaka). Lahirnya angkatan 45 diawali oleh perubahan iklim politik yang terjadi pada saat itu pada tahun 1942. Di mana pasukan Jepang pertama kali masuk Indonesia dan menjajahnya. Dalam kurun waktu 1942-1945 ini segala hal yang berhubungan dengan Belanda seluruhnya di ganti dengan hal-hal yang mengangkat budaya Timur. Begitu juga dalam karya sastra, pada masa ini dikenal dengan Sastra Zaman Jepang. Sama seperti zaman Belanda, karya sastra ini pun harus tunduk pada pemerintahan Jepang. Karya sastra yang hadir harus sesuai dengan ideologi Jepang dan dapat mengangkat nama baik bangsa Jepang. Karena itu sastra yang ditulis pada masa ini lebih banyak berisikan propaganda penjajah Jepang. Adapun lembaga yang sensor karya sastra pada masa itu adalah sebuah pusat kebudayaan pro jepang Keimin BunkaShidosho.
    Namun sesuai dengan perubahan politik yang disusul dengan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Banyak perubahan budaya yang terjadi dengan sangat ekstrim, termasuk kesusatraan. Perasaan yang sebelumnya sangat terkekang dan terkungkung pada peraturan dan kebijakan penjajah. Sastrawan kita menjadi begitu merdeka mengisi kemerdekaan saat itu dengan kreatifitasnya. Karena itu, banyak karya-karya yang tercipta pada tahun 1945 yang berisikan semangat-semangat kemerdekaan dan mencerminkan manusia yang merdeka.

  23. DARMATASIAH
    A1B108215

    Assalamu”alaikum,,,

    Khairil Anwar
    Khairil Anwar dilihat dari hasil karyanya berupa essai dan sajaknya ia adalah seorang individualis yang bebas. Selain seorang individualis khairil juga amat mencintai tanah air dan bangsanya rasa kebangsaan dan patriotismenya tampak dalam sajaknya diponoigoro, Karawang-Bekasi, Persetujuan dengan Bung Karno, Siap Sedia, dll.
    sajak Khairil Anwar merupangan renungan tentang hidup penyalamat terhadap kenyataan, lukisan perasaan, manusia cinta kasih, berahi, dll.

    Asrul Sani dan Rivai Apin
    penyair dalam seangkatan Khairil Anwar yang bersama-sama mendirikan gelanggang seniman merdeka ialah asrul sani dan rivai apin. Asrul Sani sweorang sarjana kedokteran hewan yang kemudian menjadi direktur akademi teater nasional Indonesia dan menjadi ketua lembaga seniman budayawan muslimin Indonesia juga pernah duduk sebagai DPRGR/MPRS wakil seniman.
    Ripai Avin ketika masih duduk dibangku sekolah menengah ia telah mengumumkan sajak-sajak dalam majalah-majalah terkemuka. Ia pernah duduk sebagai anggota Redaksi Gema Suasana, Gelanggang, dan Zenith

    Achadiat.K.Mihardja
    Pada masa kecilnya ia hidup dalam lingkungan keluarga yang taat beragama islam dan pengikut suatu aliran tarikat tapi ketika ia bekerja di kota
    Achadiat bukan pengarang yang produktif dalam cerpen dan dramanya achadiat secara tajam dan halus melukiskan o-ka-ba (orang kaya baru) yang penuh kesibukan dan kegemerlapan tetapi sesungguhnya kosong dan hampa.
    Tahun 1961 terbit cerpen Kesan dan Kenangan

    Pramoedya Ananta Toer
    Ia menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya perguruan mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh balai pustaka.
    Pada awal tahun 1960 ia sudah masuk menjadi seorang anggota pimpinan letra yaitu sebagai seksi seni sastra dari lekra dan memimpin grup lentera yang melalui surat kabar bintang minggu tak habis-habisnya menyerang para pengarang yang tidak sependirian dengan mereka dengan berbagai fitnah dan insinuasi.
    Pertanyaan saya
    Mengapa pada zaman revolusi Achadiat K. Mihardja tidak pernah disebut dalam dunia sastra sampai ia muncul dengan romannya atheis?

  24. Devy Herlina
    A1B108229 (Reg.B)

    Ass .. ^^

    ^ KHAIRIL ANWAR
    Karya-karya Khairil Anwat memiliki ciri khas tersndiri dari esai dan sajak-sajaknya jelas sekali ia seorang individualis yang bebas dengan berani secara demonstratif pula ia menentang para sensor Jepang dan hal ini yang menyebabkan Khairil Anwar selalu menjadi incaran Kenpentan (Polisi rahasia Jepang yang terkenal galak dan kejam). Rasa kebangsaan dan patriotisme Khairil Anwar menulis sajak-sajaknya yaitu :
    – Diponegoro
    – Kerawang Bekasi
    – Persetujuan Dengan Bung Karno
    – Siap Sedia Buat Dian Tamaela
    – dll
    beberapa sajaknya sering seolah-olah sinis mengejek-ngejek nilai-nilai moral termasuk nilai-nilai agama, sebenarnya ia bukannya tidak mempunyai rasa keagamaan. Beberapa sajak Khairil merupakan renungan tentang hidup, penyelaman terhadap kenyataan, lukisan perasaan manusia, cinta-kasih, berahi, dll.

    @ Pertanyaan :
    Mengapa sajak Khairil Anwar yang berjudul “Datang Dara Hilang Dara” dan “Kerawang Bekasi” di hebohkan mirip dengan sajak Hsu Chih Mo yang berjudul “A Song Of Sea” dan sajak Archibad Machleish yang berjudul “The Young Dead Soldiers” ?

    ^ASRUL SANI DAN RIVAI APIN
    Asrul Sani pertama kali mengumumkan sajak dan karyanya dalam majalah Gema Suasana dan Mimbar Indonesia tahun 1948. Sajak-sajak Asrul sangat merdu (melodis), kata-katanya memberikan citra (image) yang lincah dan segar. Dalam sikap ia seorang yang moralis. Dalam sajak itu ia mengaku bahwa dirinya sebagai “Laksamana dari Lautan” dan “Panglima dari segala burung rajawali yang menutup segala kota sambil menyebarkan api, supaya janda-janda tidak diperkosa” dan supaya “budak-budak tidur dipangkuan bunda”
    ^RIVAI APIN, sajak-sajaknya tidak semerdu sajak-sajak Asrul tetapi berat dengan masalah. Pada tahun 1954 ia keluar dari Redaksi Gelanggang dan beberapa waktu kemudian ia masuk Kelingkungan Kebudayaan Rakyat (Lekra).

    @Pertanyaan
    Apa maksud Asrul SaniAsrul Sani mengakui bahwa dirinya sebagai “Laksamana dari Lautan” dan “Panglima dari segala burung rajawali yang menutup segala kota sambil menyebarkan api, supaya janda-janda tidak diperkosa” dan supaya “budak-budak tidur dipangkuan bunda”?

    ^IDRUS
    Pada zaman Jepang ia menulis cerpen romantik tentang pemuda yang berjuang untuk Asia Timur Raya seperti Ave Maria dan dramanya kejahatan Membalas Dendam. Tetapi, ketika ia melihat kesengsaraan dan kemelaratan rakyat di bawah kaki Dai Nippon, ia meninggalkan cerita romantik, dan mulai menuliskan cerpen cerita yang melukiskan realitas kehidupan sehari-hari.

    ^ACHADIAT K. MIHARJA
    Nama Achadiat tidak pernah disebut-sebut dalam dunia sastra sampai ia muncul dengan romannya Atheis (1948), roman ini melukiskan kehidupan dan kemelut manusia Indonesia dalam menghadapi berbagai pegaruh dan tantangan jaman. Roman ini bentuknya sangat istimewa dan orisinil, sebelumnya tak pernah ada roman seperti itu di Indonesia, baik struktur maupun persoalannya.

    ^PRAMOEDYA ANANTA TOER
    Ia mulai mengarang sejak Zaman jepang dan masa revolusi dengan berjudul Kranji dan Bekasi Jatuh (1947)
    Meskpun demikian cerpennya yang brjudul Blora yang ditulisnya dalam penjara di umumkan dan romannya (1950) mendapat hadiah sayembara pengarang yang di adakan oleh Balai Pustaka
    Semasa menjalani hukuman di Pulau Buru, Pramoedya menulis Kwartet Bumi Manusia, Anak Segala Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca yang sempat dilarang beredar pada masa Orde Baru dan baru bisa dinikmati secara bebas beberapa tahun setelah rezim Orba jatuh melalui gerakan reformasi 1997.

    @pertanyaan
    mengapa tulisan Kwartet Bumi Manusia, Anak Segala Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca yang sempat dilarang beredar pada masa Orde Baru dan baru bisa dinikmati secara bebas beberapa tahun setelah rezim Orba jatuh melalui gerakan reformasi 1997 ?

  25. CHAIRIL ANWAR

    Dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku) adalah pelopor Angkatan ‘45 yang menciptakan trend baru pemakaian kata dalam berpuisi yang terkesan sangat lugas, solid dan kuat. Dia bersama Asrul Sani dan Rivai Apin memelopori puisi modern Indonesia.Setelah munculnya Khairil Anwar dalam sejarah sastra Indonesia, sastra-sastra indonesia kini bahasanya tidak lagi menggunakan bahsa melayu melainkan menggunakan bahasa sehari-hari.

    PRAMOEDYA ANANTA TOER

    Dia mulai mengarang sejak zaman jepang dan masa revolusi.Ia menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya perguruan mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh balai pustaka.
    Awal tahun 1960 ia sudah masuk menjadi seorang anggota pimpinan letra yaitu sebagai seksi seni sastra dari lekra dan memimpin grup lentera yang melalui surat kabar bintang minggu tak habis-habisnya menyerang para pengarang yang tidak sependirian dengan mereka dengan berbagai fitnah dan insinuasi.

    ACHADIAT K. MIHARJA

    Achadiat tidak pernah disebut-sebut dalam dunia sastra sampai dia muncul dengan romannya Atheis roman ini melukiskan kehidupan dan kemelut manusia Indonesia dalam menghadapi berbagai pegaruh dan tantangan jaman
    Achadiat bukan pengarang yang produktif dalam cerpen dan dramanya achadiat
    Tahun 1961 terbit cerpen Kesan dan Kenangan

    ASRUL SANI

    Lahir di Riau Sumatera Barat tanggal 10 Juni 1926,pertama Kali mengumumkan sajak dan karyanya yang lain dalam majalah Gema Suasana dan Mimbar Indonesia tahun 1948 sajak-sajak Asrul Sani sangat merdu.Sajaknya Matera dan Surat dari Ibu menunjukkan pandangan hidupnya yang moralis.

  26. NAMA : SRI MUNTARI
    NIM :A1B107257
    REG B

    CHAIRIL ANWAR

    Dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku) adalah pelopor Angkatan ‘45 yang menciptakan trend baru pemakaian kata dalam berpuisi yang terkesan sangat lugas, solid dan kuat. Dia bersama Asrul Sani dan Rivai Apin memelopori puisi modern Indonesia.Setelah munculnya Khairil Anwar dalam sejarah sastra Indonesia, sastra-sastra indonesia kini bahasanya tidak lagi menggunakan bahsa melayu melainkan menggunakan bahasa sehari-hari.

    PRAMOEDYA ANANTA TOER

    Dia mulai mengarang sejak zaman jepang dan masa revolusi.Ia menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya perguruan mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh balai pustaka.
    Awal tahun 1960 ia sudah masuk menjadi seorang anggota pimpinan letra yaitu sebagai seksi seni sastra dari lekra dan memimpin grup lentera yang melalui surat kabar bintang minggu tak habis-habisnya menyerang para pengarang yang tidak sependirian dengan mereka dengan berbagai fitnah dan insinuasi.

    ACHADIAT K. MIHARJA

    Achadiat tidak pernah disebut-sebut dalam dunia sastra sampai dia muncul dengan romannya Atheis roman ini melukiskan kehidupan dan kemelut manusia Indonesia dalam menghadapi berbagai pegaruh dan tantangan jaman
    Achadiat bukan pengarang yang produktif dalam cerpen dan dramanya achadiat
    Tahun 1961 terbit cerpen Kesan dan Kenangan

    ASRUL SANI

    Lahir di Riau Sumatera Barat tanggal 10 Juni 1926,pertama Kali mengumumkan sajak dan karyanya yang lain dalam majalah Gema Suasana dan Mimbar Indonesia tahun 1948 sajak-sajak Asrul Sani sangat merdu.Sajaknya Matera dan Surat dari Ibu menunjukkan pandangan hidupnya yang moralis.

    Maaf pa tadi nama dan nim ketinggalan
    makasih…

  27. banyak orang yang berpendapat bahwa sesuatu angkatan kesusastraan baru telah lahir. Pada mulanya angkatan ini disebut Angkatan Sesudah Perang, ada yang menamakannya Angkatan Khairil Anwar, Angkatan Kemerdekaan dan lain-lain. Pada tahun 1948 Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45. Nama ini segera menjadi populer dan dipergunakan oleh semua pihak sebagai nama resmi.
    yang saya tanyakan adalah apa yang melatarbelakangi sehingga disebut angkatan 45?

    Pramoedya Ananta Toer. Ia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Meskipun demikian, baru menarik perhatian duna sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan.
    yang saya tanyakan adalah mengapa pramoedya ananta toer dipenjara ? apakah dia dianggap seorang penentang pada periode itu?

    thx…

  28. HASWINDA HARPRIYANTI (A1B108212)

    CHAIRIL ANWAR
    Chairil Anwar adalah Seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman. salah satu karyanya adalah “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku),chairil anwar juga merupakan pelopor dari para sasrtawan yang membuat karya-karya sastra indonesia tidak lagi menggunakan bahasa melayu melainkan menggunakan bahasa sehari-hari sehinnga membuat karya-karyanya lebih mudah untuk di pahami.
    pada masa itu Chairil Anwar yang bersama sama teman seangkatannya mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka “, Ketiga penyair itu biasanya dianggap sebagai trio pembaharu puisi Indonesia, pelopor Angkatan 45. Tiga Menguak Takdir (1950).
    ACHADIAT K. MIHARJA
    Nama beliau tidak pernah disebut-sebut dalam dunia sastra sampai akhirnya ia muncul dengan romannya Atheis (1948), roman ini mencoba melukiskan kehidupan dan kemelut manusia Indonesia dalam menghadapi berbagai pegaruh dan tantangan jaman.
    PRAMOEDYA ANANTA TOER
    Pramoedya Ananta Toer mulai mengarang sejak Zaman jepang dan masa revolusi dengan berjudul Kranji dan Bekasi Jatuh (1947), namun pada tahun 1949 cerpennya yang brjudul Blora yang ditulisnya dalam penjara di umumkan dan romannya (1950) mendapat hadiah sayembara pengarang yang di adakan oleh Balai Pustaka. Pramoedya menulis Kwartet Bumi Manusia, Anak Segala Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca yang sempat dilarang beredar pada masa Orde Baru dan baru bisa dinikmati secara bebas beberapa tahun setelah rezim Orde baru jatuh pada gerakan reformasi 1997.
    ASRUL SANI & RIVAI ARVIN
    sajak yang dibuat Asru Sani sangat merdu, kata-katanya memberikan citra yang lincah dan segar. Begitu juga dengan cerpen-cerpennya yang melukiskan betapa halus perasaanya pada manusia. Rivai Apin, ia pernah duduk sebagai anggota redaksi Gema Suasana. Tahun 1954 ia keluar dari redaksi gelanggangan dan beberapa waktu kemudian ia masuk kelingkungan lembaga kebudayaan rakyat.sajak yang pernah dibuatnya tak semerdu sajak Asrul, tetapi berat dengan masalah yang mau sungguh-sungguh.

    Beberapa hal yang ingin saya tanyakan :
    1. mengapa cerpen Blora yang di tulis Pramoedya Ananta Toer pada tahun 1949 mendapat hadiah sayembara pengarang? hal apa yang sangat menarik perhatian dalam cerpen tersebut pada masa itu?
    2. apakah chairil anwar merupakan sastrawan yang paling berprestasi diantara sastrawan-sastrawan lainnya sehingga ia sangat menonjol pada masa ini dan ia sepertinya sangat aman dibandingkan para sastrawan lainnya yang sangat sering mendapat pro dan kontra?
    3. pada Rivai Apin lahir di Padang Panjang tanggal 30 Agustus 1927. Sajaknya tidak semerdu sajak-asajak Asrul, tetapi berat dengan masalah yang mau sungguh-sungguh. maksud dari berat dengan masalah yang mau sungguh-sungguh itu apa pak apa karena ia memang tidak pernah sungguh-sungguh dalam menciptakan karyanya?
    4. pada masa itu pula Chairil Anwar yang bersama sama teman seangkatannya mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka “,apa maksud dari berdirinya gelanggang seniman merdeka itu sendiri?
    5. apa yang membuat karya-karya Pramoedya Ananta Toer hampir semua dilarang beredar pada masa orde baru ?
    terimakasih.

  29. Lili Agustina (A1B108201)
    ass……..
    Surat kepercayaan gelanggang lahir karena ingin bebas dari angkatan sebelumnya yaitu pujangga baru dan ingin memproklamasikan angkatan baru yaitu angkatan 45.Perbedaan antara pujangga naru dan angkatan 45 a adalah kata H.B .Jassin tidak hanya gaya yang telihat berbeda tetapi juga pandangan (visi).Contoh pada angkatan pujangga baru gaya bahasa yang di gunakan penyairnya lebih kental pada bahasa Melayu yang penuh perumpamaan,sedangkan pada angkatan 45 ini merupakan gaya yangh keluar ,tidak di batasi aturan -atuiran apapun ,misalnya dalam persajakan ,menggunakan bahasa Indonesia yang hidup,berjiwa dan bukan bahasa baku.
    Tokoh atau para penyair pada angkatan 45 ini yaitu:

    1.Chairil Anwar
    Merupakan individualis yang nasionalisme dan patriotisme.Banyak sajaknya di buat untuk menantang para penjajah pada waktu itu misalnya “Aku,Diponogoro ,Kerawang Bekasi ,dll.

    2. Asrul Sani dan Rivai Apin
    Asrul sani dalam sajaknnya yang berjudul “mantera”
    lebih banyak menggunakan sajak rangkai yaitu sajak yang tersusun sama pada akhir semua baris puisi,.Ia seorang yang sangat mencintai dan meratapi manusia dan kemanusian.
    Rivai Apin merupakan sama -sama pendiri Gelanggang seniman Merdeka tetapi kemudian Ia keluar dan masuk ke lingkungan Lembaga Kebudayaan Rakyat (lekra).

    3.Idrus
    Ketika melihat kesengsaraan dan kemelaratan rakyat ,Idrus meninggalkan cerita romantis dan menulis cerita -cerita yang menuliskan realitas kehidupan sehari-hari.Karangan Idrus dikumpulkan dan diterbitkan serbagai buku dengan judul “Darti Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

    4.Achdiat K.Mihardja
    Terkenal karena romannya atheis ,yang menceritakan seseorang yang memiliki ideologi anti Tuhan.
    5.Pramoedya Ananda Toer
    Merupakan seorang yang sangat produktif menulis ,banyak karyanya yang dihasilkan yaitu:Blora dan romannya berjudul pembunuhan keluarga Gerilya ,dll.Pramoedya pernah di penjara gara -gara Pramoedya merupakan kelompok lekra yang dikira PKI.
    Yang saya kurang paham adalah :
    1.Katanya lahir surat kepercayaan gelanggang adalah disebabkan dikotomi antara kubu lekra dan kubu humanisversal .Apa yang tergolong kubu lekra dan apa yang tergolong kubu humanisversal ?
    2. Mengapa Asrul Sani keluar dari redaksi gelanggang dan masuk ke Lingkungan Kebudayaan Rakyat (LEKRA) .Apa kelebihan dari lekra dan apa perbedaan lekra dengan gelanggang.

    Terima kasih……..

  30. Bella Valentina (A1B108232)

    Chairil anwar merupakan seorang individualis yang bebas. sajaknya yang termasyur berjudul AKU. kecintaan Chairil anwar terhadap bangsanya juga dapat dilihat dari beberapa karyanya berjudul Diponegoro, Kerawang Bekasi dll.
    sajak-sajak Chairil merupakan renungan tentang hidup , penyelaman terhadap kenyataan, lukisan perasaan manusia dan sebagainya.

    Asrul Sani dan Rivai Apin merupakan penyair seangkatan Chairil Anwar. Asrul sani pertama kali mengumumkan sajak dan Karyanya yang lain dalam majalah Gema suasana dan mimbar Indonesia 1948. sajaknya sangat merdu dan kata-kata pada sajaknya memberikan citra yang lincah dan segar.Rivai Apin dalam sajak-sajaknya tidak semerdu sajak-sajak Asrul, tetapi berat dengan masalah yang mau sungguh-sungguh.

    Idrus merupakan pelopor angkatan45. pada zaman jepang ia menulis beberapa cerita romantik tentang pemuda yang berjuang demi Asia Timur Raya seperti Ave Maria dan dramanya kejahatan Membalas Dendam. tetapi ketika melihat kesengsaraan dan kemelaratan rakyat dinbawah kaki Dai Nippon, ia mulai meninggalkan cerita Romantic dan beralih ke tulisan yang mengisahkan realitas kehidupan sehari-hari.

    Achdiat K. Miharja dengan Romannya Atheis yang melukiskan kehidupan kemelut manusia Indonesia dalam menghadapi berbagai pengaruh dan tantangan jaman. roman ini sangan tostmewa dan orisinil. karena belum ada roman seperti itu sebelumnya.

    Pramoedya Ananta Toer mulai mengarang sejak zaman jepang dan masa revolusi. tetapi baru menarik perhatian pada tahun 1949 dengan cerpennya Blora.

    saya ingin menanyakan
    dalam beberapa sajak yang ditulis Khairil Anwarseperti Datang Dara Hilang Dara dan Kerawang Bekasi dikatakan Plagiat dari dari sajak-sajak orang lain. lalu bagaimana saat itu Khairil Anwar menanggapinya, dan apakah itu memang benar?

  31. Septi Nur Jannah ( A1B108019 )

    Khairil Anwar segera mendapat pengikut, penafsir, pembela dan penyokong. Dalam bidang penulisan puisi muncul para penyair Asrul Sani, Rivai Apin, M. Akbar Djuhana, P. Sengojo, Dodong Djiwapraja, S. Rukiah, Walujati, Harijadi S. Hartowardoyo, Moch. Ali dan lain-lain.
    Dalam bidang penulisan prosa, Idrus pun memperkenalkan gaya menyoal-baru yang segera mendapat pengikut luas.
    Dengan munculnya kenyataan itu, banyak orang yang berpendapat bahwa sesuatu angkatan kesusastraan baru telah lahir. Pada mulanya angkatan ini disebut Angkatan Sesudah Perang, ada yang menamakannya Angkatan Khairil Anwar, Angkatan Kemerdekaan dan lain-lain. Pada tahun 1948 Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45. Nama ini segera menjadi populer dan dipergunakan oleh semua pihak sebagai nama resmi.
    Menurut bapak gaya menyoal seperti apa yang diperkenalkan oleh idrus kepada masyarakat luas sehingga mendapatkan banyak respon dan pengikut?

    Mengapa banyak nama-nama yang muncul pada setiap angkatan dan memiliki banyak perubahan nama sepert pada angkatan sesudah perang yang berubah angkatan khairil anwar dan dikenal lagi pada angkatan kemerdekaan dan pada tahun 1948 rosehan anawar menyebut angkatan 1945? Bagaimana menurut bapak?

    Atur Nuhun

  32. Auliya Rahman ( A1B108234 )

    Munculnya Khairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru. Sajak-sajaknya tidak seperti sajak-sajak Amir Hamzah yang masih mengingatkan kita kepada sastra Melayu. Bahasa yang dipergunakannya ialah bahasa Indonesia yang hidup, berjiwa. Bukan bahasa buku, melainkan bahasa percakapan sehari-hari yang dibuatnya bernilai sastra.
    Khairil Anwar segera mendapat pengikut, penafsir, pembela dan penyokong. Dalam bidang penulisan puisi muncul para penyair Asrul Sani, Rivai Apin, M. Akbar Djuhana, P. Sengojo, Dodong Djiwapraja, S. Rukiah, Walujati, Harijadi S. Hartowardoyo, Moch. Ali dan lain-lain.
    Mengapa munculnya khiril anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru?
    Menurut bapak bagaimana bahasa Indonesia yang hidup, berjiwa itu dan seperti apa bahasa buku itu? Bisakah bapak memberikan contoh?

    TERIMA KASIH

  33. Usman (A1B108233)

    Sajak Chairil Anwar yang termasyhur dan merupakan gambaran semangat hidupnya yang memberist dan individualis berjudul AKU ( ditempat lain diberi judul “semangat”). Dalam sajak itu ia menyebut dirinya sebagai “binatang jalang”, sebutan yang segera menjadi terkenal.
    – Mengapa Cairil Anwar pada sajak AKU menyebut dirinya sebagai “bintang jalang” ?

    Ketika Idrus memimpin majalah kebudayaan dengan nama Indonesia Rivai Apin menulis tentang para pengarang antara lain Sultan Takdir Alisjahbana sebagai pengarang roman. Ia juga mengarang roman autobiografisnya berjudul ‘Perempuan dan kebangsaan (1949)’, tapi roman ini dianggap gagal.
    – Mengapa roman Autobiografis Rivai Apin yang berjudul ‘Perempuan dan Kebangsaan’ dianggap gagal?

    Meskipun pada zaman Revolusi Achdiat K. Mihardja sudah menerbitkan dan memimpin majalah Gelombang Zaman nama Achdiat K. Mihardja tidak pernah disebut dalam dunia sastra sampai ia muncul dengan romannya Atheis (1948). Ia dilahirkan di Garut pada tanggal 6 Maret 1911.
    – Mengapa nama Achdiat K. Mihardja tidak pernah disebut dalam dunia sastra walaupun sudah menerbitkan dan memimpin majalah Gelombang Zaman?

    Pramodya Ananta Toer dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Februari 1925, mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa Revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947) meskipun demikian, baru menarik perhatian dunia sastra Indoesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya di dalam penjara diumumkan dan romannya perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh Balai Pustaka.
    – Mengapa cerpen Pramodya Ananta Toer yang berjudul Blora baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia 1949 sedangkan ia sudah mengarang sejak zaman Jepang dan masa Revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947)?

    Terima kasih

  34. Sufian Akabar (A1B107060)

    Khairil Anwar muncul di dunia kesenian pada jaman jepang. Bukan karena sajak-sajaknya yang mendapat hadiah atau sambutan baik dari Kantor Pusat Kebudayaan, ataupun ia berlomba-lomba menciptakan puisi sesuai dengan pesanan jepang. Tetapi terutama karena sifatnya yang eksentrik dan tidak mau dikuasai oleh Kantor Pusat Kebudayaan. Malah ia sering mengejek kawan-kawan senimannnya yang berkumpul disekitar Kantor Pusat Kebudayaan. Dari sajak-sajaknya dapat dilihat bahwa chairil anwar seorang yang individualis yang bebas.dengan berani dan secara demonstrative pula ia menentang sensor Jepang dan itu menyebabkan ia selalu mejadi incaran Kempetai (polisi rahasia Jepang yang terkenal galak dan kejam).
    Mengenai Pramoedya Ananta Toer, Pram ini sempat ditahan pada tahun 1947 dan baru keluar setelah pengakuan kedaulatan pada akhir tahun 1949. Selama dalam penjara itu ia banyak menulis. Cerpen-cerpen yang ditulisnya didalam penjara itu bersama-sama dengan cerpen yang ditulisnya sebelumnya, diterbitkan menjadi sebuah buku yang berjudul percikan revolusi.

  35. Ahmad Rizali (A1B108231)
    Dari Khairil Anwar sampai Pramoedya Ananta Tour

    Selama rejim militer Orde Baru Suharto berkuasa, berpolitik adalah kata haram dalam segala kegiatan masyarakat, termasuk dalam kegiatan sastra kita. Seni haram berpolitik, karena akan mengingatkan pada periode Polemik Lekra-Manikebu. Karena “politik bukan lagi panglima kehidupan” termasuk kehidupan sastra, maka a-politik alias anti-politik sekarang menjadi panglima. Dalam konteks teks sastra, bermain-main dengan eksperimen bentuk merupakan perwujudan paling ideal, paling tinggi, dari konsep seni a-politis ini. Ketimbang melakukan “seni untuk kehidupan” maka sastrawan Indonesia yang menjadi sastrawan Horison, yang menjadi kanon sastra, memilih ideologi berkesenian “seni untuk seni”, art for art’s sake, l’art pour l’art. Dalam kata lain, “Estetisisme adalah Panglima”. Cirinya: Sastra (seni) adalah yang paling adiluhung nilainya di antara semua produk manusia, karena otonom mandiri dan tidak mempunyai relevansi (moral dan praktikal) dan referensi di luar dirinya sendiri. Kesempurnaan bentuk adalah segalanya.

    Fetishisme atau pemberhalaan pada (eksperimen) bentuk inilah yang menyebabkan Dami N Toda – dalam bukunya “Hamba-hamba Kebudayaan” – dengan sangat terkenal membaptis Sutardji Calzoum Bachri sebagai setara dengan Chairil Anwar dalam kebesarannya (pencapaian artistiknya), yaitu dengan membuat pernyataan metaforis “kalau Chairil adalah mata kanan, maka Sutardji adalah mata kiri puisi Indonesia”. (Saut Situmorang mungkin cuma jerawat puisi Indonesia!) Makanya dianggap tidak sedahsyat pencapaian puisi-mantra Sutardji-lah, misalnya, pencapaian epik Rendra dalam “Blues untuk Bonnie” yang dipublikasikannya dalam periode yang sama dengan sajak-sajak Sutardji.

    Kalau kita masih juga ingin mempersonifikasikan sastra Indonesia menurut logika sepasang mata ala Dami N Toda ini, maka yang sangat pantas untuk menemani penyair Chairil Anwar bukanlah Sutardji Calzoum Bachri tapi Pramoedya Ananta Toer.
    Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer, dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di mana mereka mengalami kekerasan seksual, mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an.

    Selain itu pramoedya juga novelis terbesar yang pernah dikenal sastra kita. Penyair terbesar dan novelis terbesar adalah pasangan yang jauh lebih adil dan historis ketimbang diskriminasi-genre Dami N Toda.

    Tapi begitulah “tradisi” kritik sastra Indonesia selama rejim militer Orde Baru Suharto berkuasa. Selama rejim sastra apolitis Horison Manikebuis berkuasa. Inilah zaman keemasan ideologi estetisisme dalam sejarah sastra Indonesia. Inilah ideologi politik kanonisasi sastra Indonesia. Dan efeknya masih terus dengan kuat mencengkram isi kepala para sastrawan Indonesia sampai detik ini!
    Mungkin haya itu yang saya paparkan sekian terima kasih
    sebagian sumber diambil dari internet

  36. Hj. Marfuah (A1B108242)
    Ass………

    1. Chairil Anwar adalah Seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman. Chairil Anwar yang dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku) adalah pelopor Angkatan ‘45 yang menciptakan trend baru pemakaian kata dalam berpuisi yang terkesan sangat lugas, solid dan kuat. Dia bersama Asrul Sani.

    2. Rival Apin lahir dipadang panjang tanggal 30 Agustus 1926 ia pelopor angkatan 45 ia pernah menjadi anggota redaksi gema suasana, gelanggang, dan zenith. Setelah dia keluar dari redaksi dan kemudian masuk kelingkungan lembaga kebudayaan(LEKTRA).

    3. Asrul Sani lahir di Riau Sumatera Barat tanggal 10 Juni 1926,dia pertama Kali mengumumkan sajak dan karyanya yang lain dalam majalah Gema Suasana dan Mimbar Indonesia ,pada tahun 1948.Sajak-sajak Asrul Sani sangat merdu.Katanya memberikan citra yang lincah dan segar, dia seorang morali yang sangat mencintai dan meratapi manusia dan kemanusiaan.

    4. Pramoedya Ananta Toer. Dia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari, Ia mulai mengarang sejak Zaman jepang dan masa revolusi dengan berjudul Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Pramodedya ananta Toer pernah dipenjara,
    Meskpun demikian cerpennya yang brjudul Blora yang ditulisnya dalam penjara di umumkan dan romannya (1950) mendapat hadiah sayembara pengarang yang di adakan oleh Balai Pustaka
    Semasa menjalani hukuman di Pulau Buru, Pramoedya menulis Kwartet Bumi Manusia, Anak Segala Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca yang sempat dilarang beredar pada masa Orde Baru dan baru bisa dinikmati secara bebas beberapa tahun setelah rezim Orba jatuh melalui gerakan reformasi 1997.
    Mungkin ini yang saya bisa tanggapi mengenai penyair-penyair!!!!!!!!!!!
    Terimakasih..
    Wassalam(^_^)heeeeeeeee

  37. Alfian rezkia
    A1B108225

    ass…

    Chairil anwar dalam sajak sorga ia sangat sinis mengejek manusia-manusia yang membayangkan sorga dalam ukuran duniawi.

    1. mengapa dalam beberapa sajak chairil anwar seolah-olah sinis mengejek nilai-nilai moral ?

    Rivai apin lahir dipadang panjang tanggal 30 Agustus 1927 saja-sajaknya tidak semerdu sajak-sajak asrul tetapi berat dengan masalah yang mau sugguh-sungguh sejak duduk di sekolah menengah ia mengumumkan sajak-sajak dalam majalah-majalah terkemuka.Tahun 1954 ia melaksanakan tindakan yang mengejutkan kawan-kawannya.

    2. Mengapa pada tahun 1954 ia kelur dari redaksi Gelanggan dan masuk kelingkungan lembaga kebudayaan rakyat (Lekra) ?

    Pada tahun 1948 Achdiat K. Mihardja menulis Roman Atheis yang menceritakan seorang pemuda yang bernama hasan yang sejak kecinya hidup dalam keluarga beragama islam. Tetapi setelah ia bekerja di kota jauh lah dia dari kehidupan agama.

    3. Mengapa Achdiat K. Mihardja menulis Roman tersebut?

    Pramodya Ananta Toer dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Februari 1925, mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa Revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947) meskipun demikian, baru menarik perhatian dunia sastra Indoesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya di dalam penjara diumumkan dan romannya perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengarang yang diadakan oleh Balai Pustaka.

    4. Mengapa ketika dia membuat cerpen Blora baru menarik perhatian dunia khalayak ramai?

    terima kasih . . . .

  38. Najimuddin
    A1B108241

    ass……

    Chairil anwar dilahirkan dimedan tanggal 22 juli 1922 sekolahnya hanya sampai mulo ( smp ) dan itu pun tidak tamat dan ia belajar sendiri, sehigga tulisan-tulisannya matang da padat berisi dari esay dan sajak-sajaknya jelas sekali ia seorang individiualis yang bebas.

    1. Mengapa dalam sajak-sajaknya tersebut lebih bersifat individu dan bebas tidak melihat pada penyair-penyair lain?

    Sajak-sajak asrul sani sangat merdu ( melodius ). Kata-katanya memreikan citra yang lincah dan segar. Dalam sikep ia seorang moralis yang sangat mencintai meratapi manusia dan kemanusiaan. Sajak-sajaknya matera dan surat dari ibu menunjjukkan pandangan hidupnya yang moralis.

    2. Mengapa asrul sani hanya menulis sajak-sajak yang bersifat moralis?

    Pada zaman revolusi ia sudah menerbitkan dan memimpin majalah gelombang zaman nama Achdiat tak pernah disebut-sebut dalam dunia sastra sampai ia muncul dengan romannya Atheis (1948).

    3.Mengapa namanya tidak pernah disebut-sebut dalam dunia sastra indonesia padahal ia sudah menerbitkan dan memimpin sebuah majalah?

    Dalam cerpennya “DIA YANG MENYERAH” yang dimuat dalam buku cerita dari blora Pramoedya Ananta Toer melukiskan sebuah keluarga yang menjadi korban pemberontakan PKI dimadiun 1948. Dalam cerita itu ia mengutuk PKI. Tetapi, sikapnya terhadap PKI berubah sejak pertengahan 1950-an.

    4. Apa yang menyebabkan ia berubah sikapnya terhadap PKI?

    terima kasih……

  39. Anisa Ulfah (A1B108243)
    saya ingin bertanya :

    1. apa yang melatar belakangi Rosihan Anwar menyebut angkatan Khairil Anwar dengan nama Angkatan ‘45?
    2. Munculnya Khairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru. apakah pengarang-penarang sebelum khairil Anwar tidak bisa memberikan sesuatu yan baru bagi dunia kesusastraan?
    3. kenapa karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Perburuan (1950) baru menarik perhatian dunia sastra, sedankan karya-karaya sebelumnya tidak menarik perhatian dunia sastra?

  40. Nama : Meilindha Rahayu
    Nim : A1B108217

    Chairil Anwar atau dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku adalah penyair terkemuka Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan ‘45 dan puisi modern Indonesia.

    Chairil memang penyair besar yang menginspirasi dan mengapresiasi upaya manusia meraih kemerdekaan, termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Hal ini, antara lain tercermin dari sajaknya bertajuk: “Krawang-Bekasi”.Bahkan sajaknya yang berjudul “Aku” dan “Diponegoro” juga banyak diapresiasi orang sebagai sajak perjuangan. Kata Aku binatang jalang dalam sajak Aku, diapresiasi sebagai dorongan kata hati rakyat Indonesia untuk bebas merdeka.

    Setelah Indonesia merdeka, tahun 1949, Pramoedya menghasilkan beberapa novel dan cerita singkat yang membangun reputasinya. Novel Keluarga Gerilya (1950) menceritakan sejarah tentang konsekuensi tragis dari menduanya simpati politik dalam keluarga Jawa selama revolusi melawan pemerintahan Belanda.Pada tahun 1962 ia menjabat redaktur Lentera. Selain itu, ia juga menjadi dosen di Fakultas Sastra, Universitas Res Publika, Jakarta, sebagai dosen Akademi Jurnalistik Dr. Abdul Rivai.

    Pada masa kejatuhan Partai Komunis Indonesia, Pramoedya dibuang ke Pulau Buru karena dianggap terlibat PKI yang saat itu PKI hendak menggulingkan pemerintah Republik Indonesia tanggal 30 September 1960. Ketika terjadi penangkapan terhadapnya, ia mendapatkan penyiksaan.

  41. Nurfita Tri Astuti (A1B108220)

    Munculnya Khairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia mem,berikan sesuatu yang baru. Sajak-sajaknya tidak seperti sajak-sajak Amir Hamzah yang masih mengingatkan kita kepada satra Melayu. Bahasa yang dipergunakannya adalah bahasa Indonesia yang hidup, berjiwa. Bukan bahasa baku, melainkan bahasa percakapan sehari-hari yang dibuatnya bernilai sastra.

    Dari esai dan sajak-sajaknya jelas sekali ia seorang individualis yang bebas. Dengan berani dan secara demonstratif pula ia menentang sensor Jepang dan itu menyebabkan ia selalu menjadi incaran kenpetai(polisi rahasia Jepang yang terkenal galak dan kejam).

    Karya-karya Khairil Anwar antara lain:
    a. Sajaknya yang termansyhur dan merupakan gambaran semangat hidupnya yang memberist dan individualis yang berjudul AKU.
    b. Sajak yang berjudul “binatang jalang”
    c.Sajak yang berjudul “Diponegero”
    d. Sajak berjudul ” Karawang-Bekasi”
    e. Sajak berjudul “Persetujuan dengan Bung Karno”
    f.Sajak yang berjudul”Siap Sedia”
    g. Sajak berjudul” Cerita Buat Dien Tamaela”dan lain-lain.

    Pramoedya Ananta Toer baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya “Blora”yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya “Perburuan(1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diadakan oleh Balai Pustaka.

    Saya ingin bertanya:
    1. Apa saja karya-karya Pramoedya Ananta Toer yang terkenal?
    2.Kenapa karya Khairil Anwar yang berjudul Surat Kepercayaan Gelanggang” diterbitkan setelah Khairil Anwar meninggal?

  42. Ikhsan Hidayat (A1B108218)

    Chairil Anwar dengan berani dan secara demonstratif menantang sensor Jepang dan itu mentebabkan ia selalu menjadi kenpetai.

    1. Apa alasan Ia menentang sensor Jepang tersebut …?

    Asrul Sani lahir di Riau Sumatera Barat, Ia pertama kali mengumumkan sajak dan karyanya dalm majalah Gema Suasana dan Mimbar Indonesia tahum 1948. Sajak-sajaknya lebih kepada yang bersifat moralis dan Melodius.

    2. Mengapa sajak-sajaknya lebih bersifat kepada moralis dan tidak mengikuti alur sajak sastrawan yang lain.

    Achdiat K. Miharja pada zaman revolusi menerbitkan dan memimpin majalh gelombang zaman dan ia menulis roman yang berjudul Atheis pada tahun 1948.

    3. Mengapa Ia lebih condong menulis kepada judul tersebut, padahal itu kesannya itu lebih kepada komunis.?

    Pramoedya Ananta Toer lahir di Blora 2 februari dan mengarang sejak zaman Jepang dan pada masa revolusi, Kranji Dan Bekasi Jatuh tahun 1947 ini baru menarik perhatian dunia sastra indonesia pada tahun 1949 ketika cerpennya Blora ditulisnya didalam penjara diumumkan dan romannya perburuan tahun 1950 mendapat hadiah sayembara yang diadakan oleh balai pustaka.

    4. Mengapa baru menarik perhatian para sastrawan indonesia ketika roman tersebut diterbitkan, padahal ia sebelumnya sudah memiliki roman….?

    Maaf kalau saya menggunakan wordpress teman karena wordpress saya tidak aktif..

    Terimakasih……..

  43. Chairil Anwar adalah Seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman. Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007 Chairil Anwar yang sudah meninggal pun masih dianugrahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima putrinya, Evawani Alissa Chairil
    Chairil Anwar yang dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku)

    1) mengapa Khairil Anwar dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” dalam karyanya yang berjudul “Aku”?

    Asrul Sani
    sajak-sajak yang dibuat Asru Sani sangat merdu, kata-katanya memberikan citra yang lincah dan segar. Ia seorang yang sangat mencintai dan meratapi manusia dan kemanusiaan. Begitu juga dengan cerpen-cerpennya yang melukiskan betapa halus perasaanya pada manusia.

    2)Mengapa Asrul Sani sangat mencintai dan meratapi manusia dan kemanusiaan?

    Rivai Avin. ia pelopor angkatan 45 ia pernah menjadi anggota redaksi gema suasana, gelanggang, dan zenith. Setelah dia keluar dari redaksi dan kemudian masuk kelingkungan lembaga kebudayaan(LEKTRA), Sajaknya tidak semerdu sajak-sajak Asrul, tetapi berat dengan masalah yang mau sungguh-sungguh

    3)Mengapa sajak-sajaknya tidak semerdu sajak Asrul Sani?

    Pramoedya Ananta Toer. Ia mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Meskipun demikian, baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diadakan oleh Balai Pustaka.

    4) Apa yang menyebabkan Pramoedya Ananta pernah terpenjara?

    Dengan sangat bersyukur akhirnya wordpress saya sudah dapat diaktifkan, jadi saya tidak numpang wordpress teman lagi, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih. Wassalam

  44. Nuridhah (A1B106260)

    Munculnya Khairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru, sajak-sajak khairil bernilai tinggi, bahasa yang digunakannya ialah bahasa Indonesia yang hidup, berjiwa, dan bahasa percakapan sehari-hari yang dibuatnya bernilai sastra. Maka dari itu banyak yang berpendapat bahwa baru dengan sajak-sajak Khairil lah sebenarnya sastra Indonesia lahir, sedangkan karya-karya Amir Hamzah, Sanusi Pane, Takdir Alisyahbana, dan lain-lain dianggap sebagai hasil sastra melayu saja.Dengan kenyataan itu, banyak orang yang berpendapat bahwa suatu angkatan kesusasttraan baru telah lahir. Pada mulanya angkatan ini disebut dengan berbagai nama, ada yang menyebutunya Angkatan sesudah Perang, Angkatan Khairil Anwar, Angkatan Kemerdekaan dan lain-lain. Setelah tahun 1984, Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan 45

    Sajak Khairil yang termashur dan merupakan gambaran semangat hidupnya yang membersit-bersit ialah berjudul “AKU”. Dalam sajak itu Ia menyebut dirinya sebagai ‘binatang jalang’,dan sebutan itu pun langsung menjadi terkenal. Di samping seorang individualisme, Ia pun seorang yang mencintai tanah air dan bangsanya. Rasa kebanggaannya tampak dalam sajak-sajaknya ‘Diponegoro’,’Krawang-Bekasi’,’Persetujuan dengan Bung Karno’,’Siap Sedia’,’Cerita buat Dien Tamela’ dan lain-lain.

    Asrul Sani lahir di Riau Sumatera Barat tanggal 10 Juni 1926, ia pertama Kali mengumumkan sajak dan karyanya yang lain dalam majalah Gema Suasana dan Mimbar Indonesia ,tahun 1948.Sajak-sajak Asrul Sani sangat merdu (melodius). Katanya memberikan citra (image) yang lincah dan segar, ia seorang morali yang sangat mencintai dan meratapi manusia dan kemanusiaan. Sajaknya Matera dan Surat dari Ibu menunjukkan pandangan hidupnya yang moralis. Dalam sajak itu dia mengaku dirinya sebagai “laksamana dari lautan” dan “panglima dari segala burung rajawali yang menutup segala kota sambil menyebarkan api, supaya janda-janda tidak diprkosa” dan supaya “budak-budak tidur di pangkuan bunda.”
    Cerpen-cerpen Asrul Sani melukiskan halus perasaannya pada manusia; melukiskan kehidupan manusia menyebabkan kemalangan dan penderitaan sendiri. Cerpen karangan Asrul Sani yang terkenal antara lain yang berjudul “ Bola Lampu, Sahabat Saya Cordiaz, Si Penyair Belum Pulang, Perumahan Bagi Fadjria Novari, Dari Suatu Masa Dari Suatu Tempat, Museum, Panen “ , dll.

    Rivai Apin lahir di Padang Panjang tanggal 30 Agustus 1927. Sajaknya tidak semerdu sajak-asajak Asrul, tetapi berat dengan masalah yang mau sungguh-sungguh. Penyair kawan seangkatan Chairil Anwar yang bersama sama mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka “, Ketiga penyair itu biasanya dianggap sebagai trio pembaharu puisi Indonesia, pelopor Angkatan 45. Tiga Menguak Takdir (1950).

    IdrusLahir di Padang tanggal 21 September 1921. Ia pelopor angkatan 45, lulus dari sekolah menengah, ia bekerja dari menjadi redaktur Balai PustakaPada zaman Jepang ia menulis cerita romantik tentang pemuda yang berjuang untuk Asia Timur Raya seperti “ Ave Maria “ dan dramanya Kejahatan Membalas Dendam. Sesudah masa revolusi tuliannya diumumkan dengan judul umum ‘Corat- Coret di Bawah Tanah’. Melukiskan tentang kehidupan rakyat di jaman Jepang secara sinis dan kasar. Sikap sinis dan kasarnya diperlihatkan dalam karangannya Surabaya, sampai- sampai ia di sebut“Kontra Revolusi “.Karangan Idrus dikumpulkan dan diterbitkan sebagai buku dengan judul ‘Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma’ (1948). Cerita lainnya adalah Aki (1940) merupakan kidah simboliknya dengan maut. Sebuah sandiwara berjudul ‘Keluarga Surono’ (1948) terbit diMedan.Ketika Idrus memimpin majalah kebudayaan dengan nama Indonesia, Ia menulis tentang para pengarang antara lain, “Sultan Takdir Alisyahbana” sebagai pengarang roman. Ia memuat roman Autobiografisnya berjudul ‘Perempuan dan Kebangsaan’ (1949), tapi dianggap gagal.
    Tahun 1953 ia muncul dengan cerpennya dalam majalah Kisah. Ia berjasa telah memperkenalkan pengarang Rusia Anton Chekhov (1883 – 1923), pengaran Belgia William Elsshot (1882) dll. Ada buku yang diterbitkannya yaitu, ‘Dengan Mata Terbuka’ (1961), ‘Hati Nurani Manusia’ (1963).

    Achadiat K. Mihardja dilahirkan di garut pada tanggal 6 Maret 1911. Dia pernah bekerja menjadi pemimpin Balai Pustaka, kemudian pindah ke Jawatan Kebudayaan sampai pensiun. Tahun 1959 ia mengajar sastra modern di Fakultas Sastra UI dan tahun 1962 mengajar drama Indonesia modern di The Asutralian National University, Canbera.Pada zaman revolusi ia sudah menerbitkan dan memimpin majalah Gelombang Zaman, nama Achdiat tidak peernah disebut-sebut dalam dunia sastra sampai ia muncul.Dengan romannya Atheis (1948). Roman itu melukiskan kehidupan dan kemelut manusia
    Indonesia dalam menghadapi berbagai pengaruh dan tantangan jaman. Azab dan Sengsara yang terbit 1920 juga menggunakan cara flash-back. Tetapi cara Achdiat
    menggunakan flash-back sangat menarik.
    Tentang roman etis ini seorang sarjana sastra Dra. Boen Sri Oemarjati telah menerbitkan berjudul Roman Ateis (1963).Cerpennya dan dramanya itu, Achdiat secara halus dan tajam melukiskan o-ka-ba
    (Orang Kaya Baru) penuh kesibukan dan kegermelapan, tetapi sesungguhnya kosong
    dan hampa. Tahun 1961 terbit cerpen Kesan dan Kenangan.

    Pramoedya Ananta Toer dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Februari 1925, Pram ialah seorang yang sangat produktif menulis, tak henti-hentinya ia menulis.Awal tahun 1960 ia sudah masuk menjadi seorang anggota pimpinan LEKRA yaitu sebagai seksi seni sastra dari Lekra dan memimpin grup Lentera yang melalui surat kabar Bintang Minggu tak habis-habisnya menyerang para pengarang yang tidak sependirian dengan mereka dengan berbagai fitnah dan insinuasi.Mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diabadikan oleh Balai Pustaka. Baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diabadikan oleh Balai Pustaka. Blora ditulis dalam gaya yang sangat padat dan mengenakkan.Cerpen itu kemudian bersama dua buah cerpen lainnya yang juga ditulis Pram dalam penjaran ditebitkan menjadi sebuah buku berjudul Subuh (1950).Cerita dari Blora 1952 mendapat hadiah sastra nasional BMKN. Tahun 1952 menerbitkan kumpulan cerpennya Di Tepi Kali Bekasi 1950.

  45. assalam…..

    Chairil anwar dilahirkan dimedan tanggal 22 juli 1922 sekolahnya hanya sampai mulo ( smp ) dan itu pun tidak tamat dan ia belajar sendiri, sehigga tulisan-tulisannya matang da padat berisi dari esay dan sajak-sajaknya jelas sekali ia seorang individiualis yang bebas.
    Chairil Anwar segera mendapat pengikut, penafsir, pembela dan penyokong. Dalam bidang penulisan puisi muncul para penyair Asrul Sani, Rivai Apin, M. Akbar Djuhana, P. Sengojo, Dodong Djiwapraja, S. Rukiah, Walujati, Harijadi S. Hartowardoyo, Moch. Ali dan lain-lain.
    Dengan munculnya kenyataan itu, banyak orang yang berpendapat bahwa sesuatu angkatan kesusastraan baru telah lahir. Pada mulanya angkatan ini disebut Angkatan Sesudah Perang, ada yang menamakannya Angkatan Khairil Anwar, Angkatan Kemerdekaan dan lain-lain. Pada tahun 1948 Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45. Nama ini segera menjadi populer dan dipergunakan oleh semua pihak sebagai nama resmi.
    Pramoedya Ananta Toer juga seorang penyair selain chairil anwar. Ia dilahirkan di Blora pada tanggal 2 Pebruari 1925, mulai mengarang sejak zaman Jepang dan masa revolusi, Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Meskipun demikian, baru menarik perhatian duna sastra Indonesia tahun 1949 ketika cerpennya Blora yang ditulisnya dalam penjara diumumkan dan romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara pengaran yang diadkan oleh Balai Pustaka. Blora ditulis dalam gaya yang sangat padat dan menyenakkan. Cerpen itu kemudian bersama dua buah cerpen lainnya yang juga ditulis Pram dalam penjara ditebitkan menjadi sebuah buku berjudl Subuh (1950).

    yang ingin saya tanyakan …..

    Mengapa Pramoedya Ananta noer baru terkenal saat dia mengeluarkan sajak Blora padahal sebelumnya dia juga sudah mengeluarkan karya kranji dan bekasi jatuh (1947)….?

    terima kasih…..
    Wassalam…..

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: