Perkembangan Sastra Periode 1942-1945

Saat-Saat yang Mematangkan

Dijajah Jepang selama 3,5 tahun merupakan pengalaman penting dalam sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sastra pada khususnya. Bahasa Indonesia tadinya dihindari Belanda agar jangan resmi menjadi bahasa persatuan, oleh orang Jepang bahasa Indonesia dijadikan satu-satunya bahasa yang harus dipergunakan di seluruh kepulauan.

Dengan makin intensifnya penggunaan bahasa Indonesia di kepulauan Nusantara, sastra Indonesia pun mengalami intensifikasi juga. Keimin Bunka Shindo merupakan kantor pusat kebahasaan yang dibentuk oleh Jepang. Selain itu, Jepang juga mengadakan perkumpulan sandiwara dibawah P.O.S.D (Perserikatan Oesha Sandiwara Djawa ) .

Pada masa penjajahan Jepang banyak orang menulis sajak, cerpen, dan sandiwara. Sedangkan roman kurang diterbitkan hanya dua Cinta Tanah Air, karangan Nur Sultan Iskandar dan Palawija (1944) karya Karim Halim. Keduanya roman propaganda yang bernilai sastra.

Pada masa inilah bahasa Indonesia mengalami pematangan, seperti tampak pada sajak Chairil Anwar dan prosa Idrus yang tidak hanya sekedar alat untuk bercerita atau menyampaikan berita, tetapi telah menjadi alat pengucap sastra yang dewasa. Usaha inilah yang menyebabkan dimulainya suatu tradisi puisi Indonesia yang hampir tak terbatas. Bahasa sajak Khairil Anwar bukan lagi bahasa buku yang terpisah dari kehidupan, tetapi bahasa sehari-hari yang menulang-sumsum, membersit spontan.

Kehidupan yang morat-marit juga mengajar para pengarang supaya belajar hemat dengan kata-kata. Setiap kata, kalimat, setiap alinea ditimbang dengan matang, baru disodorkan kepada pembaca. Juga segala superlativisme dan perbandingan yang penuh retorika yang menjadi cirri dan kegemaran para pengarang pujangga baru telah ditinggalkan.

Selanjutnya, coba Anda cari tahu, siapa-siapa penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa itu? Informasi lengkap tentang perkembangan sastra Indonesia pada periode 1942-1945 tersedia di www.geocities.com/daudp65.

About these ads

100 Tanggapan

  1. periode 1942-1945 atau zaman pendudukan Jepang yang melahirkan warna pelarian, peralihan, dan kegelisahan.
    Periode merupakan periode yang produktif. Hal ini ditandai pula dengan munculnya tema-tema romantis-realistis. Sastrawan pada masa ini adalah sebagai berikut:

    1. Dr. Abu Hanifah (El Hakim), karyanya Taufan di Atas Asia, Dewi Reni, dan lnsan Kamil.
    2. Usmar Ismail, karyanya Citra, Libwan Seniman, dan Mutiara di Nusa laut. Idrus, karyanya Jinak-jinak Merpati, Barang Tiada berharga, dan Antara Bumi dan Langit.
    selain itu, karya sastra periode 1942(zaman Jepang) dapat dibedakan atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah karya sastra dan pengarangnya yang resmi berada di bawah naungan Pusat Kebudayaan Jepang. Mereka menulis sesuai dengan batas-batas yang ditentukan oleh Pusat Kebudayaan Jepang, kelompok kedua adalah kelompok yang tidak mau berkompromi dengan Pusat Kebudayaan Jepang. Akan tetapi, mereka mencari jalan baru untuk mengatakan sesuatu. Cara yang mereka lakukan diupayakan tidak berbahaya, tetapi cita-cita terlaksana. Melalui cara ini, banyak karya sastra yang bersifat simbolik.

    Pengarang-pengarang dan karya-karyanya yang timbul pada masa Jepang ini adalah:
    1) Usmar Ismail karyanya Kita Berjuang, Diserang Rasa Merdeka, Api, Citra, dan Liburan Seniman;
    2) Rosihan Anwar karyanya berupa puisi yang berjudul Lukisan kepada Prajurit;
    3) Maria Amin karyanya Tinjaulah Dunia Sana, Dengarlah Keluhan Pohon Mangga, dan Penuh Rahasia, sedangkan pada tahun 1945, pada masa ini, Indonesia sudah merdeka sehingga tidak bergantung lagi kepada bangsa lain. Situasi ini tentunya berpengaruh terhadap perkembangan karya sastra pada masa itu.

    Pengarang yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia merdeka pada waktu itu adalah Chairil Anwar, Idrus, Asrul Sani, Usmar Ismail dan lain-lain. Rosihan Anwar memberikan nama kepada mereka sebagai pengarang Angkatan ‘45. Penamaan ini dimuat dalam majalah Siasat. Sastrawan yang menjadi pelopor dalam bidang puisi pada periode ini ialah Chairil Anwar.

    Adapun pelopor dalam bidang prosa adalah Idrus.

    Karya sastra Angkatan ‘45 mempunyai ciri-ciri tertentu, misalnya bentuknya agak bebas dan isinya menampilkan suatu realita. Pujangga yang karyanya menjadi penghubung dalam masa ini adalah Armijn Pane dan El Hakim.

    Karya-karya Angkatan ‘45 dipengaruhi pujangga-pujangga Belanda dan dunia, misalnya Rusia, Italia, Prancis, dan Amerika. Karya sastra dan pengarang Angkatan ‘45, di antaranya:
    1) Chairil Anwar karyanya Kerikil Tajam, dan Deru Campur Debu;
    2) Idrus karyanya Surabaya dan Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma;
    3) Asrul Sani karyanya Tiga Menguak Takdir, bentuk cerpennya: Panen, Bola Lampu; Museum; Perumahan bagi Fadrija Navari, Si Penyair Belum Pulang, Sahabat Saya Cordiza, Beri Aku Rumah, Surat dari Ibu, Elang Laut, dan Orang dalam Perahu;
    4) Usmar Ismail karyanya Permintaan Terakhir (cerpen), Asoka Mala Dewi (cerpen), Puntung Berasap (kumpulan sajak), Sedih dan Gembira (kumpulan drama), Mutiara dari Nusa Laut (drama), Tempat yang Kosong, Mekar Melati, Pesanku (sandiwara radio), dan Ayahku Pulang (sandiwara saduran).

    Angkatan 45 merupakan istilah pemberian Rosohan Anwar.

    Selain nama tersebut terdapat nama lain, yaitu :
    1 Angkatan Chairil Anwar
    2 Angkatan Jepang
    3 Angkatan Pembebasan
    Pelopor angkatan 45 adalah :
    1 Puisi : Chairil Anwar
    2 Prosa : Idrus
    3 Drama : Usmar Ismail
    Ciri-ciri angkatan 45 :
    1 Mementingkan isi daripada bentuk
    2 Pengaruh pujangga dunia (Rusia, Itali, Belanda, Prancis)
    3 Pandangan humanisme liberal
    4 Bercorak realistis
    5 Modern, munculnya karya sastra modern pendobrak

    Kita belum membicarakan angkatan 45. Mungkin yang perlu diexsplore adalah pengarang, hasil karyanya dan ciri khas mereka (sastrawan periode 1942-1945)

  2. Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa 1942 – 1945 yaitu sebagai berikut :
     Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film).
     Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947).
     Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda.
     Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. Pada jaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah.
     H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).
     Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).
     Armijn Pane, Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi iamenulis “Antara bumi dan langit”.
     Usmar Ismail, pada masa Jepang menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru“ karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”.
     Abang Usmar Ismail yang bernama Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang. Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949).
     Idrus, pada zaman Jepang menulis beberpa buah drama
     Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwaara itu kemudia diterbitka Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

    Mungkin ini saja jawaban saya

    TERIMA KASIH

  3. Pada masa periode 1942 – 1945 yaitu penyair dan pengarang yang karya nya terbit tentang perkembangan sastra Indonesia yaitu sebagai berikut :

    Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. Pada jaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah.
     H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang telah menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis
    cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).

     Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    Perlu diingat bahwa selepas Proklamasi, 17 Agustus 1945, kesadaran akan semangat kebangsaan dan pentingnya menyongsong dunia baru, menjadi semacam trend yang kemudian diwujudkan ke dalam karya-karya sastra yang terbit pada masa itu.

    Chairil Anwar muncul dengan puisi-puisinya yang penuh vitalitas, bersemangat, dan menggelora. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, Chairil Anwar menerbitkan Tiga Menguak Takdir (1949) yang menunjukkan penolakan terhadap semangat Pujangga Baru.

    Pada masa penjajahan Jepang banyak orang menulis sajak dan cerpen, sandiwara sedangkan roman kurang ditulis itupun yang diterbitkan hanya dua Cinta Tanah Air, karangan Nur Sultan Iskandar dan Palawija (1944) karya Karim Halim. Keduanya roman propaganda yang bernilai sastra.

    Pada masa inilah Bahasa Indonesia mengalami pematangan, seperti tampak pada sajak Chairil Anwar dan prosa Idrus yang tidak hanya sekedar alat untuk bercerita atau menyampaikan berita, tetapi telah menjadi alat pengucap sastra yang dewasa. Usaha inilah yang menyebabkan dimulainya suatu tradisi puisi indonesia yang hampir tak terbatas. Bahasa sajak Khairil Anwar bukan lagi bahasa buku yang terpisah dari kehidupan, tetapi bahasa sehari-hari yang menulang-sumsum, membersit spontan,
    Kehidupan yang morat-marit juga mengajar para pengarang supaya belajar hemat dengan kata-kata. Setiap kata, kalimat, setiap alinea ditimbang dengan matang, baru disodorkn kepada pembaca. Juga segala superativisme dan perbandingan yang penuh retorika yang menjadi cirri dan kegemaran para pengarang pujangga baru telah ditinggalkan.

    Mungkin hanya ini yang bisa saya jawab,atas kekurangan nya saya homon bimbinga bapak….
    Sebelumnya terima Kasih…

    Fokus jawabanmu masih antara periode 1942-1945 & 1945 ke atas.

  4. penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada tahun 1942-1945 atau zaman pendudukan Jepang.Sastrawan tersebut sebagai berikut

    Chairil Anwar karyanya Kerikil Tajam, dan Deru Campur Debu

    Armijn Pane, Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi iamenulis “Antara bumi dan langit”.

    Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947

    Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    Adlin Affandi dan Sa’adah Alim (1898~1968) masing-masing menulis sebuah sandiwara yang berjudul Gadis Modern (1941) dan Pembalasannja (1941).
    Sa’adah Alim di samping itu menulis pula sejumlah cerpen yang kemudian dibukukan dengan judul Taman Penghibur Hati (1941). Iapun menterjemahkan Angin Timur Angin Barat buah tangan pengarang wanita berkebangsaan Amerika yang pernah mendapat hadiah Nobel 1938, yaitu Pearl S. Buck (1892). Di samping itu ia pun banyak menerjemahkan buku-buku lain.

    Maria Amin (dilahirkan di Bengkulu tahun 1921) yang menulis sajak-sajak dalam majalah Poedjangga Baroe. Meskipun mulai berkarya pada periode ini, namun sebenarnya Maria Amin lebih aktif berkarya di periode selanjutnya yaitu pada periode 1942-1945, terutama ketika ia menulis dan mengumumkan beberapa karya berupa prosa lirik yang bersifat simbolis.
    Ketika Jepang masuk ke Indonesia, sebagai bagian dari bangsa, Maria Amin merasa kecewa melihat kehidupan sosial politik pada waktu itu. Ia akhirnya memilih menyampaikan gagasan-gagasannya dalam dunia simbolik. Ia menggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium seperti yang dilukiskannya dalam prosa liriknya “Tengoklah Dunia Sana”.
    Pada masa ini, selain Maria Amin, perempuan pengarang yang tercatat dalam sejarah adalah Nursjamsu (lahir di Lintau, Sumatera Barat, tanggal 6 Oktober 1921). Karya yang ditulisnya berupa puisi dan cerpen. Sejumlah sajaknya banyak melukiskan suasana hati yang diamuk remaja. Pada masa sesudah perang ia menulis cerpen antara lain yang berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).
    Pada masa setelah kemerdekaan, dunia sastra masih didominasi oleh kaum laki-laki. Hanya sedikit saja para pengarang dari jenis kelamin perempuan yang menghasilkan karya. Pada tahun lima puluhan, nama-nama perempuan pengarang memang lebih banyak. Pada masa ini tercatat nama Ida Nasution, Walujati (Supangat), S. Rukiah (Kertapati), St. Nuraini (Sani), dan Suwarsih Djojopuspito.

    jagat pikir realisme Indonesia semakin kuat.zaman jepang (1942-1945)yang membentuk pusat kebudayaan Jepang dengan salah satu badannya pusat sandiwara mendorong kegiatan teater sekaligus menyensor karya seni dengan ketat memberi makna penting bagi perkembangan teater.itu semua tampak dalam lakon yang bertemakan masalah hidup sehari-hari dengan tokoh-tokoh orang biasa .
    Dr.Aboe Hanifah menulis lakon Taufan diatas Asia,intelek istimewa,Dewi Reni,Insan Kamil,Rogaya,Bamang Laut,Oesmar Ismail menulis lakon Tjira,LibburanSeniman,api,dll.

    Mungkin ini saja jawaban dari saya
    Terima Kasih

  5. Sastra pada periode 1942-1945 sudah menunjukkan kemampuan yang cukup membanggakan karena Bahasa Indonesia sudah diresmikan menjadi bahasa satu-satunya yang harus dipergunakan.
    Berikut adalah daftar penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa itu :
    1. Chairi Anwar (lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – wafat di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun) atau dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia. Chairil Anwar dikenal juga sebagi pelopor Angkatan 45. Karya Chairil Anwar : Aku, Kerikil Tajam, Yang Terampas dan Yang Putus.
    2. Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Karya Rosihan Anwar adalah : Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”, Radio Masyarakat.
    3. Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. karyanya adalah : Melaut Benciku.
    4. Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922 ia menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).
    5. Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Karyanya adalah : Pancaran Cinta (1946), Gema Tanah Air (1948) dan Patung Berasap (1949)
    6. Idrus (lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – wafat di Padang, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawan Indonesia. Karyanya : Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
    7. Nur Samsu. lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang”.
    8. M.S Ashar . Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon”.
    9. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830).
    10. Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang. Karyanya adalah “Taufaan di Atas Asia” (1949) dan Dewi Reni.
    11. H.B Jasin .
    12. Bakri Siregar. Karyanya adalah Jejak Langkah.
    13. Armijn Pane (lahir di Muara Sipongi, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 18 Agustus 1908 – wafat di Jakarta, 16 Februari 1970 pada umur 61 tahun).

  6. Pada masa periode 1942-1945 bahasa Indonesia dipergunakan di kepulauan Nusantara maka sastra indonesia pun mengalami intenslifikasi. Pada masa penjajahan Jepang banyak orang menulis sajak dan cerpen, sandiwara sedangkan roman kurang ditulis .

    Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa periode 1942-1945 antara lain :

    1). Cerpen karangan Nur Sultan Iskandar dan Palawija dengan judul Cinta Tanah Air (1944) karya Karim Halim. Keduanya roman propaganda yang berlian sastra.
    2). Usmar Ismail, Bukittinggi 20 Maret 1921 dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B. Jassin kemudian sajak-sajaknya dikumpulkan dan diterbitkan dalam judul Patung Berasap(1949).
    Dalam sajak “Kita Berjuang” ia dengan menyatakan hasratnya “Beserta Saudara turut berjuang”. Dalam sajak “Pujangga dan Cita-citanya” ia dengan yakin berkata kepada pujangga ” Carilah dahulu perjuangan jiwa/Carilah Asia di dalam dada”. Kemudian dalam sajaknya “Diserang Rasa” yang menggambarkan rasa was-was dan ragu kepada kesungguhan janji semboyan Jepang.
    3). Amal Hamzah lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan buah karya Tagore yang mendapat hadiah Nobel 1931 diantaranya Gitanyali (1947). Awal mulai menulis di zaman Jepang, ia kehilangan kepercayaan kepada manusia dan sajak-sajaknya sangat naturalistis. Sajak dan karangannya kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Pembebasan Pertama” (1949). Hilangnya kepercayan kepada manusia terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu Amal juga menulis buku yang berjudul “BUku dan Penulis” (1950).
    4). Rosihan Anwar (1922), sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya berjudul ” Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda dilanda keraguan atas segala janji kosong dari Jepang. Pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.
    5). Anas Ma’rut (1922), Ia menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Robindranath Tagore (India), Jhon Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).
    6). M.S. Ashar (1921), dengan sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan. Kemudian Maria Amin (1921) dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana” dan Nursjamsu (1921), diantara karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).
    7). H.B.Jassin (1922), menulis cerpen “Anak Laut”. Sebelum perang Jassin menulis cerpen Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire” (1941). Kemudian Bakri Siregar (1922), cerpen pertamanya berjudul “Di tepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).
    8). Beberapa pengarang yang membuat drama pada jaman Jepang adalah Armijn Pane. Armijn pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain – lain pada masa jepang menulis beberapa buah sandiwara yang dibukukan dengan judul “jinak-jinak merpati”(1953). Sesudah proklamasi ia menulis ” Antara Bumi dan Langit “.
    9). Usmar Ismail, pada masa Jepang menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”. Ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku ” Mutiara Di Nusa Laut”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar Melati” dan “Tempat yang Kosong”. Drama “Api Liburan Seniman Dan Citra ” kemudian dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).
    Abang Usmar Ismail, Abu Hanifah (El-Hakim) 1960. Ia menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufan Di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu , yaitu Taufan Di Atas Asia terdiri dari empat bagian, Intelek Istimewa tiga bagian, Dewi Reni tiga babak, Insan Kamil tiga babak, drama Rogaya empat babak, Mambang Laut tiga babak. Ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).
    10). Idrus menulis beberapa buah drama diantaranya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku dari Ave Maria ke Jalan Lain Ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga sarono (1948); Dokter Bisma (1945).
    11). Kotot Subardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang perang Diponegoro (1852-1830). Kemudian diterbitkan balai pustaka dengan judul yang sama, bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati (1945).

    Terimakasih ………………….

  7. Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada perkembangan sastra Indonesia periode 1942-1945, adalah sebagai berikut:

    1. Usmar Ismai, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Sajak-sajak Usmar dikumpulkan dengan judul Patung Berasap.

    2. Amal Hamzah, ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore. ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalistis.

    3. Rosihan Anwar terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat para pemuda. Salah satu cerpennya yaitu “Radio Masyarakat”

    4. Anas Ma’ruf terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah.

    5. MAria Amin dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana”

    6. Nursjamsu dengan karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang”.

    7. M. S. Ashar menulis sajak “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    8. H. B. Jassin yang menulis cerpen “Anak Laut”

    9. Bakri siregar dengan cerpennya yang pertama berjudul “Di tepi Kawah” kemudian dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”.

    10. Armijn Pane yang pada masa Jepang menulis beberapa sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak-jinak merpati”.

    11. Idrus pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama , di antaranya “Kejahatan Membalas Dendam” yang melukiskan perjuangan perngarang muda dalam menghadapi kekuasaan.

    12. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang masa perang Diponegoro.

    Jawabanmu mirip sekali dengan jawaban2 temenmu yang lain. Ini juga jadi catatan bagi yang lain, bahkan pada kalimat-kalimat penjelas banyak yang memakai kalimat yang sama persis.

  8. Pada masa penjajahan Jepang roman kurang ditulis, namun ada dua roman yang terkenal pada masa itu yakni Cinta Tanah Air, karangan Nur Sultan Iskandar dan Palawija karangan Karim Halim. Keduanya roman propaganda yang bernilai sastra.

    Pada masa inilah Bahasa Indonesia mengalami pematangan, seperti tampak pada sajak Chairil Anwar yang menggunakan bahasa sehari-hari yang menulang-sumsum, membersit spontan,

    Idrus membuat prosa menjadi alat pengucap sastra yang dewasa tidak hanya sekedar alat untuk bercerita atau menyampaikan berita.

    Usmar Ismaildramawan dan sineas Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta Gema Tanah Air disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap.

    Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali.
    Dalam sajak “Kita Berjuang” ia dengan lantang menyatakan hahsratnya “Beserta saudara turut berjuang.” Maksudnya bserta saudara tua. Dalam sajak “Pujangga dan Cita-cita” ia dengan yakin berkata kepada pujangga, “ Carilah dahulu perjuangan jiwa/Carilah Asia di dalam dada.” Namun tak lama ia pun menulis sajak “Diserang Rasa” yang menggambarkan timbulnya rasa\was-was dan ragu kepada kesungguhnan janji semboyan Jepang. Amal mulai menulis di zaman Jepang, tulisannya berbau sensualisme, Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Pembebasan Pertama” terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis”.

    Rosihan Anwar terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    Anas Ma’ruf,. Pada jaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah, Ia juga menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika). Selain itu, ada M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan. Kemudian Maria Amin , Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana” dan Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    Penulis drama juga tumbuh sangat subur di bawah perkumpulan P.O.S.D yang dipimpin Armijn Pane. Beberapa pengarang yang membuat drama pada jaman Jepang adalah ; Armijn Pane. Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa”, “Barang tiada berharga”, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” Segera sesudah proklamsi iamenulis “Antara bumi dan langit”.

    Usmar Ismail, pada masa Jepang menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru“ karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”. Selain itu, ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku“Mutiara di Nusa Laut”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”. Drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).

    Abang Usmar Ismail yang bernama Abu Hanifah (El-Hakim), Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).

    Idrus, pada zaman Jepang menulis beberpa buah drama, antaraanya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945. Dalam “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiskan perjuangan pengarangmuda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan (tentu saja) kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna segala.

    Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwaara itu kemudia diterbitka Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

  9. Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa perkembangan sastra Indonesia pada periode 1942-1945 adalah

    1. Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin.
    Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949).

    2. Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947).
    Amal mulai menulis di zaman Jepang, ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalistis. Dalam sandiwara-sandiwaranya sangat menonjolkan sensualisme. Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuha buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelas terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).

    3. Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4. Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. Pada jaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika). Selain itu, ada M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan. Kemudian Maria Amin , Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana” dan Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948)

    5. penulis cerpen yang terkenal di antaranya adalah H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).

    6. Pengarang cerpen yang lain Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    7. pengarang yang membuat drama pada jaman Jepang adalah Armijn Pane. Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi iamenulis “Antara bumi dan langit”.

    8. Idrus, pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama, antaraanya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945. Dalam “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiskan perjuangan pengarangmuda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan (tentu saja) kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna segala.

    9. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwaara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

  10. Pada periode ini terbit beberapa karya. Berikut daftar karya beserta penyair atau pengarangnya.

    1.Pada periode ini karya sastra jenis roman hanya dua yang terbit yaitu : Cinta Tanah Air karya Nur Sutan Iskandar dan Palawija (1944) karya Karim Halim. Keduanya roman propaganda yang bernilai sastra

    2. Usmar Ismail seorang dramawan dan sineas cerpen-cerpennya dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B.Jassin. Sajak-sajaknya kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Patung Berasap. Dalam sajak “Kita Berjuang” ia dengan lantang menyatakan hasratnya berjuang bersama saudara tua dalam kalimat “Beserta saudara turut berjuang” sajaknya yang lain “Pujangga dan Cita-Cita” dan “Diserang Rasa” yang menggambarkan keraguan akan janji semboyang Jepang. Ia juga menyadur kisah “Chichi Kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”. Ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku “Mutiara di Nusa Laut”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar “Melati” dan “Tempat yang Kosong”. Drama “Api, Liburan Seminar, dan Citra” kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1948).

    3. Amal Hamzah merupakan Amir Hamzah menerjemahkan beberapa karya Tagore yang prnah mendapatkan hadiah nobel 1931 diantaranya Gitanyali(1947). Sajak dan karangan lainnya diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Pembebasan Pertama” (1949). Sajaknya yang berjudul “Melaut Benciku”memperlihatkan ketidak percayaannya pada manusia.Amal juga menulis buku yang berjudul “Buku dan Penulis” (1950).

    4. Rosihan Anwar seorang wartawan komunis terkemuka menulis cerpen berjudul “Radio Masyarakat” yang melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keragu-raguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Rosihan juga menerbitkan sebuah roman berjudul”Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka” di tahun 1967.

    5. Anas Ma’ruf terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menterjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    6. M.S.Ashar menulis sajak “Bunglon” yang merupakan sindiran kepada orang-orang yang bersikap plin-plan.

    7. Maria Amin dengan karyanya Tengoklah Dunia Sana”.

    8. Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 Oktober 1922 cerpennya berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana.

    9. H.B.Jassin menulis cerpen “Anak Laut”. Sebelum perang ia menulis cerpen dalam Poejangga Baroe berjudul “Nasib Volontaire” (1941)

    10. Bakri Siregar, cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah” Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”.

    11. Armijn Pane sebelum perang telah menulis Lukisan Masa, Barang Tiada Berharga, dan lain-lain. Pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan menjadi “Jinak-jinak Merpati” (1953). Setelah proklamasi ia menulis “Antara Bumi dan Langit”.

    12. Abu Hanifah (abang Usmar) 1960 di Padang Panjang pada zaman Jepang menulis drama yang dibukukan berjudul “Taufan di Atas Asia” (1949) terdiri dari empat buah drama. Ia juga menulis roman “Dokter Rimbu” (1942).

    13. Idrus, pada zaman Jepang menulis beberapa drama diantaranya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma(1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma (1945).

    14. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataramyang berlatar Perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwara itu diterbitkan dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun 1945.

  11. Menurut buku yang saya baca terdapat beberapa tokoh sastra pada preode 1942-1945, Antara lain:
    1. Usmar Ismail, (Bukittinggi 20 maret 1921), dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin.
    Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap 1949.

    2. Amal Hamzah, (Langkat 31 Agustus 1922). Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947).
    Amal mulai menulis di zaman Jepang, ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalistis. Dalam sandiwara-sandiwaranya sangat menonjolkan sensualisme. Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuha buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelas terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” 1950.

    3. Rosihan Anwar, (Padang 10 mei 1922). Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4. Anas Ma’ruf,( Bukittinggi 27 oktober 1922). Dia terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika). Selain itu, ada M.S.Ashar ,(Kutaraja 19 Desember 1921). Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan. Kemudian Maria Amin ,( Bengkulu 1921) dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana” dan Nursjamsu, ( Sumatera Barat 6 oktober 1921). Di antara karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948)

    5. penulis cerpen yang terkenal yaitu H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “1941.

    6. Pengarang cerpen lainnya adalah Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    7. Tokoh yang membuat drama pada jaman Jepang adalah Armijn Pane. Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” 1953. Segera sesudah proklamsi iamenulis “Antara bumi dan langit”.

    8. Idrus, pada zaman Jepang menulis drama, antara lain “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945. Dalam “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi (kekuasaan) kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna.

    9. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwaara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun(1945).

  12. Asslamualaikum…..

    penyair dan pengarang pada tahun 1942-1945::::::::::

    1. periode ini karya sastra sejenis roman hanya ada dua yang terbit : Cinta Tanah Air karya Nur Sutan Iskandar dan Palawija (1944) karya Karim Halim. Keduanya roman propaganda yang berisi nilai sejarah sastra yang tinggi.

    2.Tokoh Rosihan Anwar seorang wartawan komunis terkemuka menulis cerpen berjudul “Radio Masyarakat” yang melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keragu-raguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Rosihan juga menerbitkan sebuah roman berjudul”Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka” di tahun 1967.

    3. pengarang yang membuat drama pada jaman Jepang adalah Armijn Pane. Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi iamenulis “Antara bumi dan langit”.

    4. Idrus, pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama, antaraanya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945. Dalam “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiskan perjuangan pengarangmuda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan (tentu saja) kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna segala.

    5. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwaara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

    6.Bakri Siregar, cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah” Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”

    7.penulis cerpen yang terkenal di antaranya adalah H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “

    8.Anas Ma’rut (1922), Ia menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Robindranath Tagore (India), Jhon Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    9). M.S. Ashar (1921), dengan sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    10.Ada juga Maria Amin (1921) dengan hasil karyanya “Tengoklah Dunia Sana” dan Nursjamsu (1921), diantara karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    11.SeorangUsmar Ismai, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Sajak-sajak Usmar dikumpulkan dengan diberi judul Patung Berasap.

    Terima kasih………………………………………….

  13. Para penyair dan pengarang pada periode 1942-1945 beserta karya-karyanya adalah:

    1)Usmar Ismail penyair kelahiran Bukittinggi 20 Maret 1921lebih dikenal sebagai seorang dramawan dan cineast (pembuat film). Cerpen-cerpennya antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) keduanya disusun oleh H.B. Jassin kemudian sajak-sajaknya dikumpulkan dan diterbitkan dalam judul Patung Berasap(1949).

    2). Amal Hamzah(adik Amir Hamzah) penyair kelahiran Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore yang mendapat hadiah Nobel 1931 diantaranya Gitanyali (1947). Awal mulai menulis di zaman Jepang, ia kehilangan kepercayaan kepada manusia dan sajak-sajaknya sangat naturalistis. Sajak dan karangannya kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Pembebasan Pertama” (1949). Hilangnya kepercayan kepada manusia terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu Amal juga menulis buku yang berjudul “BUku dan Penulis” (1950).

    3). Rosihan Anwar penyair kelahiran Padang 10 Mei 1922,atau yang lebih dikenal sebagai wartawan sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya berjudul ” Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda dilanda keraguan atas segala janji kosong dari Jepang. Pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.yang merupakan roman sejarah semenanjung pada abad ke-18

    4). Anas Ma’rut adalah penyair kelahiran Bukittinggi 27 Oktober 1922, Ia juga terkenal sebagai organisator dan penerjemah, ia menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Robindranath Tagore (India), Jhon Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5). M.S. Ashar adalah penyair kelahiran Kotaraja19 desember 1921,ia jadi terkenal dengan sajaknya yang berjudul “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.
    Maria Amin adalah penyair wanita kelahiran Bengkulu 1921dan juga sudah pernah muncul pada majalah poejangga Baroe dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana”sebagai tanda kekecewaannya terhadap kehidupan sosial yang menggambarkan kehidupan rakyat Indonesias bagaikan ikan dalam akuarium.
    Nursjamsu penyair kelahiran Lintau Sumbar 1921, diantara karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” yang ditulisnya pada masa perang yang dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    6). H.B.Jassin tokoh kelahiran Gorontalo 31 Juli 1917, menulis cerpen “Anak Laut”. Sebelum perang Jassin menulis cerpen Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire” (1941). Kemudian Bakri Siregar (1922), cerpen pertamanya berjudul “Di tepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).
    Bakri Siregar cerpenis kelahiran Langsa Aceh 1922 cerpennya yang pertama berjudul ‘ditepi kawah’,dan beberapa cerpen yang ditulis pada masa pendudukan jepang kemudian dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”(1953)setelah perang dia lebih fokus sebagai pemimpin lembaga seni sastra yang banyak mengenai kritik, polemik dll,dia juga menulis buku sejarah sastra indonesia modern yang sekarang termasuk buku yang dilarang.

    7). Usmar Ismail, pada masa Jepang menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”. Ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku ” Mutiara Di Nusa Laut”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar Melati” dan “Tempat yang Kosong”. Drama “Api Liburan Seniman Dan Citra ” kemudian dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).
    Abang Usmar Ismail, Abu Hanifah (El-Hakim) 1960. Ia menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufan Di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu , yaitu Taufan Di Atas Asia terdiri dari empat bagian, Intelek Istimewa tiga bagian, Dewi Reni tiga babak, Insan Kamil tiga babak, drama Rogaya empat babak, Mambang Laut tiga babak. Ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).
    8). Idrus menulis beberapa buah drama diantaranya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku dari Ave Maria ke Jalan Lain Ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga sarono (1948); Dokter Bisma (1945).

    9)Kotot Subardi menulis sandiwara ‘Bende Mataram’ yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1852-1830). Kemudian diterbitkan balai pustaka dengan judul yang sama, bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati dengan judul Bende Mataram (1945).dan juga karangan Inu Kertapati yang berlatar belakng peristiwa sejarah.

  14. Para pengarang dan penyair yang karyanya terbit pada tahun 1942- 1945 adalah
    1. Chairil anwar yang yang masyhur lewat sajak-sajak.” Aku” ,perjanjian dengan bung karno”, diponogoro”, “siap sedia,dan sadurannya” kerawang Bekasi”

    2.Umar Ismail yang karyanya dimuat dalam” Pancaran cinta dan gema tanah Air ”

    3. Idrus yang karyanya berupa cerpen ” ave maria”, “jalan lain menuju Roma”, Aki” dan perempuan kebangsaan”.

    4. Asrul Sani yang sajak-sajaknya yaitu ” surat dari Ibu” ,”Anak laut”. dia juga merupakan seorang sutradara dnan penerjemah novel -novel dari luar negeri.

    5. Amal hamzah.adik dari amir hamzah yang karyanya berjudul” buku dan penulis”, dan sajaknya ” melaut benciku”.

    6. Rosihan Anwar karyanya berupa cerpen yang berjudul ” Radio Masyarakat” dan roman berjudul” radja ketjil, badjak laut di selat malaka”.

    7.Anas Ma’ruf yang sajaknya berjudul ” bunglon ” yang merupakan sidiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan, dan roman yang berjudul ” terawang”.

    8. Sitor Sitomorang karyanya yang banyak diterbitkan ialah Jalan mutuiara, kertas hijau, dalam sajak, wajah tak bernama, zaman Baru, dan angin danau serta dinding waktu, peta perjalanan dan sebuah kumpulan cerpen berjudul pertempuran dan salju di paris.

    9. Muhammad Ali yang dikenal sebagai sastrawan yang serba bisa ia menulis cerpen, novel, naskah drama, dan puisi. Contoh naskah drama yag telah ditulisnya antara lain si gila dan kembali kepada fitrah,dan masih banyak lagi yang tidak di sebutkan.

    10.Toto Sudarto Bahtiar yang karyanya berupa sajak yang berjudul” Gadis Peminta-minta ” Ibu Kota senja ,malam laut dan masih banyak lagi karyanya yang tidak dapat disebutkan.ia juga merupakan penerjemah beberapa novel serta naskah drama dari luar.

    11.H.B Jassin yang menulis cerpen ” anak laut ” .

    12. Bakri siregar dengan cerpennya yang berjudul ” Di tepi Kawah” dan dibukukan dengan judul ” jejak Langkah”;

    13. Armijn pane yang karyanya berupa sandiwara lukis masa,barang tiada berharga.

    14. Umar Ismail yang menyadur sebuah cerita ” chichi kaeru” karangan kikuchi kwan ” menjadi :” Ayahku pulang ” dan menulis sebuah sandiwara yang berjudul ” mutiara di nusa laut”

    15.Abu hanifah yang menulis beberap buah drama yang kemudian dibukukan menjadi ” Taufan diatas asia ”

    16. Kotot sukardi yang menulis sandiwara bende Mataram berlatar belakang masa perang diponogoro.

    mungkin hanya ini saja jawabannya terima kasih.

  15. Sastrawan pada angkatan ini adalah

    # Umar Ismail
    Usmar Ismail adlah pengarang Indonesia yang menolak kehadiran Jepang di Indonesia. Dia dilahirkan pada tahun 1921 di Bukittinggi. Pada masa penjajahan Jepang, dia aktif menulis sajak dan cerpen. Beberapa karyanya yang terbit pada masa itu adalah:
    1. Diserang Rasa (kumpulan sajak)
    2. Kita Berjuang (kumpulan sajak)
    3. Pujangga dan Cita-cita (kumpulan sajak)
    4. Gema Tanah Air (kumpulan cerpen)
    5. Pancaran Cinta (kumpulan cerpen)
    6. Puntung Berasap (kumpulan sajak)

    #

  16. Penyair-penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa itu? Informasi lengkap tentang perkembangan sastra Indonesia pada periode 1942-1945, antara lain adalah :

    1)Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921. Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949).

    2)Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, karyanya tersebut pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947). Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuha buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelass terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).

    3)Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4)Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. Dia dikenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia menerjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti, Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5)M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak berjudul “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    6)Maria Amin , Bengkulu 1921. Karya-karyanya antara lain “Tengoklah Dunia Sana” .

    7) Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    8)H.B. Jassin Gorontalo, 31 juli 1922. Ia menulis cerpen “Anak Laut” dan “Nasib Volontaire “ (1941).

    9)Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”, namun pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    10)Beberapa pengarang yang membuat drama pada jaman Jepang adalah Armijn Pane. Pada masa sebelum perang ia telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan pada masa Jepang ia menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi ia menulis “Antara bumi dan langit”.

    11)Usmar Ismail, pada masa Jepang menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru“ karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang” dan ia menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku“Mutiara di Nusa Laut”. Ia pun menulis drama yang pada saat itu belum dibukukan seperti “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”. Akan tetapi karya-karyanya seperti drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” . kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).

    12)Abang Usmar Ismail yang bernama Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang. Pada masa Jepang ia menulis beberapa drama yang kemudian dibukuka, seperti :
    – “Taufaan di Atas Asia” (1949).
    Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu :
    -Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian,
    -Intelek Istimewa, 3 bagian , –
    Dewi Reni, 3 babak,
    -Insan kamil, 3 babak. –
    Drama Rogaya, 4 babak;
    -Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Selain drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).

    13)Idrus, pada zaman Jepang menulis beberpa buah drama, antara lain :
    -“Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948);
    -Jibaku Aceh (1945);
    – Keluarga Surono (1948);
    -Dokter Bisma 1945.
    – “Kejahatan Membalas Dendam” .

    14)Kotot Sukardi menulis sandiwara yang berjudul “Bende Mataram” yang berlatar belakang pada masa perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwara itu kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

  17. Maaf Bapak ada kesalahan ini sambungan jawaban saya:

    # Amal Hamzah
    Amal HAmzah adalah sastrawan yang lahir pada tahun 1922 di Binjai. Dia adalah adik kandung sastrawan besar, yaitu Amir HAmzah. Amal Hamzah banyak menulis sajak, cerpen, roman, serta drama. Disamping menghasilkan karya sendiri, dia juga aktif menerjemahkan karya sastra bangsa asing. Beberapa karyanya, antara lain:
    1. Pembebasan Pertama (kumpulan sajak)
    2. Buku dan Penulis (kumpulan sajak)
    3. Tuan Amin (drama)

    # Rosihan Anwar
    Rosihan Anwar juga termasuk sastrawan Indonesia yang menolak kehadiran Jepang di Indonesia. Sastrawan ini lahir pada tahun 1922 di Paang, Sumatra Barat. PAda masa Jepang, dia aktif menulis cerpen dan sajak. Dia banyak bergerak dalam bidang jurnalistik dan menjadi wartawan. Salah satu cerpennya yang terkenal, yaitu “Radio Masyarakat”. Cerpen ini menceritakan tentang keraguan kaum muda terhadap janji-janji Jepang.

    # Anas Ma’ruf
    Anas Ma’ruf lahir di Bukittinggi tahun 1922. PAda masa penjajahan Jepang, dia aktif menulis cerpen, sajak, kritik, dan esai sastra. Dia juga termasuk salah seorang sastrawan yang menerjemahkan karya bangsa asing, seperti Rabin Dranath, William Saroyan, dan John Steinbeck.

    # M. S. Ashar
    M. S Ashar lahir di kutaraja (BAnda Aceh) pada tahun 1921. Sastrawan ini banyak melahirkan karya sastra yang bersifat simbolik untuk menghindar Badan Sensor Keimin Bunda Shidoso. Salah stu sajaknya yang terkenal berjudul “Bunglon”. Melalui karya ini, di hendak melukiskan bangsa Jepang ketika menjajah Indonesia.

    # Nursjamsu
    Nursjamsu adalah pengarang wanita Indonesia lahir di Linatu, Sumatra Barat pada tahun 1921. Karya simboliknya yang terkenal pada masa penjajahan Jepang ialah “Tengoklah Dunia Sana”. Inilah karya berbentuk prosa liris yang berceritakan tentang kehidupan kaum muda pada masa itu, ibarat hidup dalam akuarium.

    # Bakri Siregar
    Dilahirkan di Langsa, Aceh, pada tahun 1922. Pada masa penjajahan Jepang, dia menulis cerpen dan sajak. Karya cerpennya yang terkenal pada masa penjajahan Jepang berjudul “Di Tepi Kawah”.

    # Abu Hanifah atau El Hakim
    Abu HAnifah selalu menggunakan nama El HAkim. Sastrawan ini lahit di Padang. Dia adalah kakak kandung Usmar Ismail. Abu Hanifah banyak menulis naskah drama. Salah satu dramanya yang terkenal adalah “Taufan di Atas Asia”. Karya drama lainnya, yaitu Intelek Istimewa, Dewi Reni, Insan Kamil, Rogaya, dan Bambang Laut.

    # Idrus
    Idrus lebih terkenal sebagai seorang dramawan. Dia banyak menulis naskah drama. Beberapa karyanya, antara lain:
    1. Kejahatan Membalas Dendam (kumpulan drama)
    2. DAri Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (kumpulan drama)
    3. Keluarga Surono
    4. Jibaju Aceh
    5. Dokter Bisma
    6. Aki (roman)
    7. Surabaya (cerpen)
    8. Teman Kapas (cerpen)
    9. Coret-coret di Atas Tanah (cerpen)
    Angkatan ’45 disebut juga angkatan Chairil Anwar, Angkatan Kemerdekaan, dan Angkatan Sesudah Perang. Nama Angkatan ’45 dipakai secara resmi pada tahun 1948. Pencetusnya adalah Rosehan Anwar. Orang yang paling berperan dalam melahirkan karya-karya sastra yang bercorak pada masa ini adalah Chairiil Anwar. Karya sajaknya berbeda dengan sajak-sajak yang lahir pada masa sebelumnya. Karya Chairil Anwar sangat bebas dan tampak hidup. Pengaruh sastra Melayu yang sebelumnya terdapat dalam sajak-sajak Balai Pustaka atau Pujangga Baru tidak ada lagi dalam sajak-sajaknya.

    Sastrawan Angkatan ’45

    # Chairil Anwar
    Chairil Anwar merupakan pelopor angkatan ’45 dan pencetus surat Kepercayaan Gelanggang, dia juga berperan dalam membentuk berdirinya Gelanggang Seniman Merdeka dan salah seorang redaktur majalah “Siasat”. Dengan bantuan Asrul Sani dan Rifai Apin, dia mampu melambungkan rubrik Gelanggang majalah Siasat.
    Karya-karya Ccairil Anwar diterbitkan menjadi buku setelah dia meninggal dunia. Puisinya yang terdapat dalam beberapa majalah dan surat kabar yang terbit pada masa itu dikumpulkan oleh teman-temanya, dan diterbitkan dalam bentuk kumpulam puisi. Buku-buku kumpulan sajaknya yang diterbitkan antara lain :
    1. Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Luput (1949)
    2. Deru Campur Debu (1949)
    3. Tiga Menguak Takbir (1950)
    Sajak-sajak yang belum terdapat didalam kumpulan sajak dimuat oleh H.B Jasin dalam bukunya “Chairil Anwar Pelopor Angkatan ’45 (1946)”.

    # Asrul Sani
    Dilahirkan di Rio, Sumatra Barat, pada tahun 1926. Bersama Chairil Anwar dan Rifai Apin, dian termasuk pelopor Angkatan ’45 dan ikut menggiatkan kolom budaya Gelanggang majalah Siasat. Profesinya sebagai dokter hewan tidak menghalangi kecintaannya terhadap dunia sastra dan kesenian. Selain aktif menulis sajak dan cerpen, Asrul Sani juga aktif menyutradarai drama dan film. Dia belum menerbitkan karya-karya sajaknya dalam bentuk buku. Sekalipun demikian, sajak-sajaknya pernah diterbitkan dalam bentuk buku bersama-sama dengan sajak-sajak Rifai Apin dan Chairil Anwar.

    # Rifai Apin
    Lahir di Padang Panjang pada tahun 1927. Rifai sangat aktif menulis sajak, cerpen, esai, serta menyutradarai pementasan drama. Satu-satunya buku yang terbit dan memuat karya-karya sajaknya adalah buku kumpulan saja “Tiga Menguak takdir”. Buku ini memuat sajaknya bersama-sama dengan sajak Asrul Sani dan sajak Chairil Anwar. Rifai Apin merupakan salah satu pelopor angkatan ’45. Namun dia berhasil dihasut oleh orang-orang LEKRA.. Rifai Apin bahkan termasuk orang kuat dalam organisasi tersebut. Itulah sebabnya, setalah PKI dilarang dan dibubarkan, karaya-karya Rifai Apin dilarang terbit dan dibaca oleh rakyat Indonesia.

    # Achdiat Karta Miharja
    Lahir di GArut pada tahun1911. Sebenarnya dia kurang produktif dan hanyamenulis beberapa buah karya sastra saja. Namun, romannya yang berjudl Atheis telah melambungkan namanya. Roman tersebut dianggap sebagai karya yang sangat bagus dan bernilai sastra tinggi. MAsalah yang dikemukakan didalamnya merupakan hal yang baru muncul pada saat itu. Dia dianggap memiliki keberanian dalam menulis masalah Atheis ( ketidakpercayaan kepada tuhan). Dia aktif memimpin majalah Gelombang Zaman. Karya-karyanya yang lain adalah :
    1. Bentrokan Dalam Asmara (kumpulan drama remaja/ anak-anak).
    2. Keretakan dan Ketegangan ( kumpulan cerpen satu buah drama)
    3. Polemik Kebudayaan (kumpulan polemik)

    # Utuy Tatang Sontani
    Lahir di Cianjur pada tahun 1920, termasuk pengarang yang sangat produktif, dia rajin menulis cerpen, roman, serta naskah drama. Namun, dia termasuk sastrawan Indonesia yang terhasut ideologi komunis. Karena itulah karya-karyanya dilarang oleh pemerintah. KArya-karyanya adalah:
    1. Tambera (roman)
    2 Awal dan Mira (drama)
    3. Sangkuriang
    4. Saat yang genting
    5. Bunga Rumah Makan
    6. Manusia Iseng
    7. Sayang ada orang Lain
    8. Di Langit ada Bintang
    9. Si Kabayan
    10. Selamat Jalan Anak Kufur
    11. Si Sapar
    12. Si Kampeng
    13. Orang-orang sial

    # Trisno Sumardjo
    # Pramudya ananta noer
    # Muchtar Lubis
    # Sitor Sitomorang
    # M. Balfas
    #Aoh K. Hadimadja
    # M.H. Rustandi Kartakusuma
    # Rusman Sutiasumarga
    # P. Sengojo
    # M. Ali
    # Walujati
    # Siti rukiah
    # BArus Siregar
    # Suarsih Djojopuspito
    # Dodong djiwapradja
    # HArdjaji S. Hartowadojo
    # S.K. Mulyadi
    # Saleh Satra Winata
    # S. Mundingsari alias Suparman
    # M. Dimyati

    Terimakasih.

    Sebenarnya jawabanmu harusnya difokuskan pada sastrawan periode 1942-1845

  18. Penyair dan pengarang dalam periode 1942-1945 :

    1) Chairil Anwar adalah pengarang sajak dan puisi. Salah satu karyanya yang terkenal adalah puisi “Aku”. Chairil Anwar dikenal sebagai seorang yang bombastis.

    2) Idrus, karya dramanya di antaranya Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945.

    3) Amal Hamzah lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947).

    4) H.B Jassin adalah salah seorang pengarang cerpen. Ia mengumpulkan cerpen-cerpennya dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948).

    5) Armijn Pane merupakan salah seorang pengarang drama. Sebelum perang ia telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain. Pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi ia menulis “Antara bumi dan langit”.

    6) Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    7) Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949).
    Pada masa Jepang menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru“ karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”. Selain itu, ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku“Mutiara di Nusa Laut”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”. Drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).

    8) Nur Sultan Iskandar menerbitkan roman “Cinta Tanah Air”.

    9) Karim Halim menerbitkan roman Palawija(1944).

    10) Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. Pada jaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    11) Maria Amin , Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana”.

    12) Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    13) Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922) menulis cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    14) Inu Kertapati menulis drama yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

    15) Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwaara itu kemudia diterbitka Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

    16) M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan.

    Apa maksudnya Chairil Anwar seorang yang bombastis?

  19. Para penyair:
    (1). Chairil Anwar, ia merupakan pelopor angkatan ‘45.
    Buku-buku kumpulan sajaknya yang diterbitkan antara lain :
    1. Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Luput (1949)
    2. Deru Campur Debu (1949)
    3. Tiga Menguak Takbir (1950)
    Sajak-sajak yang belum terdapat didalam kumpulan sajak dimuat oleh H.B Jasin dalam bukunya “Chairil Anwar Pelopor Angkatan ‘45 (1946)”.
    (2). Usmar Ismail,lahir di Bukittinggi pada 20 maret 1921, ia dikenal sebagai seorang dermawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949)
    (3). Amal Hamzah, ia adalah adik Amir Hamzah yang lahir di Binjai, Langkat pada tanggal 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore yang pernah mendapatkan hadiah Nobel pada tahun 1931 di antaranya Gitanyali (1947).
    (4). Rosihan Anwar, lahir di Padang pada 10 Mei 1922. Sekarang ia terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.
    (5). Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. Ia menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).
    (6). Maria Amin , lahir di Bengkulu pada tahun 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana”
    (7). Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” dan dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948)
    Pengarang Cerpen:
    (8). H.B. Jassin lahir di Gorontalo, 31 juli 1922), ia menulis cerpen yang berjudul “Anak Laut”. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).
    (9). Bakri Siregar lahir di Langsa /Aceh pada tahun 1922. Cerpennya karangannya berjudul “Di tepi Kawah” yang merupakan cerpennya yang pertama. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).
    Penulis Drama:
    (10). Armijn Pane. hasil karyanya yaitu:
    -Lukisan masa, Barang tiada berharga
    -jinak –jinak merpati” (1953)
    -Antara bumi dan langit”.
    (11). Usmar Ismail, hasil karyanya:
    -“Ayahku Pulang” (menyadur karangan Kikuchi Kwan yang berjudul “Chichi Kaeru“)
    -“Mutiara di Nusa Laut”(sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku).
    – “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong” (belum dibukukukan).
    – Drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).
    (12). Abu Hanifah (El-Hakim). Hasil karyanya yaitu “Taufan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).
    (13). Idrus, menulis drama berjudul “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945. Dalam “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan (tentu saja) kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna segala.

    (14). Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang perang Diponegoro(1825-1830). Sandiwara itu kemudia diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.
    (15). M.S.Ashar, lahir di Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan.

  20. Nama : Ahmad Rif’an
    NIM : A1B106037
    Prodi : PBSID Reguler A

    Penyair dan Pengarang yang Karyanya Terbit pada Periode 1942-1945.
    1. Usmar Ismail, seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949). Sajaknya : “Kita Berjuang”, Pujangga dan Cita-cita” dan “Diserang Rasa”. ”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”. Drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).
    2. Amal Hamzah, adik Amir Hamzah. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947). Karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelas terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).
    3. Rosihan Anwar, Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.
    4. Anas Ma’ruf. Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan.
    5. Maria Amin, karyanya “Tengoklah Dunia Sana”.
    6. Nursjamsu, Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).
    7. H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).
    8. Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).
    9. Armijn Pane. Pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi iamenulis “Antara bumi dan langit”.
    10. Abu Hanifah (El-Hakim). Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).
    11. Idrus, pada zaman Jepang menulis beberpa buah drama, antaraanya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945.
    12. M.S.Ashar, lahir di Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan.
    13. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwaara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

  21. Assalamualaikum….

    Dengan makin intensifnya bahasa Indonesia dipergunakan dalam kehidupan disegenap kepulauan nusantara, maka sastra Indonesia pun mengalami intensifikasi pula. Pada masa panjajahan jepang ini kita melihat kian banyak jumlah orang yang menulis sajak dan cerpen, demikian juga sandiwara. Sedangkan roman kurang ditulis.

    Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa periode 1942-1945 antara lain :
    1. Pada periode ini karya satra berjenis roman hanya ada dua saja yang terbit yaitu Cinta Tanah Air karangan Nur Sutan Iskandar dan Palawija (1944) oleh Karim Halim (lahir tahun 1918). Keduanya roman propaganda yang tak bernilai sastra.
    2. Umar Ismail, seorang pemuda Minangkabau kelahiran Bukittinggi tanggal 20 Maret 1921, lebih terkenal sebagai seorang dramawan dan cineast ( pembuat film), terutama dalam tahun-tahun belakangan. Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa buah saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948). Keduanya disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Umar sebagian besar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Puntung Berasap (1949).
    Dalam sajak-sajaknya yang permulaan terasa kepercayaan kepada Jepang, harapan bahwa dengan perantaraan Jepang bangsa Indonesia akan mendapat kemerdekaan. Tetepi kemudian dia pun segera menemukan kekecewaan nya. Maka ia menulis sajak-sajak yang menunjukan penyerahan dirinya kepada Tuhan. Dalam sajaknya ” Kita Berjuang” ia dengan lantang menyatakan hasratnya ” Beserta Saudara Turut Berjuang!” Carilah Dulu Perjuangan Jiwa atau Carilah Asia Didalam Dada”, Namun tak lama kemudian ia pun menulis sajak ” Diserang Rusa “, yaitu timbulnya rasa was-was dan ragu kepada kesungguhan janji dan semboyan Jepang.
    3. Amal Hamzah, adik Amir Hamzah yang lahir di Binjai, Langkat tanggal 31 Agustus 1922. Dalam sajak-sajaknya yang pertama menunjukan pengaruh abangnya terutama dalam gaya dan pengucapan, ia kemudian tertarik oleh teosofi dan Pengarang India Rabindranath Tagore. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapat hadiah Nobel 1913, antaranya karya utama Gitanyaki (1947). Awal menulis dijaman Jepang, ketika mana ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya snagt Naturalistis. Juga dalam sandiwara-sandiwara dan cerita atau sketsa yang ditulisnya, sensualiame sangat kentara. Sajak-sajaknya dan karangan-karangan lainnya kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Pembebasan Pertama” (1949).Hilangnya kepercayaan kepada manusia jelas kelihatan dalam sajaknya yang berjudul “ Melaut Benciku “ kecuali “Pembebasan Pertama “, Amal Hamzah menulis Buku dan Penulis (1950) yang merupakan kumpulan kritik-kritiknya tentang beberapa roman dan drama-drama Indonesia.
    4. Rosihan Anwar ( lahir di Padang pada tanggal 10 Mei 1922 ) yang sekarang lebih terkenal sebagai seorang Wartawan dan Kolumnis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “ Radio Masyarakat “ melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman yang berjudul “ Raja Kecil “, “ Bajak Laut di Selat Malaka “, yang merupakan sebuah roman sejarah Semenanjung pada awal abad ke 16.
    5. Anas Ma’ ruf ( lahir di Bukittinggi 27 Oktober 1922 ), yang pada jaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah. Ia menulis sejumlah sajak dan esai serta kritik, ia pun menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore, John Steinbeck ( pengarang Amerika pemenang Nobel ), William Saroyen ( juga pengrang Amerika ) dan lain-lain.
    6. M.S Ashar ( lahir di Kutaraja,19 Desember 1921 ) yang pada jaman Jepang menulis beberapa buah sajak terkenal karena sebuah sajaknya yang berjudul “ Bunglon “. Sajak itu merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan, yang pada masa itu sudah banyak kelihatan.
    7. Maria Amin ( lahir di Bengkulu 1921 ) oleh kekecewaan melihat kehidupan sosial politik lalu lari kedalam dunia simbolik Ia menggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium seperti yang dilukiskannya dalam prosa liriknya “ Tengoklah Dunia Sana “.
    8. Nursjamsu ( lahir di Lintau, Sumatera Barat , tanggal 6 Oktober 1921 ) pada masa Jepang menulis sejumlah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja. Pada masa itu sesudah perang ia menulis cerpen antara lain “ Terawang “ dimuat dalam majalah Gema Suasana ( 1948 ).
    9. H.B Jassin ( lahir di Gorontalo 31 Juli 1917 ) juga menulis cerpen. Salah sebuah cerpennya berjudul “ Anak Laut “, kemudian bersama dengan cerpen-cerpen buah tangan beberapa pengrang lain diterbitkannya secara bersama dengan judul” Pancaran Cinta “ (1946). Sebelum perang, Jassin menulis cerpen yang dimuat dalam majalah “ Poedjangga Baroe “, antara lain berjudul “ Nasib Volontaire “ ( 1941 ).
    10. Bakri Siregar ( lahir di Langsa, Aceh 1922 ) cerpennya yang berjudul “ Ditepi Kawah” mendapat hadiah pertama sayembara mengarang cerpen, yang kemudian cerpen yang berjudul “ Ditepi Kawah” ini dibukukan dengan judul “ Jejak Langkah” ( 1953 ). Pada masa sesudah perang Bakri masih ada juga menulis cerpen. Ia menulis buku “ Sejarah Sastra Indonesia Modern ”(1946) yang baru selesai satu jilid. Sekarang termasuk buku yang dilarang.
    11. Armijn Pane, yang pada masa sebelum perang telah menulis “ Lukisan Masa”, “Barang Tiada Berharga”, dan lain-lain. Pada masa Jepang ini menulis beberapa buah sandiwara lagi, semua sandiwara yang ditulisnya itu kemudian dibukukan dengan judul “ Jinak Jinak Merpati” (1953). Ada juga yang ditulisnya segera sesudah Proklamasi Kemerdekaan, berjudul “ Antara Bumi dan Langit “ yang mempermasalahkan kedudukan kaum Indo di alam Indonesia merdeka.
    12. Usmar Ismail, pda jaman Jepang menyadur sebuah kisah berjudul “ Chichi Kaeru “ karangan Kikuchi Kwan, seorang pengarang Jepang menjadi “ Ayahku Pulang “, disamping itu ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat kepulauan Maluku yang mengadakan perlawanan terhadap Belanda berjudul “ Mutiara Dari Nusa laut “. Keduanya tidak pernah diterbitkan menjadi buku, tetapi berkali-kali dimainkan oleh rombongan sandiwara penggemar “ Maya” yang dipimpinnya sendiri berjudul “ Dosa Tak Berampun”(1950).Drama-drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan ialah “ Mekar Melati“ dan “ Tempat Yang Kosong ”. Tiga buah drama lagi yang ditulis Usmar pada jaman Jepang ialah “ Api “, “ Liburan Seniman “ dan “ Citra “. Ketiganya kemudian diterbitkan dalam satu buku berjudul “ Sedih dan Gembira “ (1949).
    13. Abu Hanifah kalau menulis mempergunakan nama samaran El Hakim, lahir 1906 di Padangpanjang. Pada jaman Jepang ia menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “ Taufan Diatas Asia “(1949). Ada empat buah drama yang dimuatkan dalam buku ini, yaitu “ Taufan Diatas Asia “ dalam empat bagian, “ Intelek Istimewa “ dalam tiga bagian, “ Dewi Reni “ dalam tiga babak dan “ Insan Kamil “ dalam tiga babak. Pada masa sesudah merdeka, ia masih menulis dua buah drama lagi, yaitu “Rogaya“ dalam empat babak, dan “Mambang Laut” tiga babak. Keduanya belum pernah dibukukan. Dalam drama El Hakim terasa dasar-dasar agama islam dan kecenderungannya memilih timur, kecuali menulis drama, ia ada juga menulis sebuah roman berjudul “ Dokter Rimbu “ (1952), tetapi kegiatan di lapangan politik lebih banyak menarik minatnya.
    14. Idrus, pada jaman Jepang menulis beberapa buah drama, antaranya “ Kejahatan Membalas Dendam “, yang kemudian dimuat dalam bukunya “ Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma” (1948), “ Jibaku Aceh “ (1945), “ Keluarga Suron “ (1948), dan “ Dokter Bisma “ (1945)
    15. Kotot Sukardi menulis sandiwara “ Bende Mataram “ yang berlatar masa perang Diponogoro (1825-1830). Sandiwara ini kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka bersama-sama dengan sebuah sandiwara pula karangan Inu Kertapati berjudul “ Sumping Sureng Pati” dengan judul “Bende Mataram” (1945).

    Assalamualaikum….
    Terima Kasih …

  22. Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa 1942-1945 adalah?

    1.Pada masa penjajahan Jepang banyak jumlah orang yang menulis sajak dan cerpen demikian juga sandiwara sedang roman kurang ditulis sehingga pada masa itu Balai pustaka hanya menerbitkan dua buah roman saja, yaitu Cinta Tanah Air karangan Nur Sutan Iskandar dan Palawija(1944) Oleh Karim Halim.
    2.Usmar Ismail kelahiran Bukittinggi tanggal 20 maret 1921 dalam dunia sastra dikenal sebagai penulis drama, ia juga menulis yang hanya beberapa buah antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema tanah Air (1948). sajak-sajaknya dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Puntung berasap disamping itu ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat kepulauan Maluku yang mengadakan perlawanan terhadap Belanda berjudul “Mutiara dari Nusa Laut”.
    3.Amal Hamzah lahir di Binjai, Langkat tanggal 31 agustus 1922 sajak-sajaknya yan pertama menunjukkan pengaruh abangnya amir Hamzah, ia juga menejemahkan beberapa buah karya Tagore,sajk-sajak dan karangan lainnya diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama (1949)
    4.Rosidin Anwar lahir di Padang 10 Mei 1922 pada jaman jepang menulis sejumlah sajak dan cerpan .Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul ‘Radio Masyarakat’ melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang.
    5.Anas Ma’ruf lahir di Bukittinggi 27 oktober 1922 sesudah perang dikenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah. ia menulis sejumlah sajak dan esai serta kritik. ia pun menerjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti Rabindranath tagore, John Stenbeck (pengarang amerika pemenang Nobel), Wiiliam Saroyan (juga pengarang Amerika) dan lain-lain.
    6.M.S. Ashar lahir di kutaraja 19 desember 1921 yang pada jaman jepang menulis beberapa buah sajak menjadi terkenal karena sebuah sajaknya yang berjudul’ Bunglon’ sajak itu merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabuat plin-plan.
    7.dua orang wnita yang muncul pada jaman jepang ialah Maria Amin lahir di bengkulu 1921 dan Nursjamsu lahir di Lintau Sumatra Barat 6 oktober 1921 Maria Amin menggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam aquarium yang dilukiskannya dalam prosa liriknya ‘Tengoklah Dunia sana’. Nursjamsu pada masa jepang menulis sejumlah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja.
    8.Pada jaman jepang H.B. jassin ia juga menulis cerpan salah sebuah cerpennya berjudul ‘anak laut’ kemudian bersama dengan cerpen-cerpen buah tangan pengarang lain diterbitkannya secara bersama dengan judul Pancaran Cinta(1946) .
    9.Bakri Siregar lahir di langsa .aceh 1922. cerpennya yang pertama berjudul ‘di tepi Kawah’mendapat hadiah pertama sayembara mengarang cerpen . Bersama-sama dengan beberapa cerpen lain yang ditulis Bakri pada masa pendudukan jepang kemudian ‘di tepi Kawah’ di bukukan dengan judul Jejak Langkah (1953).
    10.Armijn Pane pada masa sebelum perang telah menulis ‘Lukisan Masa’ ‘barang Tiada Berharga’ dan lain-lain. pada masa jepang menulis beberapa sandiwara lagi. Semua sandiwara yang ditulisnya itu kemudian di bukukan dengan judul Jinak -Jinak Merpati (1953) ada juga yang ditulis segera sesudah proklamasi kemerdekaan berjudul’ Antara Bumi dan Langit’ yang mempermasalahkan kedudukan kaum indo di alam indonesia merdeka.
    11.Abu Hanifah kalau menulis menggunakan nama samaran EL Hakim, lahir 1906 di padang panjang. Pada jaman jepang ia menulis beberapa buah drama yang kemudian di bukukan berjudul’ Taufan di Atas asia’ (1949) ada empat buah drama yang dimuatkan dalam buku ini, yaitu ‘Taufan di Atas Asia’ dalam empat bagian ‘Intelek Istimewa’ dalam tiga bagian , Dewi Reni dalam tiga babak dan ‘Insan Kamil’ dalam tiga babak. kecuali menulis drama
    ia ada juga menulis sebuah roman berjudul Dokter Rimbu
    (1952).
    12.Idrus pada jaman jepang menulis beberapa buah drama , antaranya ‘Kejahatan Membalas Demdam’ yang kemudian yang dimut dalam bukunya Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948) , ‘Jibaku Aceh 91945), Keluarga Surono (1948), dan Dokter Bisma (1945). Dalam kejahatan membalas dendam ia melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan (tentu saja) kemenangan di pihak pengarang pemuda, meskipun pengarang kolot hendak main guna-guna segala.
    13.Kotot Sukardi menulis sandiwara ‘Bende Mataram’ yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1985-1930) .Sandiwara ini kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka dengan sebuah sandiwara pula karangan Inu Kertapati berjudul ‘Sumping Sureng Pati’ dengan judul Bende Mataram (1945). karangan ini mengambil Latar belkang peristuwa sejarah yang lampau tempat kejadiannya di Bali pada akhir abad yang lalu ketika Belanda hendak menyerbu kesana.

  23. Assalamualaikum….

    Berbicara mengenai para penyair dan pengarang sedikit membingungkan bagi saya apalagi saat melihat tahun-tahun terbit masing-masing karya sastranya, tetapi di sini saya mencoba mencari tahu para penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa perkembangan periode 1942-1945 antara lain :

    1). Usmar Ismail,
    Yakni pengarang yang pada awalnya sangat percaya dengan janji-janji Jepang, tetapi pada akhirnya merasa curiga dengan mereka. Dalam dunia sastra Ia terkenal sebagai penulis drama. Hasil karyanya banyak dimuat dalam “Pancaran Cinta” (1946) dan “Gema Tanah air” (1948). Kumpulan sajaknya diterbitkan dengan judul “Puntung Berasap” (1949). Seperti sajak “Kita Berjuang”, “Pujangga dan Cita-cita”, dan “Diserang Rasa”. Selain itu, Ia juga menulis beberapa prosa dan drama (dari sumber lain).

    2). Amal Hamzah,
    Ia adalah adik amir hamzah yantg pada awalnya sajak-sajaknya terpengaruh abangnya. Karya utamanya ialah “Gitanyali” (1947). Sajak-sajaknya sangat naturalis(di jaman Jepang), karangan-karangannya diterbitkan dengan judu l”Pembebasan Pertama” (1949). Seperti sajak “Melaut Benciku”. Ia juga menulis “Buku dan Penulis” (1950) yang merupakan kritik-kritik terhadap sastra.

    3). Rosihan Anwar,
    Terkenal sebagai seorang wartawan dan kolumnis terkemukapada jaman Jepang. hasil karyanya adalah “Radio Masyarakat” ( melukiskan kemelut jiwa pemuda yang ragu atas janji-janji Jepang), “Raja Kecil”, Bajak Laut di Selat Malaka” merupakan romannya yang diterbitkan pada tahun 1967.

    4). Anas Ma’ruf,
    Terkenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah. Ia menulis sejumlah sajak dan esai serta kritik. Ia juga menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore. dan lama menjadi sekertaris Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional dan memegang redaksi majalah kebudayaan Indonesia.

    5). M. S. Ashar,
    Terkenal pada jaman Jepang dengan sajaknya yang berjudul “Bunglon” (merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan).

    6). Maria Amin,
    Pengarang wanita yang sudah pernah muncul dalam majalah Poedjangga Baroe. Hasil karyanya berupa prosa yang berjudul “Tengoklah Dunia Sana” sebagai simbol kekecewaannya melihat kehidupan sosial politik rakyat dan bangsa Indonesia.

    7). Nursjamsu,
    Pengarang wanita pada jaman Jepang yang menulis sejumlah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja. Cerpennya sesudah perang yang dimuat dalam majalah Gema Suasana(1948) yaitu “Terawang”.

    8). H. B. Jassin,
    Banyak menulis kritik dan esai sastra serta cerpen seperti “Anak Laut” yang diterbitkan bersama hasil karya lain yang berjudul “Pancaran Cinta” (1946). Sebelum perang juga ada cerpennya yang dimuat dalam majalah Poedjangga Baroe, yaitu “Nasib Volontaire” (1941).

    9). Bakri Siregar,
    Cerpennya yang pertama berjudul “Di Tepi Kawah” yang dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953). Semua cerpen yang dimuat melukiskan kesepian dan pelarian dari dunia ramai disertai humor yang berat dan tidak menarik. Ia juga menulis buku ” Ssejarah Sastra Indonesia Modern”. Sekarang termasuk buku yang dilarang.

    10). Armijn Pane,
    Sebelumnya sudah menulis Lukisan Masa”n, “Barang Tiada Berharga” dan lain-lain. Pada masa Jepang menulis sandiwara yang berjudul “Jinak-jinak Merpati” (1953).

    11). Abu Hanifah,
    Abang Usmar Ismail dengan nama samaran El-Hakim. Pada jaman Jepang menulis beberapa drama yang berjudul”Taufan di atas Asia” (1949), yang terbagi menjadi empat buah drama di dalamnya, yaitu “Taufan di Atas Asia”, “Intelek Istimewa”, “Dewi Reni”, dan “insan Kamil”. Ada juga dramanya yang belum pernahdibukukan yaitu “Rogaya” dan “Mambang Laut”.

    12). Kotot Sukardi,
    Menulis sandiwara yang berjudul “Bende Mataram” (1945) bersama-sama dengan sebuah sandiwara karangan Inu Kertapati berjudul “Sumpeng Sureng Pati”.

    13). Nur Sutan Iskandar,
    Penulis roman pada jaman Jepang yang diterbitkan oleh Balai Pustaka yaitu ” Cinta Tanah Air”, Roman ini tidak bernilai sastra.

    14). Karim Halim,
    Menulis roman yang berjudul “Palawija” (1944).

    Kalau dilihat dari hasil karyanya para penyair dan pengarang memilki pandangan atau ciri masing-masing, ada yang pada awalnya sangat percaya dengan Jepang dan ada juga yang bertentangan. Sebagian sastrawan juga ada yang suka menerjemahkan sastra dunia luar, di sini mulai terlihat karya-karya yang menuju perubahan. Penyair Chairil Anwar dan Idrus tidak terlalu dibicarakan pada periode ini karena kebanyakan hasil-hasil karyanya baru diterbitkan sesudah revolusi dan di kelompokkan pada periode 1945 dan seterusnya, mekipun sebagian besar sajak asli mereka di tulis pada jaman Jepang.

    Mungkin itu saja para penyair yang menurut saya karya-karyanya terbit pada masa itu. Saya ingin bertanya Pak, pada di dalam buku dikatakan bahwa roman Nur Sutan Iskandar yang berjudul “Cinta Tanah Air” tidak bernilai sastra, jadi apa maksudnya itu?

    Demikian tanggapan dan pertanyaan saya. Terima kasih.

  24. Perkembangan sastra pada periode 1942-1945 adalah sejarah dimana bahasa Indonesia diresmikan sebagai pemersatu setelah dijajah oleh Jepang selama 3,5 tahun. Pada jaman inilah Indonesia mengalami pematangan, seperti pada sajak Chairil Anwar dan prosa Idrus yang tidak hanya sekedar alat menyampaikan berita. Para penyair pada masa Jepang diantaranya :
    1. Usmar Ismail yang dikenal sebagai dermawan.
    2. Rosihan Anwar yang sekarang dikenal sebagai wartawan komunis terkemuka.
    3. Anas Ma’ruf pada jaman sesudah Jepang dikenal sebagai organisator kebahasaan dan penerjemah.
    4. Maria Amin.

    Pada masa Jepang cerpen tumbuh dengan subur salah satunya penulis cerpen ialah H.B Jassin yang menulis cerpen ( anak laut). Cerpen ini yang pertama tapi juga merupakan cerpen yang terakhir sebelum perang, Jasin menulis cerpan menulis cerpen dalam Pujangga Baroe berjul ( nasib volontaire / 1941 ) sastrawan pada periode ini adalah :
    1. Dr. Abu Hanifah El Hakim. Karyanya adalah Taufan di Asia, Dewi Rani.
    2. Usmar Ismail, karyanya adalah Citra, Ibwan Saman di Nusa LAut.

  25. Ass……….

    Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada perkembangan sastra Indonesia periode 1942-1945, adalah sebagai berikut:

    1. Pada periode ini karya satra berjenis roman ada dua yang terbit yaitu Cinta Tanah Air karangan Nur Sutan Iskandar dan Palawija (1944) oleh Karim Halim (lahir tahun 1918). Keduanya roman propaganda yang tak bernilai sastra.

    2. Umar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921, dikenal sebagai seorang darmawan dan sineas(pembuat film) Cerpen-cerpenya hanya ada beberapa saja, antara lain dibuat dalam pancaran cinta(1946) dan Gema Tanah Air(1948).
    Dalam sajak kita berjuang dengan lantang menyatakan hasratnya “Beserta saudara turut berjuang”.

    3. Amal Hamzah,adik Amir Hamzah, lahir dibinjai, langkat 31 agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, amal mulai menulis dijaman jepang.Ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Pembebasan Pertama”. Hilangnya kepercayaan kepada manusia jelas terlihat dalam sajak “Melaut Benciku” Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “Suku dan Penulis”.

    4. Rosihan Anwar, padang 10 mei 1922. Sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpenya yang berjudul “Radio Masyarakat” Melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Kitjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    5. Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. Ia terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore(India).

    6. M. S . Ashar, Kutaraja 19 desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    7. Maria Amin, Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana”.dan Nurjamsu, lahir disumatra Barat 6 oktober 1921.
    diantara karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana(1948).

    8. H. B . Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen ” Anak Laut “. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang pertama, tapi jelas merupakan cerpenya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam poejangga baroe yang berjudul ” nasib volontaire “.

    9. Bakti Siregar , langsa/ Aceh, 1922. Cerpenya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah “. Pada masa pendudukan jepang cerpen itu dibukukan dengan judul ” Jejak Langkah “(1953).

    10. Armijn Pane, pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan Masa”, Barang Tiada Berharga, dan lain-lain. Pada masa jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-jinak merpati”(1953). Segera sesudah proklamasi menulis “Antara Bumi dan Langit”.

    11. Usmar Ismail, pada masa jepang menyadur sebuah kisah “Cichi Kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi ” Ayahku Pulang ” selain itu, ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku ” Mutiara Laut”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar Melati” dan Tempat yang Kosong” drama ” Api Liburan Seniman, dan Citra” kemudian dibukukan dengan judul ” Sedih dan Gembira “.

    12. Abu Hanifah,(El-Hakim) 1960 di padang panjang. PAda zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufan diatas Asia”(1949) ada empat buah drama yang dimuatkan dalam buku ini, yaitu “Taufan di Atas Asia”. Terdiri dari 4 bagian ‘Intelek Istimewa’ dalam 3 bagian , Dewi Reni dalam 3 babak dan ‘Insan Kamil’ dalam 3 babak. kecuali menulis drama
    ia ada juga menulis sebuah roman berjudul Dokter Rimbu (1942).

    13. Idrus, pada jaman Jepang menulis beberapa buah drama, antaranya “ Kejahatan Membalas Dendam “, yang dimuat dalam bukunya “ Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma” (1948), “ Jibaku Aceh “ (1945), “ Keluarga Surono “ (1948), dan “ Dokter Bisma “ (1945). Dalam “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiska perjuangan pengarang muda.

    14. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1852-1830). diterbitkan balai pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati dengan judul Bende Mataram (1945).

    wassalam……..

  26. Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa 1942-1945 adalah?
    1. Penilis roman yang diterbitkan hanya dua cinta Tanah Air . Seperti : Nur Sultan Iskandar dan Palawija (1944) kat\rya Kari Halim, yang keduanya berupa propaganda yang bernilai sastra. dan selai itu ada lagi pengarang yang lain :

    2. Penulis sajak yang dibuat oleh Chairil Anwar,
    merupakan pelopor angkatan ‘45. dan di segi lain ada juga yang membuat Prosa, yaitu Idrus.
    3. Usmar Ismail,
    Yakni pengarang yang pada awalnya sangat percaya dengan janji-janji Jepang, tetapi pada akhirnya merasa curiga dengan mereka. Dalam dunia sastra Ia terkenal sebagai penulis drama. Hasil karyanya banyak dimuat dalam “Pancaran Cinta” (1946) dan “Gema Tanah air” (1948). Kumpulan sajaknya diterbitkan dengan judul “Puntung Berasap” (1949). Seperti sajak “Kita Berjuang”, “Pujangga dan Cita-cita”, dan “Diserang Rasa”. Selain itu, Ia juga menulis beberapa prosa dan drama (dari sumber lain).
    4. Amal Hamzah
    Adik dari Amir Hamzah Yang menerjemahkan karya Tagore, setelah melewati jajahan Belanda Dia berubah dalam dirinya dan bersikap kasar kepada rakyanya . Lalu sandiwaranya juga menonjolkan sikap Sensualisme. Dan ia merasa hilangnya kepercayaan kepada manusia. Separti yang termua daam sajaknya ” Melaut Benciku”, selai itu ada juga ” Buku dan Penulis (1950)”.

    5.Rosidin Anwar lahir di Padang 10 Mei 1922 pada jaman jepang menulis sejumlah sajak dan cerpan .Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul ‘Radio Masyarakat’ melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang.

    6.Anas Ma’rut adalah penyair kelahiran Bukittinggi 27 Oktober 1922, Ia juga terkenal sebagai organisator dan penerjemah, ia menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Robindranath Tagore (India),
    Jhon Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    7.Maria Amin, Bengkulu (1921), dengan karyanya ” Tegoklah Dunia Sana ” sebagai simbol kekecewaannya melihat kehidupan sosial politik rakyat dan bangsa Indonesia.
    Nursjamsu, lahir di Sumatra Barat Pada 6 Oktober 1921. Diantara karayanya ” Terawang ” yang dimuat dalam majalah Gema Suasana.
    8.H.B Jassin ( lahir di Gorontalo 31 Juli 1917 ) juga menulis cerpen. Salah sebuah cerpennya berjudul “ Anak Laut “, kemudian bersama dengan cerpen-cerpen buah tangan beberapa pengrang lain diterbitkannya secara bersama dengan judul” Pancaran Cinta “ (1946). Sebelum perang, Jassin menulis cerpen yang dimuat dalam majalah “ Poedjangga Baroe “, antara lain berjudul “ Nasib Volontaire “ ( 1941 ).

    9.M.S. Ashar adalah penyair kelahiran Kotaraja19 desember 1921,ia jadi terkenal dengan sajaknya yang berjudul “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    10.Armijn Pane, yang pada masa sebelum perang telah menulis “ Lukisan Masa”, “Barang Tiada Berharga”, dan lain-lain. Pada masa Jepang ini menulis beberapa buah sandiwara lagi, semua sandiwara yang ditulisnya itu kemudian dibukukan dengan judul “ Jinak Jinak Merpati” (1953). Ada juga yang ditulisnya segera sesudah Proklamasi Kemerdekaan, berjudul “ Antara Bumi dan Langit “ yang mempermasalahkan kedudukan kaum Indo di alam Indonesia merdeka.

    11. Dalam dunia Drama pun juga banyak penyair lainnya, seperti:
    -Abu Hanifah (El-Hakim). Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).
    12.
    Idrus, pada zaman Jepang menulis beberpa buah drama, antaraanya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945.
    13.Kotot Sukardi,
    Menulis sandiwara yang berjudul “Bende Mataram” (1945) bersama-sama dengan sebuah sandiwara karangan Inu Kertapati berjudul “Sumpeng Sureng Pati”.
    14.M.S.Ashar, lahir di Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan.
    Mungkin itu saja yang dapat saya jelaskan dan saya kirim kepada Bapa. Kalau ada salah kekurangannya dalam jawaban tersebut, banyak-banyak minta Ma’af.
    Terimaksih…..

  27. Assalamualaikum….
    Setelah saya baca Para pengarang dan penyair yang karyanya terbit pada tahun 1942- 1945 adalah :

    1).
    Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921. Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949).

    2).
    Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, karyanya tersebut pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947). Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuha buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelass terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).

    3).
    Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4).
    Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. Dia dikenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia menerjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti, Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5).
    M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak berjudul “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    6).
    Maria Amin , Bengkulu 1921. Karya-karyanya antara lain “Tengoklah Dunia Sana” .

    7).
    Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    8).
    H.B. Jassin Gorontalo, 31 juli 1922. Ia menulis cerpen “Anak Laut” dan “Nasib Volontaire “ (1941).

    9).
    Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”, namun pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    10).
    Beberapa pengarang yang membuat drama pada jaman Jepang adalah Armijn Pane. Pada masa sebelum perang ia telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan pada masa Jepang ia menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi ia menulis “Antara bumi dan langit”.

    11).
    Usmar Ismail, pada masa Jepang menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru“ karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang” dan ia menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku“Mutiara di Nusa Laut”. Ia pun menulis drama yang pada saat itu belum dibukukan seperti “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”. Akan tetapi karya-karyanya seperti drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” . kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).

    12).
    Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang. Pada masa Jepang ia menulis beberapa drama yang kemudian dibukuka, seperti :
    – “Taufaan di Atas Asia” (1949).
    Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu :
    -Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian,
    -Intelek Istimewa, 3 bagian , –
    Dewi Reni, 3 babak,
    -Insan kamil, 3 babak. –
    Drama Rogaya, 4 babak;
    -Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Selain drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).

  28. Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada perkembangan sastra Indonesia periode 1942-1945, adalah sebagai berikut:

    1. Pada periode ini karya satra berjenis roman ada dua yang terbit yaitu Cinta Tanah Air karangan Nur Sutan Iskandar dan Palawija (1944) oleh Karim Halim (lahir tahun 1918). Keduanya roman propaganda yang tak bernilai sastra.

    2. Chairil Anwar, ia merupakan pelopor angkatan ‘45.
    Buku-buku kumpulan sajaknya yang diterbitkan antara lain :
    1. Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Luput (1949)
    2. Deru Campur Debu (1949)
    3. Tiga Menguak Takbir (1950)
    Sajak-sajak yang belum terdapat didalam kumpulan sajak dimuat oleh H.B Jasin dalam bukunya “Chairil Anwar Pelopor Angkatan ‘45 (1946)”.

    3. Usmar Ismail kelahiran Bukittinggi tanggal 20 maret 1921 dalam dunia sastra dikenal sebagai penulis drama, ia juga menulis yang hanya beberapa buah antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema tanah Air (1948). sajak-sajaknya dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Puntung berasap disamping itu ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat kepulauan Maluku yang mengadakan perlawanan terhadap Belanda berjudul “Mutiara dari Nusa Laut”.

    4. Armijn Pane merupakan salah seorang pengarang drama. Sebelum perang ia telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain. Pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi ia menulis “Antara bumi dan langit”.

    5. Asrul Sani yang sajak-sajaknya yaitu ” surat dari Ibu” ,”Anak laut”. dia juga merupakan seorang sutradara dnan penerjemah novel -novel dari luar negeri.

    6 .Anas Ma’ruf terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menterjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    7. Rosihan Anwar karyanya berupa cerpen yang berjudul ” Radio Masyarakat” dan roman berjudul” radja ketjil, badjak laut di selat malaka”.

    8. H.B. Jassin lahir di Gorontalo, 31 juli 1922), ia menulis cerpen yang berjudul “Anak Laut”. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).

    9. Bakri Siregar,
    Cerpennya yang pertama berjudul “Di Tepi Kawah” yang dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953). Semua cerpen yang dimuat melukiskan kesepian dan pelarian dari dunia ramai disertai humor yang berat dan tidak menarik. Ia juga menulis buku ” Ssejarah Sastra Indonesia Modern”. Sekarang termasuk buku yang dilarang.

    10. Nursjamsu,
    Pengarang wanita pada jaman Jepang yang menulis sejumlah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja. Cerpennya sesudah perang yang dimuat dalam majalah Gema Suasana(1948) yaitu “Terawang”.

    11.Abu Hanifah (El-Hakim). Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).
    12. Kotot Sukardi menulis sandiwara “ Bende Mataram “ yang berlatar masa perang Diponogoro (1825-1830). Sandiwara ini kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka bersama-sama dengan sebuah sandiwara pula karangan Inu Kertapati berjudul “ Sumping Sureng Pati” dengan judul “Bende Mataram” (1945).

    13. Karim Halim,
    Menulis roman yang berjudul “Palawija” (1944).

    Kalau dilihat dari hasil karyanya para penyair dan pengarang memilki pandangan atau ciri masing-masing, ada yang pada awalnya sangat percaya dengan Jepang dan ada juga yang bertentangan. Sebagian sastrawan juga ada yang suka menerjemahkan sastra dunia luar, di sini mulai terlihat karya-karya yang menuju perubahan.
    Terimaksih….

  29. MAAF SEBELUMNYA SAYA MELAKUKAN KESALAN PADA ALAMAT EMAIL ,.. JADI SAYA MENGIRIM ULANG…
    TERIMAKASIH…

    Assalamualaikum….
    Setelah saya baca Para pengarang dan penyair yang karyanya terbit pada tahun 1942- 1945 adalah :

    1).
    Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921. Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949).

    2).
    Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, karyanya tersebut pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947). Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuha buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelass terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).

    3).
    Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4).
    Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. Dia dikenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia menerjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti, Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5).
    M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak berjudul “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    6).
    Maria Amin , Bengkulu 1921. Karya-karyanya antara lain “Tengoklah Dunia Sana” .

    7).
    Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    8).
    H.B. Jassin Gorontalo, 31 juli 1922. Ia menulis cerpen “Anak Laut” dan “Nasib Volontaire “ (1941).

    9).
    Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”, namun pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    10).
    Beberapa pengarang yang membuat drama pada jaman Jepang adalah Armijn Pane. Pada masa sebelum perang ia telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan pada masa Jepang ia menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi ia menulis “Antara bumi dan langit”.

    11).
    Usmar Ismail, pada masa Jepang menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru“ karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang” dan ia menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku“Mutiara di Nusa Laut”. Ia pun menulis drama yang pada saat itu belum dibukukan seperti “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”. Akan tetapi karya-karyanya seperti drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” . kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).

    12).
    Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang. Pada masa Jepang ia menulis beberapa drama yang kemudian dibukuka, seperti :
    – “Taufaan di Atas Asia” (1949).
    Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu :
    -Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian,
    -Intelek Istimewa, 3 bagian , –
    Dewi Reni, 3 babak,
    -Insan kamil, 3 babak. –
    Drama Rogaya, 4 babak;
    -Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Selain drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).

  30. assalamualaikum.wr.wb

    Menurut saya pada periode 1942 – 1945 merupakan pengalaman dan saat yang penting dalam sejarah bangsa dan juga sastra Indonesia karena dijajah Jepang selama tiga setengah tahun. Bahasa Indonesia dengan berbagai akal dan alas an dihindarkan Belanda supaya jangan resmi menjadi bahasa persatuan, oleh Jepang dijadikan satu – satunya bahasa yang harus dipergunakan di seluruh kepulauan dan dalam seluruh bidang kehidupan. Bahasa Belanda dilarang. Tentu saja maksud Jepang kemudian akan menggantinya dengan bahasa Jepang. Tetapi karena waktu mereka hanya tiga setengah tahun, maka besar keuntungannya buat bahasa Indonesia, karena sebelum diganti dengan bahasa Jepang, Jepang sudah kalah dan bahasa Indonesia sudah tetap dan kuat kedudukannya. Para pengarang beserta dengan para seniman lainnya dikumpulkan oleh Jepang di kantor pusat kebudayaan yang dinamakan Keimin Bunka Shidosho. Pemusatan para seniman ini tentu saja tidak bisa lepas dari situasi perang dan maksud Jepang sendiri hendak menguasai seluuh Asia dengan semboyan tiga A. seniman – seniman dikerahkan untuk membuat lagu – lagu, lukisan – lukisan, slogan – slogan,sajak – sajak, sandiwara – sandiwara bahkan film sesuai dengan pesanan. Dan dipergunakan untuk membangkitkan semangat, menambah kepercayaan orang kepada keunggulan balatentara Dai Nippon. Perkumpulan – perkumpulan sandiwara dipersatukan dibawah P.O.S.D ( Perserikatan Oesaha Sandiwara Djawa ). Tapi mereka yang mula – mula antusias sekali menerima kedatangan Jepang, kemudian mulai merasa ragu dan was – was. Misalnya : Usmar Ismail yang mula – mula percaya kepada janji slogan –slogan buatan Jepang kemudian merasa curiga. Sedangkan Chairil anwar Amal Hamzah dan kawan – kawan lainnya yang sejak mula – mula sudah curiga kepada Jepang, mengejek para seniman yang berkumpul di kantor pusat kebudayaan. Amal Hamzah menulis sebuah sandiwara berjudul “Tuan Amin” yang merupakan sindiran kepada Armijn Pane yang pada saat itu sangat bersemangat menyokong Jepang dan menulis sandiwara – sandiwara pesanan sesuai dengan permintaan jepang. Amal Hamzah menulis sebuah dialog antara X dan Y, kedua seniman itu mewakili dua dunia seniman. Tokoh ini membela diri dan mengatakan bahwa ia tidak merasa dirinya sebagai seniman melainkan sebagai seorang pegawai yang mendapat gaji dan karena itu harus patuh kepada perintah atasannya. Dan hal itu dilakukan dengan sadar, karena ia ingin hidup senang dan tidak sudi berpakaian kumal, kelaparan serta bersepatu yang solnya menganga. Chairil Anwar mebgemukakan pendapat mengenai prinsip penciptaan seni, konsepnya mengenai seni dan seniman dalam sebuah pidato yang diucapkannya dimuka anhgkatan baru pada tahun 1943.
    Situasi perang dan penderitaan lahir batin dijajah Jepang elah mematangkan jiwa bangsa kita juga pada masa inilah kita menyaksikan bahasa Indonesia mengalami pematangan yaitu seperti ternyata dalam sajak Chairil Anwar dan Prosa Idrus . bahasa Indonesia bukan lagi sekedar alat untuk bercerita/menyampaikan berita tetapi telah menjadi alat pengucapan sastra yang dewasa. Kata – kata pada sajak Chairil anwar bukan hanya memberikan gambaran/tanggapan tentang hidup, tetapi dapat menjelmakan hidup itu sendiri. Kehidupan murat – marit dalam bidang ekonomi juga mengajar para pengarang Indonesia supaya belajar hemat dengan kata – kata. Setiap kata, setiap kalimat, setiap alinea ditimbang dengan matang baru disodorkan kepada pembaca. Cara penulisan pun disederhanakan. Missal : dalam prosa karangan Idrus ekonomis kata – kata dan bahsa itu tampak sekali, dan gaya bahasa yang dipakai Idrus dikenal sebagai gaya menyoal baru ( nieuw zakelijkheids stijl ) yang serba sederhana yang menjadi perubahan para pengarang bukanlah lagi masalah yang pelik – pelik/kehidupan yang rumit – rumit melainkan kenyataan sehari – hari yang tampak dengan mata kepala Karen terjadi di depan hidung benar.
    Para penyair dalam periode 1942 – 1945 yaitu :
    1. Usmar Ismail, seorang pemuda Minangkabau kelahiran Bukit tanggal 20 maret 1921, lebih dikenal sebagai seorang dermawan dan cineast ( pembuat film), terutama dalam tahun – tahun belakangan. Dalam dunia sastra ia lebih terkenal sebagai penulis drama, tetapi ia mulai masuk kedunia kesusastraan khususnya dan kesenian umumnya dan sajak- sajak dan beberapa buah cerpen. Cerpen – cerpennya hanya ada beberapa buah saja antara lain dimuat dalam pancaran cinta (1946) dan gema tanah air(1948). Keduanya disusun oleh H.B.Jssin. sajak – sajak Usmar sebagian besar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Puntung Berasap (1949). Dalam sajak – sajaknya yang permulaan terasa kepercayaan kepada Jepang, harapan bahwa dengan perantaraan Jepang bangsa Indonesia akan mendapat kemerdekaan tetapi kemudian ia pun segera menemukan kekecewaannnya. Maka ia menulis sajak – sajak yang menunjukkan penyerahan dirinya kepada tuhan. Dalam sajaknya “Kita Berjuang” iadengan lantang menyatakan hasratnya “bBeserta Saudara Terus Berjuanh” maksudnya beserta “Saudara Tua”Dai Nippon. Dan dalam sajak “Pujangga dan Cita – cita “ ia dengan yakin berkata kepada pujangga “Carilah Perjuangan Jiwa/Carilah Asia di dalam Dada”. Namun tidak lama kemudian ia pun menulis sajak “Diserang Rasa” yaitu timbulnya rasa was – was dan ragu kepada kesungguhan janji dari semboyan Jepang.
    2. Amal Hamzah ( Adik Amir Hamzah ), yang lahir di Binjai, langkat tanggal 31 Agustus 1922, dalam sajak – sajaknya yang pertama menunjukkan pengaruh abangnya terutama dalam gaya dan pengucapan. Ia kemudian tertarik oleh teosofi dan pengarang India Rabindranath Tagore. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore yang pernah mendapat hadiah Nobel 1913, antaranya karya utamanya Gitanyali (1947). Amal mulai menulis di zaman Jepang, ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Ia menjadi kasar dan sajak – sajaknya sangat naturalistis juga dalam sandiwara – sandiwara dan cerita/sketsa yang ditulisnya, sensualisme sangat kentara. Ia tampaknya mau menjadi nihilis yang mencampakkan segala ilai dan berkehendak mereguk hidup sepuas – puasnya tanpa mengindahkan acuan – acuan moral dan agama lagi. Sajak – sajak karangan – karangan lainnya kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “ Melaut Beresiko “ kecuali “ Pembebasan Pertama. Amal Hamzah menulis buku dan penulis (1950) yang merupakan kumpulan kritik – kritiknya tentang beberapa roman dan drama – drama Indonesia kemudian ia lebih banyak menaruh minatnya kepada menerjemahkan.
    3. Rosihan Anwar, lahir di Padang pada tanggal 10 Mei 1922 yang sekarang lebih terkenal sebagai seorang wartawan dan kolumnis terkemuka, pada zaman Jepang menulis sejumlah sajak – sajak dan cerpen. Sajak – sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpen yang berjudul “Radio Masyarakat “ melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji- janji kosong dari jepang. Tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul” Raja kecil, Bajak Laut di Selat Malaka “, yang merupakan sebuah roman sejarah semenanjung pada awal ke-18.
    4. Anas Ma’ruf, lahir di Bukit Tinggi tanggal 27 Oktober 1922, yang pada zaman sesudah perang lebih terkenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah. Ia m,enuls sejumlah sajak dan esai serta kritik. Ia pun menerjemahkan karya – karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore, John Steinbeek, William Sanayan. Ia lama menjadi sekretaris badan musyawarah kebudayaan nasional dan memegang redaksi majalah kebudayaan Indonesia.
    5. M.S.Ashar, lahir di Kutaraja tanggal 19 Desember 1921 yang pada zaman Jepang menulis beberapa buah sajak menjadi terkenal karena sebuah sajaknya yang berjudul “ Bunglon”. Sajak itu merupakan sindiran bagi orang – orang yang berrtabiat plin – plan yang pada masa itu pun sudah banyak kelihatan.
    6. Maria Amin, lahir di Bengkulu tahun 1921 yang sebenarnya sudah muncul dalam majalah Poedjangga Baroe. Maria Amin oleh kekecewaan melihat kehidupan social politik lalu lari ke dalam dunia simbolik. Ia menggambarkan kehidupan rakyat ( bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium seperti yang dilukiskannya dalam prosa liriknya “ Tengoklah Dunia Sana “/
    7. Nursjamsu, lahir di Lintau, Sumatera Barat tanggal 6 Oktober 1921. Nursjamsu pada masa Jepang Menulis sejumlah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja . pada masa sesudah perang ia menulis cerpen antara lain yang berjudul “ Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    Para pengarang cerpen pada periode 1942- 1945 yaitu :
    1. H.B.Jassin, lahir di Gorontalo pada tanggal 31 Juli 1917, juga menulis cerpen. Salah sebuah cerpennya berjudul “ Anak Laut “ kemudian bersama dengan cerpen – cerpen buah tangan beberapa pengarang lain diterbitkannya secara bersama dengan Pancaran Cinta (1946). “ Anak Laut” bukanlah cerpen Jassin yang pertama tetapi mungkin cerpen yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen yang dimuat dalam majalah poedjangga Baroe antara lain yang berjudul nasib volontairo (1941). Pada masa sesudahnya Jassin lebih mencurahkan perhatian kepada penulisan kritik dan esai sastra sambil menyelenggarakan dokumentasi sastra Indonesia modern.
    2. Bakri Siregar, lahir di Langsa, Aceh tahun1922. Cerpennya yang pertama berjudul “ Di tepi Kawah” mendapat hadiah pertama sayembara mengarang cerpen. Cerpen itu melukiskan kehidupan ditepi kawah yang jauh dari masyarakat umum, kemana sepasang suami istri melarikan diri. Cerpen inimerupakan sebuah cerpen pelarian. Lukisan alam gunung berapi dan kawah sangat indah dan teliti di tulis bakri pada masa pendudukan jepang, kemudian “ Di tepi Kawah” ini dibukukan dengan judul Jejak Langkah (1953). Cerpen – cerpen lain yang dimuat dalam buku itu pun semuanya melukiskan kesepian dan pelarian dari dunia ramai masih ada juga menulis cerpen. Ia menulis buku sejarah sastra Indonesia modern ( 1964), yang baru selesai satu jilid, sekarang termasuk buku yang dilarang.

    Beberapa nama pengarang yang banyak membuat sandiwara pada periode 1942-1945 yaitu :

    1. Armijn Pane, pada masa sebelum perang telah menulis “ Lukisan Masak, Barang Tiada Berharga “.pada masa jepang ini menulis beberapa buah sandiwara lagi. Semua sandiwara yang ditulisnya itu kemudian dibukukan dengan judul “Jinak – Jinak Merpati”(1953). Ada juga yang ditulisnya segera sesudah proklamasi kemerdekaan, berjudul “Antara Bumi dan Langit” yang mempermasalahkan kedudukan kaum Indo di alam Indonesia merdeka.
    2. Usmar Ismail, pada zaman jepang ini menaydur sebuah kisah berjudul “Chichi Kaeru “ karangan Kikuchi Kwan, seorang pengarang Jepang menjadi “Ayahku Pulang”. Ia menulis sandiwara kepahlawanan rakyat kepulauan maluku yang mengadakan perlawanan terhadap Belanda berjudul “ Mutiara dari Nusa Laut “. Keduanya tidak pernah diterbitkan menjadi buku tetapi berkali – kali dimainkan oleh rombongan sandiwara penggemar “ Maya” yang dipimpinnya sendiri. “Ayahku Pulang” kemudian dibuatnya menjadi sebuah fil yang disutradarainya sendiri, berjudul “ Dosa tak Berampun” (1950). Drama – drama yang ditulis usmar yang belum dibukukan oleh “ Mekar Melati” dan “Tempat Yang Kosong”. Tiga buah drama yang ditulis usmar pada zaman jepang adalah Api, Liburan Seniman, dan Citra. Dalam Liburan Senimanmenceritakan tentang cita –citanya mengenai sandiwara pada masa itu. Dalam Citra menceritakan tentang kejadian di sebuah perkebunan tetapi yang menonjol di dalamnya ialah menangnya moral yang baik (sutopo) terhadap kaum anarkis (harsono). Anarkis harsono pada akhirnya meminta maaf dan mencatatkan diri masuk barisan jibaku. Dalam drama”api” menceritakan tentang moral baik sekali lagi memang terhadap yang baik dan buruk. Hendarapati yang serakah, sombong tidak jujur dan suka memecah belah akhirnya mendapat hukuman. Oleh pengarangnya sendiri dikatakan bahwa drama itu merupakan “perjuangan melawan yang keji dan jahat “.
    3. Abu Hanifah (abang usmar hamzah ), kalau menulis mempergunakan nama samaran El Hakim, lahir 1906 di padangpanjang. Ia menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul Taufan di atas Asia (1949). Ada empat buah drama yang dimuatkan dalam buku ini yaitu “taufan di atas asia”. Intelek istimewa dalam tiga bagian, dewi reni dalam tiga babak, Insan Kamil dalam tiga babak.setelah masa merdeka ia menulis lagi dua buah drama lagi yaitu “Rogaya” dalam empat babak dan “ Mambang Laut “ tiga babak., keduanya belum dibukukan. Dalam drama – darama El Hakim terasa dasar – dasar agama islam dan kecenderungan memilih timur dalam pertarungan antara timur dengan barat yang dianggapnya sebagai pertentangan anatara idealisme dengan materialisme. Ia juga menulis sebuah roman berjudul “Dokter Rimbu” (1952) tetapi kegiatan di lapangan politik lebih banyak menarik minatnya. Iapernah menjadi menteri dan duta besar republik Indonesia serta menerjemahkan sejumlah buku yang berhubungan dengan persoalan – persoalan politik.
    4. Idrus, ia menulis beberapa buah drama antaranya “Kejahatan Membalas Dendam” yang kemudian dimuat dalam buku dari Ave Maria Ke Jalan Ke Roma (194*), Jibaku Aceh (1945), Keluarga Surono (1948), dan Dokter Bisina (1945). Dalam kejahatan membalas dendam, ia melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi pengarang (kekuasaan) kolot dengan kemenangan di pijhak pengarang muda, meskupun si pengarang kolot hendak main guna – guna segala.
    5. Kotot Sukardi, ia menulis sandiwara “Bende Mataram” yang berlatar belakang masa perang diponegoro (1825-1830). Sandiwara ini kemudian diterbitkan oleh balai pustaka bersama – sama dengan sebuah sandiwara pula karangan Inu Kertapati berjudul “ Sumping Sureng Pati “ dengan judul Bendo Mataram (1945).
    6. Inu Kertapati, mengambil latar belakang peristiwa sejarah yang lampau tempat kejadiannya di Bali pada akhir abad yang lalu ketika belanda hendak menyerbu ke sana.

    Terimakasih

  31. Penyair-penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa itu? Informasi lengkap tentang perkembangan sastra Indonesia pada periode 1942-1945, antara lain adalah :

    1)Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921. Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949).

    2. Amal Hamzah lahir di Binjai, Langkat tanggal 31 agustus 1922 sajak-sajaknya yan pertama menunjukkan pengaruh abangnya amir Hamzah, ia juga menejemahkan beberapa buah karya Tagore,sajk-sajak dan karangan lainnya diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama (1949)

    3. Rosihan Anwar
    Rosihan Anwar juga termasuk sastrawan Indonesia yang menolak kehadiran Jepang di Indonesia. Sastrawan ini lahir pada tahun 1922 di Paang, Sumatra Barat. PAda masa Jepang, dia aktif menulis cerpen dan sajak. Dia banyak bergerak dalam bidang jurnalistik dan menjadi wartawan. Salah satu cerpennya yang terkenal, yaitu “Radio Masyarakat”. Cerpen ini menceritakan tentang keraguan kaum muda terhadap janji-janji Jepang.

    4. Anas Ma’ruf terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menterjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5. H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).

    6. Maria Amin,
    Pengarang wanita yang sudah pernah muncul dalam majalah Poedjangga Baroe. Hasil karyanya berupa prosa yang berjudul “Tengoklah Dunia Sana” sebagai simbol kekecewaannya melihat kehidupan sosial politik rakyat dan bangsa Indonesia.

    7. Idrus, karya dramanya di antaranya Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945.

    8. Bakri Siregar, cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah” Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”.

    9. Beberapa pengarang yang membuat drama pada jaman Jepang adalah Armijn Pane. Pada masa sebelum perang ia telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan pada masa Jepang ia menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi ia menulis “Antara bumi dan langit”.

    10. .Kotot Sukardi menulis sandiwara ‘Bende Mataram’ yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1985-1930) .Sandiwara ini kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka dengan sebuah sandiwara pula karangan Inu Kertapati berjudul ‘Sumping Sureng Pati’ dengan judul Bende Mataram (1945). karangan ini mengambil Latar belkang peristuwa sejarah yang lampau tempat kejadiannya di Bali pada akhir abad yang lalu ketika Belanda hendak menyerbu kesana.

    Terimaksih…….

  32. Ass ..

    Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa 1941-1945 :

    a). Usmar Ismail ( Bukittinggi, 20 Maret 1921)
    Beliau dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya hanya beberapa saja yang dibukukan, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948). Sajak-sajak Usmar kemudian diterbitkan dan dikumpulkan dengan judul “Patung Berasap” (1949).
    Karyanya yang lain yaitu :
    – Kita Berjuang
    – sajak; Pujangga dan cita-cita
    – sajak; Diserang Rasa

    b). Amal Hamzah (Binjai, Langkat 31 Agustus 1922)
    Ketika ia merasa khilangan kepercayaan kepada manusia, ia menjadi kasar dan hal itu berimbas pada sajak-sajaknya yang menjadi naturalistis.
    Karyanya :
    – Melaut Benciku
    – Buku dan Fenulis (1950)

    c). Rosihan Anwar ( Padang 10 Mei 1922 )
    Beliau sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan semangat para pemuda.
    kayanya:
    – Cerpen; Radio Masyarakat
    – Roman; Radjta Kecil, Badjak Laut di Selat Malaka

    d) Anas ma’ruf ( Bukittinggi 27 Oktober 1922 )
    Ia menulis sejumlah sajak dan esai serta kritik. Anas Ma’ruf juga menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti;
    Robin Dranath ( India ), John Steinback ( Amerika ), William Saroyan ( Amerika ).

    e). M.S Ashar ( Kutaraja, 19 Desember 1921 )
    Ia menulis sajak dengan judul “Bunglon” Ini merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    f). Maria Amin ( Bengkulu 1921)
    Karyanya berupa “Tengoklah Dunia Sana”

    e). Nursjamsu ( Sumatera Barat, 6 Oktober 1921)
    pada masa Jepang ia menulis sejumlah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja. Pada masa itu sesudah perang ia menulis cerpen antara lain “ Terawang “ yang dimuat dalam majalah Gema Suasana pada tahun 1948.

    f). H.B Jassin ( Gorontalo, 31 Juli 1922 )
    ia menulis cerpen “Anak Laut”. sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baru yang berjudul “Nasib Volontaire”.

    g). Bakri Siregar ( Langsa/ Aceh, 1922 )
    Cerpennya yang pertama berjudul ” Ditepi Kawah”. tapi, pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”.

    h). Armijn Pane
    sebelum perang ia sempat menulis , Lukisan Masa”, “Barang tiada berharga”.
    sedangkan pada masa Jepang ia menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-Jinak Merpati” pada tahun 1953. Sesudah Proklamasi ia pun menulis “Antara Bumi dan Langit”

    i) Usmar Ismail
    Ia menyadur sebuah kisah pada masa Jepang “Chichi Kaeru” yang kemudian menjadi “Ayahku Pulang”
    Ia juga menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku dengan judul “Mutiara di Nusa laut”.
    Drama yang ditulis Usmar tetapi belum dibukukan yaitu:
    _ Mekar Melati
    _ Tempat yang Kosong
    _ Api, Liburan Seniman, dan Citra.
    Kemudian dibukukan dengan judul Sedih dan Gembira pada tahun (1949).

    j). Abu Hanafiah ( El-Hakim )
    Pada zaman Jepang, ia menulis beberapa buah drama yang kmudian dibukukan berjudul
    – Taufan di Atas Asia ( 1949 )
    – Roman; Dokter Rimbu ( 1942 )

    k). Idrus
    Pada zaman Jepang ia menulis beberapa buah drama yaitu:
    _ Kejahatan Membalas Dendam, dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma ( 1948 )
    _ jibaku Aceh ( 1945 )
    _ Keluarga Surono ( 1948 )
    Dramanya yang berjudul “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan (tentu saja) kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna.

    l) Kotot Sukardi
    Ia menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang pada masa Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830.
    sandiwara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama, bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati pada tahun 1945.

    Wss ..

  33. penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada periode 1942-1945 adalah :

    • Usmar Ismail, Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak Usmar adalah berjudul Patung Berasap (1949)
    • Amal Hamzah, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947). Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuha buku berjudul Pembebasan Pertama (1949), Melaut Benciku dan juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).
    • Rosihan Anwar, Cerpennya yang berjudul Radio Masyarakat dan ia menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.
    • Anas Ma’ruf, Ia menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).
    • M.S.Ashar, Ia menulis sajak Bunglon yang merupakan sindiran untuk orang-orang yang bertabiat plin-plan.
    • Maria Amin, karyanya Tengoklah Dunia Sana.
    • Nursjamsu, aryanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    Beberapa penulis cerpen yang terkenal di antaranya adalah
    • H.B. Jassin yang menulis cerpen “Anak Laut”, ebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).
    • Bakri Siregar. Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    Beberapa pengarang yang membuat drama pada jaman Jepang adalah
    • Armijn Pane. sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain, masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953) dan sesudah proklamsi ia menulis Antara bumi dan langit.
    • Usmar Ismail, pada masa Jepang menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru“ karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”, ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku“Mutiara di Nusa Laut”, dan Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”. Drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).
    • Abang Usmar Ismail yang bernama Abu Hanifah (El-Hakim) 1960, Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949), Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942.
    • Idrus, pada zaman Jepang menulis beberpa buah drama, antaraanya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945. Dalam “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiskan perjuangan pengarangmuda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan (tentu saja) kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna segala.
    • Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830). diterbitka Balai Pustaka dengan judul yang sama bersamaan dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

    terima kasih

  34. Dijajah Jepang selama tiga setengah tahun merupakan pengalaman dan saat yang penting dalam sejarah bangsa dan juga sastra Indonesia.
    Pada masa Jepang ini beberapa penyair muncul, yang terpenting yaitu :

    1. Usmar Ismail, kelahiraan Bukuittinggi terkenal sebagai seorang dramawan dan cineast. Cerpen hasil karangannya yaitu “Pancaran Cinta” (1946) dan “Gema Tanah Air” (1948). Sajak-sajak Usmar sebagian besar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul “Puntung Berasap” (1949). Dalam sajaknya “Kita Berjuang” ia dengan lantang menyatakan hasratnya “Beserta saudara turut berjuang”. Dia juga menulis sajaknya “Pujangga dan Cita-cita” dan “Diserang Rasa”. Diserang Rasa ini melukiskan timbulnya rasa was-was dan ragu kepada kesungguhan janji dan semboyan Jepang.

    2. Amal Hamzah, lahir di Binjai yang merupakan adik dari Amir Hamzah. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore antaranya karya utamanya Gitanyali (1947). Sajak-sajak dan karangan-karangan lainnya kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Pembebasan Pertama” (1949). Dia juga menulis sajak berjudul “Melaut Benciku”. Amal juga menulis :Buku dan Penulis” (1950) yang merupakan kumpulan kritik-kritiknya tentang beberapa roman dan drama-drama di Indonesia.

    3. Rosihan Anwar, kelahiran Padang yang sekarang lebig terkenal sebagai seorang wartawan dan kolumnis terkemuka. Rosihan menulis cerpen yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji kosong dari Jepang. Ia menerbitkan sebuah roman berjudul “Raja Kecil, Bajak Laut di Selat Malaka” yang merupakan roman sejarah semenanjung pada awal abad ke-18.

    4. Anas Ma’ruf banyak menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore, Jhon Steinbeck, William Saroyan, dan lain-lain.

    5. M. S. Ashar, lahir di Kutaraja. Sajak-sajaknya menjadi terkenal karena sebuah sajaknya yang berjudul “Bunglon” yang merupakan sajak sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    6. Maria Amin seorang pengarang wanita dengan prosanya “Tengoklah Dunia Sana”.

    7. Nursjamsu juga merupakan seorang pengarang wanita dengan cerpennya yang berjudul “Terawang” yang dimuat dalam majalah Gema Suasana.

    Selain itu ada juga pengarang lain yaitu, H. B. Jassin dengan cerpennya berjudul “Anak Laut”, kemudian bersama cerpen-cerpennya buah tangan pengarang lain diterbitkannya secara bersama dengan judul “Pancaran Cinta”. Sebelum perang Jassin menulis cerpen yang berjudul “Nasib Volontaire” (1941).

    Bakri Siregar, cerpennya yang pertama berjudul “Di Tepi Kawah”. Kemudian Di Tepi Kawah ini dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    Beberapa pengarang yang membuat sandiwara pada masa Jepang ialah:

    Armijn Pane, sebelum perang ia menulis “Lukisan Masa” dan “Barang Tiada Berharga”. Pada masa Jepang ia menulis sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-jinak Merpati” (1953). Dia juga menulis “Antara BUmi dan Langit” yang ditulis sesudah proklamasi kemerdekaan.

    Usmar Ismail, ia menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru” menjadi :Ayahku Pulang”Di samping itu iapun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat kepulauan Maluku yaitu “Mutiara dari Nusa Laut”. Ayahku Pulang kemudian dibuatnya menjadi sebuah film yang berjudul Dosa Tak Berampun, 1950. Drama-drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan ialah “Mekar Melati” dan “Tempat yang Kosong”. Pada masa Jepang ia menulis tiga buah drama yaitu Api, Liburan Seniman, dan Citra. Ketiganya kemudian diterbitakn dalam satu buku berjudul Sedih dan Gembira.

    Abu Hanifah atau El Hakim yang merupakan abang dari Usmar Ismail menulis beberapa drama yang kemudian dibukukan dengan judul “Taufan di atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di atas Asia dalam empat bagian, Intelek Istimewa dalam tiga bagian, Dewi Reni dalam tiga babak, dan Insan Kamil dalam tiga babak. Pada masa sesudah merdeka ia menulis dua buah drama yaitu Rogaya dalam empat babak dan Membuang Laut tiga babak. Selain menulis drama ia juga menulis roman yang berjudul Dokter Rimbu, 1952.

    Idrus, ia menulis beberapa buah drama, antaranya “Kejahatan Membalas Dendam” yang di muat dalam bukunya Dari Ave Maria ke Jalan Lian ke Roma (1948), Jibaku Aceh (1945), Keluarga Surono (1948) dan Dokter Bisma (1945).

    Kotot Sukardi, ia menulis sandiwara “Bende Mataram”. Sandiwara ini kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka bersama-sama dengan sebuah sandiwara pula karangan Inu Kertapati berjudul “Sumping Sureng Pati” dengan judul “Bende Mataram” (1945).

    Terimakasih…………………

  35. Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada tahun 1942-1945 adalah :

    1. Chairil Anwar dengan karyanya kerikil tajam, pangeran diponogoro ,1943 dan lain-lain

    2. Usmar Ismail dengan karyanya pancaran cinta, gema tanah air, patung berasap, kita berjuang, dan pujangga dan cita-cita,serta sajaknya yang berjudul diserang rasa.

    3. Amal Hamzah adik dari Amir Hamzah dengan karyanya yang keluar karena ketidakpercayaannya terhadap manusia yaitu, Pembebasan pertama, Melaut benciku, Buku dan penulis.

    4. Rosehan Anwar karyanya yang terkenal Radio Masyarakat, dan roman yang berjudul radja ketjil, bajak laut diselat malaka.

    5.Anas Ma’ruf terkenal sebagai organisator kebahsaan dan penterjemah. karya yang diterjemahkannya antara lain karya- karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore ( India ), John steinback ( Amerika ), William saroyan ( Amerika ).

    6. M.S Ashar dengan sajakanya” Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    7. Maria Amin karyanya yang berjudul” tengoklah dunia sana” .

    8. Nursjamsu dengan karyanya “Terawang” berupa cerpen yang dimuat dalam majalah Gema suasana ( 1948 ).

    9. H.B. Jassin dengan karyanya berupa cerpen yang berjudul “anak laut”.

    10. Bakeri siregar karyanya berupa cerpen ” ditepi kawah” kemudian pada masa pendudukan jepang cer[pen itu dibukukan dengan judul ” Jejak Langkah “.

    11. Armijn Pane dengan karyanya lukisan masa , barang tiada berharga, jinak-jinak merpati, dan antara bumi dan langit -langit.

    12.Usmar ismail karya dramanya berjudul” chichi kaeru” yang disadur dari sebuah kisah Jepang kemudian di beri judul ” ayahku pulang” dan karyanya sandiwara kepahlawanan rakyat maluku” mutiara di nusa laut” karyanya yang lain, mekar melati, tempat yang kosong, drama, api libburan seniman,dan citra kemudian dibmukukan dengan judul ” sedih dan gembira ”

    13.Abu Hanifah yang menulis beberapa buah drama dan kemudian dibukukan dengan judul ” Taufan di Atas asia ” dan ia juga menulis roman yang berjudul Dokter rimbu.

    14. Idrus karyanya berjudul” kejahatan membalas dendam ”
    15. katot sukardi yang menulis sandiwara bende Mataram yang berlatar belakang masa perang diponogoro,kemudian karyanya itu diterbitkan dengan judul yang sama.

    16. Inu kertapati dengan karyanya yang berjudul sumping sureng pati tahun 1945.

    Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan terima kasih, mudah-mudahan dapat dimaklumi.

  36. ass…………

    penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada periode 1942-1945 adalah :

    a. Usmar Ismail ( Bukittinggi, 20 Maret 1921),Cerpen-cerpennya hanya beberapa saja yang dibukukan, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948).Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949).

    b. Amal Hamzah (Binjai, Langkat 31 Agustus 1922),Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, karyanya tersebut pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947).Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuha buku berjudul Pembebasan Pertama (1949).Awal mulai menulis di zaman Jepang, ia kehilangan kepercayaan kepada manusia dan sajak-sajaknya sangat naturalistis.Hilangnya kepercayan kepada manusia terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”.

    c. Rosihan Anwar ( Padang 10 Mei 1922 ),Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda.Cerpennya berjudul ” Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda dilanda keraguan atas segala janji kosong dari Jepang.Pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    d. Anas ma’ruf ( Bukittinggi 27 Oktober 1922 ),Ia menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Robindranath Tagore (India), Jhon Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    e. M.S Ashar ( Kutaraja, 19 Desember 1921 ), Iamenulis sajak “Bunglon” yang merupakan sindiran kepada orang-orang yang bersikap plin-plan.

    f. Maria Amin ( Bengkulu 1921)
    Karyanya berupa “Tengoklah Dunia Sana”

    g. Nursjamsu ( Sumatera Barat, 6 Oktober 1921),lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    h. H.B Jassin ( Gorontalo, 31 Juli 1922 ), ia menulis cerpen “Anak Laut”. Sebelum perang ia menulis cerpen dalam Poejangga Baroe berjudul “Nasib Volontaire” (1941).

    i. Bakri Siregar ( Langsa/ Aceh, 1922 )
    Cerpennya yang pertama berjudul ” Ditepi Kawah”. tapi, pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”.

    j. Armijn Pane, Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953).

    k. Usmar Ismail, Ia menyadur sebuah kisah pada masa Jepang “Chichi Kaeru” yang kemudian menjadi “Ayahku Pulang”.ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku“Mutiara di Nusa Laut”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”. Drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).

    l. Abu Hanafiah ( El-Hakim ),Hasil karyanya yaitu “Taufan di Atas Asia” (1949).

    m. Idrus, pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama, antaranya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945.Dramanya yang berjudul “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan (tentu saja) kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna.

    n. Kotot Sukardi, menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang perang Diponegoro (1852-1830). Kemudian diterbitkan balai pustaka dengan judul yang sama, bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati (1945).

    terima kasih.

  37. Ass……….
    Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa 1941-1945 :

    1.Prof. Muhammad Yamin, SH (Sawahlunto, 24 Agustus 1903–Jakarta, 17 Oktober 1962) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia.
    karyanya
    Sedjarah Peperangan Dipanegara , 1945
    2.Idrus (Padang, 21 September 1921 – Padang, 18 Mei 1979, Sumatera Barat) adalah seorang sastrawan Indonesia
    Karya-karya

    Novel;
    Surabaya
    Aki
    Cerpen;
    Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
    Anak Buta
    Drama;
    Dokter Bisma
    Jibaku Aceh
    Karya Terjemahan;
    Kereta Api Baja
    3.Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda.
    4.M. S. Ashar menulis sajak “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan..
    5.Bakri Siregar, cerpennya pertama berjudul “Ditepi Kawah” masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”..
    6.Asrul Sani yang sajak-sajaknya yaitu ” surat dari Ibu” ,”Anak laut”. dia juga merupakan seorang sutradara dan penerjemah.
    7.Rosihan Anwar, Karya Rosihan Anwar adalah : Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka.
    8.Anas Ma’rut (1922), Ia menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Robindranath Tagore (India), Jhon Steinback (Amerika).
    9. Maria Amin adalah Pengarang wanita yang pernah muncul dalam majalah Poedjangga Baroe. Hasil karyanya berupa prosa yang berjudul “Tengoklah Dunia Sana” .
    10.Usmar Ismail,. Cerpen-cerpennya , antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin.
    11.Armijn Pane,
    Pada masa Jepang menulis sandiwara yang berjudul “Jinak-jinak Merpati” (1953).
    Terima kasih

  38. Assalamualaikum………

    1). Usmar Ismail, ( Bukittinggi, 20 Maret 1921 )
    Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Patung Berasap (1949).

    2). Amal Hamzah, ( Binjai, Langkat 31 Agustus 1992 )
    Adalah adik Amir Hamzah,sajak-sajaknya yan pertama menunjukkan pengaruh abangnya amir Hamzah. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947). Karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelas terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).

    3). Rosihan Anwar, ( Padang, 10 mei 1922 )
    Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4). Anas ma’ruf, ( Bukittinggi, 27 Oktober 1922 )
    Terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menterjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5). M.S Ashar, ( Kutaraja,19 Desember 1921 )
    Ia menulis sajak berjudul “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    6). Maria Amin, ( Bengkulu 1921 )
    Dengan karyanya “Tegoklah Dunia Sana ” sebagai simbol kekecewaannya melihat kehidupan sosial politik rakyat dan bangsa Indonesia.

    7). Nursjamsu, ( Sumatera Barat, 6 Oktober 192 )
    Pada masa itu sesudah perang ia menulis cerpen antara lain “ Terawang “ dimuat dalam majalah Gema Suasana ( 1948 ).

    8). H.B. Jassin, ( Gorontalo, 31 juli 1922 )
    Menulis cerpen yang berjudul “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).

    9). Bakri Siregar, ( Aceh, 1922 )
    Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    10). Abu Hanifah,(El-Hakim) ( Padang panjang, 1960 )
    Pada zaman Jepang menulis beberapa drama yang berjudul ”Taufan di atas Asia” (1949), yang terbagi menjadi empat buah drama di dalamnya, yaitu “Taufan di Atas Asia”, “Intelek Istimewa”, “Dewi Reni”, dan “insan Kamil”. Ada juga dramanya yang belum pernah dibukukan yaitu “Rogaya” dan “Mambang Laut”.

    11). Kotot Sukardi
    Menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang perang Diponegoro(1825-1830). Sandiwara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama, serta bersama-sama juga dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

    12). Idrus
    Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama,yang berjudul “ Kejahatan Membalas Dendam “, yang kemudian dimuat dalam bukunya “ Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma” (1948), “ Jibaku Aceh “ (1945), “ Keluarga Suron “ (1948), dan “ Dokter Bisma “ (1945).

    Terimakasih………….

  39. Assalamualaikum………

    Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa perkembangan sastra Indonesia pada periode 1942-1945:

    1). Usmar Ismail, ( Bukittinggi, 20 Maret 1921 )
    Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Patung Berasap (1949).

    2). Amal Hamzah, ( Binjai, Langkat 31 Agustus 1992 )
    Adalah adik Amir Hamzah,sajak-sajaknya yan pertama menunjukkan pengaruh abangnya amir Hamzah. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947). Karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelas terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).

    3). Rosihan Anwar, ( Padang, 10 mei 1922 )
    Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4). Anas ma’ruf, ( Bukittinggi, 27 Oktober 1922 )
    Terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menterjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5). M.S Ashar, ( Kutaraja,19 Desember 1921 )
    Ia menulis sajak berjudul “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    6). Maria Amin, ( Bengkulu 1921 )
    Dengan karyanya “Tegoklah Dunia Sana ” sebagai simbol kekecewaannya melihat kehidupan sosial politik rakyat dan bangsa Indonesia.

    7). Nursjamsu, ( Sumatera Barat, 6 Oktober 192 )
    Pada masa itu sesudah perang ia menulis cerpen antara lain “ Terawang “ dimuat dalam majalah Gema Suasana ( 1948 ).

    8). H.B. Jassin, ( Gorontalo, 31 juli 1922 )
    Menulis cerpen yang berjudul “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).

    9). Bakri Siregar, ( Aceh, 1922 )
    Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    10). Abu Hanifah,(El-Hakim) ( Padang panjang, 1960 )
    Pada zaman Jepang menulis beberapa drama yang berjudul ”Taufan di atas Asia” (1949), yang terbagi menjadi empat buah drama di dalamnya, yaitu “Taufan di Atas Asia”, “Intelek Istimewa”, “Dewi Reni”, dan “insan Kamil”. Ada juga dramanya yang belum pernah dibukukan yaitu “Rogaya” dan “Mambang Laut”.

    11). Kotot Sukardi
    Menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang perang Diponegoro(1825-1830). Sandiwara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama, serta bersama-sama juga dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

    12). Idrus
    Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama,yang berjudul “ Kejahatan Membalas Dendam “, yang kemudian dimuat dalam bukunya “ Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma” (1948), “ Jibaku Aceh “ (1945), “ Keluarga Suron “ (1948), dan “ Dokter Bisma “ (1945).

    Terimakasih………….

  40. Penyair dan pengarang dan karyanya pada periode 1942-1945:

    *Chairir Anwar : salah satu karyanya ” Binatang Jalang” berjudul Aku, Kerikil Tajam . Salah satu pelopor Angkatan 45′. Sajak Chairil yang tidak hanya sekedar alat untuk bercerita atau menyampaikan berita, tetapi telah menjadi alat pengucap sastra yang dewasa. Inilah yang menyebabkan dimulainya suatu tradisi puisi Indonesia yang hampir tak terbatas. Bahasa sajak Khairil Anwar bukan lagi bahasa buku yang terpisah dari kehidupan, tetapi bahasa sehari-hari yang menulang-sumsum, membersit spontan.

    *Idrus, salah satu karyanya yaitu “Kejahatan membalas dendam” dalam buku “Ave maria” ke Jalan Lain ke Roma. Ia melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot, tentu saja kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna. selain kejahatan membalas dendam karyanya antara lain: Jibaku Aceh Keluarga Surono, Dokter Bisma. Prosa Idrus yang tidak hanya sekedar alat untuk bercerita atau menyampaikan berita, Juga telah menjadi alat pengucap sastra yang dewasa.

    *Usmar Ismail, Cerpen-cerpen hasil karyanya yaitu “Pancaran Cinta” dan “Gema Tanah Air”. Sajak-sajak Usmar sebagian besar dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul “Puntung Berasap”.
    Dalam sajaknya “Kita Berjuang” ia dengan lantang menyatakan hasratnya “Beserta saudara turut berjuang”, maksudnya beserta saudara tua. Dalam sajaknya “Pujangga dan Cita-cita”, Ia dengan yakinberkata kepada pujangga “carilah dahulu perjuangan jiwa/ carilah Asia didalam dada. Ia juga menulis “Diserang Rasa”. Sajak Diserang Rasa ini melukiskan timbulnya rasa was-was dan ragu kepada kesungguhan janji dan semboyan Jepang.
    Usmar lahir di Bukuittinggi terkenal sebagai seorang dramawan dan cineas (pembuat film).

    *Amal Hamzah, merupakan adik dari Amir Hamzah. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel di antaranya Gitanyali. Sajak-sajak sangat naturalist dan menonjolkan sensualisme. sajak-sajak dan karangan-karangan lainnya diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Pembebasan Pertama” . Hilangya kepercayaan kepada manusia terlihat dalam sajaknya yang berjudul “Melaut Benciku”. Dia juga menulis yang berjudul “Buku dan Penulis”.

    * Rosihan Anwar, terkenal sebagai seorang wartawan dan komunis yang terkemuka. Sajak-sajaknya banyak perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji kosong dari Jepang. Salah satu romannya yang berjudul “Radja Ketjil, Bajak Laut di Selat Malaka” yang merupakan roman sejarah semenanjung.

    *Anas Ma’ruf terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penerjemah. Salah satu terjemahannya karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore, Jhon Steinbeck, William Saroyan,.

    *M. S. Ashar, Ia menulis Sajak yang berjudul “Bunglon” yang merupakan sajak sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    *. Maria Amin lahir diBengkulu. Salah satu karyanya “Tengoklah Dunia Sana”, dan Nursjamsu. Karyanya yang berupa cerpen yang berjudul “Terwang” yang dimuat dalam majalah Gema Suasana.

    *H. B. Jassin, menulis cerpen pertama yang berjudul “Anak Laut”, dan Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire.

    *Bakri Siregar, lahir diAceh. Cerpennya yang pertama berjudul “Di Tepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang, cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” .

    *Armijn Pane, menulis “Lukisan Masa” dan “Barang Tiada Berharga”. Ia juga menulis sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-jinak Merpati” dan “Antara Bumi dan Langit”.

    *Usmar Ismail, karyanya kisah “Chichi Kaeru” menjadi :Ayahku Pulang”. Ia juga menulis sandiwara kepahlawanan rakyat kepulauan Maluku yaitu “Mutiara dari Nusa Laut”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan ialah “Mekar Melati” dan “Tempat yang Kosong”. Pada masa Jepang ia menulis tiga buah drama yaitu Api, Liburan Seniman, dan Citra. Ketiganya kemudian diterbitakn dalam satu buku berjudul Sedih dan Gembira.

    *Usmar Ismail (Abu Hanifah) menulis beberapa drama yang kemudian dibukukan dengan judul “Taufan di atas Asia”. Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di atas Asia dalam 4 bagian, Intelek Istimewa dalam 3 bagian, Dewi Reni dalam 3 babak, dan Insan Kamil dalam 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman yang berjudul Dokter Rimbu.

    *Kotot Sukardi, menulis sandiwara “Bende Mataram” yang berlatar belakang perang diponegoro. Sandiwara ini kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka bersama-sama dengan sebuah sandiwara pula karangan Inu Kertapati berjudul “Sumping Sureng Pati”.

    * Karangan Nur Sultan Iskandar dan Palawija (1944) karya Karim Halim. menerbitkan dua Cinta Tanah Air, Keduanya roman propaganda yang bernilai sastra.

  41. Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada perkembangan sastra Indonesia periode 1942-1945 adalah:
    1). Umar Ismail dari bukittinggi 20 maret 1921 memiliki cerpen hanya ada beberapa saja,yaitu dimuat Pancaran Cinta tahun 1946 dan Gema Tanah Air tahun 1948 disusun oleh H.B JASSIN. sajak-sajak Umar kemudian diterbitkan dengan judul Patung Berasap tahun 1949.

    2). Rosidah Anwar dari padang 10 mei 1922 termasuk sastrawan Indonesia yang menolak kehadiran jepang di Indonesia, pada pemerintahan jepang, dia aktip menulis cerpen dan sajak. salah satu cerpennya yang terkenal, yaitu Radio Masyarakat.

    3). Amal Hamzah dari Binjai, langkat 31 agustus 1922
    sajak-sajaknya yang pertama berpengaruh dengan abangnya amir hamzah, Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, karyanya tersebut pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947). Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuha buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelass terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).

    4). Anas ma’rup dari Bukittinggi 27 Oktober 1922
    dia terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penerjemah. karya-karya yang sudah ia terjemahkan seperti pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5. H.B. Jassin dari Gorontalo, 31 juli 1922 yang menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen ini Cerpen terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).

    6). Maria Amin
    seorang pengarang wanita. Hasil karyanya berupa prosa yang berjudul “Tengoklah Dunia Sana” sebagai simbol kekecewaannya melihat kehidupan sosial politik rakyat dan bangsa Indonesia.

    7). Idrus
    karya dramanya di antaranya Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948) Jibaku Aceh (1945) Keluarga Surono (1948) Dokter Bisma 1945.

    8). Armijn Pane
    sebelum perang ia sempat menulis, Lukisan Masa dan Barang tiada berharga.
    sedangkan pada masa Jepang ia menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul Jinak-Jinak Merpati pada tahun 1953. Sesudah Proklamasi ia pun menulis Antara Bumi dan Langit.

    9). Bakri Siregar
    memiliki cerpen yang berjudul Ditepi Kawah. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul Jejak Langkah.

    10). Nursjamsu
    karyanya Terawang berupa cerpen yang dimuat dalam majalah Gema suasana tahun 1948 .

    11). ) Kotot Sukardi
    Ia menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang pada masa Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. sandiwara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama, dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati pada tahun 1945.

    12). M.S.Ashar dari Kutaraja 19 Desember 1921
    pada zaman Jepang menulis beberapa buah sajak menjadi terkenal karena sebuah sajaknya yang berjudul Bunglon. Sajak itu merupakan sindiran bagi orang–orang yang berrtabiat plin-plan.

    13). Abu Hanifah
    Ia menulis beberapa buah drama dan kemudian dibukukan dengan judul Taufan di Atas asia dan Ia juga menulis roman yang berjudul Dokter rimbu.

  42. Menurut saya penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada periode 1942-1945, yaitu :

    1) Usmar Ismail, kelahiran Bukittinggi 20 maret 1921 dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film ) dan cerpen-cerpennya juga hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta Tanah Air disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap. Selain itu Usmar Ismail, pada masa Jepang juga menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru“ karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”. Selain itu, ia pun juga menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku“Mutiara di Nusa Laut”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”. Drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).

    2) Amal Hamzah, yaitu adik dari Amir Hamzah, berkelahiran di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947).

    3) Rosihan Anwar adalah seorang wartawan komunis terkemuka. sebagai seorang wartawan sajak-sajaknya juga banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Ia menulis cerpen berjudul “Radio Masyarakat” yang melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keragu-raguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pada tahun 1967 Rosihanin ini juga menerbitkan sebuah roman berjudul ”Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka” di tahun 1967 yang merupakan roman sejarah semenanjung pada abad ke-18. Padang 10 mei 1922. Karya-karya lain dari Rosihan Anwar adalah : Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”. Cerpennya yang berjudul ” Radio Masyarakat ” ini melukiskan kemelut jiwa para pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang.

    3) Anas Ma’ruf, kelahiran Bukittinggi 27 oktober 1922. Dikenal sebagai seorang organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika). Selain itu, ada M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” yang merupakan sebuah sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan.

    4) Maria Amin kelahiran Bengkulu 1921 yang menulis sajak-sajak dalam majalah Poedjangga Baroe. Yaitu pengarang perempuan yang tercatat dalam sejarah Meskipun mulai berkarya pada periode ini, namun sebenarnya Maria Amin ini lebih aktif berkarya pada periode 1942-1945, terutama ketika ia menulis dan mengumumkan beberapa karya berupa prosa lirik yang bersifat simbolis. Dan ketika Jepang masuk ke Indonesia, sebagai bagian dari bangsa, Maria Amin merasa sangat kecewa melihat kehidupan sosial politik pada waktu itu. Ia akhirnya memilih menyampaikan gagasan-gagasannya dalam dunia simbolik. Ia juga menggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium seperti yang dilukiskannya dalam prosa liriknya “Tengoklah Dunia Sana”.

    5) Idrus kelahiran Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921– wafat di Padang, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun ini adalah seorang sastrawan Indonesia yang lebih dikenal sebagai seorang yang dramawan. Perkenalan Idrus dengan dunia sastra sudah dimulainya sejak duduk di bangku sekolah, terutama ketika ia di bangku sekolah menengah. Ia sangat rajin membaca karya-karya roman dan novel Eropa yang dijumpainya di perpustakaan sekolah. Ia pun sudah menghasilkan cerpen pada masa itu. Yang mana Karya-karya nya yaitu:
    Novel :

    * Surabaya
    * Aki
    * Perempuan dan kebangsaan
    * Dengan Mata Terbuka
    * Hati Nurani Manusia
    * Hikayat Putri Penelope
    * Hikayat Petualang Lima
    * NJ mania KEBANTENAN

    [sunting] Cerpen

    * Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
    * Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
    * Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
    * Anak Buta

    [sunting] Drama

    * Dokter Bisma
    * Jibaku Aceh
    * Keluarga Surono
    * Kejahatan Membalas Dendam

    [sunting] Karya Terjemahan

    * Kereta Api Baja
    * Roti Kita Sehari-hari
    * Keju
    * Perkenalan dengan Anton Chekov
    * Cerita Wanita Termulia
    * Dua Episode Masa Kecil
    * Ibu yang Kukenang
    * Acoka
    * Dari Penciptaan Kedua

    6) Abang Usmar Ismail yang bernama Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang.
    Dr. Abu Hanifah tidak terkecuali. Bekerja di masyarkat yang belum maju, bergaul dengan rakyat yang membutuhkan perawatan telah memberikan kepadanya pemahaman mengenai dimensi pendidikan kedokteran seperti kepemimpinan, humanisme, kejuangan. Sebagaimana dituliskannya dalam buku tentang pengalamannya di Taluk, dia adalah “Dokter Rimboe”. Kata “rimboe” (ejaan lama) berarti: hutan belantara (1942). Sesudah itu Abu menjadi scheepaarts, dokter di kapal perusahaan Belanda yang berlayar pada rute Batavia-Singapore-Medan pulang pergi. Di zaman Jepang dia bekerja di rumah sakit umum (CBZ) Jakarta. Pada zaman Jepang ia menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Abu Hanifah ini juga menulis buku Rintisan Filsafat di mana dia menguraikan tentang filsuf-filsuf klasik Barat.

    7) Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang menceritakan latar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830). Yang mana Sandiwaara itu kemudian diterbitkan pada Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati pada tahun1945.

    8) Bakri Siregar adalah seorang pengarang yang berdarah Batak. Dia dilahirkan di Langsa, Aceh Timur, 14 Desember 1922 dan meninggal di Jakarta, 19 Juni 1994. Pernah terjun dalam dunia jurnalistik, dengan menjadi redaktur harian Pendorong (Medan), dan redaktur majalah Arah (Medan). Sebagai seorang intelektual Bakri mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan sebagai dosen di berbagai universitas baik di dalam negeri maupun di luar negeri, diantaranya; dosen bahasa Indonesia di Universitas Warsawa, Polandia (1956—1957), dosen bahasa Indonesia di FKIP Universitas Sumatra Utara (1957—1959), dan terakhir menjadi guru besar Sejarah Sastra Indonesia Modern di Universitas Beijing, RRC (1959—1962). Dalam dunia perpolitikan yang melibatkan para sastrawan Indonesia, Bakri pernah terlibat di dalamnya, dengan menjadi anggota Pimpinan Pusat Lekra (1959—1965), dan kemudian diangkat sebagai Ketua Umum Lembaga Sastra Lekra (1965), setelah peristiwa G30S PKI meletus, Bakri ditahan hingga tahun 1977. Karya-karyanya yang pernah tercatat antara lain; Jejak Langkah (1953), Saijah dan Adinda (1954), Sejarah Sastra Indonesia Modern I (1964), dan sebuah tulisan yang berbentuk manuskrip dengan judul Angkatan-Angkatan dalam Sastra Indonesia.

    9) H.B Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) adalah orang yang secara penuh mencurahkan perhatiannya kepasda kerja dokumentasi. Itulah sebabnya, orang yang bermaksud mencari informasi tentang sastra Indonesia tidak dapat melepaskan dirinya dengan hasil pengumpulan bahan dokumentasi yang disusun oleh H.B Jassin. Kerja dokumentasi bagi H.B Jassin adalah kerja yang sudah dimulainya sejak mudanya dengan penuh kecintaan. Menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941) dan karya tulis lainnya Surat-Surat 1943-1983 (1984).

    10) Pengarang cerpen yang lain Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    11) Nur Sutan Iskandar (Sungai Batang, Sumatera Barat, 3 November 1893 – Jakarta, 28 November 1975) adalah seorang sastrawan Angkatan Balai Pustaka. Nur Sutan Iskandar memiliki nama asli Muhammad Nur. Seperti umumnya lelaki Minangkabau lainnya Muhammad Nur mendapat gelar ketika menikah. Gelar Sutan Iskandar yang diperolehnya kemudian dipadukan dengan nama aslinya dan Muhammad Nur pun lebih dikenal sebagai Nur Sutan Iskandar sampai sekarang. Setelah menamatkan sekolah rakyat pada tahun 1909 Nur Sutan Iskandar bekerja sebagai guru bantu. Pada tahun 1919 ia hijrah ke Jakarta. Di sana ia bekerja di Balai Pustaka, pertama kali sebagai korektor naskah karangan sampai akhirnya menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Balai Pustaka (1925-1942). Kemudian ia diangkat menjadi Kepala Pengarang Balai Pustaka, yang dijabatnya 1942-1945.
    Nur Sutan Iskandar ini juga tercatat sebagai sastrawan terproduktif di angkatannya. Selain mengarang karya asli ia juga menyadur dan menerjemahkan buku-buku karya pengarang asing seperti Alexandre Dumas, H. Rider Haggard dan Arthur Conan Doyle. Dan karyanya yang terbit pada masa itu yaitu Jangir Bali (Jakarta: Balai Pustaka, 1942) dan Cinta Tanah Air (Jakarta: Balai Pustaka, 1944)

    Terimakasih

  43. 1 ) Chairil Anwar, dengan kta-kata : ” Prosaku, puisi juga, dalamnya tiap kata akan ku gali-korek sedalamnya, hingga ke kernwoord, ke kernbeeld” katanya kepada H.B.Jassin dalam salah satu suratnya tahun 1944. Usahanya ini talah menyebabkan dimulainya suatu tradisi puisi yang mempunyai kemungkinan hampir tak terbatas.

    2 ) Usmar Ismail, seorang pemuda Minangkabau ( kelahiran Bukit Tinggi,20 Maret 1921. ) Dia dikenal sebagai penulis drama, tetapi ia mulai masuk ke dunia kesusastraan khususnya dan kesenian umumnya dengan sajak-sajak dan beberapa buah cerpen. cerpen-cerpennya yaitu Pancara Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948). Sebagian sajak Usmar dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Puntung Berasap (1949).
    Sajak-sajak yang ia ciptakan antara lain :
    – Kita Berjuang yaitu menyatakan hasratnya untuk berjuang.
    – Pujangga dan Cita-Cita yaitu mencari perjuangan jiwa.
    – ” Diserang Rasa” yaitu timbulnya rasa was-was dan ragu kepada kesungguhan janji dan semboyan Jepang.
    Ia juga banyak menciptakan drama yaitu :
    – ” Ayahku Pulang ” kemudian dibuat film yang berjudul Desa Tak Berampun (1950).
    – ” Mutiara Dari Nusa Laut ”
    – ” Api”, ” lIburan Seniman” dan ” Citra “, ketiganya diterbitkan dalam buku yang berjudul ” Sedi dan Gembira ” (1949).

    3 ) Amal Hamzah, adik Amir Hamzah yang lahir di Binjai,Langkat tanggal 31 Agustus 1922. Amal mulai menulis di Zaman Jepang ketika ia kehilangan kepercayaan. Ia menjadi kasar dan sajaknya yang dihasilkan sangat naturalis.
    Sajak dan karangannya diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul Pembebasan Pertama (1949), salah satu sajaknya berjudul ” Melaut Benciku “.
    Amal Hamzah juga menulis Buku dan Penulis (1950), yang merupakan kumpulan keritik tentang beberapa roman dan drama Indonesia.
    Amal Hamzah juga menulis sebuah sandiwara yang berjudul ” Tuan Amin ” yang ,merupakan sindiran kepada Armijn Pane yang pada saat itu sangat bersemangat menyokong Jepang dan menulis sandiwara-sandiwara pesanan sesuai permintaan Jepang.

    4 ) Rosihan Anwar ( lahir di Padang, 10 Mei 1922 ). Sajak yang ia hasilkan banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Salah satu cerpen ciptaannya berjudul ” Radio Masyarakat “.
    Ia juga menerbitkan sebuah roman berjudul Raja Kecil, Bajak Laut di Selat Malaka (1967).

    5 ) Anas Ma’ruf ( lahir di Bukit Tinggi, 27 Oktober 1922). Ia menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia, seperti Rabindranath Tagore, John Steinbek, William Saroyan, Dll.

    6 ) M.S.Ashar ( lahir di Kutaraja, 19 Desember 1921). Sajaknya yang terkenal berjudul “Bunglon ” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    7 ) Maria Amin ( lahir di Bengkulu, 1921). Ia mernggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium, yang dilukiskannya dalam prosa liriknya ” Tengoklah Dunia Di sana ! “.

    8 ) Nursjamsu ( lahir di Lintau, Sumatra Barat, 6 Oktober 1921). Ia menulis sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja antara lain berjudul ” Terawang ” yang dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    9) H.B.Jassin ( lahir di Gorontalo, 31 Juli 1917). Cerpennya berjudul ” Anak Laut “, cerpen terakhirnya dimuat dalam majalah Poedjangga Baroe yang berjudul “Nasib Polontair ” (1941).

    10 ) Bakri Siregar ( lahir di Langsa, Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul ” Di Tepi Kawah ” yang merupakan sebuah cerpen bertema pelarian. “Di Tepi Kawah ” ini dinukukan dengan judul Jejak Langkah (1953). Ia juga menulis buku sejarah sastra Indonesia modern (1964).

    11 ) Abu Hanifah ( lahir di Padang Panjang, 1906). Drama yang ia ciptakan berjudul ” Taupan Di Atas Asia “, ” Intelek Istimewa”, ” Dewi Reni “, dan ” Insan Kamil “, yang kemudian dibukukan dengan judul ” Taupan Di Atas Asia ” (1949).
    – ” Kogaya ”
    – ” Mambang Laut”
    Ia ada juga menulis roman yang berjudul Dokter Rimbu (1952).

    12 ) Idrus, menuklis beberapa buah drama, antaranya ” Kejahatan Membalas Dendam yang kemudian dimuat dalam bukunya dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1946).
    – ” JIbaku Aceh “(1945).
    – ” Keluarga Surono” (1948).
    – ” Dokter Bisma ” (1945)

    13 ) Kotot Sukardi, menulis sandiwara ” Bende Mataram ” yang diterbitkan bersama-sama dengan sebuah sandiwara karangan Inu Kertapati, berjudul ” Sumping Sureng Pati ” dengan judul ” Bende mataram ” (1945).

    Terima kasih………………………… ^_^

  44. Penyair dan pengarang pada periode 1942 – 1945 adalah :

    1. Dr. Abu Hanifah ( El – Hakim ), lahir di padang panjang tahun 1906. karyanya yang berupa kumpulan drama adalah ” Taufan di atas Asia “, yang memuat beberapa Drama, yaitu :
    a. Taufan di atas Asia
    b. Dewi Reni
    c. Insan Kamil
    d. Intelek istimewa
    Yang tidak dibukukan adalah Drama Mambang laut dan Rogaya. Dr. Abu Hanifah juga membuat Roman Yang berjudul ” Dokter Rimbu “.
    2. Rosidin Anwar lahir di Padang 10 Mei 1922 pada jaman jepang menulis sejumlah sajak dan cerpan . Contoh cerpennya berjudul ‘Radio Masyarakat’ yang melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang.
    3. Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921. Cerpen-cerpennya, dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) yang disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949).
    4. Amal Hamzah ( Adik Amir Hamzah ), yang lahir di Binjai, langkat tanggal 31 Agustus 1922, Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore yang pernah mendapat hadiah Nobel 1913, antaranya karya utamanya Gitanyali (1947). Amal mulai menulis di zaman Jepang, ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Sajak – sajak dan karangan – karangan lainnya kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul ” Pembebasan Pertama ” . Amal Hamzah menulis ” buku dan penulis ” (1950) yang merupakan kumpulan kritik – kritiknya tentang beberapa roman dan drama – drama Indonesia.
    5. Armijn Pane : Sebelum perang ia telah menulis Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain. Pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi ia menulis “Antara bumi dan langit”.
    6. Anas Ma’ruf, menulis sejumlah sajak dan esai serta kritik. Ia juga menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore.
    7. H.B.Jassin, lahir di Gorontalo pada tanggal 31 Juli 1917, Salah sebuah cerpennya berjudul “ Anak Laut “ diterbitkannya secara bersama dengan cerpen – cerpen buah tangan beberapa pengarang lain dalam Pancaran Cinta (1946). “ Anak Laut” bukanlah cerpen Jassin yang pertama tetapi mungkin cerpen yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen yang dimuat dalam majalah poedjangga Baroe antara lain yang berjudul nasib volontairo (1941).
    8. Nursjamsu lahir di Sumatera Barat, 6 Oktober 1921. Pada masa sesudah perang ia menulis cerpen antara lain “ Terawang “ yang dimuat dalam majalah Gema Suasana pada tahun 1948.
    9. Bakri Siregar, cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah” , pada masa pendudukan Jepang, dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”.
    10. Maria Amin, lahir di Bengkulu tahun 1921, Ia menggambarkan kehidupan rakyat bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium seperti yang dilukiskannya dalam prosa liriknya “ Tengoklah Dunia Sana “.
    11. M.S Ashar lahir di Kutaraja, 19 Desember 1922,
    Ia menulis sajak dengan judul “Bunglon”, yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.
    12. Idrus, pada zaman Jepang ia menulis beberapa buah drama yaitu:
    a. Kejahatan Membalas Dendam, yang dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma ( 1948 )
    b. jibaku Aceh ( 1945 )
    c. Keluarga Surono ( 1948 )
    Dramanya yang berjudul “Kejahatan Membalas Dendam” melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot, (tentu saja) kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna.
    13. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1852-1830). diterbitkan oleh Balai Pustaka bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati dengan judul Bende Mataram (1945).
    14. Chairil Anwar, ia merupakan pelopor angkatan ‘45.
    Buku-buku kumpulan sajaknya yang diterbitkan antara lain :
    1. Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Luput (1949)
    2. Deru Campur Debu (1949)
    3. Tiga Menguak Takbir (1950)
    Sajak-sajak yang belum terdapat didalam kumpulan sajak itu kemudian dimuat oleh H.B Jasin dalam bukunya “Chairil Anwar Pelopor Angkatan ‘45 (1946)”.
    15. Karim Halim, menulis roman yang berjudul “Palawija” (1944).
    16. Nur Sutan Iskandar, pada periode menerbitkan karya sastra berjenis roman, yaitu ” Cinta Tanah Air “

  45. Perbaikan jawaban,

    Para penyair dan pengarang periode 1942-1945:

    1. Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Karyanya antar lain: Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949)

    2. Amal Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947). Sajak-sajaknya sangat naturalistis, sandiwara-sandiwaranya sangat menonjolkan sensualisme. Karyanya Pembebasan pertama, sajak Melaut Benciku. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).

    3. Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Karyanya: Radio Masyarakat, yang melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”(1967).

    4. Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5. M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921. Karyanya: sajak “Bunglon” berupa sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan.

    6. Maria Amin , Bengkulu 1921, karyanya “Tengoklah Dunia Sana”

    7. Nursjamsu, Sumatera Barat 6 oktober 1921. karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948)

    8. H.B. Jassin, Gorontalo, 31 juli 1922, karyanya:cerpen “Anak Laut”. merupakan cerpen pertama dan yang terakhir kalinya. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).

    9. Bakri Siregar Langsa /Aceh, 1922. Karyanya: Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    10. Armijn, lahir di Muara Sipongi, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 18 Agustus 1908. Karya-karyanya: sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain, beberapa sandiwara dibukukan dalam “jinak –jinak merpati” (1953), dan “Antara bumi dan langit”.

    11. Usmar Ismail, karyanya: menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru“ karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”, menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku“Mutiara di Nusa Laut”. Drama yang belum dibukukan “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”. Drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).

    12. Abang Usmar Ismail yang bernama Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang. Karyanya: drama “Taufan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).

    13. Idrus, karyanya: drama “Kejahatan Membalas Dendam” Dalam “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan tentu saja kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna segala, dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945.

    14. Kotot Sukardi, karyanya: sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

    15. Nur Sultan Iskandar, karyanya: roman Cinta Tanah Air (1944).

    16. Karim Halim, karyanya: Palawija (1944), berupa roman propaganda yang bernilai sastra sama seperti roman cinta tanah air.

  46. Assalamuallaikum
    Para pengarang dan penyaair yang terbit pada masa periode 1942-1945 :

    ~ Usmar Ismail , lahir di Bukittinggi 20 maret 1921 , dikenal sebagai dramawan dan sineas ( pembuat film ) . Cerpen-cerpennya hanya da beberapa saja , antara lain di muat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) . Sajak-sajak Usmar kemudian di kumpulkan dan diterbitkan dalam dengn judul Patung Berasap (1949) .

    ~ Amal hamzah , adik Amir Hamzah , lahir di Binjai , Langkat 31 Agustus 1922 . Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore , yang pernah mendapatkan hadiah nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947) .Amal mulai menulis di zaman Jepang , ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia . Ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalistis . Dalam sandiwara-sandiwaranya sangat menonjolkan sensualisme . Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan pertama (1949) . Hilangnya kepercayaan kepada manusia , jelas terlihat dalam sajak “Melaut Benciku” . Selain itu , Amal juga menulis buku yang berjudul “Buku dan Penulis” (1950) .

    ~ Rosihan Anwar , lahir di Padang 10 Mei 1922 . Terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka . Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda . Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosaong dari Jepang . Pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil” , “Badjak Laut di Selat Malaka”.
    ~ Anas Ma’ruf , lahir di bukittinggi 27 Oktober 1922 . Pada jaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penerjemah . Ia juga meterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India) , John Steinback (Amerika) , William Saroyan (Amerika) .

    ~ M.S. Ashar , lahir di Kutaraja 19 Desember 1921 . Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan .
    Maria Amin , lahir di Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana” .
    Nursjamsu , lahir di Sumatera Barat 6 Okteber 1921 . Di antara karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    ~ H.B. Jassin , lahir di Gorontalo 31 Juli 1922 yang menulis cerpen “Anak Laut . Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang pertama , tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir . Sebelum pernag Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire” (1941).

    ~ Bakri Siregar , lahir di Langsa / Aceh 1922 . Cerpennya yang pertamanya berjudul “Ditepi Kawan” . Pada masa pendudukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).
    Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang , menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949) . Ia juga menulis roman Dokter Rinbu (1942).

    ~ Idrus , pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama , antaranya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku dari Ave maria ke Jalan Lain ke Roma (1948) ; Jibaku Aceh (1945) ; Keluarga Surono (1948) ; Dokter Bisma (1945).

    ~Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1825-1830) .

    ~ Chairil Anwar , yang terkenal dengan puisi “Aku” .

    ~ Nur Sutan Iskandar , lahir di Maninjau 1839 ,karyanya Cinta Tanah Air ,

    ~ Karim Halim dengan karyanya Palawija (1944) ,

    Terimakasih Bapak ^_^

  47. Pada periode 1942-1945 banyak lahir para penyair, seperti:

    (1).Usman ismail, tempat lahirnya dibukittnggi pada tanggal 20 Maret 1921, orangnya terkenal sangat dermawan dan sineas seorang pembuat film, ia juga sangat pandai membuat cerpen dan sajak-sajak,salah satu sajaknya yang berjudul” kita berjuang”.

    (2). Amal Hamzah, merupakan adik dari Amir Hamzah. tempat lahirnya dibinjai langkat tanggal 31 Agustus 1922, ia seorang penerjemah karya tagore, yang dulunya pernah meraih hadiah nobel pada thn 1931.

    (3). Rosihan Anwar, ia dilahirkan dipadang 10 Mei 1922, ia juga dikenal sampai dekarang sebagai wartawan komunis terkemuka. Banyak mempunyai sajak-sajak yang melukiskan tentang semangat & perasaan kaunm remaja. sebuah cerpennya yang berjudul” Radio Masyarakat ” menceritakan keadaan jiwa remaja yang sedang dalam keraguan atas janji-janji jepang yang kosong belaka. ketika tahun 1967 rosihan telah menerbitkan romanya yang berjudul ” Radja ketjel, badjak laut diselat malaka “.

    (4). Maria Amin, ia dilahirkan diBengkulu 1921, ia membuat karya yang berjudul ” Tengoklah dunia sana “.

    (5). M.S. Ashar. ai dilahirkan diKutaraja 19 Desember 1921, ia menulis sajak yang berjudul ” Bunglon” sajaknya ini menceritakan tentang suatu sindiran bagi orang-orang yang memiliki tabiat yang plin-plan saja.

    (6). Anas Ma’ruf, ia dilahirkan Bukittnggi 27 Oktobeer 1922. ketika jaman sesudah oerang terkenallah sebagai organisatur kebahasaan dan penterjemah karya, para pangarang didunia seperti wlliam sariyan dari amerika, john steinbaick dari amerika, robindranath tagore dari india.

    (7). Bakri Siregar, ia dilahirkan dilangka aceh tahun 1922, ia membuat cerpen pertamanya yang berjudul ” ditepi kawah”. cerpennya juga dibukukukan pada masa jepang yang berjudul” jejak langkah ” pada tahun 1953.

    (8). H.B. Jassin, ia dilahirkan pada tangal 31 Juli 1922, ia menulis cerpen yang berjudul” anak laut “. Cerpen yang dibuatnya ini bukan yang pertama kali tetapi cerpen yang dibuatnya ini untuk yang terakhir kalinya ia membuat. sebelum perang terjadi jassin telah menuliskan karyanya didalam poejangga baroe yang berjudul” Nasib volontaeri ” pada tahun 1941.

    (9). Nursjamsu, ia dilahirkan disumatra barat 6 oktober 1921, ia juga membuat cerpen yang berjudul ” Terawang” dimuat didalam sebuah majalah yaitu majalah ” gama suasana: pada tahun 1948.

    (10). Armijn Pane, ia merupakan seorang pengarang yang membuat cerpenya pada jaman jepang. karya yang ditulisnya yang berjudul” lukisan masa,barang tiada berharga” dll. Pada masa jepang ia juga menulis sandiwara yang dibukukan yang berjudul ” jinak-jinak merpati pada tahun 1953, Sesudah proklamasi ia juga menulis sandiwara yang berjudul”antara bumi dan langit”.

    (11).Usmar Ismail, ketika jaman jepang ia menyadur sebuah kisah yang berjudul” Chichi Kaero ” dirubahnya menjadi ” ayahku pulang ” . Ia juga membuat drama tetapi belum dibukukan yang berjudul ” tempat yang kosona& mekar melati & citra dan api liburan seniman”. dan kemudian dibukukan dengan judul ” sedih dan gembira “.

    (12). Abang Usmar, yang bernama Abu Hanifah(El- hakim), ia dilahirkan dipadang panjang, dramanya yang berjudul” taufaan diatas asia” pada tahun 1949, Ada 4 buah drama yang telah duibukukan, yaitu: taufa diatas asia terdiri 4 bagian, dewi reni, 3 babak, intelek istemewa, 3 bagian, 3 babak drama rogaya, ihsan kamil, 4 babak : mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. kecuali drama, ia juga menulis roman yang berjudul ” Dokter Rambu ” pada tahun 1942.

    (13). Idrus, ia menulis beberapa buah drama,salah satunya yang berjudul “ Kejahatan Membalas Dendam “, dan kemudian dimuat dibuku “ Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma” pada tahun1948, “ Jibaku Aceh “ pada tahun1945, “ Keluarga Suron “ pada tahun1948, dan “ Dokter Bisma “ pada tahun1945.

    (14). Kotot Sukardi, seoarng penulis sandiwara, salah satu sandiwaranya yang ditulisnya, diterbitkan oleh balai pustaka, begitu juga dengan karangan inu kertapati yang sama-sama berjudul” sumping sureng pati” pada tahun 1945. Sandiwaranya yang dimuatnya ini berlatar belakang maa perang diponegoro pada tahun 1825-1830.

    (15). Chairil Anwar, ia dilahirkan diMedan tanggal 22 Juli 1922. Ia merupakan seorang pelopor angkatan ‘45.
    sajaknya yang diterbitkan yaitu :
    -Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Luput (1949)
    -Deru Campur Debu (1949)
    -Tiga Menguak Takbir (1950)
    Sajak-sajak chairil anwar merupakan renungan tentang hidup, pengalaman terhadap kenyataan, lukisan perasan manusia, cinta-kasih, berahi, dan lain lain.

    (16). Nur Sultan Iskandar, ia lahir pada tanggal 3 November 1893, ia dilahirkan diSungai Batang Maninjau Sumatra Barat. Nama kecilnya muhammad nur, diminangkabau dia bergelar sutan iskandar, gelar itu diberikan setelah dia beristri ia banyak mempunyai buku peninggalan, bukunya itu berupa karya asli, suduran, maupun terjemahan, seperti:
    – Neraka dunia(novel 1928)
    – Salah pilih( roman 1928)
    – Cinta tanah air( novel 1944)
    – Hulu balang raja(1934)
    – Tuba dibalas dengan susu(1933)
    – Karena mertua(1932)
    – Cinta membawa maut(1922)

    TERIMAKASIH……………………..!!!!!!!!!!!

  48. assalamu’alaikum………………………………
    pada masa ini banyak orang yang mulai menulis dan membuat sajak, begitu juga dengan sandiwara. sedangkan roman kurang ada pada masa ini mungkin karena pada masa ini keadaan tidak mendukung karena situasinya berada pada masa perang jadi orang yang bekerja dituntut untuk bekerja dengan cepat dan waktu yang singkat. berdasarkan buku yang saya baca ada beberapa pengarang yang menulis karyanya pada masa ini yaitu…:
    -Nur Sutan Iskandar
    ia adalah pengarang roman yang terbit pada masa itu dengan judul ” Cinta Tanah Air”
    -Karim Halim
    ia mengarang roman yang berjudul ”Palawija”.
    Roman yang terbit pada masa ini hanya ada dua buah saja yaitu karangan Karim Halim itu dan karangan Nur Sutan Iskandar yang telah saya sebutkan diatas tadi.
    -Idrus
    ia menulis beberapa buah drama salah satunya berjudul” Kejahatan Membalas Dendam” karangannya ini dimuat dalam bukunya yang berjudul” Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma”gaya yang digunakan oleh Idrus dikenal sebagai gaya-menyoal-baru (nieuwzakelijkheids stijl) yang serba sederhana.
    -Usmar Ismail
    ia lebih dikenal sebagai seorang dramawan dan cineast. cerpen-cerpennya hanya ada beberapa buah saja. antara lain dimuat dalam “Pancaran Cinta”, “Gema Tanah Air”. kedua klarangan itu disusun oleh H.B. Jassin. sedangkan sajak-sajak dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul “Puntung Berasap “. pada awalnya ia percaya kepada janji-janji jepang, sehingga dalam sajak-sajak yang permulaan terlihat jelas kepercayaannya terhadap jepang. namun pada akhirnya ia kecewa dan kemudian menulis sajak-sajak yang menunjukkan penyerahan dirinya kepada Tuhan.
    -Amal Hamzah
    ia adalah adik dari sastrawan Amir Hamzah,. pada awal penulisan karyanya ia masih terpengaruh gaya penulisan dan pengucapan abangnya. Namun kemudian ia lebih tertarik kepada seorang pengarang asal India yang bernama Rabindranath Tagore. karena ketertarikannya, ia kemudian menejemahkan beberapa karya Tagore yang pernah meraih Nobel (1913) diantaranya Gitanyali(1947). sajak-sajak Amal diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul “pembebasan Pertama”( 1949). Amal menulis pada masa penjajahan jepang yang ketika itu ia kehilangan kepercayaannya kepada manusia. hilangnya kepercayaannya itu dapat dilihat dari karyanya yang berjudul “Melaut Benciku”
    -Rosihan Anwar
    pada masa sekarang ia lebih dikenal sebagai seorang wartawan dan komunis terkemuka. ia menulis sejumlah saak dan cerpen. cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat ” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji kosong yang diberikan jepang.
    -Anas Ma’ruf
    setelah perang ia lebih dikenal sebagai orgasnisator kebudayaan dan sebagai seorang penerjemah.ia menulis sejumlah sajak dan essai serta kritik. Ia juga menerjemahkan karya-karya pengarang dunia. ia juga menjadi sekretaris badan Musyawarah Kebudayaan nasional dan memegang redaksi majalah Kebudayaan Indonesia.
    -M.S Anwar
    ia menulis beberapa sajak dan menjadi terkenal setelah salah satu sajaknya yang berjudul “Bunglon” berisi tentang orang-orang yang bertabiat plin-plan yang sudah banyak ada pada masa itu.
    -Maria Amin
    ia adalah salah satu penyair wanita pada masa itu, karena kecewa pada sosial politik maka ia lari kedunia simbolik. pada prosa yang liriknya” Tengoklah Dunia Sana” ia menggambarkan kehidupan rakyat Indonesia sebagai Ikan dalam akuarium.
    -Nursamsju
    Ia juga salah satu dari penyair wanita yang ada pada masa itu,cerpennya berjudul “Terawang”
    -H.B.Jassin
    ia juga menulis cerpen. salah satu cerpennya berjudul “Anak Laut” pada masa sesudahnya ia lebih mencurahkan perhatiannya kepada penulisan kritik dan essai. sambil menyelenggarakan dokumentasi sastra Indonesia modern.
    -Bakri Siregar
    cerpen pertamanya berjudul “Di tepi Kawah” yang kemudian dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” . cerpen-cerpennya dimuat dalam buku itu melukiskan kesepian dan pelariannya dari kehidupan yang ramai, namun juga disertai dengan humor.
    -Armijn Pane
    pada masa jepang ia menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-Jinak Merpati”.
    -Abu Hanifah
    ia adalah abang dari Usmar Ismail . ia mempunyai nama samaran El-Hakim pada jaman jepang ia menulis beberapa buah drama yang kemudian juga dibukukan dengan judul “Taufan Diatas Asia”.ElHakim lebih cenderung kepada dasar-dasar agama Islam.
    -Katot Sukardi
    sandiwara yang ditulisnya berjudul “Bende Mataram ” yang berlatar perang diponerogo.
    – Inu Kertapati
    sandiwara yang berjudul Sumping Sureng Pati ” yagn diterbitkan oleh balai pustaka bersama-sama dengan sandiwara karangan katot yang berjudul “Bende Mataram”tadi. karangan tadi mengambil latar peristiwa sejarah yang lampau.
    mungkin itu saja yang dapat saya simpulkan dari buku yang saya baca mengenai pengarang dan penyair yang ada pada masa 1942-1945…………….
    terima kasih pak……………

  49. assalamualaikum…………………….
    A. menurut saya para penyairnya yaitu :
    1. Usmar Ismail
    2. Amal Hamzah
    3. Rosihan Anwar
    4. Anas Ma’ruf
    5. M.S Anshar
    6. Maria Amin
    7. Nur sjamsu

    B. Karya sastra berupa :
    a. Cerpen :
    1. “Anak Laut”( H.B Jassin )
    2. “Nasib Volotaire” ( H.B Jassin ) 1941
    3. “Ditepi Kawah” Jaman Jepang Cerpen ini dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953)
    b. Drama :
    1). “Lukisan Masa”Barang Berharga”, kemudian jaman jepang menulis sandiwara dengan judul” Jinak-Jinak Merpati”(1953) sesudah proklamasi menulis ” Antara Bumi dan Lingit” (Armijn Pane)
    2).”Chichi Kaeru” menjadi judul “Ayahku Pulang”
    “Mutiara Di NUsa Laut” (“Mekar Merpati” tempat yang kosong” belum dbukukan)
    -. Drama” Api” Liburan Seniman” dan ‘ citra ‘ kemudian dibukukan dengan judul ‘ sedih dan gembira ‘ (1949) Umar Ismail.
    3). Kumpulan Drama yang berjudul ” Taufan di atas asia ” (1949 ) terdapat 4 drama :
    1.Taufan Di Atas Asia – 4 bagian
    2.Intelek Istemewa – 3 bagian
    3.Dewi Rini – 3 babak
    4. Insan Kamil – 3 babak
    5. Drama Rogaya – 4 babak
    6. Membang laut – 3 babak
    Semuanya karangan Abu Hanifah ( kakak Umar Ismail ).
    4.) ” Kejahatan Membalas Dendam “( Idrus )
    dimuat dalam buku :
    -. Dari Ave Maria Kejalan Lain Ke Roma (1948)
    -. JIbaku Aceh (1945)
    -. Kelarga Surono (1948)
    -. Dokter Bisma (1945)
    5.) ” Bende Mataram ” ( Berlatar belakang perang diponegoro (1825-1830) kemudian diterbitkan Balai pustaka Dengan judul ” Sumping Sureng (1945) – ( Kotot Sukardi )
    Sekian Terima Kasih ……………….

  50. Ass………………

    Tokoh-tokoh pada periode tahun 1942-1945 adalah;

    #Chairil Anwar

    Ia dilahirkan di Medan tanggal 22 juli1922. Sekolahnya hanya sampai Mulo(SMP) itupun belum tamat. Tapi Ia belajar sendiri sehingga tulisan-tulisannya matang dan padat berisi. Karya-karyanya seperti sajak yang berjudul Aku, Diponegoro, Kerawang-Bekasi, Persetujuan dengan Bung Karno, Siap Sedia, Cerita Buat Dien Tamaela, Doa, Isa, Tuti Artic, Senja diPelabuhan Kecil, Cintaku Jauh di Pulau, Sorga Datang Dara Hilang Dara,dll. Sajak yang sangat terkenal adalah yang berjudul “Aku” karena ia menyebut dirinya seperti binatang jalang. Pada sajak ini tidak hanya sebagai alat untuk bercerita tapi sebagai alat pengucap sastra yang dewasa. Bahasa sajak Chairil Anwar adalah bahasa sehari-hari yang menulang sumsum, membersit spontan dan hemat dengan kata- kata.

    # Nur Sultan Iskandar:

    Karyanya seperti roman yang berjudul “Cinta Tanah Air”. Ini merupakan roman propaganda yang bernilai sastra.

    # Karim Halim

    Karyanya roman yang berjudul “Palawija(1944)”. Ini merupakan roman propaganda yang bernilai sastra.

    # Idrus

    Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama diantaranya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma(19480); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Sarono (1948); Dokter Bisma (1945). Dalam “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiskan perjuangan pengarang muda dalam mengghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan (tentu saja) kemenangan di pihak pengarang muda meskipun pengarang kolot main guna-guna.

    #Usmar Ismail

    Ia dilahirkan di Bukittinggi, 20 Maret 1921. Ia dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film) Cerpen-cerpennya hanya beberapa antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta(1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B. Jassin. Sajak-sajak Usmar Ismail kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Patung Berasap. Dalam sajak “Kita Berjuang” ia dengan lantang menyatakan dahsyatnya “Berserta Saudara Turut Berjuang”. Maksudnya beserta saudara tua.dalam sajak “Pujangga dan Cita-Cita” ia yakin berkata kepada pujangga carilah, “carilah dahulu perjuangan jiwa/carilah asra didalam dada”. Namun tak lama ia menulis sajak “Diserang Asa” yang menggambarkan timbulnya rasa was-was dan ragu kepada kesungguhan janji semboyan jepang. Usmar Ismail juga pada masa itu menyadur sebuah kisah”Chichi Kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang. Selain itu, ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku “Mutiara di Nusa Laut”. Drama yang ditulis Usmar belum dibukukan “Mekar Melati” dan “Tempat Yang Kosong”, drama Api”, liburan seniman, dan Citra”. Kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira”(1949).

    # H.B Jassin

    Penulis cerpen yang terkenal pada masa jepang diantaranya adalah H.B Jassin (Gorontalo,31 juli 1922) yang menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang pertama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam poejangga baroe yang berjudul “Nasib Volontaire(1941).

    # Amal Hamzah

    Amal Hamzah adalah adik dari Amir Hamzah. Ia lahir di Binjai,Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapat hadiah nobel 1931 diantaranya Gintanyali(1947). Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama(1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia terlihat pada sajak yang brjudul “Melaut Membenciku”. Selain itu, ia juga menulis buku yang berjudul “Buku dan Penulis”(1950).

    # Rosihan Anwar

    Ia lahir di Padang 10 Maret 1922. Sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangt pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan Kemelut jiwa pemuda dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari jepang. Pada tahun 1967 Ia menerbitkan sebuah roman yang bejudul “Radja Ketjil, Badak Laut di Selat Malaka”.

    # Anas Ma’ruf

    Ia lahir di Bukittinggi,27 oktober 1922. Ia menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath tagore(India), John Steinback(amerika), Wlliam Saroyan(amerika).

    # M.S AShar

    Ia lahir di Katuraja, 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    # Maria Amin

    Ia lahir di Bengkulu,1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana” dimuat dalam majalah Gema Suasana(1948).

    # Nursjamsu

    Ia lahir di Sumatera barat,6 oktober 1921 dengan karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” dimut dalam majalah Gema Suasana (1948).

    # Bakrie Siregar

    Ia lahir di Langsa/Aceh 1922. Cerpennya yang pertama berjudul ” Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan jepang cerpennya itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    # Armijn Pane

    Sandiwara yang dibukukannya pada zaman jepang adalah berjudul” Jinak-Jinak Merpati(1953). Sesudah repormasi ia menulis “Antara Bumi dan Langit.

    # Abu Hanifah(El-Hakim)

    Abang Usmar Ismail yang bernama Abu Hanifah 1960 di Padang Panjang. Pada zaman jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufan Diatas Angin”(1949). Ada empat buah drama yang dalam buku itu, yaitu Taufan diatas angin terdiri(4 bagian) istemewa ( 3 bagian), Dewi Reni (3 babak), Insan Kamil(3 babak), Drama Rogaya(4 Babak), Mambang Laut(3 babak), belum pernah dibukukan kecuali drama. Iajuga menuls roman Dokter Rimbu (1942).

    # Idrus

    Ia menulis beberapa buah drama, diantaranya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma (1948);Keluarga Sarono(1948);Dokter Bisma(1945).

    # Kotot Sukardi

    Ia menulis beberapa buah sandiwara Ronde Mataram yang berlatar belakang masa perang Diponegogo (1825-1830).

    # Inu Kerpati

    Karyanya adalah karangan yang berjudul “Sumping Sureng Pati”.

    Wassalam…………….

  51. Assalamualaikum Wr.Wb
    Bapak menurut saya penyair dan pengarang yang karya sastranya terbit pada masa itu adalah :
    1.) Usmar Ismail, bukit tinggi 20 maret 1921 dia dkenal sebagai seorang Dramawan dan sineas ( pembuat film ). Cerpen-cerpennya yaitu dmuat dalam pancaran cinta(1946) dan Gema Tanah air (1948) yang disusun oleh H.B jassin dan sajak-sajaknya ini kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam judul Patung Berasap (1949) serta sajak Kita berjuang dan sajak-sajak Diserang adalah merupakan hasil karya Usmar Ismail.
    Usmar Ismail juga menyadur sebuah kisah pada masa jepang yang berjudul “Chichi Kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi Ayahku Pulang, selain itu ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat maluku “Mutiara di Nusa Laut”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan” Mekar Melati dan Tempat Yang Kosong”. Drama Api, Liburan Seniman, dan Citra. kemudian dibukukan dengan judul Sedi dan Gembira (1949).
    2.) Amal Hamzah merupakan adik amir hamzah , dia dilahirkan di bijai, langkat 31 agustus 1922 , ia menerjmahkan beberapa buku karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Novel (1931) yaitu Gitanyali(1947).
    Amal mulai menulis dizaman jepang , ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia, ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalis dan dalam sandiwaranya sangat menonjolkan sensualisme.sajak dan karangan nya yang lain kemudian diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul Pembebasan Pertama (1949), hilangnya kepercayaan terhadap manusia jelas terlihat dalam sajak Melaut Benciku, selain itu Amal juga menulis buku yang berjudul “Buku dan Penulis”.
    3).Rosihan Anwar , padang 10 mei 1922 , sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka, sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda , cerpennya yang berjudul radio masyarakat yang melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari jepang (1967) Rosihan juga menerbitkan roman yang berjidul Radja Ketjil dan Badjak Laut di Selat Malaka.
    4.) Anas Ma’ruf , bukit tinggi 27 oktober 1922 pada jaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah . ia juga menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore ( India) , John Steinback ( Amerika) dan Wiliam Saroyan (Amerika).
    5.) M.S Ashar , kutaraja 19 desember 1921, dia menulis sajak bunglon yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan .
    6.) Maria Amin , bengkulu 1921 dengan karya tengoklah dunia sana serta Nur Sultan Iskandar dan Palawija yang karyanya yaitu cerpen dan sajak-sajak.
    7.) Nur Sjamsu lahir disumatera barat 6 oktober 1921 karyanya yaitu cerpen yang berjudul Terawang yang dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).
    8.) H.B Jassin , gorontalo 31 juli 1922 , dia menulis cerpen Anak Laut, cerpen itu mungkin bukan cerpen jassin yang pertama tapi jelas ini merupakan cerpennya yang terakhir. sebelum perang jassin menulis cerpen dalam poejangga baroe yang berjudul Nasib Volontaine.
    9.) Bakri Seregar ( langsa aceh 1922 ) cerpen yang pertama berjidul Ditepi Kawah dan masa pendudukan jepang cerpen itu dibukukan dengan judul Jejak Lngkah (1953).
    10.) Armijn Pane yang pada masa sebelum perang menulis lukisan masa , barang tiada berharga dan lain-lain. pada masa jepang dia menulis beberapa sandiwara yang dibukukan dengan judul Jinak-Jinak Merpati (1953) segera sesudah proklamasi dia menulis Antara Bumi dan Langit.
    11.) Abu Hanifah (El-Hakim) yaitu kakak Usmar ismail, 1960 dipadang panjang . pada zaman jepang di menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan yang berjudul Taufaan di Atas Asia (1949) dan dia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).
    12.) Idrus , pada zaman jepang ia menulis beberapa buah drama diantaranya : Kejahatan Membalas Dendam, dimuat dalam buku dari Ave Maria ke jalan lain Ke Roma (1948) , Jibaku Aceh(1945) , Keluarga Sorono (1948), Dokter Bisma(1945).
    13.) Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang Berlatar Belakang Perang Diponegoro (1825-1830)
    . sandiwara itu diterbitkan oleh Balai Pustaka dengan judul sama, bersama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sureng Pati tahun 1945.

  52. Assalamuallaikum. . .
    penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada pada periode 1942-1945 adalah :
    1.Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921.Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948),sajak Kita Berjuang,sajak Pujangga dan Cita-cita
    2.Amal Hamzah,lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. karyanya Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelass terlihat dalam sajak Melaut Benciku. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul Buku dan Penulis(1950)
    3. Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922.terkenal sebagai wartawan komunis,Cerpen Radio Masyarakat melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka.
    3. Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika)
    4.M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921, sajak Bunglon.
    5. Maria Amin , Bengkulu 1921, karyanya Tengoklah Dunia Sana.
    6. Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921.karyanya berupa cerpen berjdul Terawang dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948)
    7. H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen Anak Laut.
    8. Bakri Siregar,aceh 1922. cerpennya berjudul Ditepi Kawah.
    9. Armijn Pane.dramanyayang judulnya Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul jinak –jinak merpati (1953). Segera sesudah proklamsi ia menulis Antara bumi dan langit .
    10. Usmar Ismail, Chichi Kaeru karangan Kikuchi Kwan menjadi Ayahku Pulang. Selain itu,usmar pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku Mutiara di Nusa Laut. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan Mekar Melati dan Tempat yang Kosong. Drama Api , Liburan Seniman, dan Citra kemudian dibukukan dengan judul Sedih dan Gembira (1949).
    11. Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang. berjudul Taufaan di Atas Asia(1949). juga roman yang berjudul Dokter Rimbu (1942).
    12. Idrus,menulis drama yang judulnya Kejahatan Membalas Dendam dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948) Jibaku Aceh (1945) Keluarga Surono (1948)Dokter Bisma 1945.
    13. Kotot Sukardi. Bende Mataram yang berlatar belakang perang Diponegoro (1825-1830)
    terima kasih . . .

  53. 1. Umar Ismail,Bukittinggi 20 maret 1921. Dikenal sebagai seorang dermawan dan cineast (pembuat film) teritama tahun-tahun belakangan. Dalam dunia sastra ia lebih dikenal sebagai penulis drama.
    2. Amal Hamzah,Binjai 31 agustus 1921. Amal mulai menulis di zaman jepang,ketika nama ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalistis.
    3. Rosihan Anwar,lahir di Padang,10 mei 1922. Pada jaman Jepang menulis sejumlah sajak dan cerpen. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan semangat san semangat pemuda.
    4. Ma’ruf,lahir di Bukittinggi 27 oktober 1922. yang sesudah jaman perang lebih terkenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah.
    5. M.S. Ashar lahir di Kutaraja 19 Desembar 1921. Pada jaman jepang menulis beberapa buah sajak menjadi terkenal karena sebuah sajaknya yang berjudul ” Bunglon”.
    6. Maria Amin,lahir di Bengkulu tahun 1921. yang sebenarnya sudah muncul dalam majalah poejangga Baroe.
    7. Nursjamsu lahir di Lintau,sumatra barat 6 Oktober 1921.
    8. H.B. Jassin lahir di Gorontalo 31 juli 1917. juga menulis cerpen. salah sebuah cerpennya berjudul ” Anak Laut “.
    9. Bakri Siregar lahir di Langsa,Aceh tahun1922.Cerpennya yang pertama berjudul ” Di Tepi Kawah ” mendapat hadiah pertama sayembara mengarang cerpen.
    10. Armijn Pane yang pada masa sebelum perang telah menulis lukisan masa ” Barang Tiada Barharga” dan lain-lain ,pada masa jepang mennulis beberapa buah sandiwara lagi.
    11. Abu Hanifah kalau meulis cerpen mempergunakan nama samaran El Hakim lahir 1906 di Padangpanjang. pada jaman jepang ia menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul ” Taufan di atas Asia (1949).
    12. Idrus pada jaman jepang menulis beberapa buah drama,antaranya ” Kejahatan Membalas Dendam ” ia melukiskan pengarang muda dalam menghadap (kekuasaan) pangeran kolot dengan kemenangan di pihak muda meskipun pangeran kolot hendak main guna-guna.
    13. Kotot Sukardi menulis sandiwara ” Bende Mataram (1945) ‘

    Thank’s Yaaaa Pak

  54. Para penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa 1942-1945 sebagai berikut:
    A. Para Penyair
    1. Usmar Ismail seorang pemuda Minangkabau kelahiran Bukit Tinggi 20 Maret 1921, beliau lebih dikenal sebagai seorang dramawan dan cineast(pembuat film). dalam dunia sastra beliau lebih dikenal sebagai penulis drama. Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa buah saja antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (19446) dan Gema Tanah Air (1948), kedua cerpen tersebut disusun oleh H B. Jassin. Sajak-sajak Usmar sebagian besar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Patung Berasap (1949). Dalam sajaknya “Kita Berjuang” ia dengan lantang menyatakan hasratnya “Beserta saudara turut berjuang !” Maksudnya beserta “Saudara Tua”, “Dai Nippon”. Dan dalam sajaknya “pujangga dan Cita-cita” ia dengan yakin berkata kepada pujangga: “Carilah dulu perjuangan jiwa/Asia didalam dada”. Namun tak lama kemudian iapun menulis sajak ‘Diserang Rasa’, yaitu timbulnya rasa was-was dan ragu akan kesungguhan janji dan semboyan Jepang.
    2. Amal Hamzah, adik dari Amir hamzah, lahir diBinjai Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkanbeberapa buah karya Tagore yang pernah mendapat hadiah Nobel 1913, diantaranya Gitanyali (1947). Amal mulai menulis dijaman Jepang, ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia, ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalistis. Juga dalam sandiwara-sandiwara dan cerita atau sketsa yang ditulisnya, sensualisme sangat kentara. Sajak-sajak dan karangan-karangan lainya kemudian di terbitkan dalam sebuah buku barjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelas terlihat dalam sajaknya yang berjudul ‘Melaut Benciku’. Selainitu Amal Hamzah juga menulis Buku dan Penulis (1950) yang merupakan kumpulan kritik-kritiknya tentang beberpa roman dan drama-drama Indonesia.
    3. Rosihan Anwar kelahiran Padang 10 Mei 1922, sekarang beliau lebih dikenal sebagai seorang wartawan dan kolumnis terkemuka. Pada jaman Jepang beliau menulis sejumlah sajak dan cerpen. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul ‘Radio Masyarakat’ melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pada tahun 1967 Rosehan menerbitkan sebuah roman barjudul Raja kecil, Bajak laut di Selat Malaka , yang merupakan sebuah roman sejarah Semenanjung pada awal abad ke-18.
    4. M.S Ashar, Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak yang berjudul “Bunglon” sajak itu merupakan sindiran bagi orang yang bertabiat plin-plan.
    5. Maria Amin, Bengkulu 1921, karena kekecewaannya melihat kehidupan sosial politik lalu lari kedalam dunia simbolik, dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana” yang menggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium.
    6. Nursjamsu, Sumatra Barat 6 Oktober 1921. Pada masa sesudah perang ia menulis cerpen antara lain berjudul “Terawang”
    B. Cerpen
    1. H.B Jassin (Gorontalo, 31 Juli 1922) ia menulis cerpen “Anak Laut”. Sebelum pereng Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire” (1941).
    2. Bakri Siregar (Langsa/Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang Cerpen itu dibukukan dengan judul
    “Jejak Jangkah” (1953).
    C. Drama
    Beberapa pengarang yang membuat drama pada jaman Jepang adalah
    1. Armijn Pane yang pada masa sebelum perang menulis ‘Lukisan Masa’ , ‘Barang tiada berharga dan lain-lain, dan pada masa itu juga ia menulis beberapa buah sandiwara lagi. Semua sandiwara yang ditulisnya itu kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-Jinak Merpat” (1953). Segera sesudah proklamasi ia menulis “Antara Bumi dan Langit”.
    2. Usmar Ismail, pada masa jepang ia menyadur sebuah kisah “Chichi kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku pulang”. Selain itu, ia juga menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku “Mutiara dinusa laut”. Drama-drama Usmar yang belum dibukukan ialah ‘Mekar Melati’ dan ‘Tempat yang kosong’. Drama ‘Api’ ‘Liburan seniman’ dan ‘Citra’, ketiganya kemudian diterbitkan dalam satu buku berjudul Sedih dan Gembira (1949).
    3. Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 dipadang panjang. karya-karyanya adalah ” Taufan di Atas Asia” (1949) selain drama, ia juga menulis roman yang berjudul Dokter Rimbu (1942)
    4. Idrus karya-karyanya adalah “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku dari Ave Maria ke Jalan lain ke Roma (1948) jibaku Aceh (1945) Keluarga Suruno (1948) Dokter Bisma (1945).
    5. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul “Sumping Sureng Pati” tahun 1945.

    Mungkin itu saja komentar dari saya, sekian
    “Terima Kasih”

  55. Assalamualaikum…………..

    Para penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa 1942-1945 sebagai berikut:
    1).Umar ismail,
    Beliau lahir dibukit tinggi,pada tahun 20 Maret 1921.pada saat itu beliau dikenal sebagai oramg yang dermawan dan pembuat film.hasil karya cerpen-cerpen beliau sebagai berikut pancaran cinta pada tahun,(1946),dan Gema tanah air.
    2).Amal Hamzah,
    Beliau adalah adik dari Amar Hamzah yang lahir pada tahun,31 Agustus 1922.lankat diBinjai.Beliau pernah mendapatkan hadiah Nobel pada tahun 1931,Diantaranya Gitanyali 1927,Karena ia berhasil menerjemahkan Beberapa hasil karya Tagore.
    Ia memulai Menulis karya-Karyamya pada massa Jepang.dan saat itu ia mulai kehilangan kepercayaan terhadap Manusia,Otomatis ia menjadi sangat kasar dan Sajak-sajaknya pun Sangat naturalistis.itu semua terlihat dan terbukti dalam sajaknya yang berjudul”Melaut Benciku”
    3).Rosihan Anwar,
    Beliau lahir dipadang pada 10 Mei 1922,Sekarang beliau terkenal sebagai wartawan Komunis yang terkemuka.
    Sajak-Sajak beliau banyak yang melukiskan Semangat pemuda.
    4).An’nas Ma’ruf,
    Lahir Bukit Tinggi pada 27 Oktober 1922.Beliau terkenal sebagai organisator dan penterjemah.serta menjadi penterjemah para pengarang-pengarang dunia.
    5).M.S Ashar lahir di Kutaraja pada 19 Desember 1921.salah satu sajak yang ia tulis Yaitu yang berjudul”Bunglon”Merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.
    6).Maria Amin,lahir di Bengkulu tahun 1921.Karyanya”Tengoklah dunia Sana”
    7).Nursjamsu lahir di Lintau,sumatra barat 6 Oktober 1921.
    8).H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen Anak Laut.
    9).Ia lahir di Langsa/Aceh 1922,Cerpen pertamanya berjudul Ditepi Kawah,dan pada masa kependudukan Dibukukan menjadi”jejak langkah”.
    10).Armijn Pane yang pada masa sebelum perang menulis lukisan masa,dan pada masa itu juga ia menulis beberapa buah sandiwara lagi. Semua sandiwara yang ditulisnya itu kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-Jinak Merpat” (1953). Segera sesudah proklamasi ia menulis “Antara Bumi dan Langit”.
    11).Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang,pada jaman jepang ia menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul ” Taufan di atas Asia (1949).
    12).Idrus , pada zaman jepang ia menulis beberapa buah drama diantaranya :
    “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma (1948);Keluarga Sarono(1948);Dokter Bisma(1945).
    13).kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1825-1830) .

    “Terima Kasih”
    WASSALAMMUALAIKUM,Wr,Wb.

  56. Assalamu’alaikum … wr…wb

    Para penyair yang terbit pada masa periode 1942-1945 :
    1.Usmar Ismail, karangannya antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949).
    Usmar Ismail, pada masa Jepang menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru“ karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”. Selain itu, ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku“Mutiara di Nusa Laut”. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”. Drama “Api , Liburan Seniman, dan Citra” kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).

    2. Amal Hamzah, Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947).
    Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuha buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelas terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).

    3. Rosihan Anwar, Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4. Anas Ma’ruf, Ia juga menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5.Maria Amin , Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana”.

    6.Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    7.H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).

    8.Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    9. Armijn Pane. Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi iamenulis “Antara bumi dan langit”.

    10.Abu Hanifah (El-Hakim). Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).

    11. Idrus, pada zaman Jepang menulis beberpa buah drama, antarannya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945.

    12. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830).

    13.Inu Kertapati menulis karangan yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

    14.Nur Sultan Iskandar karyanya seperti roman yang berjudul “Cinta Tanah Air”. Ini merupakan roman propaganda yang bernilai sastra.

    15.Karim Halim karyanya roman yang berjudul “Palawija(1944)”. Ini merupakan roman propaganda yang bernilai sastra.

    16.Chairil Anwar karya-karyanya seperti sajak yang berjudul Aku, Diponegoro, Kerawang-Bekasi, Persetujuan dengan Bung Karno, Siap Sedia, Cerita Buat Dien Tamaela, Doa, Isa, Tuti Artic, Senja diPelabuhan Kecil, Cintaku Jauh di Pulau, Sorga Datang Dara Hilang Dara,dll. Sajak yang sangat terkenal adalah yang berjudul “Aku”,

    17.M.S.Ashar , Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan.

    wassalam……

  57. Assalamualaikum,Wr.Wb………………..!!!

    Penyair dan pengarang pada periode 1942-1945 beserta karya-karyanya adalah sebagai berikut:

    1). Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpenya hanya ada beberapa saja antar lain: Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul patung berasap (1949).
    Dalam sajaknya kita berjuang ia dengan lantang menyatakan hasratnya “Beserta saudara turut berjuang.” Maksudnya beserta saudara Tua. Dalam sajak “pujangga dan Cita-cita” ia dengan yakin berkata kepada pujangga, “Carilah dahulu perjuangan jiwa/carilah Asia di dalam dada. Namun tak lama ia pun menulis sajak “Diserang Rasa” yanh menggambarkan timbulnya rasa was-was dan ragu akan kesungguhan janji dan semboyan Jepang.

    2). Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, tempat tanggal lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947).
    Amal mulai menulis di zaman Jepang, ketika ia kehilangan kepercayaan terhadap manusia. ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalistis.dalam sandiwara-sandiwaranya sangat menonjolkan sensualisme. Sajak dan karangannya lahir kemudian di terbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayan kepada manusia terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “BUku dan Penulis” (1950).

    3). Rosihan Anwar, Tempat tanggal lahir Padang 10 Mei 1922, sekarang terkenal sebagai wartawan dan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul ‘Radio Masyarakat’ melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman yang barjudul “Raja kecil”, Bajak laut di Selat Malaka.

    4). Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. pada jaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Dan ia juga menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika). selain itu ada M.S>Ashar,kutaraja 19 Desembar 1921. ia mrnulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    5). Maria Amin, bengkulu 1921 dengan karyanya “Tegorlah dunia sana” dan nursjamsun, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. di antara karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah
    Gema suasana (1948).

    6). H.B. Jasmin (Goroncalo, 31 juli 1922 yang menulis cerpen “Anak Laut”. cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang pertama, tapi jelas merupakan cerpenya yang terakhir. sebelum perang jassin menulis cerpen dalam poejangga baroe yang berjudul “Nasib Volontaire” (1941).

    7).Bakri siregar (langsa/Aceh, 1922).cerpenya yang pertama berjudul ” ditepi kawah”. pada masa pendudukan jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak langkah” (1953).

    8). Armijn Pane yang pada masa sebelum perang menulis “Lukisan Masa”Barang tiada berharga, dan lain-lain pada jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-Jinak Merpati” (1953). Segera sesudah proklamasi ia menulis “Antara Bumi dan Langit”.

    9). Usmar Ismail, pada masa jepang ia menyadur sebuah kisah “Chichi kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku pulang”. Selain itu, ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku “Mutiara dinusa laut”. Drama yang di tulis Usmar yang belum dibukukan “Mekar Melati” dan “Tempat yang kosong”. Drama “Api, Liburan seniman, dan Citra, kemudian dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).

    10). Abang usmar Ismail yang bernama Abu hanifah (fI Hakim) 1960 di padang panjang. pada jaman jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taupan di atas Asia” (1949).

    11). Idrus, pada jaman jepang menulis beberapa buah drama, antaranya “kejahatan membalas dendam” dimuat dalam buku dari Ave Maria ke Jalan lain ke Roma (1948) jibaku Aceh (1945). Keluarga Surono (1948) Dokter Bisma (1945), dalam kejahatan membalas dendam.

    12). Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul “Sumping Sureng Pati” tahun 1945.

    Wasallam………………..!!!

  58. Assalamu’alaikum..

    Para penyair yang terbit pada masa periode 1942-1945 :

    1.Nur Sultan Iskandar dan Palawija (1944) karya Karim Halim. Keduanya roman propaganda yang bernilai sastra yang berjudul dua cinta tanah air.

    2.Chairil anwar,karangannya berjudul Aku, Do’a, Penerimaan,Hampa, Sajak putih.

    3.Idrus, di dalam dunia sastra, kehebatan Idrus diakui khalayak sastra, terutama setelah karyanya Surabaya, Corat-Coret di Bawah Tanah, dan Aki.

    4. Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921,Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948).Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949)
    Dalam sajak “Kita Berjuang” ia dengan lantang menyatakan hahsratnya “Beserta saudara turut berjuang.Dalam sajak “Pujangga dan Cita-cita” ia dengan yakin berkata kepada pujangga, “ Carilah dahulu perjuangan jiwa/Carilah Asia di dalam dada.” Namun tak lama ia pun menulis sajak “Diserang Rasa” yang menggambarkan timbulnya rasa\was-was dan ragu kepada kesungguhnan janji semboyan Jepang.

    5. Amal Hamzah,lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947). Amal mulai menulis di zaman Jepang,Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuha buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelass terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).

    6. Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922.Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat”,Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    7. Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. Pada jaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    8.M.S.Ashar ,Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon”

    9.Maria Amin ,Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana”

    10.Nursjamsu,Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang”.

    11.H.B. Jassin,Gorontalo, 31 juli 1922 yang menulis cerpen “Anak Laut”.dan Nasib Volontaire “ (1941).

    12.Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”.

    13.Armijn Pane. Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis Lukisan masa, Barang tiada berharga, jinak –jinak merpati (1953). Segera sesudah proklamsi iamenulis “Antara bumi dan langit”.

    14.Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang. Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang dibukukan dengan judul “Taufaan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama di dalamnya, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).

    15.Karim Halim karyanya roman yang berjudul “Palawija(1944)”. Ini merupakan roman propaganda yang bernilai sastra.

    16. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830)

    17.Inu Kertapati,karyanya berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

    Wassalam……

  59. KESASTRAAN DI MASA JEPANG
    (PERIODE 1942-1945)

    Assalamu alaikum…wr.wb
    Saat-saat penjajahan pengalaman penting dalam sejarah indonesia umumnya dan sastra khususnya karena dari materi yang saya baca, bahasa indonesia memang dihindari belanda agar tidak menjadi bahasa resmi bahasa persatuan. Namun eronisnya bahasa indonesia, jepang malah menjadikan satu-satunya bahasa yang harus dipergunakan diseluruh kepulauan nusantara.
    Kita kembali ke sejarah…
    Bebera bulan jepang di indonesia, orang masih belum insaf akan hakikat bahaya fasisme yang mengancam dunia barat dengan bangkitnya jepang juga dunia timur, atas bangsa barat yang dianggap tidak bisa di kalahkan. Karna sebagian besar bangsa indonesia yang tidak banyak pengetahui tentang politik pada masa itu, namun tetapi lambat lawun makin jelas juga kebohongan propaganda dan makin teranglah maksut sebenarnya. Kemerdeaan indonesia yang diharap-harapkan tidak kunjung diberikan, kepulauan indonesia malah jadi terpecah belah.
    Kembali kesastraan indonesia…
    Apabila orang bertanya, apakah ada kemajuan dalam kesastraan sesudah tahun 1945, saya menjawab lebih dengan contoh, dari mana akan terbukti jawaan pertanyaan itu, pada saat orang ramai bicara tentang kelesuan, tentang kemunduran, tentang jalan buntu dan pembicaraan seperti diperkuat oleh rasa tidak puas umumnya keadaan dalam masyarakat pada saat itu.
    Realisme kemasyarakatanmenghendaki supaya seniman dilapangan masing-masing berusaha memperbaiki dengan daya seninya. Jika diperhatikan hasil sastra indonesia semenjak jepang sampai pada tahun 1952, maka kita akan temui pertama-tama cerpen dan novel, kedua puisi, ketiga drama dalam prosa dan puisi dan akhirnya roman sedanghan roman kurang ditulis itu pun yang di terbitkan hanya dua ” cinta tanad air”, karangan Nursultan iskandar dan Palawija (1944), yang paling banyak ialah cerpen dan sajak-sajak yang tersebar dimana-mana diantaranya yang paling penting ialah di masa jepang panji pustaka (lanjutan panji pustaka sebelum perang sampai tahun1945), Jawa barat (1943-1945) dan kebudayaan timur (1943-1945) tiga kali terbit, diterbitkan oleh “Keimin Bunka Shidosho”
    tidak kurang usaha jepang mengalirkan kebudayaan pada umumnya, kesastraan dan lain-lain. Kesenian kejurusan yang dikehendakinya terasa aneh teori-teori gio-politi tentang terjadinya keudayaan, katanya segala kebudayaan asal dari jepang.
    Namun dalam tahun-tahun pertama peperangan munculsajak-sajak perang, cerpen pendek panjang tapi nilainya tidak seberapa, karena tendensi yang keelewat menonjol.
    Keesastraan indonesia di masa jepang hasil-hasil kesastraan berupa puisi dan berupa prosa, hasil-hasilnya dimasa itu ialah pemberontakan jiwa terhadap kesastraan yang menekan pemberontakan yang mencari perlepasan keluar dengan cara masing-masing, ada yang dalam simbolik, ada pula yang terus terang saja misalnya Idrus dalam corat-coret bawah tanahnya, Amal Hamzah dalam beberapa sajak, cerpen dan drama-satu-babaknya, bung Usman Ismail dalam sajak-sajak sendirinya di kenal sebagai seorang dramawan dan sinces (pembuat film), selain itu individualis yang kuat ialah Chairil Anwar dan Nursamsa, selain dalam “Gema Tanah Air” sajak-sajak dan cetita-cerita antara tahun 1942-1945-(1948). Dalam analisa peredaan antara kesastraan sebelum perang diwakili pujangga baru dan kesastraan yang disebut kemudian kesastraan angkatan 1945. Wakil-wakil yang kuat dari angkatan1945 dalam perkumpulan itu antara lain :Chairil Anwar, Asrul sani, Rivai Apin, Mahatmanto, Nugroho, Djuhana, Samiati dan Dodong. Djiwapradja dalam puisi dan dalam prosa Idrus dan Trisno Sumadjo, seperti misalnya carat-coret Idrus yang waktu itu pasti membahayakan jiwanya, jika kedapatan kenpentai (pihak mata-mata jepang). Selain itu para penyair yang terpenting ialah drama-drama Usman Ismaildan El Hakim, di pertunjukan oleh sandiwara penggemar maya, lahirnya paruh pertama tahun 1944, yang mendirikan sandiwara penggemar maya ialah (Umar Usman pengarang drama) di bantu oleh Rosihan Anwar dan El Hakim alias dokter Abu Hanifah. Umar Usman pada waktu itu ekerja pada keimin Bunka Shidosho.
    ( Diambil dari H.B.Jassin)
    Selain itu, priodesasi sastra (pembabakan karya sastra) berdasarkan pada karakteristik karya-karyanya antara lain:
    Angkatan 45
    a. Bergaya ekspasi
    b. Universal nasionalis
    c. Revolesioner
    d. Tidak mengabdi pada suatu paham tertentu, tetapi mengabdi pada manusia.
    e. Para pengarang tidak eerpikir dalam istilah-istilah tetapi pada pusat manusia
    f. Denagan tidak menyebut dirinya nasionalis atas dasar kemanusiaan , mereka berdiri dipihak bangsanya.
    g. Dengan tidak menyebut dirinya sosialis, mereka (pengarang) menghendaki keadilan dan esejahtraan sosial.
    Selain itu angkatan 45 (Angkatan Kemerdekaan),
    berikut karya prosa yang penting pada waktu itu adalah :
    a. Surabaya karya Idrus
    b. Corat-coret di bawah tanah karya Iddrus.
    Bentuk puisi yang terkenal pada masa itu adalah “puisi bebas” dengan tokoh Chairil Anwar dalam karya-karyanya “Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam”.
    apa yang yang sudah paparkan di atas, sudah barang tentu tak akan terlepas dari erbagai macam kekurangan, oleh sebab itu sangat saya harapkan kritikan dan masukan guna menjadi pedoman untuk tugas-tugas diwwaktu yang akan datang, sekian terima kasih
    Wassalamu alaikum…wr.wb

  60. PERIODE (1942-1945)
    Assalamu alaikum…wr.wb
    Para pengarang dan penyair yang karyanya terbit pada tahun 1942- 1945 adalah
    -Chairil anwar yang masyhur lewat sajak-sajak.” Aku” , perjanjian dengan bung karno”, diponogoro”, “siap sedia,dan sadurannya” kerawang Bekasi”
    -Umar Ismail yang karyanya dimuat dalam” Pancaran cinta dan gema tanah Air ”
    -Idrus yang karyanya berupa cerpen ” ave maria”, “jalan lain menuju Roma”, Aki” dan perempuan kebangsaan”.
    – Asrul Sani yang sajak-sajaknya yaitu ” surat dari Ibu” ,”Anak laut”, dia juga merupakan seorang sutradara dan penerjemah novel -novel dari luar negeri.
    -Amal hamzah.adik dari Amir hamzah yang karyanya berjudul” buku dan penulis”, dan sajaknya ” melaut benciku”.
    -Rosihan Anwar karyanya berupa cerpen yang berjudul ” Radio Masyarakat” dan roman berjudul” radja ketjil, badjak laut di selat malaka”.
    -Anas Ma’ruf yang sajaknya berjudul ” bunglon ” yang merupakan sidiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan, dan roman yang berjudul ” terawang”.
    -Sitor Sitomorang karyanya yang banyak diterbitkan ialah Jalan mutiara, kertas hijau, dalam sajak, wajah tak bernama, zaman Baru, dan angin danau serta dinding waktu, peta perjalanan dan sebuah kumpulan cerpen berjudul pertempuran dan salju di paris.
    -Muhammad Ali yang dikenal sebagai sastrawan yang serba bisa ia menulis cerpen, novel, naskah drama, dan puisi. Contoh naskah drama yag telah ditulisnya antara lain si gila dan kembali kepada fitrah,dan masih banyak lagi yang tidak di sebutkan.
    -Toto Sudarto Bahtiar yang karyanya berupa sajak yang berjudul” Gadis Peminta-minta ” Ibu Kota senja ,malam laut dan masih banyak lagi karyanya yang tidak dapat disebutkan.ia juga merupakan penerjemah beberapa novel serta naskah drama dari luar.
    -H.B Jassin yang menulis cerpen ” anak laut ” .
    -Bakri siregar dengan cerpennya yang berjudul ” Di tepi Kawah” dan dibukukan dengan judul ” jejak Langkah”;
    – Armijn pane yang karyanya berupa sandiwara lukis masa,barang tiada berharga.
    -Umar Ismail yang menyadur sebuah cerita ” chichi kaeru” karangan kikuchi kwan ” menjadi :” Ayahku pulang ” dan menulis sebuah sandiwara yang berjudul ” mutiara di nusa laut”
    -Abu hanifah yang menulis beberap buah drama yang kemudian dibukukan menjadi ” Taufan diatas asia ”
    -Kotot Sukardi yang menulis sandiwara bende Mataram berlatar belakang masa perang diponogoro.
    Mungkin itu saja yang bisa saya paparkan
    sekian terima kasih.
    Wassalamu alaikum …wr.wb

  61. Pengarang dan Penyair yang karyanyaterbit pada periode 1942-1945 yaitu:
    1. Usmar Ismail, seorang Minangkabau kelahiran Bukittinggi tanggal 20 Maret 1921. Dalam dunia sastra ia lebih terkenal sebagai penulis drama. Tetapi ia mulai masuk ke dunia kesusastraan khususnya dan kesenian umumnya dengan sajak-sajak dan beberapa buah cerpen. Cerpen-cerpennyaa antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948). Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulka dan diterbitkan dengan judul Puntung Berasap (1949) Sajak-sajak yang ditulisnya Kita Berjuang, Pujangga dan cita-cita, dan Diserang Rasa. Tiga buah drama yang ditulis Usmar ialah Api, Liburan Seniman, dan Citra. Ketiganay kemudian diterbitkan dalam buku yang berjudul Sedih dan Gembira (1949).
    2. Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, ia lahir di Binjai, Langkat, tanggal 31 Agustus 1922. Dalam sajak-sajaknya yang pertama menunjukkan pengaruh abangnya terutama dalam gaya dan pengucapan. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapat hadiah Nobel 1913, antarnya karya utamanya Gitanyali (1947). Amal mulai menulis di jaman Jepang ketika mana ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Sajak-sajak dan karangan-karangannya diterbitkan dalam sebuh buku berjudul Pembebasan Pertama(1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia jelas terlihat dalam sajakya yang berjudul Melaut Benciku.
    3. Rosihan Anwar, lahir di Padang pada tanggal 10 Mei 1922. Sekarang lebih terkenal sebagai seorang wartawan dan kolumnis terkemuka, pada jaman Jepang menulis sejumlah sajak dan cerpen. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat memuda seperti pada cerpennya yang berjudul Radio Masyarakat. Roman yang diterbitkannya berjudul Meja Kecil, Bajak Laut di Selat Malaka.
    4. Anas Ma’ruf, lahir di Bukittinggi tanggal 27Oktober 1922. Pada jaman Jepang sesudah perng lebih terkenal sebagai organisatir kebudayaan dan penerjemah. Ia menulis sejumlah sajak dan esai secra kritik. Ia juga menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore, John Steinbeck, dan William Saroyan.
    5. M.S. Ashar, lahir di Kutaraja tanggal 19 Desember 1921. Ia menulis beberapa buah sajak yang menjadi terkenal karena sebuah sajaknya yang berjudul Bunglon yang merupakan sindiran bagi orang yang bertabiat plin-plan.
    6. Maria Amin, lahir di Bengkulu tahun 1921, sebenarnya sudah muncul dalam majalah Poedjangga Baroe. Ia kecewa melihat kehidupan sosial politik lalu lari ke dalam dunia simbolik. Ia menggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam aquarium seperti yang dilukiskannya dalam prosa liriknya Tengoklah Dunia Sana.
    7. Nursjamsu, lahir di Lintau, Sumatera Barat, tanggal 6 Oktober 1921. Ia menulis sebuah sajak yang melukiskan hati diamuk remaja.
    8. H.B. Jassin, lahir di Gorontalo tanggal 31 Juli 1917. Ia menulis cerpen berjudul Anak Laut kemudian diterbitkan dengan judul Pancaran Cinta.
    9. Bakri Siregar, lahir di Langsa, Aceh, tahun 1922. Cerpennya yang pertama berjudul Ditepi Kawah dibukukan dengan judul Jejak Langkah (1953). Cerpen ini merupakan sebuah cerpen pelarian.
    10. Armijn Pane, ia menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul Jinak-jinak Merpati.
    11. Abu Hanifah, abang dari Usmar Ismail, kalau menulis ia mempergunakan nama samaran El Hakim, lahir di Padangpanjang tahun 1906 pada jaman Jepang ia menulis beberapa drama yang kemudian dibukukan yang berjudul Taufan di atas Asia (1949). Dalam drama El Hakim terasa dasar-dasar agama Islam dan kecenderungan memilih Timur dalam pertarungan antara Timur dan Barat. Ia juga menulis sebuah roman berjudul Dokter Rindu (1942).
    12. Idrus, pada jaman Jepang menulis beberapa buah drama antara lain Kejahatan Membalas Dendam yang kemudian dimuat dalam bukunya Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948), Jibaku Aceh (1945), Keluarga Surono (1948), dan Dokter Bisma (1945).
    13. Kotot Sukardi, ia menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatarbelakang masa perang di Ponegoro (1825-1830).
    14. Inu Kertapati, ia menulis sandiwara berjudul Sumping Sureng Pati, mengambil latarbelakang peristiwa sejarah yang lampau tempat kejadiannya di Bali pada akhir abad yang lalu ketika Belanda hendak menyerbu ke sana.

  62. Assalamualaikum, Wr,Wb
    Dari setiap periode-periode, perkembangan sastra semakin baik dan matang. Seperti sajak Chairil Anwar dan prosa Idrus yang tidak hanya sekedar alat untuk bercerita tapi telah menjadi alat pengucap sastra yang dewasa.
    Penyair-penyair dan pengarang pada periode 1942-1945 adalah sebagai berikut :

    1. Usmar Ismail, dengan karya-karyanya seperti cerpen, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta dan Gema tanah Air. Sajaknya dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Patung Berasap. Sajaknya ada juga yang berjudul Kita Berjuang, Pujangga dan Cita dan Diserang Rasa.

    2. Amal Hamzah, dengan karya sajaknya yang berjudul Melaut Benciku dan sebuah buku yang berjudul Buku dan Penulis.

    3. Rosihan Anwar, dengan cerpen yang berjudul Radio Masyarakat dan menerbitkan roman yang berjudul Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka.

    4. Anas Ma’ruf pada zaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore, John Steinback, William Saroyan.

    5. M.S. Ashar, dengan sajak yang berjudul “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang plin-plan.

    6. Maria Amin, dengan karyanya Tengoklah Dunia Sana.

    7. Nursjamsu, dengan cerpen yang berjudul Terawang yang dimuat di majalah Gema Suasana.

    Pada periode ini juga tumbuh penulis cerpen-cerpen, diantaranya :
    1. H.B. Jassin, yang menulis cerpen Anak Laut dan dalam Poejangga Baroe ia juga menulis cerpen dengan judul Nasib Volontaire.

    2. Bakri Siregar, yang menulis cerpen pertamanya yang berjudul Di tepi Kawah. Dan pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul Jejak Langkah.

    Ada juga para penulis drama, seperti :
    1. Armijn Pane, yang menulis drama yang berjudul Lukisan Masa, Barang Tiada Berharga dan lain-lain. Kemudian beberapa buah sandiwara yang dibukukan dengan judul Jinak-jinak Merpati. Sesudah proklamasi ia juga menulis Antara Bumi dan Langit.

    2. Usmar Ismail, yang menyandur kisah Chichi Kaeru karangan Kikuchi Kwan menjadi Ayahku Pulang. Ia pun menulis sandiwara yang berjudul Mutiara di Nusa Laut. Ada pula drama yang belum dibukukan seperti Mekar Melati, Tempat yang Kosong, Api Liburan Seniman dan Citra yang kemudian dibukukan dengan judul Sedih dan Gembira.

    3. Abu Hanifah (El-Hakim), karyanya menulis beberapa buah drama yang dibukukan berjudul Taufan di Atas Asia dan ada 4 buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia 4 bagian, Intelek Istimewa 3 bagian, Dewi Reni 3 babak, Insan Kamil 3 babak, Drama Rogaya 4 babak, Mambang Laut 3 babak belum dibukukan. Ia juga menulis roman yang berjudul Dokter Rimbu.

    4. Idrus, menulis beberapa drama, yaitu Kejahatan Membalas Dendam, Jibaku Acen, Keluarga Surono, Dokter Bisma.

    5. Kotot Sukardi, menulis sandiwara Bende Mataram yang diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati.

    Terima kasih……….
    Wassalamualikum, Wr,Wb

  63. Assalamu’alaikum bapa….

    Pada periode 1942-1945 atau lebih dikenal dengan masa Jepang muncul beberapa penyair yang karyanya terbit pada masa itu. Penyair-penyair tersebut adalah sebagai berikut :

    1) Usmar Ismail, lahir di Bukttinggi pada tanggal 20 Maret 1921. Usmar Ismail adalah seorang pemuda Minangkabau yang lebih terkenal sebagai seorang dramawan, pembuat film, dan dalam dunia sastra lebih dikenal sebagai penulis drama. Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa buah saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) yang keduanya disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Puntung Berasap (1949). Mula-mula Usmar percaya akan mendapatkan kemerdekaan dengan perantara Jepang, tetapi kemudian kecewa dan menulis sajak yang menujukkan penyerahan dirinya kepada Tuhan. Dalam sajak Kita Berjuang dengan lantang dia menyatakan hasratnya “Beserta saudara turut berjuang !” Maksudnya adalah beserta “saudara tua” Dai Nipon. Dalam sajak Pujangga dan Cita-cita ia berkata kepada pujangga “Carilah dulu perjuangan jiwa / Carilah Asia di dalam dada”. Kemudian dia menulis sajak Diserang Rasa yaitu timbulnya rasa ragu kepada kesungguhan janji Jepang.

    2) Amal Hamzah, lahir di Binjai, Langkat tanggal 31 Agustus 1922. amal Hamzah merupakan adik dari Amir Hamzah. Awalnya gaya dan pengucapannya terpengaruh abangnya. Namun kemudian dia tertarik oleh teosofi dan pengarang India Rabindranath Tagore dan kemudian diterjemahkannya. Karya utamanya adalah Gitanyali (1947). Amal mulai menulis karena sudah tidak percaya kepada orang lain. Ia menjadi kasar dan sajaknya sangat naturalistis dan sensualisme sangat kentara. Sajak-sajak dan karangan-karangan lainnya kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama (1949) dan pada sajak “Melaut Benciku” terlihat jelas kalau dia tidak percaya lagi dengan manusia. Amal Hamzah juga menulis “Buku dan Penulis (1950)” yang merupakan kumpulan kritik-kritiknya tentang beberapa roman dan drama-drama Indonesia dan kemudian lebih berminat kepada menerjemahkan.

    3) Rosihan Anwar lahir di Padang tanggal 10 Mei 1922. pada jaman Jepang menulis sejumlah sajak dan cerpen. Cerpennya berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas semua janji-janji kosong Jepang. Pada tahun 1967 menerbitkan sebuah roman yang berjudul Raja Kecil, Bajak Laut di Selat Malaka, yang merupakan sebuah roman sejarah Semenanjung pada awal abad ke-18.

    4) Anas Ma’ruf lahir di Bukittinggi pada tanggal 27 November 1922. lebih terkenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah. Dia menerjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore, John Steinbeck, William Saroyan, dll. Anas lama menjadi sekretaris Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional dan memegang redaksi majalah Kebudayaan Indonesia.

    5) M.S. Ashar lahir di Kutaraja tanggal 19 Desember 1921. Dia menulis beberapa sajak. Sajaknya berjudul “Bunglon” yang merupakan sindiran kepada orang-orang plin-plan yang pada masa itu sudah banyak kelihatan.

    6) Maria Amin lahir di Bengkulu pada tahun1921. Merupakan salah satu pengarang wanita. Sebenarnya sudah muncul pada masa Poedjangga Baroe. Maria Amin menggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium seperti yang dilukiskannya dalam prosa liriknya “Tengoklah Dunia Sana” .

    7) Nursjamsu lahir di Lintau, Sumatera Barat tanggal 6 Oktober 1921. Juga merupakan pengarang wanita saat itu. Pada saat itu menulis sejumlah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja. Ia menulis cerpen, diantaranya berjudul “Terawang” yang dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    8) Pengarang yang menulis Cerpen
    1. H.B Yassin lahir di Gorontalo tanggal 31 Juli 1917. Cerpennya berjudul “Anak Laut”. Kemudian bersama-sama cerpen yang lain diterbitkan dengan judul “Pancaran Cinta (1946)”

    2. Bakri Siregar lahir di Langsa, Aceh tahun 1922. Cerpennya yang pertama berjudul “Di tepi Kawah”. Cerpen ini melukiskan kehidupan di tepi kawah yang jauh dari masyarakat umum, ke mana sepasang suami istri melarikan diri dan cerpen ini merupakan cerpen pelarian. Kemudian dibukukan dengan judul “Jejak Langkah (1953)”.

    9) Pengarang yang menulis drama atau sandiwara
    1. Armijn Pane pernah menulis “Lukisan Masa”, “Barang Tiada Berharga”, dll. Kemudian pada masa Jepang tulisannya itu dibukukan dengan judul “Jinak-Jinak Merpati (1953)”

    2. Usmar Ismail menyadur sebuah kisah yang berjudul “Chichi Kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang” . Juga menulis sandiwara yang berjudul ‘Mutiara dan Nusa Laut” yang menceritakan kepahlawanan rakyat Kepulauan Maluku. Karya-karya lainnya adalah “Api” (menceritakan bahwa amal baik sekali menang terhadap yang jahat dan buruk), “Liburan Seniman” (menceritakan cita-citanya mengenai sandiwara pada masa itu), “Citra” (menceritakan tentang ketika ia sebagai pengarang dikirim oleh Kantor Pusat Kebudayaan ke Jawa Timur untuk mencari ilham di kebun kapas).

    3. Abu Hanifah (El Hakim) lahir di Padangpanjang pada tahun 1906. Merupakan abang dari Usmar Ismail. Pada masa Jepang menulis beberapa drama yang kemudian dibukukan berjudul Taufan di atas Asia ( 1949). Karya-karyanya yang lain yaitu “Dewi Reni”, “Insan Kamil”, “Rogaya”, dan Mambang Laut”.

    4. Idrus menulis “Kejahatan Membalas Dendam” kemudian dibukukan dalam “Dari Ave Maria Ke Jalan Lain ke Roma (1948)”, “Jibaku Aceh (1945)”, “Keluarga Surono (1948)”, Dokter Bisma (1945)”. Di dalam Kejahatan Menbalas Dendam melukiskan perjuangan pengarang muda melawan pengarang kolot.

    5. Kotot Sukardi menulis sandiwara “Bende Mataram” yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1825-1830). Kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka bersama “Sumping Sureng Pati” karya Inu Kertapati dengan judul Bende Mataram (1945).

    Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam tanggapan saya ini, karena saya masih sulit membedakan antara penyair angkatan 1942-1945 dengan angkatan 1945.

    Saya rasa hanya itu yang dapat saya jelaskan.

    Terima kasih…
    Wassalam…..

  64. Assalamu’alaikum Bapak….

    Pada maa Jepang banyak orang menulis sajak dan cerpen, sandiwara dan sedangkan roman kurang ditulis itupun yang diterbitkan hanya dua Cinta Tanah Air; karangan Nur Sultan Iskandar dan Palawija (1944). Maka dengan itu Penyair mulai muncul dengan karya-karyanya pada masa Jepang pada tahun 1942-1945 itu adalah sebagai berikut :

    *Nur Sultan Iskandar ; karyanya berupa sajak dan cerpen, sandiwara (1944).

    *Palawija; karyanya berupa sajak dan cerpen, sandiwara (1944) karya Karim Halim.

    *Chairil Anwar kelahiran dari Medan pada tanggal 22 juli 1922 dia adalah seseorang yang memberi suasana baru dan dia juga sebagai pelopor angkatan 45′.

    *Idrus, seseorang pelopor angkatan 45′ juga dan dia menulis beberapa prosa dan drama, yaitu menulis “Kejahatan Membalas Dendam” kemudian dibukukan dalam “Dari Ave Maria Ke Jalan Lain ke Roma (1948)”, “Jibaku Aceh (1945)”, “Keluarga Surono (1948)”, Dokter Bisma (1945)”. Di dalam Kejahatan Menbalas Dendam melukiskan perjuangan pengarang muda melawan pengarang kolot. Kejahatan Membalas Dendam, Jibaku Aceh, Keluarga Surono, Dokter Bisma.

    *Usmar Ismail kelahiran dari Bukittinggi 29 maret 1921, dikenal sebagai seorang dramawan dan Sinear (pembuat film), cerpen-cerpennya antara lain dimuat di Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) di susun oleh H.B Jassin. H.B Yassin kelahiran Gorontalo tanggal 31 Juli 1917. Cerpennya berjudul “Anak Laut”. Kemudian bersama-sama cerpen yang lain diterbitkan dengan judul “Pancaran Cinta (1946)”Judul Patung Berasap (1949) merupakan dari sajak-sajak Usmar yang telah dikumpulkan. dalam sajak-sajak “Poejangga dan Cita-cita” ia yakin berkata kepada Pujangga “Carilah dahulu perjuangan jiwa/ carilah Asia di dalam Dada” yang menggambarkan timbulnya rasa/was-was. Usmar juga menyodor sebuah kisah yang berjudul “Chichi Kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang” . Juga menulis sandiwara yang berjudul ‘Mutiara dan Nusa Laut” yang menceritakan kepahlawanan rakyat Kepulauan Maluku. Karya-karya lainnya adalah “Api” (menceritakan bahwa amal baik sekali menang terhadap yang jahat dan buruk), “Liburan Seniman” (menceritakan cita-citanya mengenai sandiwara pada masa itu), “Citra” (menceritakan tentang ketika ia sebagai pengarang dikirim oleh Kantor Pusat Kebudayaan ke Jawa Timur untuk mencari ilham di kebun kapas).

    *Amal Hamzah,Amal Hamzah, lahir di Binjai, Langkat tanggal 31 Agustus 1922. amal Hamzah merupakan adik dari Amir Hamzah. Awalnya gaya dan pengucapannya terpengaruh abangnya. Namun kemudian dia tertarik oleh teosofi dan pengarang India Rabindranath Tagore dan kemudian diterjemahkannya. Karya utamanya adalah Gitanyali (1947). Amal mulai menulis karena sudah tidak percaya kepada orang lain. Ia menjadi kasar dan sajaknya sangat naturalistis dan sensualisme sangat kentara. Sajak-sajak dan karangan-karangan lainnya kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama (1949) dan pada sajak “Melaut Benciku” terlihat jelas kalau dia tidak percaya lagi dengan manusia. Amal Hamzah juga menulis “Buku dan Penulis (1950)” yang merupakan kumpulan kritik-kritiknya tentang beberapa roman dan drama-drama Indonesia dan kemudian lebih berminat kepada menerjemahkan.

    *Rosihan Anwar, kelahiran dari Padang tanggal 10 Mei 1922. pada jaman Jepang menulis sejumlah sajak dan cerpen. Cerpennya berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas semua janji-janji kosong Jepang. Pada tahun 1967 menerbitkan sebuah roman yang berjudul Raja Kecil, Bajak Laut di Selat Malaka, yang merupakan sebuah roman sejarah Semenanjung pada awal abad ke-18.

    *Aras Ma’ruf, dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 27 November 1922. Dia lebih terkenal sebagai seorang organisator kebudayaan dan penerjemah. Dia menerjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore, John Steinbeck, William Saroyan, dll. Anas lama menjadi sekretaris Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional dan memegang redaksi majalah Kebudayaan Indonesia.

    *M.S. Ashar kelahiran Kutaraja tanggal 19 Desember 1921. Dia menulis beberapa sajak yang berjudul “Bunglon” yang merupakan sindiran kepada orang-orang plin-plan yang pada masa itu sudah banyak kelihatan.

    *Maria Amin lahir di Bengkulu pada tahun1921. Merupakan salah satu pengarang wanita. Sebenarnya sudah muncul pada masa Poedjangga Baroe. Karyanya menggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium seperti yang dilukiskannya dalam prosa liriknya “Tengoklah Dunia Sana” .

    *Nursjamsu kelahiran dari Lintau, Sumatera Barat tanggal 6 Oktober 1921. Juga merupakan pengarang wanita saat itu. Pada saat itu menulis beberapa sejumlah sajak yang menggambarkan atau melukiskan hati yang diamuk di masa remaja. Ia juga menulis cerpen, yang berjudul “Terawang” yang dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    *Armijn Pane pernah menulis “Lukisan Masa”, “Barang Tiada Berharga”, dll. Kemudian pada masa Jepang tulisannya itu dibukukan dengan judul “Jinak-Jinak Merpati (1953)”

    *Abu Hanifah (El Hakim) adalah abang dari Usmar Ismail yang dilahirkan di Padang panjang pada tahun 1906.Pada masa Jepang menulis beberapa drama yang kemudian dibukukan berjudul Taufan di atas Asia ( 1949). Karya-karyanya yang lain yaitu “Dewi Reni”, “Insan Kamil”, “Rogaya”, dan Mambang Laut”.

    *Kotot Sukardi menulis sandiwara “Bende Mataram” yang melatar belakangi pada masa perang Diponegoro (1825-1830). Kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka bersama “Sumping Sureng Pati” karya Inu Kertapati dengan judul Bende Mataram (1945).

    Mungkin hanya ini yang dapat saya hutarakan salah khilafnya dan kekurangan yang saya sampaikan mohon maaf.

    Terima kasih ,,,,
    Wassalammu’alaikum, wr, wb

  65. assalamualaikum…..??
    menurut buku yang saya baca para penyair yang karyanya terbit pada priode 1942- 1945 adalah :

    1 . Umar ismail , lahir di Bukittinggi 20 maret 1921.dikenal sebagai pembuat film cerpen – cerpennya antara lain dimuat dalam pancaran cinta (1946) dan gema tanah air (1948) disusun oleh H.B jassin.yang kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam sebuah buku dengan judul Patung Berasap.

    2. Amal Hamzah,yaitu adik dari amir hamzah yang lahir di Binjai,Langkat 31 Agustus 1922.Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore,yang pernah mendapat piala Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947).di zaman jepang dia juga menulis sajak – sajak yang naturalistis.kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama (1947),dia juga menulis buku yang berjudul ” Buku dan Penulis”.

    3. Rosihan Anwar, lahir di Padang 10 mei 1922,sekarang dikenal sebagai wartawan komunis terkemuka.pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “RadjaKetjil, Badjak Laut di Selat Malaka.

    4. Anas Ma’ruf , lahir di Bukittingi 27 oktober 1922.terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. karya – karya para pengarang dunia yang telah di terjemahkannya adalah Rabindranath Tagore (India),John Steinback (amerika ), William Saroyan (Amerika).

    5. M.S.Ashar, lahir di Kutaraja 19 Desember 1921. “Bunglon”merupakan sajak yang ditulisnya yang berisi sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin plan.

    6. Maria Amin, lahir di Bengkulu 1921 dengan karyanya “tengoklah dunia sana”.

    7.Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 Oktober 1921 diantaranya karyanya berupa cerpen berjudul “terawang” dimuat dalam majalah gema suasana (1948).

    8. Karim Halim, pada masa penjajahan Jepang menuliskan roman propaganda yang bernilai sastra karangan Nur Sultan Iskandar dan Palawija (1944) yang diterbitkan hanya dua Cinta Tanah Air .

    9. H.B Jassin lahir di Gorontalo 31 Juli 1922 yang menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu merupakan cerpen yang terakhir. sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib volontaire” (1941).

    10. Bakri Siregar lahir di Langsa Aceh 1922. Cerpen yang pertama ditulisnya berjudul “Ditepi Kawah” pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953)

    11. Armijn Pane pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan Masa, barang tiada berharga dll” pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-jinak Merpati” (1953)

    12 Abu Hanifah (El Hakim) 1960 di Padang Panjang menulis beberapa buah drama pada zaman Jepang yang dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949) . Ia juga menulis Roman Dokter rimbu (1942).

    13. Idrus menulis beberapa buah drama, antaranya “Kejahatan Membalas Dendam” dibuat dalam buku Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma (1948), Jibaku Aceh 1945, dokter Bisma (1945.

    14.)Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatarbelakang masa perang Diponegoro (1825-1830) yang kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumting Surengpati (1945).

    atur nuhun bapak….,,
    wassalam…..

  66. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Pada periode 1942-1945, terdapat para penyair dan pengarang. Adapun karya-karya pengarang dan penyair tersebut adalah:

    1. Usmar Ismail, bukittinggi 20 maret 1921, yang di kenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya antara lain, dimuat dalam Pancaran cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) yang disusun oleh H.B Jaksin. Sajak-sajak Usmar kemudian di kumpulkan dan di terbitkan dengan judul Patung Berasap (1949).

    Karya-karya Usmar tersebut antara lain: (1) Kita Berjuang.
    (2) Beserta saudara turut berjuang. (3) Pujangga dan Cita-cita. (4) Carilah dahulu perjuangan jiwa/Carilah Asia didalam dada. (5) Di serang Rasa.

    2. Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapat hadiah Nobel 1931 diantaranya Gitanyali ( 1947 ).

    Awal mulai menulis pada zaman Jepang, pada saat ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Ia menjadi kasar bahkan sajak-sajaknya sangat naturalistis, dan sangat menonjolkan sensualisme dalam sandiwara-sandiwaranya. Kemudian sajak-sajaknya di terbitkan dalam sebuah buku yang berjudul Pembebasan Pertama (1949). Selain itu, sajak-sajaknyayang jelas terlihat dalam “Melaut Benciku”. Bahkan Amal juga menulis buku yang berjudul “Buku dan Penulis” (1950).

    3. Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Yang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji kosong dari Jepang/ Kemudian ia menerbitkan sebuah roman yang berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4. Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 Oktober 1922. Yang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah.

    5. M.S. Ashar Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang yang bertabiat plin-ploan.

    6. Maria Amin, Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana”

    7. Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 Oktober 1921 karya-karyanya berupa cerpen yang berjudul “Terawang” yang dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaiakan.

    Terima Kasih…

  67. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Pada periode 1942-1945, terdapat para penyair dan pengarang. Adapun karya-karya pengarang dan penyair tersebut adalah:

    1. Usmar Ismail, bukittinggi 20 maret 1921, yang di kenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya antara lain, dimuat dalam Pancaran cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) yang disusun oleh H.B Jaksin. Sajak-sajak Usmar kemudian di kumpulkan dan di terbitkan dengan judul Patung Berasap (1949).

    Karya-karya Usmar tersebut antara lain: (1) Kita Berjuang.
    (2) Beserta saudara turut berjuang. (3) Pujangga dan Cita-cita. (4) Carilah dahulu perjuangan jiwa/Carilah Asia didalam dada. (5) Di serang Rasa.

    2. Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapat hadiah Nobel 1931 diantaranya Gitanyali ( 1947 ).

    Awal mulai menulis pada zaman Jepang, pada saat ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Ia menjadi kasar bahkan sajak-sajaknya sangat naturalistis, dan sangat menonjolkan sensualisme dalam sandiwara-sandiwaranya. Kemudian sajak-sajaknya di terbitkan dalam sebuah buku yang berjudul Pembebasan Pertama (1949). Selain itu, sajak-sajaknyayang jelas terlihat dalam “Melaut Benciku”. Bahkan Amal juga menulis buku yang berjudul “Buku dan Penulis” (1950).

    3. Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Yang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji kosong dari Jepang/ Kemudian ia menerbitkan sebuah roman yang berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4. Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 Oktober 1922. Yang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah.

    5. M.S. Ashar Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang yang bertabiat plin-ploan.

    6. Maria Amin, Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana”

    7. Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 Oktober 1921 karya-karyanya berupa cerpen yang berjudul “Terawang” yang dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan.

    Terima Kasih…

  68. Ass…

    Pada periode 1942-1945 saat-saat yang mematangkan karena Bahasa Indonesia tadinya dihindari Belanda menjadi bahasa persatua tetapi oleh orang Jepang dijadikan saatu-satunya bahasa yang harus digunakan diseluruh pulau.

    Para penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa itu antara lain :
    1.Umar Ismail, Bukit Tinggi 20 maret 1921, yang dikenal sebagai orang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpennya yng hanya beberapa saja antara lain dimuat dalam pancaran cinta () 1946 dan gema tanah air (1948) yang disusun oleh H. B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul patung berasap (1949).
    2.Amal Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Beberapa buah karya yang ia terjemahkan antara lain Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947). Ia mulai menulis pada jaman Jepang sajak-sajak yang Ia tulis sangat naturalistis dan dalam sandiwara-sandiwaranya yang sangat menonjolkan sensulisme. Sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuha buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelas terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu, Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).
    3.Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. sajak-sajak yang ditulisnya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “ Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Kemudian terbit sebuah roman yang berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”. (1967)
    4.Anas Ma’ruf, Ia menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti, Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).
    5.M. S Ashar, menulis sajak yang berjudul “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang orang yang plin-plan (1921).
    6.Maria Amin, dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana”.
    7.Nursjamsu, karya yang diterbitkannya berupa cerpen yang berjudul “Terawang” (1948).
    8.H.B Jassin, Gorontalo 13 juli 1922. Ia menerbitkan cerpen berjudul “Anak Laut”.
    9.Bakri Siregar, Aceh 1922. Cerpen yang pertamaa berjudul “Ditepi Kawah” yang kemudian dibukukan dengan judul “ Jejak Langkah”.
    10. . Armijn Pane, pada masa sebelum perang karya yang ditulisnya berjudul “Lukisan Masa, Barang tiada berharga, yang kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-Jinak Merpati” (1953). Kemudian setelah proklamasi Ia menulis karya yang berjudul “Antara bumi dan langit”.
    11. . Idrus, buah drama yang ditulisnya pada zaman jepang antara lain “ Kejahatan Membalas Dendam” yang dimuat didalam buku Dari Ave Maria ke jalan lain ke Roma (1948), jibaku aceh (1945), keluarga surono (1948), dokter bisma (1945).
    12.. Kotot Sukardi menulis sandiwara bande Mataram berlatarkan perang diponegoro,(1825-1830).

    terimakasih…
    wss..

  69. ass..

    a.Umar Ismail, Bukitinggi 20 maret 1921, dikenal sebagai orang darmawan dan senias.cerpen-cerpennya ada beberapa saja yang dimuat dalam pancaran cinta 1946 dan gema tanah air 1948 yang disusun oleh H.B Jassin sajak-sajaknya dikumpulkan dan diteerbitkan dalam dengan judul patung berasap 1949.dalam sajak “Pujangga dan Cita-CIta” Ia dengan yakin berkata pada pujangga “Cari dahulu perjuanggan jiwa/carilah asia didalam dada.” Tak lama kemudian dia menullisa sajak “ Diserang Rasa” yang menimbulkan rasa was-was dan ragu pada kesungguhan janji semboyan jepang.
    b.Amal Hamzah, adik amir hamzah, lahir di binjai, langkat 31 agustus 1922. yang menerjamahkan beberapa buah karya tagore yang pernah mendapat hadiah nobel 1931 diantaranya Gitanyali 1947. ketika itu ia kehilangan kepercayaan kepada manusia ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalistis. Kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul pembebasan pertama 1949. dengan hilangnya kepercayaan kepada manusia jelasa terlihat dalam sajak”Melaut Benci ku” selain itu juga ia menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” 1950.
    c.Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. cerpennya yang berjudul “ Radi Masyarakat” melukiskan kemelutan jiwa pemuda dan dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari jepang. Pda tahun 1967 ia juga menerbitkan sebuah roman berjudul “ Radja Ketjil, Badjak Laut di SElat Malaka”
    d.Anas Maruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. yang mana ia terkenal sebagai organisator kebahasaan dan terjema. Ia juga merejemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (india), Jonh Steinback (amerika), William Saroyan (amerika).
    e.M.S Ashar, kutaraja 19 desember 1921. ia menulis sajak “Bunglon” meruipakan sindiran bagi orang yang bertabiat pill-plan.
    f.Maria Amin, bengkulu 1921. dengan karyanya “Tengoklah Dunia SAna” dan Nursjamsu, lahir di Sumatra barat 1921 karyannya berupa cerpen yang berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana 1948.
    g.Bakri Siregar (langsa/acah 1922). Cerpennya pertama berjudul “ Ditepi Kawah” pada masa penduduk jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “ Jejak Langkah “ 1953.

    terimakasih…

  70. Assalamu’alaikum,,,
    Sastrawan pada masa periode 1942-1945 yaitu :
    1.) Umar ismail,Bukittinggi 20 maret 1921,dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas(pembuat film).cerpen-cerpennya yaitu pancaran cinta (1946) dan gema tanah air (1948). Sajak usman dikumpulkan dan diterbitkan dalam judul patung berasap(1949).Dalam sajak “kita berjuang”ia dengan lantang menyatakan hasratnya “beserta saudara turut berjuang”.Dalam sajak “pujangga dan cita-cita” ia dengan yakin berkata kepada pujangga,:carilah dahulu perjuangan jiwa/carilah asia didalam dada”.Namun tak lama ia pun menulis sajak “diserang Rasa” yang menggambarkan timbulnya rasa was-was dan ragu kepada kesungguhan janji semboyan jepang.

    2.)Amal Hamzah,adik amir hamzah lahir dibinjai,Langkat 31 agustus 1922 .Amal mulai menulis dizaman jepang,ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia.Sajak dan karangan lain diterbitkan dalam buku berjudul “pembebasan pertama (1949).Hilangnya kepercayaan kepada manusia ,jelas terlihat dalam sajak “melaut benciku”.Selain itu amal juga menulis buku berjudul “buku dan penulis”.

    3.)Rosihan anwar,padang 10mei 1922.Sekarang terkenal wartawan komunis terkemuka.Cerpennya yang berjudul “radio masyarakat”melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari jepang.Pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil,Badjak Laut di selat malaka”.

    4.) Anas ma’ruf,bukittinggi 27 0ktober 1922.Ia menerjemahkan pengarag karya-karya dunia seperti Rabindranath Tagore(India),John steinback(amerika),Wiliam saroyan(amerika).

    5.) M.S. Ashar,Kutaraja 19 desember 1921.Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang yang bertabiat plin-plan.

    6.) Maria amin,Bengkulu 1921 karyanya “Tengoklah dunia sana” dan Nursjamsu,lahir disumatera barat 6 oktober 1921.Karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema suasana(1948).

    7.) Bakri Siregar(Langsa/aceh,1922).Cerpennya berjudul “Ditepi Kawan”.Pada masa pendudukan cerpen itu dibukukan dengan judul “jejak langkah”(1953).
    Terima kasih…….

  71. Assalamualaikum Wr. Wb

    Sastrawan pada periode 1942-1945

    1. Chairil Anwar
    Chairil Anwar menggunakan kata-kata yang cermat dan teliti.Ia juga bisa menggambarkan apa yang terjadi dikehidupannya serta sekitarnya.

    2. Usmar Ismail
    Usmar Ismail lebih dikenal sebagai seorang darmawan dan penbuat film,tetapi ia pun masuk kedunia kesastraan dengan membuat cerpen dan sajak. Hasil karyanya yaitu berupa cerpen Pancaran Cinta dan Gema Tanah Air dan sajak yang berjudul Puntung Berasap.

    3. Amal Hamzah
    Amal Hamzah adalah adik dari Amir Hamzah.Oleh sebab itu karya-karyanya banyak mendapat pengaruh dari kakaknya yaitu beraliran keagamaan.Amal menulis di jaman Jepang,ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia,lalu ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalis.Bahkan ia ingin hidup dengan sekehendak hatinya dan tidak menghiraukan nilai dan agama.Karyanya yaitu Pembebasan Pertama.Lalu ia lebih tertarik kepada menerjemahkan.

    4.Rosihan Anwar
    Rosihan Anwarlebih dikenal sebagai seorang wartawan dan kolumnis.Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda.Cerpennya “Radio Masyarakat” menceritakan tentang jiwa pemuda yang ragu akan janji-janji Jepang.Roman yang dikarangnya yaitu Raja Kecil,Bajak Laut di Selat Malaka.

    5.Anas Ma’ruf
    Anas Ma’ruf terkenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah.Ia menerjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore,John Steinbeck,William Saroyan.

    6.M.S Anwar
    M.S.Anwar menulis beberapa buah sajak,dan ia menjadi terkenal karena sajaknya yang berjudul Bunglon yang merupakan sindiran bagi orang yang bertabiat plin-plan.

    7.Maria Amin
    Maria Amin kecewa pada kehidupan politik lalu membiat prosa yang berjudul Tengoklah Dunia Sana yang menggambarkankehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam aquarium.

    8.Nursjamsu
    Nursjamsu mengarang cerpen yang berjudul Terawang yang dimuat di majalah Gema Suasana.

    Terina Kasih. . . .

  72. Assalamualaikum Wr. Wb

    Sastrawan padaperiode 1942-1945:

    1.usmar ismail
    Beliau lahir pada 20 maret 1921 ,beliau di kenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film).cerpen-cerpen beliau seperti yang di muat dalam pancaran cinta (1946)dan gema tanah air (1948) ,sajak-sajak usmar kemudian di kumpulkan dan di terbitkan dalam sebuah buku yang berjudul PATUNG BERASAP(1949).

    2.Amal hamzah
    beliau adalah adik dari seorang sastrawan yang bernama amir hamzah ,beliau lahir di binjai ,langkat 30 agustus 1923.beliau menerjemah kan beberapa buah karya tagore ,yang pernah mendapatkan hadiah nobel 1931diantaranya Gitanyali(1947).
    beliau mulai menulis di zaman jepang ,ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia .sajak dan karangan beliau mulai terbit dalam sebuah buku berjudul pembebasan pertama (1949),hilangnya kepercayaan kepada manusia jelas terlihat dalam sajak (Melaut benciku )selain itu amal juga menilis buku yang berjudul ‘buku dan penulis”(1950).
    3.Rosihan anwar
    beliau lahir di padang pada 10 mei 1922,sajak-sajak beliu banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda ,cerpennya yang berjudul “Radio masyarakat “melukiskan kemelut jiwa pemuda yang di landa keraguan atas segala janji-janji kosong dari jepang .pada tahun 1967 rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “radja ketjil,badjak laut di selat malaka.

    4.Anas ma’ruf
    beliau lahir di bukit tinggi 27 oktober 1922 ,beliau seorang penerjemah ,beliau menerjemah kan karya-karya para pengarang dunia seperti william saroyan (amerika) dan lain-lain ,beliau juga nmenulis sajak “bunglon”merupakan sindiran bagi orang -orang yang bertabiat plin-plan

    5. Maria amin
    Beliau lahir di bengkulu 1921,dengan karyanya ‘tengoklah dunia sana ”

    6.Nursjamsu
    beliau lahir di sumatra barat 6 oktober 1921,karya-karya beliau berupa cerpen berjudul “terawang'”di muat dalam majalah gema suasana (1948).

    7.H.B Jasin
    beliau lahir di guruntalo pada 31 juli 1922,beliau menulis cerpen yang berjudul anak laut ,

    8.Abang usmar ismail yang bernama abu hanifah (el-hakim)
    beliau lahir di padang panjang pada zaman jepang ,beliau menulis beberapa buah drama yang kemudian di bukukan berjudul’Taufaan di atas asia”pada tahun 1949.

    9.Idrus
    pada zaman jepang menulis beberapa buah drama di antaranya “kejahatan membalas dendam ‘”din muat dalam buku dari Ave maria jalan lain ke roma 1948.

    10. Katot sukardi
    beliau menulis sandiwara yang berlatar belakang masa perang diponegoro (1825-18300,sandiwar tewrsebut di terbitkan balai pustaka dengan judul yang sama .

    terimakasih………………….

    wass.wr…wb…………………..

  73. Tokoh-tokoh pada periode 1941-1945 :

    1. Amal Hamzah, beliau menulis sandiwara berjudul ‘Tuan Amin’ dan menulis sebuah dialog antara X dan Y dengan judul ‘Seniman Pengkhianat’. Selain itu, dalam sajak-sajaknya yang pertama menunjukkan pengaruh abangnya terutama dalam gaya dan pengucapannya. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore yaitu Gitanyali. Sajak dan karangan lainnya diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul pembebasan pertama.

    2. Nur Sutan Iskandar, beliau menerbitkan roman yaitu Cinta Tanah Air.

    3. Karim Halim, beliau menerbitkan roman yaitu Palawija.

    4. Idrus, penulisan prosanya sangat sederhana. Gaya yang dipakainya di kenal sebagai gaya-menyoal-baru yang serba sederhana. Dalam ‘Coret-Coret di Bawah Tanah’ nya, beliau melukiskan tukang-tukang catut, para penumpang trem yang keringatnya bau terasi,dll. Drama yang di tulisnya yaitu ‘Kejahatan Membalas Dendam’ yang di muat dalam bukunys Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma, Jibaku Aceh, Keluarga Surono, dan Dokter Bisma.

    5. Usmar Ismail, beliau terkenal sebagai seorang dramawan, pembuat film, dan penulis drama. Cerpen-cerpenya yaitu Pancaran cintadan Gema Tanah Air. Sajak-sajaknya dikumpulkan dengan judul Patung Berasap. Beliau juga menyadur kisah berjudul ‘Chichi Kaeru’ karangan Kikuchi Kwan menjadi ‘Ayahku Pulang’ kemudian dijadikan sebuah film yang berjudul Dosa tak Berampun. Beliau juga menulis sandiwara kepahlawanan tentang perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda yang berjudul ‘ Mutiara dan Nusa Laut ‘. Drama yang ditulisnya yaitu ‘Api’, ‘Liburan Seniman’,dan ‘Citra’ yang diterbitkan dalam satu buku yang berjudul Sedih dan Gembira.

    6. Rosihan Anwar, beliau terkenal sebagai seorang wartawan dan kolumnis terkemuka. Sajaaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul ‘Radio Masyarakat’ melukiskan kemelut jiwa pemuda yang di landa keraguan atas segaala janji-janji kosong dari jepang. Beliau menerbitkan sebuah roman yang berjudul Raja Kecil dan Bajak Laut di Selat Malaka.

    7. Anas Ma’aruf, beliau menulis sejumlah sajak, esai, dan kritik. Beliau menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore, Jhon Sternbeck, William Saroyan,dll. Ia lama menjadi sekretaris Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional dan memegang redaksi majalah kebudayaan Indonesia.

    8. M.S Ashar, beliau menulis sajak yang berjudul ‘Bunglon’ yang menceritakan tentang sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan yang pada masa itu pun sudah banayak kelihatan.

    9. Maria Amin, beliau menggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai iklan dalam akuarium seperti prosa yang liriknya ‘Tengoklah Dunia Sana’.

    10. Nursjamsu, beliau menulis sajak yang melukiskan hati yang di amuk remaja dan cerpennya yang berjudul ‘Terawang’ yang di muat dalam majalah Gema Suasana.

    11. H.B Jassin, beliau menulis cerpen yang berjudul ‘Anak Laut’, kemudian bersama dengan cerpen-cerpen buah tangan beberapa pengarang lain diterbitkannya secara bersama dengan judul Pancaran Cinta. Sebelum perang beliau menulis cerpen yang dimuat dalam majalah Poedjangga Baroe yang berjudul ‘Nasib Volontaire’.

    12. Bakri Siregar, beliau menulis cerpen yang berjudul ‘Di Tepi Kawah’ yang melukiskan kehidupan di tepi kawah yang jauh dari masyarakat umum, kkemana suami-istri melarikan diri. Cerpen ini dibukukan dengan judul Jejak langkah. Beliau menulis buku Sejarah Sastra Indonesia Modern yang baru selesai dijilid tetapi buku ini di larang edar.

    13. Armijn Pane, beliau menulis drama yaitu Lukisan Masa, Barang Tiada Berharga,dll. Beliau menulis sandiwara yang dibukukan dengan judul Jinak-Jinak Merpati. Setelah proklamasi kemerdekaan tulisannya berjudul ‘Antara Bumi dan Langit’ yang mempermasalahkan kedudukan kaum Indonesia di alam Indonesia merdeka.

    14. Abu Hanifah (El Hakim), beliau menulis drama yang dibukukan dengan juduul Taufan di Atas Asia. Ada 4 buah drama yang di muat dalam buku ini yaitu ‘Taufan di Atas Asia’, ‘Intelek Istimewa’, ‘Dewi Reni’, dan ‘Insan Kamil’. Kemudian menulis kembali yang berjudul Rogaya dan Mambang Laut. Roman yang ditulisnya berjudul Dokter Rimba.

    15. Kotot Sukardi, beliau menulis sandiwara ‘Bende Mataram’ yang berlatar belakang masa perang Diponegoro.

    16. Inu Kertapati, beliau menulis sandiwara ‘Sumping Sureng Pati’ dengan judul Bende Mataram dan mengambil latar belakang peristiwa sejarah yang lampau, tempat kejadiannya di Bali pada akhir abad yang lalu ketika Belanda hendak menyerbu kesana.

    Pa, saya ingin bertanya. Dalam cara penulisan prosa Idrus, gaya penulisan yang di pakainya atau terkenal dengan gaya-menyoal-baru, maksudnya apa?

    Thanks ya Pak!!!!!!!!

  74. Assalamualaikum………….
    Pada periode ini bahasa indonesia sudah dijadikan sebagai satu-satunya bahasa yang digunakan di seluruh kepulauan Indonesia.Penyair dan pengarang pada periode 1942-1945 yaitu:

    1.Nur Sultan Iskandar dan Palawija (1944)menciptakan roman dalam karya Karim Halim,yang merupakan roman propaganda yang bernilai sastra yang berjudul dua cinta tanah air..

    2.Usmar Ismail lahir di bukit tinggi 20 Maret 1921 yang dikenal sebagai dramawan dan sineas(pembuat film) menciptakan cerpen-cerpen yang dimuat dalam pancaran cinta (1946) dan Gema Tanah Air yang diterbitkan oleh HB Jassin dengan judul Patung Berasap.Usmar ismail juga pernah menyadur sebuah kisah Chichi Kaero karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”Drama yang ditulis oleh usmar Iasmail yaitu “Mekar Melati dan tempat yang Kosong,Api,Liburan Seniman,dan citra”yang kemidian di bukukan dengan judul “Sedih dan Gembira”

    3.Amal Hamzah yaitu adik Amir Hamzah,lahir di Binjai ,Langkat 31 Agustus 1922 .Beliau menerjemahkan beberapa karya Tagore yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 diantaranya Gitanyali (1947)Kemudian Amal menulis pada zaman Jepang dengan menul;is sajak-sajaknya dengan naturalistis dan juga dalam sandiwatranya yang sangat menonjolkan sensualisme.Buah karya Amal Hamzah yaitu :
    -Pembebasan Pertama (1949)
    -Sajak “Melaut Benciku”
    -Buku dan Penulis

    4.Rosihan Anwar,lahir di Padang 10mei 1922 yang dikenal sebagai sebagai wartawan komonis termuka. Rosihan menulis sajak-sajak dengan menggambarkan gelora dan semangat pemuda .Buah karya Rosihan Anwar yaitu:
    -Cerpennya berjudul “Radiomasayarakat” yang menggambarkan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas janji -janji Jepang.
    -Menerbitkan roman yang berjudul”radja Ketjil,Badjak Laut, di selat Malaka pada tahun 1967.

    5.Anas Ma’ruf lahir di Bukit Tinggi 27 Oktober 1922,yang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah .Dia menterjemahkan karya pengarang seperti Rabindranath Tagore,John Steinback,Wiliam Saroyan,

    6.M.S Ashar lahir di Kutaraja 19 Desember 1921 dengan sajaknya yang berjudul”Bunglon”yang merupakan sindiran bagi orang yang beretabiat plin-plan.

    7.Maria Amin lahir di Bengkullu 192`1 dengan karyanya yang berjudul “Tengoklah Dunia Sana”

    8.Nursjamsu,lahir di Sumatra Barat 6 Oktober 1921 membbuat cerpen yang berjudul “Terawang”

    9.H.B.Jassin(Gorontalo 31 Juli 1922 ) pada p[eriode ini dia menulis cerpen yang berjudul “Anak Laut”

    10.Bakri Siregar lahir diLangsa ,Aceh 1922 dengan karyanya sebuah cerpen yang berjudul “di Tepi Kawah” ean dibukukan dengan judul “Jejek Langkah”(1953)

    Sastrawan yang menulis drama
    11.Armijn Pane,yang menulis drama yang berjudul “Lukisan Masa,Barang tiada Berharga ” dan menulis sandiwara yang berjudul “Jinak -Jinak Merpati”

    12.Abang Usmar Ismail,yang bernama Abu Hanifah menullis beberapa drama yaitu;
    -Taufan di Atas Asia yang trdiri dari 4 bagian
    -Intelek Istemewa
    -3 bagian
    -Dewi
    Dan juga menulis Roman yang berjudul Dokter Rimbu(1942).

    13.Idrus,menulis beberapa drama di antaranya
    -Kejahatan Membalas Demdam(1948) yang m,engisahkan pengarang muda dalammenghadapi kekuasaan pengarang kolot dengan (tentu saja)kemenangan dipihak pengarang muda.,meskipun si pengarang kolot main guna-guna.
    -Jibaku Aceh(1945)
    -Keliar Surono(1948) dan
    – Dokter Bisma(1945)

    14.Kotot Sukardi menulis sandiwara dengan judul “Bende Mataram”dilatar belkakangi oleh perang di ponegoro.

    Mungkin ini saja jawaban Saya.Terima kasih bapak.Wassalam………

  75. assalamualaikum wr.wb
    1. Chairil Anwar
    Chairil Anwar menggunakan kata-kata yang cermat dan teliti.Ia juga bisa menggambarkan apa yang terjadi dikehidupannya serta sekitarnya.

    2. Amal Hamzah, beliau menulis sandiwara berjudul ‘Tuan Amin’ dan menulis sebuah dialog antara X dan Y dengan judul ‘Seniman Pengkhianat’. Selain itu, dalam sajak-sajaknya yang pertama menunjukkan pengaruh abangnya terutama dalam gaya dan pengucapannya. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore yaitu Gitanyali. Sajak dan karangan lainnya diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul pembebasan pertama.

    3.usmar ismail
    Beliau lahir pada 20 maret 1921 ,beliau di kenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film).cerpen-cerpen beliau seperti yang di muat dalam pancaran cinta (1946)dan gema tanah air (1948) ,sajak-sajak usmar kemudian di kumpulkan dan di terbitkan dalam sebuah buku yang berjudul PATUNG BERASAP(1949).

    4. Rosihan Anwar, dengan cerpen yang berjudul Radio Masyarakat dan menerbitkan roman yang berjudul Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka.

    5. Anas Ma’ruf pada zaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore, John Steinback, William Saroyan.

    6. M.S. Ashar, dengan sajak yang berjudul “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang plin-plan.

    7. Maria Amin, dengan karyanya Tengoklah Dunia Sana

    8. H.B Jassin adalah salah seorang pengarang cerpen. Ia mengumpulkan cerpen-cerpennya dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948).

    9. Muhammad Ali yang dikenal sebagai sastrawan yang serba bisa ia menulis cerpen, novel, naskah drama, dan puisi. Contoh naskah drama yag telah ditulisnya antara lain si gila dan kembali kepada fitrah,dan masih banyak lagi yang tidak di sebutkan.

    10. Armijn Pane, pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan Masa”, Barang Tiada Berharga, dan lain-lain. Pada masa jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-jinak merpati”(1953). Segera sesudah proklamasi menulis “Antara Bumi dan Langit”.

    11.Abu Hanifah (El-Hakim). Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).

    12. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataramyang berlatar Perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwara itu diterbitkan dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun 1945.

    13. Idrus pada jaman jepang menulis beberapa buah drama,antaranya ” Kejahatan Membalas Dendam ” ia melukiskan pengarang muda dalam menghadap (kekuasaan) pangeran kolot dengan kemenangan di pihak muda meskipun pangeran kolot hendak main guna-guna.

    14.M.S Ashar lahir di Kutaraja 19 Desember 1921 dengan sajaknya yang berjudul”Bunglon”yang merupakan sindiran bagi orang yang beretabiat plin-plan.

  76. pengarang yang karyanya terbit pada periode 1942-1945 :

    1). Usmar Ismail,
    Hasil karyanya banyak dimuat dalam “Pancaran Cinta” (1946) dan “Gema Tanah air” (1948). Kumpulan sajaknya diterbitkan dengan judul “Puntung Berasap” (1949). Seperti sajak “Kita Berjuang”, “Pujangga dan Cita-cita”, dan “Diserang Rasa”. Selain itu, Ia juga menulis beberapa prosa dan drama (dari sumber lain).

    2). Amal Hamzah,
    Karya utamanya ialah “Gitanyali” (1947). Sajak-sajaknya sangat naturalis(di jaman Jepang), karangan-karangannya diterbitkan dengan judu l”Pembebasan Pertama” (1949). Seperti sajak “Melaut Benciku”. Ia juga menulis “Buku dan Penulis” (1950) yang merupakan kritik-kritik terhadap sastra.

    3). Rosihan Anwar,
    Hasil karyanya adalah “Radio Masyarakat” ( melukiskan kemelut jiwa pemuda yang ragu atas janji-janji Jepang), “Raja Kecil”, Bajak Laut di Selat Malaka” merupakan romannya yang diterbitkan pada tahun 1967.

    4). Anas Ma’ruf,
    Terkenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah. Ia menulis sejumlah sajak dan esai serta kritik. Ia juga menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore. dan lama menjadi sekertaris Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional dan memegang redaksi majalah kebudayaan Indonesia.

    5). M. S. Ashar,
    sajaknya yang berjudul “Bunglon” (merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan).

    6). Maria Amin,
    Pengarang wanita yang sudah pernah muncul dalam majalah Poedjangga Baroe. Hasil karyanya berupa prosa yang berjudul “Tengoklah Dunia Sana” sebagai simbol kekecewaannya melihat kehidupan sosial politik rakyat dan bangsa Indonesia.

    7). Nursjamsu,
    Pengarang wanita pada jaman Jepang yang menulis sejumlah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja. Cerpennya sesudah perang yang dimuat dalam majalah Gema Suasana(1948) yaitu “Terawang”.

    8). H. B. Jassin,
    Banyak menulis kritik dan esai sastra serta cerpen seperti “Anak Laut” yang diterbitkan bersama hasil karya lain yang berjudul “Pancaran Cinta” (1946). Sebelum perang juga ada cerpennya yang dimuat dalam majalah Poedjangga Baroe, yaitu “Nasib Volontaire” (1941).

    9). Bakri Siregar,
    Cerpennya yang pertama berjudul “Di Tepi Kawah” yang dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953). Semua cerpen yang dimuat melukiskan kesepian dan pelarian dari dunia ramai disertai humor yang berat dan tidak menarik. Ia juga menulis buku ” Ssejarah Sastra Indonesia Modern”. Sekarang termasuk buku yang dilarang.

    10). Armijn Pane,
    Sebelumnya sudah menulis Lukisan Masa”n, “Barang Tiada Berharga” dan lain-lain. Pada masa Jepang menulis sandiwara yang berjudul “Jinak-jinak Merpati” (1953).

    11). Abu Hanifah,
    Pada jaman Jepang menulis beberapa drama yang berjudul”Taufan di atas Asia” (1949), yang terbagi menjadi empat buah drama di dalamnya, yaitu “Taufan di Atas Asia”, “Intelek Istimewa”, “Dewi Reni”, dan “insan Kamil”. Ada juga dramanya yang belum pernahdibukukan yaitu “Rogaya” dan “Mambang Laut”.

    12). Kotot Sukardi,
    Menulis sandiwara yang berjudul “Bende Mataram” (1945) bersama-sama dengan sebuah sandiwara karangan Inu Kertapati berjudul “Sumpeng Sureng Pati”.

    13). Nur Sutan Iskandar,
    Penulis roman pada jaman Jepang yang diterbitkan oleh Balai Pustaka yaitu ” Cinta Tanah Air”, Roman ini tidak bernilai sastra.

    14). Karim Halim,
    Menulis roman yang berjudul “Palawija” (1944).

  77. pengarang yang karyanya terbit pada periode 1942-1945 :

    1). Usmar Ismail,
    Hasil karyanya banyak dimuat dalam “Pancaran Cinta” (1946) dan “Gema Tanah air” (1948). Kumpulan sajaknya diterbitkan dengan judul “Puntung Berasap” (1949). Seperti sajak “Kita Berjuang”, “Pujangga dan Cita-cita”, dan “Diserang Rasa”. Selain itu, Ia juga menulis beberapa prosa dan drama (dari sumber lain).

    2). Amal Hamzah,
    Karya utamanya ialah “Gitanyali” (1947). Sajak-sajaknya sangat naturalis(di jaman Jepang), karangan-karangannya diterbitkan dengan judu l”Pembebasan Pertama” (1949). Seperti sajak “Melaut Benciku”. Ia juga menulis “Buku dan Penulis” (1950) yang merupakan kritik-kritik terhadap sastra.

    3). Rosihan Anwar,
    Hasil karyanya adalah “Radio Masyarakat” ( melukiskan kemelut jiwa pemuda yang ragu atas janji-janji Jepang), “Raja Kecil”, Bajak Laut di Selat Malaka” merupakan romannya yang diterbitkan pada tahun 1967.

    4). Anas Ma’ruf,
    Terkenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah. Ia menulis sejumlah sajak dan esai serta kritik. Ia juga menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore. dan lama menjadi sekertaris Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional dan memegang redaksi majalah kebudayaan Indonesia.

    5). M. S. Ashar,
    sajaknya yang berjudul “Bunglon” (merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan).

    6). Maria Amin,
    Pengarang wanita yang sudah pernah muncul dalam majalah Poedjangga Baroe. Hasil karyanya berupa prosa yang berjudul “Tengoklah Dunia Sana” sebagai simbol kekecewaannya melihat kehidupan sosial politik rakyat dan bangsa Indonesia.

    7). Nursjamsu,
    Pengarang wanita pada jaman Jepang yang menulis sejumlah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja. Cerpennya sesudah perang yang dimuat dalam majalah Gema Suasana(1948) yaitu “Terawang”.

    8). H. B. Jassin,
    Banyak menulis kritik dan esai sastra serta cerpen seperti “Anak Laut” yang diterbitkan bersama hasil karya lain yang berjudul “Pancaran Cinta” (1946). Sebelum perang juga ada cerpennya yang dimuat dalam majalah Poedjangga Baroe, yaitu “Nasib Volontaire” (1941).

    9). Bakri Siregar,
    Cerpennya yang pertama berjudul “Di Tepi Kawah” yang dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953). Semua cerpen yang dimuat melukiskan kesepian dan pelarian dari dunia ramai disertai humor yang berat dan tidak menarik. Ia juga menulis buku ” Ssejarah Sastra Indonesia Modern”. Sekarang termasuk buku yang dilarang.

    10). Armijn Pane,
    Sebelumnya sudah menulis Lukisan Masa”n, “Barang Tiada Berharga” dan lain-lain. Pada masa Jepang menulis sandiwara yang berjudul “Jinak-jinak Merpati” (1953).

    11). Abu Hanifah,
    Pada jaman Jepang menulis beberapa drama yang berjudul”Taufan di atas Asia” (1949), yang terbagi menjadi empat buah drama di dalamnya, yaitu “Taufan di Atas Asia”, “Intelek Istimewa”, “Dewi Reni”, dan “insan Kamil”. Ada juga dramanya yang belum pernahdibukukan yaitu “Rogaya” dan “Mambang Laut”.

    12). Kotot Sukardi,
    Menulis sandiwara yang berjudul “Bende Mataram” (1945) bersama-sama dengan sebuah sandiwara karangan Inu Kertapati berjudul “Sumpeng Sureng Pati”.

    13). Nur Sutan Iskandar,
    Penulis roman pada jaman Jepang yang diterbitkan oleh Balai Pustaka yaitu ” Cinta Tanah Air”, Roman ini tidak bernilai sastra.

    14.)Abu Hanifah (El-Hakim). Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).

  78. beberapa penyair pada periode 1942-1945 antaralain:

    – Usmar Ismail
    Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa buah saja, antaralain dimuat dalam Pancaran Cinta(1946) dan Gema Tanah Air (1948). keduanya disusun oleh H.B. Jassin. Sajak-sajak Usmar sebagian besar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Puntung Berasap (1949). Beberapa sajak-sajaknya yaitu ‘Kita Berjuang’, ‘Pujangga dan Cita-cita’, dan ‘diserang Rasa’.

    – Amal Hamzah, adik Amir Hamzah.
    Karya utamanya Gitanyali (1947). Dia juga menulis sajak yang berjudul ‘Melaut Benciku’.

    -Rosihan Anwar, sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda.

    -Penyair lain yang juga muncul pada jaman Jepang ialah Anas Ma’ruf. Ia menulis sejumlah sajak dan esai serta kritik.

    – M.S. Ashar menulis beberapa buah sajak dan menjadi terkenal karena sebuah sajaknya yang berjudul ‘Bunglon’.

    – Dua orang penyair wanita yang muncul pada jaman Jepang ialah Maria Amin dan Nursjamsu.

  79. Assalamualaikum…….

    Pada periode 1942 ini banyak terbit karya-karya, penyair dan pengarangnya adalah:

    1.) Usmar Ismail, Bukit tinggi, 20 Maret 1921 yang dikenal sebagai dramawan dan sineas(pembuat film) menciptakan cerpen-cerpen yang dimuat dalam pancaran cinta (1946) dan Gema Tanah Air yang diterbitkan oleh HB Jassin dengan judul Patung Berasap(1949).Usmar ismail juga pernah menyadur sebuah kisah Chichi Kaero karanganKikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang”Drama yang ditulis oleh usmar Iasmail yaitu “Mekar Melati dan tempat yang Kosong,Api,Liburan Seniman,dan citra”yang kemidian di bukukan dengan judul “Sedih dan Gembira (1948)”.

    2.)Amal Hamzah merupakan adik Amir Hamzah menterjemahkan beberapa karya Tagore yang pernah mendapat hadiah nobel (1931) diantaranya Gitanyali(1947). sajak lainnya diterbitkan dalam suatu buku “Pembebasan Pertama”(1949). sajaknya berjudul “Melaut Benciku”. dan menulis buku yang berjudul “Buku dan Penulis”(1950.

    3). Rosihan Anwar, cerpennya berjudul “Radio Masyarakat” dan juga menerbitkan roman berjudul “Radja Ketjil”, “Bajak Laut di selat Malaka”.

    4). Anas Ma’ruf, ia menterjemahkan karya-karya pengarang dunia seperti “Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5). M.S.Anshar menulis sajak “Bunglon” .

    6). Maria Amin karyanya, “Tegoklah Dunia Sana”. dan Narsjamsu cerpennya berjudul “Terawang” yang dimuat dalam majalah suasana.

    7). H.B. Jassin menulis cerpen “Anak Laut”.

    8). Bakri Siregar, cerpen yang pertama berjudul “Ditepi Kawah Penduduk Jepang”, dan dibukukan dalam judul “Jejak Langkah”.

    9). Armijn Pane, sebelum perang telah menulis Lukisan Masa, Barang Tiada Berharga, dll. dan menulis beberapa buah sandiwara yang dibukukan menjadi”Jinak-Jinak Sandiwara” (1953).dan menulis “Antara Bumi dan Langit” tetapi setelah Proklamasi.

    10). Abu Hanifah( abang usmar), menullis beberapa drama yaitu;
    Taufan di Atas Asia yang trdiri dari 4 bagian, intelek Istemewa, 3 bagian, Dewi, dan juga menulis Roman yang berjudul Dokter Rimbu(1942).

    11). Idrus, pada masa jepang menulis beberapa drama diantranya ” Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku “Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948)., Jibaku Aceh (1945), Keluarga Surono (1948), Dokter Bisma (1945).

    12). Kokot Sukardi, menulis sandiwara “Bende” mataramnya berlatar perang Dipomegoro (1825-1830). Sandiwara yang berjudul “Sumping Sureng Pati(1945).
    makacieh……………(“_”)
    Wassalam.

  80. assalamualaikum. . .

    1. Amal Hamzah – menulis sebuah sandiwara yang berjudul “Tuan Amin” yang merupakan sindiran kepada Armijn Pane yang pada saat itu sangat bersemangat menyokong Jepang dan menulis sandiwara pesanan Jepang.
    Kemudian menulis sebuah dialog antara x dan y, kedua seniman, dengan judul seniman penghianat.
    Karya Utamanya “Gitanyali” (1947). Sajak-sajak dan karangan-karangan lainnya kemudian diterbitkan dalam buku berjudul “Pembebasan Pertama” (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelas kelihatan dalam sajak yang berjudul “Melaut Membenciku”. Amal Hamzah kemudian menulis “Buku dan Penulis” (1950) yang merupakan kumpulan kritiknya terhadap beberapa roman dan drama Indonesia.

    2. Balai Pustaka – menerbitkan dua roman, yaitu “Cinta Tanah Air” karangan Nur Sutan Iskandar dan “Palawija” (1944) oleh Karim Halim. Kedua roman propaganda yang tak bernilai sastra.

    3.Chairil Anwar – Puisi Indonesia, bahasa sajaknya bukan lagi bahasa buku yang terpisah dari kehidupan tetapi bahasa sehari-hari. Kata-kata pada sajaknya dicoba bukan hanya memberikan gambaran atau tanggapan tentang hidup, tetapi dapat menjelmakan hidup itu sendiri.

    4.Idrus – Prosa karangan Idrus, Ekonomisasi kata dan bahasa itu tampak jelas sendiri. Bahkan cara penulisannya pun disederhakan. Gaya yang dipakai oleh Idrus dikenal sebagai gaya menyoal baru yang serba sederhana.
    menulis beberapa buah drama, antaranya “Kejahan Membalas Dendan” yang kemudian dimuat dalam bukunya “Dari Ave Maria ke jalan lain ke Roma’ (1948). Dan “Dokter Bisma” (1945).

    5. Umar Ismail – Membuat sajak-sajak dan beberapa buah cerpen. Cerpen-cerpennya antara lain dimuat dalam “Pancaran Cinta” (1946) dan “Gema Tanah Air” (1948). Keduanya disusun oleh H.B. Jassin. Sajak Usmar sebagian besar dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul “Puntung Berasap” (1949). Ia pun menulis sajak “Diserang Rasa” yaitu timbulnya rasa waswas dan ragu kepada kesungguhan janji dan semboyan Jepang.

    6. Rosihan Anwar – Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpennya berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Tahun 1967, Rosihan menerbitkan sebuah roman yang berjudul “Raja Kecil, Bajak Laut diselat Malaka”, yang merupakam roman sejarah semenanjung pada awal abad ke-18.

    7. Anas Ma’ruf – Ia Menulis sejumlah sajak dan esai kritik. Ia juga menerjemahkan karya-karya pengarang dunia.

    8. M.S Ashar – Sajaknya berjudul “Bunglon” merupakan sajak sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan, yang pada masa itu pun sudah banyak keliatan.

    9. Maria Amin – Prosa pada liriknya “Tengoklah Dunia Sana” merupakan prosa yang lahir karena kekecewaan melihat kehidupan sosial politik lalu lari kedalam dunia simbolik. Ia menggambarkan kehidupan rakyat dan Bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium.

    10. Nursjamsu – menulis sejumlah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja. Ia menulis cerpen yang berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    11. HB Jassin – menulis cerpen yang berjudul “Anak Laut”, kemudian bersama dengan cerpen-cerpen buah tangan lain diterbitkan secara bersama dengan judul “Pancaran Cinta” (1946).

    12. Bakri Siregar – Cerpennya yang berjudul “Ditepi Kawah”. Cerpen ini melukiskan kehidupan di tepi kawah yang jauh dari masyarakat umum. Kemana suami istri melarikan diri. “Ditepi Kawah” ini dibukukan dengan “Jejak Langkah” (1953). Ia juga menulis buku “Sejarah Sastra Indonesia Moderen” (1964).

    13. Armijn Pane – menulis “Lukisan Masa”, “Barang Tiada Berharga” dan lain-lain (sebelum perang). Pada masa Jepang, semua sandiwara dibuku kan dengan judul”Jinak-Jinak Merpati” (1953). Tulisan sesudah Proklamasi, berjudul “Antara Bumi dan Langit”.

    14. Usmar Ismail – Pada zaman Jepang ini menyadur sebuah kisah berjudul “Chichi Kaeru” karangan kikuchi Kwan seorang pengarang Jepang menjadi “Ayahku Pulang”. Ia menulis sandirawa kepahlawanan Rakyat Maluku terhadap Belanda berjudul “Mutiara dari Nusa Laut”. “Ayahku Pulang” kemudian dibuatnya menjadi sebuah film yang disutradainya sendiri berjudul “Desa Tak Berampun” (1950). Drama yang ditulis Usmar belum dibukukan ialah “Mekar Melati” dan “Tempat Yang Kosong”. Tiga buah drama yang ditulis Usmar pada zaman Jepang ialah “Api”, “Liburan Seniman” dan “Citra”. Ketiganya ditetapkan dalam satu buku berjudul “Sedih dan Gembira” (1949).

    15. Abu Hanifah atau El Hakim – menulis drama kemudian dibukukan berjudul “Taufan diatas Asia” (1949), kemudian menulis dua drama lagi yaitu “Rogaya” dan “Mambang Laut”. Keduanya belum pernah dibukukan. Ia juga menulis roman yang berjudul “Dokter Rimbu” (1952).

    16. Kotot Sukardi – menulis sandiwara “Bende Mataram” yang berlatar belakang masa perang Dipenogoro. Kemudian oleh balai pustaka karangan ini dan karangan Inu Kertapati diterbitkan. Berjudul “Sumping Sureng Pati” dengan “Bende Mataram” (1945).

    makasih. . . ^_^

  81. Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa perkembangan sastra periode 1942-1945 adalah:

    1. Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin.dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949).

    2. Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947).
    Amal mulai menulis di zaman Jepang, ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. Ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalistis. Dalam sandiwara-sandiwaranya sangat menonjolkan sensualisme. Sajak dan karangan ini kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, jelas terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”.Amal juga menulis buku yang berjudul “ Buku dan Penulis” (1950).

    3. Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaaan dan semangat pemuda. Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4. Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. Pada jaman sesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. Ia juga menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika). Selain itu, ada M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang orang yang bertabiat plin-plan. Kemudian Maria Amin , Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana” dan Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948)

    5.H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).

    6. Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    7. pengarang yang membuat drama pada jaman Jepang adalah Armijn Pane. Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953). Segera sesudah proklamsi ia menulis “Antara bumi dan langit”.

    8. Idrus, pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama, antaraanya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945. Dalam “Kejahatan Membalas Dendam” ia melukiskan perjuangan pengarangmuda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna segala.# Abu Hanifah atau El Hakim
    9. Abu HAnifah atau El hakim, Sastrawan ini lahir di Padang. Dia adalah kakak kandung Usmar Ismail. Abu Hanifah banyak menulis naskah drama. Salah satu dramanya yang terkenal adalah “Taufan di Atas Asia”. Karya drama lainnya, yaitu Intelek Istimewa, Dewi Reni, Insan Kamil, Rogaya, dan Bambang Laut.

    10. Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang perang Diponegoro (1825-1830). Sandiwaara itu kemudian diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

  82. Eka Normiyati (A1B108069)

    Ass…

    Penyair-penyair yang ada pada periode 1942-1945

    • Usmar Ismail, ia lahir diMinangkabau, Bukit tinggi tanggal 20 Maret tahun 1921, ia juga lebih dikenal dengan seorang dramawan dan cineaste (pembuat film). Dalam dunia sastra ia lebih dikenal sebagai penulis drama. Ia mulai masuk kedunia kesusastraan khususnya dan kesenian umumnya dengan sajak-sajak dan beberapa cerpen.
    • Amal Hamzah, ia lahir di Binjai, Langkat tanggal 31 Agustus 1922, ia juda adik kandung dari Amir Hamzah, ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore yang pernah mendapat hadiah Nobel 1913, antaranya karya utamanya Gitanyali (1947).
    • Rosihan Anwar, ia lahir diPadang pada tanggal 10 Mei tahun 1922, sekarang ia lebih dikenal sebagai seorang wartawan dan kolummis terkemuka.pada jaman Jepang ia menulis sejumlah sajak dan cerpen. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Salah satunya cerpen yang berjudul ‘Radio Masyarakat’ melikiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman yang berjudul Raja Kecil, Bajak Laut di Selat Malaka, yang merupakan sebuah roman sejarah Semenanjung pada awal abad ke-18
    • Anas Ma’ruf, ia lahir di Bukittinggi, 27 Oktober 1922, yang pada jaman sesudah perang lebih terkenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah. Ia juga menulis sejumlah sajak dan esai serta kritik. Ia lama manjadi Sekretaris Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional dan memegang redaksi majalah kebudayaan Indonesia.
    • M.S. Ashar, ia lahir di Kutaraja,pada tanggal 19 Desember 1921. tang pada jaman Jepang menulis beberapabuah sajak menjadi terkenal karena sebuah sajaknya yang berjudul ‘Bunglon’. Sajak itu merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan, yang pada masa itu oun sudah banyak kelihatan.
    • Maria Amin, ia lahir di Bengkulu tahun 1921, ia sebenarnya sudah muncul dalam majalah Poejangga Baroe. Karena kekecewaanya melihat kehidupan social politik, lalu lari kedalam dunia simbolik. Ia menggambarka kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium, seperti yang dilukiskanya dalam prosa liriknya ‘Tengoklah Kesana’
    • Nurjamsu, ia lahir di Lintau, Sumar Barat, pada tanggal 6 Oktober 1921. ia pada jaman Jepang menulis sebuah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja. Pada masa sesudah perang ia menulis cerpen antara lain yang berjudul ‘Terawang’ dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    Tokoh Pengarang yang menulis Cerpen
     H.B Yassin, ia lahir di Gorontalo tanggal 31 Juli 1917. Cerpennya berjudul “Anak Laut”. Kemudian bersama-sama cerpen yang lain diterbitkan dengan judul “Pancaran Cinta (1946)”

     Bakri Siregar lahir di Langsa, Aceh tahun 1922. Cerpennya yang pertama berjudul “Di tepi Kawah”. Cerpen ini melukiskan kehidupan di tepi kawah yang jauh dari masyarakat umum, ke mana sepasang suami istri melarikan diri dan cerpen ini merupakan cerpen pelarian. Kemudian dibukukan dengan judul “Jejak Langkah (1953)”.

    Tokoh Pengarang yang menulis drama atau sandiwara
     Armijn Pane pernah menulis “Lukisan Masa”, “Barang Tiada Berharga”, dll. Kemudian pada masa Jepang tulisannya itu dibukukan dengan judul “Jinak-Jinak Merpati (1953)”

     Usmar Ismail, menyadur sebuah kisah yang berjudul “Chichi Kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang” . Ia juga menulis sandiwara yang berjudul ‘Mutiara dan Nusa Laut” yang menceritakan kepahlawanan rakyat Kepulauan Maluku. Karya-karya lainnya adalah “Api” (menceritakan bahwa amal baik sekali menang terhadap yang jahat dan buruk), “Liburan Seniman” (menceritakan cita-citanya mengenai sandiwara pada masa itu), “Citra” (menceritakan tentang ketika ia sebagai pengarang dikirim oleh Kantor Pusat Kebudayaan ke Jawa Timur untuk mencari ilham di kebun kapas).

     Abu Hanifah (El Hakim), lahir di Padangpanjang pada tahun 1906. Merupakan saudara dari Usmar Ismail. Pada masa Jepang menulis beberapa drama yang kemudian dibukukan berjudul Taufan di atas Asia ( 1949). Karya-karyanya yang lain yaitu “Dewi Reni”, “Insan Kamil”, “Rogaya”, dan Mambang Laut”.

     Idrus, menulis “Kejahatan Membalas Dendam” kemudian dibukukan dalam “Dari Ave Maria Ke Jalan Lain ke Roma (1948)”, “Jibaku Aceh (1945)”, “Keluarga Surono (1948)”, Dokter Bisma (1945)”. Di dalam Kejahatan Menbalas Dendam melukiskan perjuangan pengarang muda melawan pengarang kolot.

     Kotot Sukardi, menulis sandiwara “Bende Mataram” yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1825-1830). Kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka bersama “Sumping Sureng Pati” karya Inu Kertapati dengan judul Bende Mataram (1945).

    Terimakasih….

  83. A1B108009 (HAIRINA RUPAIDA)

    Nama tokoh-tokoh penyair yang ada pada periode 1942-1945, yaitu ;

    1. Usmar ismail, Seorang pemuda minangkabau kelahiran Bukit Tinggi tanggal 20 Maret 1921, lebih terkenal sebagai seorang demawan dan pembuat fim, terutama dalam tahun-tahun belakangan. Dalam dunia sastra , ia lebih dikenal sebagai penulis drama. Tetapi ia mulai masuk ke dunia kesusastraan khususnya, dan kesenian umumnya dengan sajak dan beberapa buah cerpen (Pancaran cinta (1946), Gema tanah air (1948) disusun oleh HB. Jasin). Sajak-sajak sebagian besar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Puntun Berasap (1949). Pada awal sajaknya terarasa sangat percaya pada jepang, harapan bahwa dengan perantara Jepang bangsa Indonesia akan mendapat kemerdekaan, tapi ia pun menemukan kekecewaan. Maka ia pun menulis sajak yang menunjukan penyerahan diri Tuhan. “Kita berjuang”, “Beserta saudara turut berjuang”.
    2. Amal hamzah, adik amir Hamzah yang lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922, dalam sajaknya yang pertamamenunjukan pengaruh abangnya, terutama dalam gaya dan pengucapannya. Ia kemudian tertarik oleh filosofi dan pengarang India Rabindranath Tagore. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapat hadiah nobel 1913. Amal mulai menulis di jaman Jepang, ketika ia mulai kehilangan kepercayaan kepada manusia. Ia menjadi kasar dan sajaknya sanngat naturalis. Juga dalam sandiwara dan cerita yang ditulisnya, sensualisme sangat kentara. Sajak dan karangan lainnyayang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan pertam (1949)
    3. Rosihan Anwar, ia lahir diPadang pada tanggal 10 Mei tahun 1922, sekarang ia lebih dikenal sebagai seorang wartawan dan kolummis terkemuka.pada jaman Jepang ia menulis sejumlah sajak dan cerpen. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Salah satunya cerpen yang berjudul ‘Radio Masyarakat’ melikiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman yang berjudul Raja Kecil, Bajak Laut di Selat Malaka, yang merupakan sebuah roman sejarah Semenanjung pada awal abad ke-18
    4. Anas Ma’ruf, ia lahir di Bukittinggi, 27 Oktober 1922, yang pada jaman sesudah perang lebih terkenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah. Ia juga menulis sejumlah sajak dan esai serta kritik. Ia lama manjadi Sekretaris Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional dan memegang redaksi majalah kebudayaan Indonesia.
    5. M.S. Ashar, ia lahir di Kutaraja,pada tanggal 19 Desember 1921. tang pada jaman Jepang menulis beberapa buah sajak menjadi terkenal karena sebuah sajaknya yang berjudul ‘Bunglon’. Sajak itu merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan, yang pada masa itu pun sudah banyak kelihatan.
    6. Maria Amin, ia lahir di Bengkulu tahun 1921, ia sebenarnya sudah muncul dalam majalah Poejangga Baroe. Karena kekecewaanya melihat kehidupan social politik, lalu lari kedalam dunia simbolik. Ia menggambarka kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium, seperti yang dilukiskanya dalam prosa liriknya ‘Tengoklah Kesana’
    7. Nurjamsu, ia lahir di Lintau, Sumar Barat, pada tanggal 6 Oktober 1921. ia pada jaman Jepang menulis sebuah sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja. Pada masa sesudah perang ia menulis cerpen antara lain yang berjudul ‘Terawang’ dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).
    8. Idrus pada jaman Jepang menulis beberapa buah drama, diantara “Kejahatan membalas dendam” kemudian dibukukan dalam “Dari Ave Maria Ke Jalan Lain ke Roma (1948)”, “Jibaku Aceh (1945)”, “Keluarga Surono (1948)”, Dokter Bisma (1945)”. Di dalam Kejahatan Menbalas Dendam melukiskan perjuangan pengarang muda melawan pengarang kolot.
    9. Abu Hanifah (El Hakim) lahir di Padangpanjang pada tahun 1906. Merupakan abang dari Usmar Ismail. Pada masa Jepang menulis beberapa drama yang kemudian dibukukan berjudul Taufan di atas Asia ( 1949). Karya-karyanya yang lain yaitu “Dewi Reni”, “Insan Kamil”, “Rogaya”, dan Mambang Laut”.
    10. Kotot Sukardi menulis sandiwara “Bende Mataram” yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1825-1830). Kemudian diterbitkan oleh Balai Pustaka bersama “Sumping Sureng Pati” karya Inu Kertapati dengan judul Bende Mataram (1945).
    11. H.B Yassin lahir di Gorontalo tanggal 31 Juli 1917. Cerpennya berjudul “Anak Laut”. Kemudian bersama-sama cerpen yang lain diterbitkan dengan judul “Pancaran Cinta (1946)”
    12. Bakri Siregar lahir di Langsa, Aceh tahun 1922. Cerpennya yang pertama berjudul “Di tepi Kawah”. Cerpen ini melukiskan kehidupan di tepi kawah yang jauh dari masyarakat umum, ke mana sepasang suami istri melarikan diri dan cerpen ini merupakan cerpen pelarian. Kemudian dibukukan dengan judul “Jejak Langkah (1953)”.

    Terima Kasih.

  84. RULLY REZKI SAPUTRA (A1B107262)

    ass.wr.wb

    Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada perkembangan sastra Indonesia periode 1942-1945, adalah sebagai berikut :

    1.Umar Ismail,

    Lahir di Bukittinggi 20 maret 1921, dia dikenal sebagai seorang dermawan dan pembuat film. Cerpen-cerpenya hanya ada beberapa saja, antara lain dibuat dalam pancaran cinta(1946) dan Gema Tanah Air(1948).
    Dalam sajak kita berjuang dengan lantang menyatakan hasratnya “Beserta saudara turut berjuang”.

    2.Amal Hamzah,

    Lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Dia merupakan adik dari Amir Hamzah yang menerjemahkan beberapa karya Tagore yang pernah mendapatkan hadiah nobel 1931 diantaranya Gitanyali(1947). Sajak dan karangan lainnya diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Pembebasan Pertama” (1949). Sajaknya yang berjudul “Melaut Benciku”memperlihatkan ketidak percayaannya pada manusia.Amal juga menulis buku yang berjudul “Buku dan Penulis” (1950).

    3.Rosihan Anwar,

    Lahir di padang 10 mei 1922. Sekarang dia terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda. Cerpenya yang berjudul “Radio Masyarakat” Melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang. Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Kitjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    4.Idrus,

    salah satu karyanya yaitu “Kejahatan membalas dendam” dalam buku “Ave maria” ke Jalan Lain ke Roma. Ia melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot, tentu saja kemenangan di pihak pengarang muda, meskipun si pengarang kolot main guna-guna. selain kejahatan membalas dendam karyanya antara lain: Jibaku Aceh Keluarga Surono, Dokter Bisma. Prosa Idrus yang tidak hanya sekedar alat untuk bercerita atau menyampaikan berita, Juga telah menjadi alat pengucap sastra yang dewasa.

    5.H.B Jassin,

    Lahir di Gorontalo 31 Juli 1917. dia juga menulis cerpen. Salah satu cerpennya yang berjudul “ Anak Laut “, kemudian bersama dengan cerpen-cerpen buah tangan beberapa pengrang lain diterbitkannya secara bersama dengan judul” Pancaran Cinta “ (1946). Sebelum perang, Jassin menulis cerpen yang dimuat dalam majalah “ Poedjangga Baroe “, antara lain berjudul “ Nasib Volontaire “ ( 1941 ).

    6.Anas Ma’ ruf,

    Lahir di Bukittinggi 27 Oktober 1922 , yang pada jaman sesudah perang dia terkenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah. Dia menulis sejumlah sajak dan esai serta kritik, dia pun menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore, John Steinbeck ( pengarang Amerika pemenang Nobel ), William Saroyen ( juga pengrang Amerika ) dan lain-lain.

    7.M.S Ashar,

    Lahir di Kutaraja 19 Desember 1921 yang pada jaman Jepang menulis beberapa buah sajak terkenal karena sebuah sajaknya yang berjudul “ Bunglon “. Sajak itu merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan, yang pada masa itu sudah banyak kelihatan.

    8.Kotot Sukardi,

    menulis sandiwara Bende Mataram yang menceritakan latar belakang maa perang Diponegoro (1825-1830). Yang mana Sandiwaara itu kemudian diterbitkan pada Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati pada tahun1945.

    9.Armijn Pane,

    Pada masa sebelum perang dia telah menulis “ Lukisan Masa”, “Barang Tiada Berharga”, dan lain-lain. Pada masa Jepang ini dia juga menulis beberapa buah sandiwara lagi, semua sandiwara yang ditulisnya itu kemudian dibukukan dengan judul “ Jinak Jinak Merpati” (1953). Ada juga yang ditulisnya segera sesudah Proklamasi Kemerdekaan, berjudul “ Antara Bumi dan Langit “ yang mempermasalahkan kedudukan kaum Indo di alam Indonesia merdeka.

    10.Bakri Siregar,

    Cerpennya yang pertama berjudul “Di Tepi Kawah” yang dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953). Semua cerpen yang dimuat melukiskan kesepian dan pelarian dari dunia ramai disertai humor yang berat dan tidak menarik. Ia juga menulis buku ” Ssejarah Sastra Indonesia Modern”. Sekarang termasuk buku yang dilarang.

    11.Abu Hanifah atau El-Hakim.

    Pada zaman Jepang menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufaan di Atas Asia” (1949). Ada empat buah drama dalam buku itu, yaitu Taufan di Atas Asia terdiri dari 4 bagian, Intelek Istimewa, 3 bagian , Dewi Reni, 3 babak, Insan kamil, 3 babak. Drama Rogaya, 4 babak; Mambang laut, 3 babak belum pernah dibukukan. Kecuali drama, ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).

    ini saja jawaban dari saya…
    terima kasih….
    ass.wr.wb.

  85. Seri Faujiah ( A1B108205 )

    Pada masa penjajahan Jepang banyak yang menulis sajak dan cerpen.dibandingkan roman yang kurang ditulis, dan itupun hanya dua, Cinta Tanah Air, karangan Nur Sultan Iskandar dan Palawija (1944) karya Kalim Halim. Keduanya roman propoganda yang bernilai sastra.
    Pada masa inilah Bahasa Indonesia mengalami pematangan, seperti tampak pada sajak Khairil Anwar dan prosa Idrus yang tidak hanya sekedar alat untuk bercerita atau menyampaikan berita, tetapi menjadi alat pengucap sastra yang dewasa. Usaha inilah yang menyebabkan dimulainya suatu tradisi puisi indonesia yang hampir tak terbatas.
    Berikut ini beberapa para penyair:
    1.Usmar Ismail, seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya ada beberapa saja. yang antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948). Kemudian sajak-sajak Usman dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Patung Berasap (1949). Ada pula sajak yang berjudul “pujangga” dan Cita-Cita”. Dengan yakin berkata kepada pujangga “carilah dahulu perjuangan jiwa/carila Asia didalam dada. Tak lama ia menulis sajak “diserang jiwa” yang menggambarkan timbulnya rasa/was-was dan ragu pada kesungguhan janji semboyan Jepang.
    2.Amal Hamzah, adik dari Amir Hamzah, ia mulai menulis dijaman Jepang, ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia.sajak-sajaknya sangat naturalistis, sandiwaranya menunjukkan sensualisme
    3.Rosihan Anwar, terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka, sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda . Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” melukiskan jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang.
    4. Anas Ma’rufsesudah perang terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penerjemah. Ia menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), Jhon Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika)
    5. M. S. Anshar, sajaknya yang berjudul “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.
    6. Maria Amin, karyanya berjudul “Tengoklah Dunia Sana”
    7.Nursjamsu, karyanya berupa cerpen yang berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana.
    8. H.B.Jassin, menulis cerpen yang berjudul “Anak Laut”. cerpen ini merupakan cerpen nya yang terakhir ia buat, yang sebelum perang ia membuat cerpen yang berjudul “Nasib Volontaine”
    9.Bakrie Siregar, cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah” yang pada masa pendudukan Jepang cerpen tersebut dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”
    10.Armijn Pane, sebelum perang ia sudah menulis “Lukisan masa, barang tiada berharga, dll. dan juga menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak-jinak merpati” dan sesudah proklamasi ia menulis “Antara Bumi dan Langit”
    11.Usmar Ismail, pada masa Jepang menyadur kisah “Chici Kaeru” karangan Kikuchi Kwan menjadi Ayahku Pulang. Ia pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku “Mutiara di Nusa Laut”
    12.Abang Umar Ismail yang bernama Abu Hanifah menulis beberapa buah drama yang kemudia dibukukan yang berjudul Taufan diatas Asia
    13.Idrus, pada jaman Jepang menulis beberapa buah drama yang diantaranya “Kejahatan Membalas Dendam” dramanya melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan (tentu saja) kemenangan dipihak pengarang muda, meskipun sipengarang kolot menggunakan guna-guna.
    14.Kotot Sukardi, Menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang Perang Diponogoro. Kemudian sandiwara itu diterbitkan Balai Pustaka dengan judul yang sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati.

  86. BELLA VALENTINA (A1B108232)

    Pengalaman penting dalam sejarah sastra saat penjajahan jepang 3,5 tahun membuat kemajuan pesat pada perkembangan bahasa indonesia. karena pada saat itu jepang hanya membolehkan Bahasa Indonesia yang dipakai diseluruh kepulauan.
    Keimin Bunka Shindo merupakan kantor pusat kebahasaan yang dibentuk oleh jepang.
    para penyair :
    Usmar ismail adalah seorang dramawan dan sineas. sajak-sajaknya diterbitkan dengan judul Patung Berasap.
    Amal hamzah menerjemahkan beberapa buah karya Tagore yang pernah mendapatkan hadiah Nobel 1931 diantaranya Gitanyali(1947). amal mulai menulis di zaan jepang, ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia. ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangant naturalistis. dalam sandiwara-sandiwaranya sangant menonjolkan sensualisme. sajak dan karangan lain kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama(1949).
    Rosihan Anwar terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. sajak-sajaknya melukiskan perasaan dan semangant pemuda.
    Anas Ma’ruf terkenal sebagai organisator kebahasaan dan penterjemah. ia menulis sajak “bunglon” meruakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.
    Maria Amin dengan karyanya “tengoklah dunia sana”.
    Nursjamsu , karyanya berupa cerpen berjudul “terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana.

    pada masa jepang cerpen tumbuh dengan subur. beberapa penulis cerpen yang terkenal diantaranya adalah H.B. Jassin, menulis cerpen”Anak Laut” yang merupakan cerpen terakhir . sebelum perang jassin menulis cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire”.
    Bakri Siregar, cerpennya yang pertama berjudul ” ditepi kawah”.
    penuis drama yang tumbuh sangat subur dibawah perkumpulan P.O.S.D yang dipimpin Armijn Pane.
    Usmar ismail menulis sandiwara kepahlawanan rakyat maluku” mutiara di Nusa Laut”.
    Abu Hanifah menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufan di Atas Asia”.
    Idrus menulis beberapa buah drama diantaranya “Kejahatan Membalas Dendam”.
    Katot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang masa perang Diponegoro.

    terimakasih.

  87. Husnul Hatimah (A1B108058)

    Periode 1942-1945
    Adapun para sastrawan yang menerbitkan karya-karyanya pada masa ini adalah antara lain :
    Karim Halim dalam roman propagandanya dalam Cinta Tanah Air , Karangan Nur Sutan Iskandar dan Palawija (1944)
    Abu Hanifah (El Hakim) yang pada tahun 1942 menulis roman Dokter Rimbu
    Idrus yang menulis drama yang berjudul Kejahatan Membalas Dendam dimuat dalam jibaku Aceh (1945) dan Dokter Bisma (1945)
    Serta karangan Inu kertapati yang berjudul Sumping Surengpati tahun 1945

  88. Usman (A1B108233)

    Assalammualaikum Wr.Wb.

    Perkembangan Sastra Periode 1942-1945

    Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa itu, yaitu sebagai berikut:
    1) Para Penyair
    – Usmar Ismail, Bukittinggi 20 Maret 1921, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film)
    – Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah nobel 1931 di antaranya Gitanyali (1947)
    – Rosihan Anwar, Padang 10 Mei 1922 dan sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka.
    – Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 Oktober 1922.
    – M.S. Ashar, Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.
    – Maria Amin, Bengkulu 1921dengan karyanya “tengoklah dunia sana”.
    – Nursjamsu, lahir Sumatera Barat 6 Oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen yang berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1918).
    2) Pengarang Cerpen
    – H.B. Jasin (Gorontalo, 31 Juli 1927) yang menulis cerpen “Anak Laut”.
    – Bakri Siregar lahir di Langsa atau Aceh tahun 1922. Cerpen yang pertama berjudul “Di tepi Kawah”.

  89. reka takarina(A1B107259)
    assalamu”alaikum wr.wb

    periode 1942-1945

    A). Amal Hamzah,
    Dia Lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Sajak dan karangan lainnya diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Pembebasan Pertama” (1949). Sajaknya yang berjudul “Melaut Benciku”memperlihatkan ketidak percayaannya pada manusia.Amal juga menulis buku yang berjudul “Buku dan Penulis” (1950).Amal menulis pertama pada penjajahan jepang.

    B).Idrus,
    Dia pada jaman Jepang menulis beberapa buah drama yang diantaranya “Kejahatan Membalas Dendam” dramanya melukiskan perjuangan pengarang muda dalam menghadapi (kekuasaan) pengarang kolot dengan (tentu saja) kemenangan dipihak pengarang muda.

    C). Nursjamsu
    Dia lahir di Sumatera Barat, 6 Oktober 1921. Pada masa sesudah perang ia menulis cerpen antara lain “ Terawang “ yang dimuat dalam majalah Gema Suasana pada tahun 1948.

    D).Bakri Siregar
    Dia lahir di Langsa / Aceh 1922 . Cerpennya yang pertamanya berjudul “Ditepi Kawan” . Pada masa pendudukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    E).Usmar Ismail
    Dia pada masa Jepang menyadur sebuah kisah “Chichi Kaeru“ karangan Kikuchi Kwan menjadi “Ayahku Pulang” dan ia menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku“Mutiara di Nusa Laut”. Ia pun menulis drama yang pada saat itu belum dibukukan seperti “Mekar Melati”dan “Tempat yang Kosong”.

    F).H.B. Jasin
    Dia lahir di Gorontalo, 31 Juli 1927 dia juga yang menulis cerpen “Anak Laut”.

    G).Rosihan Anwar
    Dia lahir di Padang 10 Mei 1922 ,Sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda.Cerpennya berjudul ” Radio Masyarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda dilanda keraguan atas segala janji kosong dari Jepang.

    H).Kotot Sukardi
    Dia yang menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatarbelakang masa perang di Ponegoro (1825-1830).
    I).H.B Yassin

    Dia lahir di Gorontalo tanggal 31 Juli 1917. Cerpennya berjudul “Anak Laut”. Kemudian bersama-sama cerpen yang lain diterbitkan dengan judul “Pancaran Cinta (1946).
    J)Nur Sultan Iskandar.
    Dia lahir pada tanggal 3 November 1893, ia dilahirkan diSungai Batang Maninjau Sumatra Barat.bukunya itu berupa karya asli, suduran, maupun terjemahan, seperti:Neraka dunia(novel 1928), Salah pilih( roman 1928), Cinta tanah air( novel 1944), Hulu balang raja(1934),Tuba dibalas dengan susu(1933),Karena mertua(1932), Cinta membawa maut(1922).
    K). Armijn pane

    Dia adalah pegarang yang karyanya berupa sandiwara lukis masa, pada masa Jepang ini dia juga menulis beberapa buah sandiwara lagi, semua sandiwara yang ditulisnya itu kemudian dibukukan dengan judul “ Jinak Jinak Merpati” (1953).

    L). Muhammad Ali
    Dia yang dikenal sebagai sastrawan yang serba bisa ia menulis cerpen, novel, naskah drama, dan puisi. Contoh naskah drama yag telah ditulisnya antara lain si gila dan kembali kepada fitrah,dan masih banyak lagi yang tidak di sebutkan.

    M).Abu Hanifah
    Dia menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul “Taufan di Atas Asia”.

  90. nama : lia aguatina
    nim : A1B107258

    Penyair dan pengarang periode 1942-1945 yang karyanya terbit pada masa itu, yaitu sebagai berikut:

    Usmar Ismail, Bukittinggi 20 Maret 1921, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film)
    Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore, yang pernah mendapatkan hadiah nobel 1931 di
    antaranya Gitanyali (1947)Rosihan Anwar, Padang 10 Mei 1922 dan sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka.M.S. Ashar, Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.Maria Amin, Bengkulu 1921dengan karyanya “tengoklah dunia sana”.mereka adalah para penyair dan pengarang cerpen adalah :
    H.B. Jasin (Gorontalo, 31 Juli 1927) yang menulis cerpen “Anak Laut”.dan Bakri Siregar lahir di Langsa atau Aceh tahun 1922. Cerpen yang pertama berjudul “Di tepi Kawah”.

  91. Alfian rezkia
    A1B108225

    Pada masa periode 1942-1945 bahasa Indonesia dipergunakan di kepulauan Nusantara. Pada masa penjajahan Jepang banyak orang menulis sajak dan cerpen, sandiwara sedangkan roman kurang ditulis .
    Pengarang-pengarang dan karya-karyanya yang timbul pada masa Jepang ini adalah:

    a. Usmar Ismail karyanya Kita Berjuang, Diserang Rasa Merdeka, Api, Citra, dan Liburan Seniman;

    b. Rosihan Anwar karyanya berupa puisi yang berjudul Lukisan kepada Prajurit;

    c. Maria Amin karyanya Tinjaulah Dunia Sana, Dengarlah Keluhan Pohon Mangga, dan Penuh Rahasia.

    d. Anas Ma’rut 1922, Ia menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Robindranath Tagore (India), Jhon Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    e. M.S. Ashar 1921, dengan sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    f. Maria Amin tahun 1921, dengan hasil karyanya “Tengoklah Dunia Sana” dan Nursjamsu tahun 1921, diantara karyanya berupa cerpen berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana tahun 1948..

    g. pada zaman jepang menulis beberapa buah drama diantaranya “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku dari ave Maria ke jalan lain ke roma pada tahun 1948; jibaku Aceh tahun 1945; keluarga soronotahun 1948;dan dokter bisma tahun 1945.

    terima kasih…..

  92. Najimuddin
    A1B108241

    Indonesia dijajah jepang selama 3,5 tahun merupakan pengalaman penting dala sejarah indonesia pada umumnya dan juga sastra pada khususnya. Oleh orang jepang bahasa indonesia di jadikan satu-satunya yang digunakan diseluruh kepulauan Nusantara.
    Pada masa penjajahan masa jepang banyak orang yang menulis sajak dan cerpen, sandiwara sedangkan roman kurang ditulis.

    1. Cinta tanah air karangan Nor sultan iskandar sedangkan palawija 1944 karangan karim halim. Keduanya roman propa ganda yang berjenis sastra.

    2. Chairil anwar dilahikan di medan tnggal 22 juli 1922. Dalam hal penulisan tulisan-tulisannya matang dan padat berisi. Sajak0sajaknya jelas sekali ia adalah seorang individualis yang bebas. Karyanya yang termashur adalah “AKU” yang menyebut dirinya sebagai binatang jalang.

    3. Usmar ismail bukit tinggi 20 maret 1921. Dikenal sebagi orang dramawan dan sineas. Cerpen-cerpennya antara lain: yang dimuat dalam pancaran cinta (1946). Dan gema tanah air (1948). Disusun oleh H.B jassin. Sajak-sajak usmar dikumpulkan dan diterbitkan dalam judul Patung Berasap (1949).

    4. Amal Hamzah ,adik amir Hamzah ,lahir di binjai Langkat 31Agustus 1922 .Ia menerjemahkan beberapa buah karya Tagore ,yang pernah mendapatkan nobel 1931 i antaranya Gitanyali(1947).

    5. Rosihan anwar padang 10 Mei 1922 sjak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda.cerpen-cerpennya berjudul radio masyarakat melukiskan kemelut jiwa pemuda yamg dilanda keraguan janji kosong dari jepang. Tahun 1967 menerbitkan roman berjudul “Radja ketjil dan Bajak Laut Selat malaka.

    6. Abu Hanifah atau El Hakim – menulis drama kemudian dibukukan berjudul “Taufan diatas Asia” tahun 1949 “Rogaya” dan “Mambang Laut”. Keduanya belum pernah dibukukan. Ia juga menulis roman yang berjudul “Dokter Rimbu” tahun (1952).

    7. H.B Yassin lahir di Gorontalo tanggal 31 Juli 1917. Cerpennya berjudul “Anak Laut”. Kemudian bersama-sama cerpen yang lain diterbitkan dengan judul “Pancaran Cinta (1946)”.

    8. Maria Amin, karyanya berjudul “Tengoklah Dunia Sana”.

    terima kasih…….

  93. Anisa Ulfah (A1B108243)
    Penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada perkembangan sastra Indonesia periode 1942-1945, adalah sebagai berikut:

    1. H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang telah menulis cerpen “Anak Laut”. Cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang petama, tapi jelas merupakan cerpennya yang terakhir. Sebelum perang Jassin menulis
    cerpen dalam Poejangga Baroe yang berjudul “Nasib Volontaire “ (1941).
    2. Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922). Cerpennya yang pertama berjudul “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).
    3. Chairi Anwar (lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – wafat di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun) atau dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia. Chairil Anwar dikenal juga sebagi pelopor Angkatan 45. Karya Chairil Anwar : Aku, Kerikil Tajam, Yang Terampas dan Yang Putus.
    4. Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922. Karya Rosihan Anwar adalah : Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”, Radio Masyarakat.
    5.Amal Hamzah, adik Amir Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. karyanya adalah : Melaut Benciku.
    6. Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922 ia menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).
    7.Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921, dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Karyanya adalah : Pancaran Cinta (1946), Gema Tanah Air (1948) dan Patung Berasap (1949)
    8. Idrus (lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – wafat di Padang, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawan Indonesia. Karyanya : Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

    terimakasih

  94. Nama : Meilindha Rahayu
    Nim : A1B108217

    Ass….
    Nama penyair dan karya perkembangan sastra pada periode 1942-1945, antara lain :

    1.Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921.Karyanya : Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948),sajak Kita Berjuang,sajak Pujangga dan Cita-cita.

    2.Amal Hamzah,lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. karyanya Pembebasan Pertama (1949). Hilangnya kepercayaan kepada manusia, terlihat dalam sajak Melaut Benciku. Amal juga menulis buku yang berjudul Buku dan Penulis(1950).

    3. Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922,Karyanya, Cerpen Radio Masyarakat melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilnda keraguan atas segala janji-janji kosong dari Jepang.Tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka.

    3. Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    4.M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921, Karyanya, sajak Bunglon.

    5. Maria Amin , karyanya, Bengkulu dan Tengoklah Dunia Sana.

    6. Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921.karyanya berupa cerpen berjdul Terawang dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948).

    7. H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen Anak Laut.

    8. Bakri Siregar,aceh 1922. cerpennya berjudul Ditepi Kawah.

    9. Armijn Pane.dramanyayang judulnya Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul jinak –jinak merpati (1953). Segera sesudah proklamsi ia menulis Antara bumi dan langit .

    10. Usmar Ismail, Chichi Kaeru karangan Kikuchi Kwan menjadi Ayahku Pulang. Selain itu,usmar pun menulis sandiwara kepahlawanan rakyat Maluku Mutiara di Nusa Laut. Drama yang ditulis Usmar yang belum dibukukan Mekar Melati dan Tempat yang Kosong. Drama Api , Liburan Seniman, dan Citra kemudian dibukukan dengan judul Sedih dan Gembira (1949).

    11. Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang. berjudul Taufaan di Atas Asia(1949). juga roman yang berjudul Dokter Rimbu (1942).

    12. Idrus,Karyanya drama yang judulnya Kejahatan Membalas Dendam dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948) Jibaku Aceh (1945) Keluarga Surono (1948)Dokter Bisma 1945.

    13. Kotot Sukardi. Karyanya Bende Mataram yang berlatar belakang perang Diponegoro (1825-1830).

    terimakasih….

  95. Nurfita Tri Astuti(A1B108220)

    Pada masa penjajahan Jepang nbanyak orang menulis sajak dan cerpen,sandiwara sedangkan roman kurang ditulisn itupun yang diterbitkan hanya dua Cinta Tanah Air, karangan Nur Sultan Iskandar dan Palawija(1944) karya karim Halim.Keduannya roman propaganda yang bernilai sastra.

    Pada masa inilah bahasa Indonesia mengalami pematangan seperti tampak pada sajak Chairil Anwar dan prosa Idurs yang tidak hanya sekedar alat untuk bercerita atau menyampaikan berita tetapi menjadi alat pengucap sastra yang dewasa. Usaha inilah yang menyebabkan dimulainya suatu tradisi puisi Indonesia yang hampir tak terbatas.

    Para Penyair:
    – Usmar Ismail.lahir di Bukittinggi 20 Maret 1921 dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas (pembuat film). Cerpen-cerpennya: Pancaran Cinta (1946), Gema Tanah Air (1948), Patung Berasap (1949), Kita Berjuang.
    -Amal Hamzah lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Sajak dan karangan lainkemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Pembebasan Pertama (1949), Buku yang berjudul ” Buku dan Penulis”(1950)
    – Rosidan Anwar Padang 10 Mei 1922.Sekarang terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka.Cerpennya yang berjudul”Radio Masyarsakat”. Pada tahun 1967 Rosidan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil,Badjak Laut di Selat Malaka”.
    – Anas Ma’ruf Bukittinggi 27 Oktober 1922. Ia juga menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinbeck (Amerika), William Saroyan (Amerika).
    – M.S. Ashar Kutaraja 19 Desember 1921 ia menulis sajak “Bunglon” merupakan sindiran bagi orang yang bertabiat plin plan.
    – Maria Amin Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengokalah Dunia Sana”
    – Nursjamsu,lahir di Sumatera Barat 6 Oktober 1921.karyanya berupa cerpen berjuudl “Terawang”
    -H.B.Jassin (Gorontalo 31 Juli 1922) yang menulis cerpen “Anak Laut” dan Nasib Volontaire (1941)
    – Bakri Siregar (Langsa/Aceh 1922) Cerpennya dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”
    – Armijin telah menulis “Lukisan masa” dan Jinak-jinak Merpati (1953).
    -Usmar Ismail karya-karyanya Chichi Kaeru”,”Mutiara di Nusa laut”, Merak Merpati”
    – Abu Hanifah 1960 di Padnag Panjang beberapa buku drama yang berjudul”Taufan di Atas Asia”(1949).
    Idur beberapa buku drama antaranya”Kejahatan Membalas Dendam”, Jibaku aceh(1945), Keluarga Surono(1948) dan Dokter Bisma(1945)/
    – Kotot Sukardi menulis sandiwaraBende Mataram yang berlatra belakang maa perang Diponegoro (1825-1830).
    -Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun 1945.

  96. Ikhsan Hidayat (A1B108218)

    Indonesia dijajah Jepang selama 3,5 tahun merupakan pengalaman penting dalam sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sastra pada khususnya. Dan selama itu juga banyak bermunculan para sastrawan pada tahun 1942-1945 atau zaman pendudukan Jepang.
    Sastrawan-sastrawan tersebut antara lain :

    1. Usmar Ismail lahir di Bukittinggi 20 Maret 1921, dan ia dikenal sebagai seorang dramawan dan sineas. Cerpen-cerpennya: Pancaran Cinta (1946), Gema Tanah Air (1948), Patung Berasap (1949) karyanya Citra, Libwan Seniman, dan Mutiara di Nusa laut. Idrus, karyanya Jinak-jinak Merpati, Barang Tiada berharga, dan Antara Bumi dan Langit.
    2. Amal Hamzah, lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Menerbitkan buku berjudul Pembebasan Pertama (1949), Buku yang berjudul ” Buku dan Penulis”(1950). Ia juga menulis sandiwara berjudul ‘Tuan Amin’.
    3. Rosihan Anwar, lahir di Padang 10 mei 1922,Karyanya, Cerpen Radio Masyarakat. I terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Dan sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda.
    terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka.
    4. Maria Amin , lahir di Bengkulu 1921. Ia menerbitkan karya “Tengoklah Dunia Sana” .
    5. Anas ma’ruf, lahir di Bukittinggi 27 Oktober 1922,Ia menerjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Robindranath Tagore (India), Jhon Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).
    6. Bakri siregar menerbitkancerpennya yang pertama berjudul Di tepi Kawah, kemudian dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”.
    7. Nursjamsu, lahir di Sumatra barat pada 6 oktober 1921, ia membuat cerpen yang berjudul ” Terawang” yang dimuat pada sebuah majalah gama suasana pada tahun 1948.
    8. Chairil Anwar, lahir di Medan pada 22 Juli 1922. Ia merupakan seorang tokoh pelopor angkatan 45 yang menerbitkan sajak Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Luput (1949), Deru Campur Debu (1949), Tiga Menguak Takbir (1950)

    Maaf kalau saya menggunakan wordpress teman, karena worpress saya tidak aktif.

    terimakasih..

  97. Nuridhah (A1B106260)

    Pada periode 1942-1945 adalah masa di mana Indonesia dijajah jepang selama tiga setengah tahun, yang merupakan pengalaman dan saat yang penting dalam sejarah bangsa dan juga sastra Indonesia.
    Pada masa ini semakin banyak orang yang menulis sajak dan cerpen juga sandiwara sedangkan roman kurang ditulis. Hal ini mungkin dikarenkakan keadaan sosial dan keadaan perang yang menuntut orang agar bekerja serba cepat dan singkat.

    Para pengarang yang muncul pada masa ini, antara lain:
    *(DEL)Usmar Ismail(/DEL)
    Ia terkenal sebagai seorang dramawan dan cineaste(pembuat film). Dalam sastra ia dikenal sebagai penulis drama.tetapi mula-mula ia masuk ke dunia kesusastraan dan kesenian dengan sajak-sajak dan beberapa buah cerpen. Cerpen-cerpennya pernah dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1949). Adapun sajak-sajak yang ditulisnya adalah saat dia menemukakan kekecewaaan terhadap Jepang yang isinya menunjukan penyerahan diri terhadap tuhan, yaitu “Kita Berjuang”,”Pujangga dan Cita-cita”,dan,”Diserang Rasa”. Selain itu Usmar pernah menyadur sebuah kisah yang berjudul “Chichi Kareu”karangan Kikuchi Kwan seorang pengarang Jepang menjadi “Ayahku Pulang”. Selain itu ia juga pernah menulis sandiwara yang berjudul “Mutiara dari Nusa Laut” tetapi keduanya tidakl pernah diterbitkan. Kemudian ia menulis tiga drama lagi yang berjudul “Api”,”Liburan Seniman”,dan”Citra” kemudia dibukukan dengan judul “Sedih dan Gembira” (1949).

    *(DEL)Amal Hamzah(/DEL)
    Mulai menulis di jaman Jepang ketika ia kehilangan kepercayaan kepada manusia, ia menjadi kasar dan sajak-sajaknya sangat naturalisme, dalam sandiwara, cerita, dan sketsa yang ditulisnya sensualisme sangat kentara. Dalam sajaknya yang berjudul “Melaut Benciku” kelihatan jelas hilangnya kepercayaanya terhadap manusia. Karangan-karangannya kemudian diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul “Pembebasan Pertama” (1949).

    *(DEL)Rosihan Anwar(/DEL)
    Ia terkenal wartawan dan kolumnis terkemuka. Pada jaman Jepang ia menulis sejumlah sajak dan cerpen. Dalam serpennya yang berjudul “Radio Mayarakat” melukiskan kemelut jiwa pemuda yang dilanda keraguan atas segala janji kosng Jepang. Kemudian pada tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman yang berjudul “Raja Kecil, Bajak Laut di Selat Malaka”.

    *(DEL)Anas Ma’ruf(/DEL)
    Pada masa sesudah perang Ia dikenal sebagai organisator kebudayaan dan penerjemah. Anas pun pernah menulis sejumlah sajak, esai, dan kritik dan Ia pun menerjemahkan karya-karya para pengarng dunia, di antaranya: Rabindranath Tagore, Jhon Steinbeck, dan William Saroyan.

    *(DEL)Maria Amin(/DEL)
    Ia pernah kecewa melihat kehidupan sosial politk dan kemudian Ia lari ke dunia simbolik. Dalam prosa liriknya “Tengoklah Dunia sana” Ia menggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia yang dilukiskannya seperti ikan dalam akuarium.

    *(DEL)Nursjamsu(/DEL)
    Pada masa Jepang ia menulis sajak yang melukiskan hati yang diamuk remaja. Pada mas sesudah perang ia menulis cerpen antara lain berjudul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana.

    *(DEL)H.B. Jassin(/DEL)
    Jassin juga menulis cerpen, salah satu cerpennya berjudul “Anak Laut” yang kemudian diterbitkan dengan cerpen-cerpen pengarang lain dengan judul Pancaran Cinta (1946)

    *(DEL)Bakri Siregar(/DEL)
    Cerpennya yang pertama berjudul “Di Tepi Kawah” mendapatkan hadiah pertama sayembara mengarang cerpen. Kemudian cerpen tersebut dibukukan dengan judul Jejak Langkah (1953). Cerpen-cerpen yang dimuat dalam buku itu semuanya melukiskan kesepian dan pelarian dari dunia ramai disertai dengan humor yang berat dan tidak menarik.

    *(DEL)Armijn Pane(/DEL)
    Pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan Masa”,”Barang Tiada” dan lain-lain. Pada masa Jepang Ia menulis beberapa sandiwara, yang kemudian dibukukan dengan judul Jinak-jinak Merpati (1953). Setelah Proklamasi Kemerdekaan Ia juga menulis lagi dengan judul “Antara Bumi dan Langit”

    *(DEL)Abu Hanifah(/DEL)
    Bila menulis biasanya menggunakan nama samaran El Hakim. Pada masa ini menulis beberapa drama dan dibukukan dengan judul Taufan di atas Asia (1949). Pada mas sesudah perang Ia menulis dua drama lagi yaitu “”Pogaya”,dan “Mambang Laut”. Keduanya tidak pernah dibukukan. Dalam drama-drama El hakim terasa dasar-dasar agama islam. Selain menulis drama, Ia juga menulis sebuah roman berjudul Dokter Rindu (1952).

    *(DEL)Idrus(/DEL)
    Pada masa ini menulis beberapa buah drama, di antaranya “Kejahatan Membalas Dendam” yang kemudian dimuat dalam bukunya Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1949), Jibaku Aceh (1945), Keluarga Surono (1948), dan Dokter Bisma (1945)

    *(DEL)Kotot Sukardi(/DEL)
    Ia mneulis sandiwara “Bende Mataram” yang berlatar belakang masa perang Diponegoro
    (1825-1830). Sandiwara ini kemudian diterbitkan bersama-samasandiwara karangan Inu Kertapati yang berjudu “Sumping Sureng Pati”.

    *(DEL)Inu Kertapati(/DEL)
    Ia menulis sandiwra yang berjudul “Sumping Sureng pati” yang mengambil latar belakang peristiwa sejarah yang lampau.

    *(DEL)Nur Sutan Iskandar(/DEL)
    Pada masa ini menulis sebuah roman yang berjudul “Cinta Tanah Air” yang diterbitkan oleh Balai Pustaka.

    *(DEL)Karim Halim(/DEL)
    Pada masa ini menulis sebuah roman yang berjudul “Palawija” yang diterbitkan oleh Balai Pustaka.

  98. adi susanto
    A1B108248

    1).
    Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921. Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1948) disusun oleh H.B Jassin. Sajak-sajak Usmar kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dalam dengan judul Patung Berasap (1949).

    2).
    Amal Hamzah lahir di Binjai, Langkat 31 Agustus 1922. Ia menerjemahkan buah karya Tagore yang mendapat hadiah Nobel 1931 diantaranya Gitanyali (1947). Awal mulai menulis di zaman Jepang, ia kehilangan kepercayaan kepada manusia dan sajak-sajaknya sangat naturalistis. Sajak dan karangannya kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Pembebasan Pertama” (1949). Hilangnya kepercayan kepada manusia terlihat dalam sajak “Melaut Benciku”. Selain itu Amal juga menulis buku yang berjudul “BUku dan Penulis” (1950).

    3).
    Rosihan Anwar, lahir di Padang 10 mei 1922,Karyanya, Cerpen Radio Masyarakat. I terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka. Dan sajak-sajaknya banyak melukiskan perasaan dan semangat pemuda.
    terkenal sebagai wartawan komunis terkemuka.

    4).
    Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922. menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika).

    5).
    M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak berjudul “Bunglon” yang merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.

    6).
    Maria Amin ( lahir di Bengkulu, 1921). Ia mernggambarkan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia sebagai ikan dalam akuarium, yang dilukiskannya dalam prosa liriknya ” Tengoklah Dunia Di sana ! “.

    7).
    H.B. Jasmin (Goroncalo, 31 juli 1922 yang menulis cerpen “Anak Laut”. cerpen itu mungkin bukan cerpen Jassin yang pertama, tapi jelas merupakan cerpenya yang terakhir. sebelum perang jassin menulis cerpen dalam poejangga baroe yang berjudul “Nasib Volontaire” (1941).

    8).
    Bakri Siregar ( Langsa/ Aceh, 1922 )
    Cerpennya yang pertama berjudul ” Ditepi Kawah”. tapi, pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah”.

    9).
    Armijn Pane, Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan lain-lain pada masa Jepang menulis beberapa buah sandiwara yang kemudian dibukukan dengan judul “jinak –jinak merpati” (1953).

    maaf saya mengerjakan tugas ini menggunakan wordpreass teman,karena wordpress saya belum aktif,mohon pengertian bapak.terima kasih.

  99. DESI FATMASARI(A1B108252)

    Assalamualaikum…………..
    Para penyair dan pengarang yang karyanya terbit pada masa 1942-1945 sebagai berikut:
    1).Umar ismail,
    Beliau lahir dibukit tinggi,pada tahun 20 Maret 1921.pada saat itu beliau dikenal sebagai oramg yang dermawan dan pembuat film.hasil karya cerpen-cerpen beliau sebagai berikut pancaran cinta pada tahun,(1946),dan Gema tanah air.
    2).Amal Hamzah,
    Beliau adalah adik dari Amar Hamzah yang lahir pada tahun,31 Agustus 1922.lankat diBinjai.Beliau pernah mendapatkan hadiah Nobel pada tahun 1931,Diantaranya Gitanyali 1927,Karena ia berhasil menerjemahkan Beberapa hasil karya Tagore.
    Ia memulai Menulis karya-Karyamya pada massa Jepang.dan saat itu ia mulai kehilangan kepercayaan terhadap Manusia,Otomatis ia menjadi sangat kasar dan Sajak-sajaknya pun Sangat naturalistis.itu semua terlihat dan terbukti dalam sajaknya yang berjudul”Melaut Benciku”
    3).Rosihan Anwar,
    Beliau lahir dipadang pada 10 Mei 1922,Sekarang beliau terkenal sebagai wartawan Komunis yang terkemuka.
    Sajak-Sajak beliau banyak yang melukiskan Semangat pemuda.
    4).An’nas Ma’ruf,
    Lahir Bukit Tinggi pada 27 Oktober 1922.Beliau terkenal sebagai organisator dan penterjemah.serta menjadi penterjemah para pengarang-pengarang dunia.
    5).M.S Ashar lahir di Kutaraja pada 19 Desember 1921.salah satu sajak yang ia tulis Yaitu yang berjudul”Bunglon”Merupakan sindiran bagi orang-orang yang bertabiat plin-plan.
    6).Maria Amin,lahir di Bengkulu tahun 1921.Karyanya”Tengoklah dunia Sana”
    7).Nursjamsu lahir di Lintau,sumatra barat 6 Oktober 1921.
    8).H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen Anak Laut.
    9).Ia lahir di Langsa/Aceh 1922,Cerpen pertamanya berjudul Ditepi Kawah,dan pada masa kependudukan Dibukukan menjadi”jejak langkah”.
    10).Armijn Pane yang pada masa sebelum perang menulis lukisan masa,dan pada masa itu juga ia menulis beberapa buah sandiwara lagi. Semua sandiwara yang ditulisnya itu kemudian dibukukan dengan judul “Jinak-Jinak Merpat” (1953). Segera sesudah proklamasi ia menulis “Antara Bumi dan Langit”.
    11).Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang,pada jaman jepang ia menulis beberapa buah drama yang kemudian dibukukan berjudul ” Taufan di atas Asia (1949).
    12).Idrus , pada zaman jepang ia menulis beberapa buah drama diantaranya :
    “Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma (1948);Keluarga Sarono(1948);Dokter Bisma(1945).
    13).kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram yang berlatar belakang masa perang Diponegoro (1825-1830) .
    “Terima Kasih”
    WASSALAMMUALAIKUM,Wr,Wb.

  100. Assalam……

    1.Usmar Ismail, Bukittinggi 20 maret 1921,Cerpen-cerpennya hanya ada beberapa saja, antara lain dimuat dalam Pancaran Cinta (1946) dan Gema Tanah Air (1949)

    2.Rosihan Anwar, Padang 10 mei 1922.Cerpennya yang berjudul “Radio Masyarakat” Pata tahun 1967 Rosihan menerbitkan sebuah roman berjudul “Radja Ketjil, Badjak Laut di Selat Malaka”.

    3.Anas Ma’ruf, Bukittinggi 27 oktober 1922.Ia menterjemahkan karya-karya para pengarang dunia seperti Rabindranath Tagore (India), John Steinback (Amerika), William Saroyan (Amerika). Selain itu, ada M.S.Ashar , Kutaraja 19 Desember 1921. Ia menulis sajak “Bunglon”

    4.Maria Amin , Bengkulu 1921 dengan karyanya “Tengoklah Dunia Sana”
    5.Nursjamsu, lahir di Sumatera Barat 6 oktober 1921. Di antara karyanya berupa cerpen berjdul “Terawang” dimuat dalam majalah Gema Suasana (1948)

    6.H.B. Jassin (Gorontalo, 31 juli 1922) yang menulis cerpen “Anak Laut”dan“Nasib Volontaire “ (1941).

    7.Bakri Siregar (Langsa /Aceh, 1922).ia menulis Cerpen yang pertama “Ditepi Kawah”. Pada masa pendudukan Jepang cerpen itu dibukukan dengan judul “Jejak Langkah” (1953).

    8. Armijn Pane. Armijn yang pada masa sebelum perang telah menulis “Lukisan masa, Barang tiada berharga, dan “jinak –jinak merpati” (1953).dan“Antara bumi dan langit”..

    9.Abang Usmar Ismail yang bernama Abu Hanifah (El-Hakim) 1960 di Padang Panjang.dia menulis“Taufaan di Atas Asia” (1949).ia juga menulis roman Dokter Rimbu (1942).

    10.Idrus, menulis“Kejahatan Membalas Dendam” dimuat dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (1948); Jibaku Aceh (1945); Keluarga Surono (1948); Dokter Bisma 1945.

    11.Kotot Sukardi menulis sandiwara Bende Mataram (1825-1830). Sandiwaara itu kemudia diterbitka Balai Pustaka dengan judul yang sama bersama-sama dengan karangan Inu Kertapati yang berjudul Sumping Sureng Pati tahun1945.

    mungkin ini jawaban yang bisa saya berikan………..

    Terima kasih…
    Wassalam……

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: